Monday, August 19, 2013

6 Alasan Salah untuk Melepas Status Jomblo

Katakepo.blogspot.com - Jomblo alias tidak punya pacar sering menjadi beban tersendiri bagi seseorang. Namun apakah semua beban akan hilang saat melepas status jomblo? Hmm, belum tentu. Berikut ini lima alasan yang salah bagi Anda untuk melepas status jomblo:

Tekanan teman
Semua teman sudah memiliki kekasih, hanya Anda yang belum. Karena itu, Anda harus memiliki kekasih sesegera mungkin. Sering kali alasan ini menyebabkan penilaian Anda terhadap calon kekasih menjadi tidak objektif bahkan terkesan asal pilih. Akhirnya, justru Anda tercipta masalah baru untuk diri sendiri. Anda malah menjadi lebih sering bersedih dan tertekan akibat salah pilih kekasih.

Pelarian
Memiliki kekasih yang baik memang menyenangkan. Ia mau mendengar keluh-kesah dan membantu melupakan masalah yang sedang mendera. Namun bukan berarti Anda harus segera mencari kekasih saat sedang dirundung masalah.

Perceraian orang tua, ditinggal menikah oleh mantan kekasih, kegagalan di tempat kerja, atau masalah lain yang menghadapi bukan alasan untuk sembarangan memilih kekasih.

Selesaikan masalah satu demi satu sebelum menimbulkan masalah baru. Tenangkan pikiran, jernihkan suasana sebelum memutuskan untuk menambah satu lagi potensi masalah dalam hidup Anda. Lagipula, tak tertutup kemungkinan ia lama-lama akan bosan dan pergi jika saban hari hanya mendengarkan Anda mengeluh.

Keuntungan pribadi
Punya pacar memang banyak manfaatnya, termasuk kenyamanan pribadi. Jangan ingin punya kekasih hanya karena ia punya mobil dan banyak waktu untuk mengantar-jemput Anda. Mendekati seseorang yang tidak Anda suka karena ayahnya merupakan bos di tempat kerja idaman bukanlah awal yang baik untuk memulai hubungan.

Dengan segala keuntungan dan kenyamanan yang didapat, Anda merasa mungkin bisa belajar mencintainya perlahan-lahan. Walau secara sadar Anda tahu dia bukanlah kekasih impian dari segi fisik maupun kepribadian. Percayalah, awalnya mungkin Anda bisa hidup dengan situasi ini. Namun lama kelamaan saat Anda bertemu orang lain yang lebih tepat, Anda akan ada dalam situasi yang tidak mengenakkan.

Tantangan
Memiliki kekasih karena tantangan tertentu juga sering dilakukan. Misalnya, adrenalin yang mendorong untuk berusaha memiliki pria terganteng yang menjadi incaran banyak wanita di kantor. Mencoba-coba memiliki kekasih yang mempunyai reputasi buruk atau bahkan mendekati seseorang hanya karena tantangan iseng dari teman.

Apapun itu, jika bukan didasari atas kecocokan, perkenalan dengan proses, serta perasaan alami yang muncul, hubungan tersebut belum tentu berjalan lancar. Setelah “menang” tantangan biasanya dorongan adrenalin pun berkurang. Si dia mungkin tak semenarik dahulu ketika Anda berusaha memenangkan hatinya. Anda lalu mudah bosan dan tanpa sadar telah mengorbankan perasaannya hanya untuk kepentingan pribadi.

Begitu juga dengan memilih kekasih reputasi yang kurang baik hanya karena Anda berharap bisa mengubahnya. Memiliki kekasih yang baik memang bisa membantu membuat seseorang menjadi lebih baik. Tapi Anda bukanlah malaikat yang selalu punya kewajiban untuk ikut memanggul beban semua orang. Setiap orang punya masalah masing-masing.

Putus asa
Kesepian dan tidak juga memiliki kekasih merupakan perangkap bagi Anda terjebak memilih orang yang salah. Anda mungkin bosan mendengar nasihat yang mengatakan jodoh Anda nanti akan datang. Anda juga sudah lelah menunggu dan ingin segera memiliki pasangan. Akhirnya, si dia yang kemudian tersedia pun tak ada salahnya dicoba untuk menjadi kekasih.

Hindari terlalu sering membuka daftar nama teman-teman lama yang bisa didekati ulang. Sebaiknya, jangan terlalu fokus pada kesendirian Anda. Cari kegiatan untuk mengisi waktu yang bisa meningkatkan potensi diri dan membuat Anda bahagia. Selain bermanfaat untuk peningkatan kualitas diri, kegiatan ini juga bisa membuka diri Anda terhadap lingkaran pergaulan yang baru. Anda pun tidak terjebak dalam lingkaran yang itu-itu saja yang membuat Anda putus asa.

Pilih kegiatan untuk mengembangkan hobi dan potensi. Tapi jangan langsung menganggap semua teman baru adalah calon kekasih. Jalani kegiatan dengan tujuan untuk membuat diri Anda lebih bahagia dan berkualitas. Jika sudah meninggalkan lorong kesepian, secara tak sadar Anda telah berubah menjadi pribadi yang berbeda yang percaya diri.

Pelengkap hidup
Anda merasa punya pasangan seperti suatu keharusan. Apalagi keluarga dan teman terus menanyakan absennya pasangan dalam hidup Anda. Pasangan bisa jadi pelengkap namun juga bisa jadi pemberat hidup jika tidak dipilih dengan baik.

Hanya karena secara fisik, mungkin si dia cukup pantas untuk dipamerkan sebagai kekasih. Namun berapa lama Anda bisa bertahan hanya dengan kelebihan itu saja? Potensi diri dan kualitas Anda tidak selalu dinilai dengan ada atau tidaknya kekasih. Coba pelan-pelan buka wawasan keluarga dan teman tentang prestasi dan potensi diri Anda lainnya.

Jika hanya sekadar menjadi pelengkap, belum tentu kehidupan cinta Anda akan menyenangkan. Dalam hati Anda masih gelisah dan terus mencari si dia yang sebenarnya sempurna untuk Anda. Hubungan semacam ini bisa jadi rawan masalah maupun ketidaksetiaan.

7 Trik ‘Berdamai’ dengan Kesepian bagi Wanita Jomblo

Katakepo.blogspot.com - Kesepian adalah salah satu momok terbesar bagi para wanita yang belum punya tambatan hati atau kekasih. Parahnya lagi, jika sebelumnya seseorang sudah memiliki pasangan namun karena alasan tertentu harus berpisah, maka rasa kesepian ini bisa dua kali lebih besar.
Mencari kegiatan yang menghibur diri adalah salah satu cara yang tepat untuk menghilangkan kesepian. Nah, agar Anda tidak merasa kesepian, berikut 7 cara menghabiskan waktu saat kesepian melanda seperti dikutip dari iDiva.

Travelling dengan Sahabat

Tak perlu sedih ditinggal kekasih, karena sahabat Anda masih setia menemani. Ajaklah teman-teman Anda untuk travelling ke luar kota. Kunjungi tempat-tempat eksotis dan edukatif yang bisa membunuh kesepian dan kegalauan. Bersenang-senanglah dengan mereka karena sekarang tidak ada lagi yang bisa membatasi aktivitas Anda.

Hangout Malam Minggu

Tidak dapat dipungkiri bahwa malam minggu adalah malam paling ‘menyedihkan’ bagi para wanita atau pria yang tidak memiliki pasangan untuk hangout. Persepsi yang terbentuk dalam masyarakat pun seolah-olah menyatakan bahwa seseorang yang tidak keluar rumah saat malam minggu berarti masih jomblo alias belum ‘laku’.
Tentu predikat tersebut menjadi beban tersendiri bagi siapa pun yang menyandangnya. Tapi Anda jangan khawatir. Malam minggu bukan hanya milik mereka yang punya pasangan, karena malam minggu adalah malam bagi semua orang.
So, ajaklah teman-teman Anda yang kebetulan ber’nasib’ sama untuk makan malam, nonton film, atau sekedar berbincang-bincang hingga larut malam. Lakukan hal-hal yang menyenangkan bersama sahabat-sahabat Anda untuk mengusir kesepian.

Jalan dengan Teman Pria

Jika teman-teman wanita Anda sibuk dengan kegiatan masing-masing, Anda tidak perlu berkecil hati. Masih ada teman-teman pria yang siap mengusir kesepian Anda. Jika Anda merasa canggung mengajak seorang saja, maka ajaklah teman-teman pria Anda yang lain. Percayalah, rasa kesepian Anda akan hilang dan Anda akan merasa seperti putri kerajaan yang dikawal oleh para prajuritnya.

Lakukan Hobi

Saat memiliki pasangan belum tentu Anda bisa menyalurkan hobi yang Anda suka. Bahkan terkadang Anda tidak menjadi diri Anda sendiri saat berpasangan. So, mulai sekarang lakukan saja apa yang menjadi hobi Anda. Menyalurkan hobi adalah cara yang paling seru untuk membunuh kesepian. Apalagi jika hobi Anda bisa menghasilkan uang.

Berkumpul bersama Keluarga

Travelling sudah, hangout bersama teman juga sudah, tapi rasa kesepian ini masih belum hilang sepenuhnya. Nah, jika Anda mengalami perasaan ini sebaiknya Anda perhatikan komunitas yang paling dekat dalam kehidupan Anda, yaitu keluarga. Mungkin selama ini konsentrasi Anda hanya fokus pada kekasih dan teman-teman saja, sedangkan keluarga sering diabaikan.
Kini saat yang tepat untuk kembali memberikan waktu berkualitas bagi keluarga. Mendekatlah kepada orang tua, karena hanya mereka yang bisa menerima Anda seutuhnya. Bahagiakan saudara-saudara yang selama ini tidak Anda perhatikan. Ajak keluarga untuk menikmati waktu berkualitas seperti memasak bersama, rekreasi bersama, atau sekedar berbincang-bincang dari hati ke hati di taman rumah.

Rencanakan Masa Depan

Langkah selanjutnya adalah berpikir ke depan. Ditinggal kekasih bisa menjadi awal yang baik untuk menata kembali masa depan Anda. Tulis apa yang akan Anda lakukan dan lupakan masa lalu. Semakin sibuk Anda mempersiapkan masa depan, semakin sedikit waktu Anda merasakan kesepian.

Saatnya Membuka Hati

Kini saatnya Anda kembali membuka hati untuk mendapatkan tambatan hati baru. Pelajaran dari hubungan sebelumnya akan membuat Anda lebih bijak untuk menentukan pria mana yang terbaik menjadi pasangan Anda. Sibukkan diri Anda dengan meningkatkan penampilan dan memupuk kembali rasa percaya diri agar rasa sepi itu tidak lagi menghampiri Anda.
Good luck.

Sendirian? Siapa Takut!

Katakepo.blogspot.com - Nggak, saya nggak akan membicarakan tentang kesendirian tanpa pacar atau suami. Kayaknya yang belum berpasangan pasti sudah capek dengan pertanyaan , “Kapan nyusul?” di setiap resepsi pernikahan dan saat Idul Fitri yang lalu. Jadi, di sini marilah kita membicarakan tentang kesendirian yang lain.

Sebagai seseorang yang memiliki hobi menulis, saya sering menghabiskan waktu sendiri untuk menulis. Berhubung kalau menulis di rumah bawaannya ingin nonton televisi dan tidur-tiduran di kasur, jadi saya sering menulis di kedai kopi. Datang pagi-pagi pada saat kedainya baru buka, dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam duduk di tempat yang sama menghabiskan beberapa gelas kopi (terdengar familiar? Iya, yang kayak di iklan televisi itu). Dan semuanya dilakukan sendirian.

Yah, faktanya memang menulis itu kegiatan individual, namun selain menulis, saya banyak melakukan hal-hal lain sendirian. Berbelanja ke supermarket dan mall, ke toko buku, membaca buku, menonton film di bioskop, atau bahkan makan di restoran—yang semuanya saya lakukan sendiri.

Dan saya nggak merasa ada yang ganjil dengan menghabiskan waktu sendiri.

Sejujurnya, saya nggak terlalu memikirkan hal-hal yang saya lakukan sendirian tersebut—karena sudah sering sekali saya lakukan. Namun beberapa waktu lalu, seorang sahabat menanyakan pendapat saya, “Menurut lo, aneh nggak kalau orang nonton bioskop atau makan di restoran sendirian?”

Setelah mengernyit sesaat, saya menjawab dengan pasti, ”Ya nggak lah. Nggak ada yang salah dengan itu.”

Lalu saya teringat beberapa hari yang lalu, saya makan di sebuah restoran sushi, dan saya meminta untuk duduk di sushi bar, dengan pertimbangan karena saya sendirian akan lebih cepat mendapatkan tempat duduk di situ. Ternyata dua orang perempuan yang duduk di kanan dan kiri saya juga sendirian. Saya bertukar senyum dengan masing-masing dari mereka, lalu kembali menekuni menu dan layar ponsel saya. Dua orang di samping saya pun melakukan hal yang sama. Dan nggak ada yang terlihat canggung.

Justru ketika teman-teman perempuan saya berkomentar seperti: ’Ih, kok lo pede sih makan sendirian?’ atau ’Seriusan lo nonton sendiri? Gue sih malas.’ –saya jadi bingung. Karena buat saya itu bukan masalah.

Iya, melakukan banyak hal dengan teman memang menyenangkan, tapi bagaimana kalau suatu hari nggak ada yang bisa diajak keluar? Apakah kita akan melewatkan banyak hal, menunda melakukan banyak aktivitas—hanya karena nggak ada yang menemani? Saya, kemungkinan besar, nggak. Ke bioskop itu intinya untuk menonton film—dan itu bisa dinikmati sendiri. Begitu pun dengan makan di restoran, intinya kita mau makan. Yah, kecuali kalau ke restoran memang untuk bersosialisasi sih, itu lain urusannya.

Saya senang melakukan banyak hal sendirian, sama seperti melakukan banyak hal bersama orang lain—dengan pasangan, teman, atau keluarga. Namun ketika saya sendirian, saya sering berkenalan dengan orang baru, tahu sebatas mana limit saya karena saya belajar mengandalkan diri sendiri, bahkan belajar untuk memercayai insting saya.

Tentunya itu semua nggak saya lakukan dengan membabibuta. Saya ukur dulu, apakah aktivitas yang akan saya lakukan aman bila dilakukan sendirian.

Saya berharap, banyak orang yang menyadari bahwa beraktivitas sendirian BUKANLAH MASALAH dan nggak perlu malu bila sendirian duduk dan makan di restoran atau membaca buku di pojok kedai kopi favorit. Kalau ada orang yang bisa keluar negeri dan menjelajah dunia sendirian, kenapa kita nggak bisa melakukan hal yang jauh lebih sederhana dari itu?

Karena di era yang kadang menuntut kita banyak berinteraksi dengan teman artifisial, saya rasa kita perlu belajar untuk menikmati menghabiskan waktu hanya dengan diri kita sendiri.

Keseringan Main Facebook Bikin Hati Resah, Ini Buktinya

Katakepo.blogspot.com - Sering menghabiskan waktu berjam-jam ber-Facebook ria hanya untuk mencari kesenangan? Jangan harap suasana hati Anda akan terobati.
Pasalnya, Facebook tidak akan menjamin kebahagiaan Anda. Begitulah kesimpulan penelitian terbaru dari University of Michigan, seperti yang diwartakan AFP, Kamis (15/8/2013).
Disimpulkan dalam penelitian tersebut, semakin sering orang ber-Facebook, semakin sedikit kebahagiaan yang mereka rasakan.
"Kelihatannya Facebook dapat menyediakan media untuk memenuhi kebutuhan manusia akan koneksi sosial," ujar Ethan Kross, pemimpin studi dan psikolog sosial dari University of Michigan, AS.
"Bukannya memberikan kesenangan, Facebook malah memberikan sebaliknya. Facebook membuat suasana hati semakin buruk," ujar dia lagi.
Sebanyak 82 orang dewasa yang memiliki akun Facebook dan aktif menggunakannya dijadikan responden.
Untuk mengukur kesubjektifan responden, para peneliti mengirimkan pesan ke akun Facebook mereka lima kali sehari selama dua minggu. Selama studi berlangsung, para peneliti memonitor responden dengan menanyakan apa yang mereka rasakan,  cemas atau kesepian, dan seberapa sering berinteraksi secara langsung dengan orang.
"Semakin orang sering menggunakan Facebook, mereka semakin merasa tidak bahagia saat kami mengirimkan pesan. Semakin mereka menggunakan Facebook selama dua minggu, tingkat kepuasaan hidup mereka menurun," kata Ethan.
Ia menegaskan, penelitian ini hanya sebatas untuk pengguna Facebook saja. Ethan tidak bisa memastikan jika efek yang sama berlaku pada pengguna jejaring sosial lain.
"Selanjutnya, perlu ada penelitian yang meneliti apakah penemuan ini berlaku untuk jejaring sosial lainnya," jelas dia.

Sembilan Cara Mempertajam Ingatan Anda

Oleh Real Simple Magazine

Lupa bisa sangat memalukan dan menjadi masalah. Namun beberapa kali lupa tidak berarti membuat Anda menjadi pikun. Memori terbentuk dari hubungan dua atau lebih dari 100 miliar jaringan sel di dalam otak Anda, yang disebut neuron, lalu menguatkan hubungan tersebut sehingga Anda bisa menggunakannya lagi lain kali, menurut  Neal Barnard, seorang asisten profesor kedokteran di George Washington University School of Medicine, di Washington, D.C.

Dan “otak Anda terus mengembangkan neuron dan membangun hubungan baru untuk menguatkan memori saat umur Anda bertambah, sebuah fenomena yang disebut neuroplasticity,” kata Brianne Bettcher, seorang neuropsikolog di Univerty of California, San Francisco, Memory and Aging Center.”Jadi tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan kemampuan ingatan Anda.” Di situlah sembilan cara ini bisa dilakukan. Cara-Cara ini akan membantu Anda mengasah ingatan Anda dan membuatnya tetap kuat dari tahun ke tahun.

1. Tidur lebih lama

Para ahli setuju bahwa Anda hanya melakukan satu hal untuk meningkatkan ingatan Anda, adalah dengan tidur lebih banyak. “Tidur adalah waktu kunci bagi otak Anda untuk menguatkan hubungan antar neuron (saraf),” kata Barnard. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Sleep Medicine, para peneliti meminta subjek untuk menampikan beberapa olah ingatan kemudian tidur siang atau tetap terjaga. Orang yang tidur siang mengingat lebih banyak tugas yang mereka tampilkan daripada yang tetap terjaga. Aturannya: Tidur antara 7-9 jam totalnya per hari. Dan, ya, tidur siang juga dihitung. 

2. Berolahraga
Secara harfiah, bersepeda atau berlari atau berenang atau melakukan olahraga kardio selama 20-30 menit tiga kali setiap pekannya terbukti membantu ingatan Anda menjadi lebih baik. Meningkatkan kinerja jantung Anda mengalirkan darah ke otak, memperbesar hipocampus (bagian otak paling vital untuk mengingat), dan meningkatkan sekresi yang berasal dari fakor neurotropik  yang berasal dari otak, sebuah protein yang dibutuhkan untuk ingatan jangka panjang. Juga, latihan jantung juga bisa menghasilkan hubungan baru untuk menumbuhkan antarneuron di dalam hipocampus,” kata Peter J. Snyner, seorang profesor neurologi di Brown University's Alpert Medical School.

3. Menyediakan makanan dan minuman pendukung

Otak Anda tidak bisa berfungsi dengan baik tanpa asupan nutrisi penting. “Blueberri adalah sumber zat-zat utama yang disebut ‘anthocyanin’, yang meningkatkan antioksidan bagi otak,” ujar Joy Baueur, seorang ahli diet yang tinggal di New York City dan pengarang buku “The Joy Fit Club”.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anthocyanin melindungi otak dari peradangan dan oksidasi, yang keduanya bisa merusak neuron dan membuat neuron tidak efektif berhubungan satu sama lain.” Bauer juga merekomendasikan mengonsumsi sayuran berdaun hijau sesering mungkin. “penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi sayur bayam dalam jumlah yang banyak, kol, dan sayuran berdaun hijau lainnya mengurangi risiko penurunan ingatan karena bertambahnya umur, karena didukung oleh phytonutrien seperti vitamin C,” katanya.

Anda mungkin juga ingin menikmati sebuah minuman alkohol saat makan malam. Penelitian yang diterbitkan di The New England jurnal of Medicine membuktikan bahwa wanita yang mengonsumsi satu minuman setiap hari 20 persen lebih jarang dari pada orang-orang yang mengonsumsi minuman keras atau pemabuk berat akan mengalami penurunan fungsi kognitif mereka, termasuk kemampuan untuk mengingat topik dari suatu paragraf yang telah dibaca sekitar 15 menit sebelumnya. Para peneliti percaya hal ini mungkin disebabkan konsumsi alkohol yang cukup meningkatkan level kolesterol HDL (kolesterol baik) dan meningkatkan kandungan darah yang mengalir ke otak.   

4. Memilih suplemen berkualitas
Lupakan ginkgo biloba. Penelitian terbaru membuktikan bahwa suplemen herbal tersebut tidak memiliki pengaruh positif pada ingatan. Namun, sebagian suplemen terkenal mampu mendukung pertumbuhan neuron baru dan mengurangi zat-zat yang bisa menghambat fungsi kognitif.

Suplemen standarnya adalah minyak ikan, menurut Lori Daniello, seorang asisten profesor neurologi (peneliti) di Alpert Medical School. Minyak ikan berhubungan dengan penurunan risiko kegilaan karena minyak tersebut mengandung DHA, sebuah asam lemak omega 3 yang menurunkan produksi yang menghambat ingatan di dalam otak dan mungkin terlibat dalam pembentukan neuron baru, kata Daniello.

Meningkatkan konsumsi lemak ikan seperti salmon akan sangat membantu, atau Anda bisa mengonsumsi suplemen harian yang mengandung sedikitnya 180 miligram DHA. Vitamin D mungkin juga berfungsi baik, karena vitamin D menstimulasi pertumbuhan neuron baru dan membantu mengatasi protein tidak normal yang berhubungan dengan penyakit-penyakit yang berpengaruh pada ingatan , seperti kegilaan,” kata David J. LieweIIyn, seorang peneliti epidemiologi dan kesehatan masyarakat di University of Exeter, Inggris.

5. Meditasi

Meditasi meningkatkan konsentrasi dan fokus Anda, yang baik bagi ingatan,” kata Dharma Singh Khalsa, kepala medis dan presiden Alzheimer's Research & Prevention Foundation, di Tuscon. Selain itu, meditasi juga terbukti mengurangi stres, yang bisa meningkatkan ingatan. “Saat kita sedang mengalami stres, tubuh dan otak kita melepas hormon-hormon seperti kortisol, adrenalin dan CRH [corticotropin-releasing hormone], yang dalam jangka pendek dapat membantu kita untuk kabur atau menghadapi situasi berbahaya,” kata Tallie Z.Baram, seorang profesor ilmu neurologikal di the University of California, Irvine.

Namun, jika Anda stres dalam waktu yang cukup lama, hormon-hormon ini mengubah struktur hipocampus, merusak saraf yang berhubungan dengan aliran darah. Sebuah penelitian yang dirilis tahun lalu, menunjukkan bahwa subjek yang melakukan meditasi selama 12 menit sekali dalam satu hari selama delapan pekan akan mengalami peningkatan ingatan mereka dan meningkatkan aliran darah di sekitar otak yang digunakan untuk kinerja otak.

6. Melakukan sesuatu di luar kebiasaan
Pengalaman baru, seperti mengambil rute berbeda saat berangkat bekerja, juga dapat meningkatkan ingatan Anda. “Otak kita senantiasa memutuskan  hal yang cukup penting untuk diingat dan apa yang harus dihilangkan dari ingatan,” kata R. Douglas Field, seorang peneliti imu saraf di National Institutes of Health di Bethesda, Maryland. “Jika Anda sedang jatuh cinta, otak anda menganggap informasi akan menjadi penting dan menyimpannya di dalam otak.”

Juga, Anda akan tetap mengingat sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba setelah mendapatkan pengalaman baru, katanya. “Konsolidasi ingatan jangka pendek ke dalam ingatan jangka panjang telah aktif, jadi pertahankan agar terus bekerja.” Yang berarti bahwa setelah mendapat pengalaman baru, Anda mungkin akan lebih baik mengingat apa yang terjadi saat pagi hari.

7. Periksa kotak obat Anda
Beberapa obat dapat berpengaruh pada ingatan, kata Barnard, termasuk antihistamine, antidepresan, seperti Prozac, obat pengurang kecemasan, seperti Xanax, dan obat tidur, seperti Ambien. Setiap obat tersebut bekerja dengan cara masing-masing di dalam otak. Sebagai contoh, Barnard mengatakan, “antihistamine menghalangi aseltikolin, pemancar otak yang diperlukan untuk ingatan jangka pendek.

Sementara Xanax dan Ambien merusak memori episodik, jadi apapun yang terjadi kepada Anda saat mengonsumsi obat-obat tersebut mungkin tidak akan menetap di memori Anda. “Jangan gunakan resep tanpa konsultasi dengan dokter, tapi katakan masalah tersebut saat mengunjungi dokter lagi. Sebuah obat atau perawatan alternatif lain mungkin tersedia.”

8. Periksa ke dokter
Masalah yang sangat serius (tapi jarang terjadi) dapat  mengakibatkan kita menjadi lupa: penyakit tiroid dan kepekaan terhadap gluten yang tidak terdiagnosa. “Jika Anda memiliki penyimpangan kepekaan yang belum terdiagnosa terhadap gluten, protein yang ditemukan dalam gandum, barley, dan rye (sejenis gandum), dan Anda mengonsumsi makanan seperti roti dan biskuit, ingatan Anda akan tertanggu,” kata Stefano Guandalini, kepala medis Celiac Disease Center di University of Chicago Comer Children's Hospital.

Banyak orang menggambarkan perasaan tersebut sebagai sebuah “kabut otak”, menimbulkan sensasi kabur. Dokter Anda dapat mengetahui penyimpangan kepekaan, dan perbaikan diet bisa membuat kondisi menjadi lebih baik. Kelainan tiroid juga bisa menganggu ingatan. Jika Anda memperhatikan peningkatan kepikunan, bersama dengan depresi atau perubahan berat badan atau umur Anda, segera datangi dokter. Pengobatan akan membuat kondisi Anda lebih terkontrol.

9. Tantang diri Anda untuk mengingat
"Kita tahu bahwa orang-orang yang aktif secara kognitif memiliki memori lebih baik dengan bertambahnya usia mereka," kata Michael Kahana, kepala Lab Komputasi Memori di Universitas Pennsylvania dan penulis ‘Foundations of Human Memory’. Jadi bagaimana Anda menjaga otak Anda agar tetap kuat? "Tetap berhubungan dengan lingkungan sekitar Anda akan memperkuat koneksi antarneuron," kata Bettcher.

"Jadi lakukan kegiatan menyenangkan yang membuat Anda berpikir." Pergi ke museum sebulan sekali, belajar kata-kata dalam bahasa baru, menonton sebuah film dokumenter pada topik yang memikat Anda, atau melakukan melakukan teka-teki silang atau sudoku. Strategi lain: Buat tantangan untuk diri Anda sendiri. Misalnya, jika Anda ingin mengingat orang-orang baru yang Anda temui di sebuah acara, "bayangkan wajah mereka dan coba untuk mengingat nama mereka saat pulang," kata Henry L. Roediger III, seorang profesor psikologi di Washington University, di St Louis.

Bila Anda meregangkan otak Anda dengan cara ini, Anda akan dapat mengingat nama mereka pada pertemuan berikutnya.