Campylobacter jejuni adalah bakteri berbentuk spiral yang hidup di
tubuh ayam dan sapi, menginfeksi tanpa memunculkan tanda-tanda sakit.
Kebanyakan orang yang terkena campylobacteriosis biasanya akan
langsung diare, kram perut, sakit perut, dan demam selama dua sampai
lima hari. Diare pun bisa berupa darah yang diikuti dengan mual dan
muntah selama kurang lebih satu minggu.
Pada tahun 2005, Campylobacter pernah ditemukan dalam 47 persen dada
ayam mentah yang diperiksa oleh Food and Drug Administration di Amerika.
Kebanyakan infeksi bakteri ini memang tidak mematikan, namun cukup
berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan orang-orang dengan sistem
kekebalan tubuh rendah.
Cara mencegah infeksi Campylobacter adalah memasak daging sampai
matang, mencuci tangan dan peralatan dapur setelah bersentuhan dengan
daging, dan minum susu yang sudah dipasteurisasi.
Listeria monocytogenes adalah bakteri yang ditemukan di tanah, air,
makanan mentah, makanan olahan, dan susu yang belum dipasteurisasi. Tak
seperti kuman penyakit lainnya, Listeria lebih berbahaya karena bisa
tumbuh dan menyebar meski terkena suhu dingin lemari es.
Gejala infeksi bakteri Listeria adalah demam, menggigil, sakit
kepala, sakit perut, dan muntah. Pada beberapa kasus, seperti ibu hamil,
lansia, dan orang dengan sistem imun rendah, infeksi Listeria bisa
bersifat mematikan.
Untuk mencegah Listeria, buah-buahan berkulit tebal seperti melon,
semangka, dan timun disikat kulitnya hingga bersih sebelum disimpan
dalam lemari es. Kemudian daging kemasan juga sebaiknya tidak disimpan
di dalam lemari es lebih dari satu minggu.
4. Vibrio
Vibrio parahaemolyticus adalah bakteri yang hidup di air asin dan sering ditemukan dalam makanan laut yang masih mentah.
Orang-orang yang suka mengonsumsi tiram mentah bisa terinfeksi
bakteri Vibrio selama kurang dari 24 jam dan menimbulkan gejala seperti
diare, kram perut, mual, muntah, demam, dan menggigil.
Gejala infeksi bakteri Vibrio bisa berlangsung selama tiga hari.
Sementara cara mencegahnya adalah dengan memasak makanan laut terlebih
dahulu sebelum dikonsumsi.
5. Toxoplasma
Parasit Toxoplasma gondii paling sering menyerang ibu hamil,
anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun rendah. Namun sedikit
sekali pasien yang menunjukkan gejala dari infeksi parasit tersebut.
Setidaknya, infeksi parasit Toxoplasma menyebabkan penderita sakit kepala, demam, dan tidak enak badan.
Meski tidak ada gejala, parasit Toxoplasma bisa berbahaya karena bisa
menghancurkan otak, mata, dan organ penting lainnya. Biasanya infeksi
Toxoplasma berasal dari kontak dengan kotoran kucing yang membawa
parasit atau makan daging mentah atau kurang matang, atau minum air yang
terkontaminasi.
Untuk mencegah infeksi Toxoplasma, jangan malas cuci tangan, masak
makanan sampai matang, hindari minum air mentah, dan ketika hamil, jauhi
kotoran kucing.
6. Salmonella
Salmonella adalah kumpulan bakteri yang sering ditemukan dalam daging
ayam mentah, telur, daging sapi, dan kadang-kadang buah dan sayur
mentah.
Infeksi bakteri Salmonella bisa menyebabkan demam, diare, kram perut,
dan sakit kepala yang cenderung berlangsung selama empat sampai tujuh
hari.
Kebanyakan kasus infeksi bakteri Salmonella bisa sembuh dengan
sendirinya. Namun balita, lansia, dan penderita penyakit kronis yang
terserang infeksi Salmonella bisa bersifat mematikan karena bakteri
mampu menyebar melalui pembuluh darah ke berbagai organ tubuh.
Untuk mencegah infeksi Salmonella, jangan makan telur mentah atau
setengah matang dan daging ayam atau sapi mentah atau setengah matang.
Makanan mentah pun harus dipisah dengan yang sudah matang. Sementara
kebersihan alat dapur juga harus selalu dijaga.
7. Norovirus
Norovirus adalah virus yang menyebabkan gastroenteritis - penyakit yang memicu inflamasi pada perut dan usus.
Gejala dari serangan Norovirus biasanya disebut dengan flu perut.
Norovirus pun umumnya ditemukan dalam makanan dan minuman yang
terkontaminasi serta menyebar melalui penderita yang terinfeksi.
Gastroenteritis termasuk penyakit menular. Gejalanya adalah mual,
kram perut, muntah, diare, sakit kepala, demam dan lemas yang biasanya
berlangsung selama tujuh hari.
Kebanyakan penderita bisa sembuh dengan sendirinya. Sementara untuk
mencegah infeksi virus ini, jangan malas mencuci tangan dengan sabun,
rajin membersihkan dapur dan isinya, serta mengolah makanan dengan baik
dan benar.