Monday, September 9, 2013

Diberitakan miring, Malaysia kecam media Singapura

Katakepo.blogspot.com - Malaysia mengecam sebuah harian di Singapura yang dianggap menghina negara dalam artikelnya berjudul 'Selamat datang ke Malaysia dimana untuk mati adalah murah dan untuk hidup adalah mahal'. Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Dr Wan Junaidi Tuanku Jafaar mengatakan artikel itu tidak berisi fakta namun hanya bersifat pandangan semata.

Menurutnya, harian tersebut seharusnya menghubungi Kementerian untuk mengetahui fakta di balik beberapa insiden penembakan yang marak terjadi akhir-akhir ini di Malaysia.

"Kasus penembakan itu kebanyakan bersifat pribadi di kalangan gangster dan bukanlah tembakan membabi buta terhadap orang awam," kata Wan Junaidi seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/8).

Sebelumnya, harian The New Paper di Singapura melaporkan pembunuh bayaran di Malaysia bisa dibayar sekitar RM 5.000 (Rp 15 juta). Upah yang murah itu menyebabkan siapa saja bisa mengupah pembunuh bayaran.

Harian itu juga meletakkan poster artikel tersebut di rak menjual surat kabar di sebuah pusat perbelanjaan di Singapura. Artikel tersebut juga mengulas beberapa kasus pembunuhan di Malaysia, termasuk penembakan pendiri Arab-Malaysia Bank, Hussain Ahmad Najadi pada Senin (29/7).

Wan Junaidi mengatakan, artikel itu bisa membawa dampak negatif terhadap hubungan baik Malaysia dan Singapura.

"Walaupun itu bukan pandangan pemerintah Singapura, seperti kita ketahui media di sana bukan bebas sepenuhnya. Artikel seperti itu memburukkan Malaysia di mata dunia serta memberi kesan negatif terhadap sektor pariwisata dan investasi," katanya.

Sementara itu, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menduga harian The New Paper mempunyai agenda lain dan mengambil kesempatan atas apa yang tengah terjadi di Malaysia. Kepala Kepolisian Malaysia Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan laporan harian tersebut seperti mengail di air keruh.

Namun ia yakin, warga Singapura lebih tahu apa yang sebenarnya terjadi di Malaysia yang ditunjukkan dengan kedatangan mereka ke Malaysia.

"Sejauh ini, kunjungan mereka tidak menunjukkan pengurangan walaupun dengan berbagai hal negatif berkaitan Malaysia," katanya.

Kehilangan induk, kemampuan sosial bayi simpanse berkurang

Katakepo.blogspot.com - Berdasarkan investigasi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti satwa liar di Belanda menyebutkan bahwa simpanse yang kehilangan induk sejak kecil cenderung memiliki kemampuan sosial yang rendah.
Dilansir dari Softpedia (9/9), saat bermain dengan yang lain, bayi simpanse yang tidak punya induk cenderung lebih cepat berubah menjadi agresif.
Edwin van Leeuwen menjelaskan, "Meskipun bayi simpanse yatim tersebut memiliki keinginan untuk bermain dan berinteraksi dengan yang lain, namun mereka memiliki kesulitan untuk berinteraksi secara sosial dengan yang lain".
Para peneliti menduga hal tersebut terjadi karena mereka tidak memiliki sosok induk yang mengajarkan bagaimana cara berinteraksi dengan simpanse yang lain.
Hal ini menunjukkan bahwa seperti dalam kasus manusia, induk simpanse bertanggung jawab pada kemampuan sosial simpanse pada saat usia muda.

Singapore Airlines bantah fasilitasi area anti berisik

Katakepo.blogspot.com - Maskapai penerbangan Singapore Airlines membantah telah menawarkan kepada pelanggannya kursi khusus tidak berdekatan dengan anak-anak.
Menurut Konsultan Singapore Airlines, Chandra Novita, yang melakukan penawaran itu adalah maskapai penerbangan Scoot, yang merupakan anak usaha Singapore Airlines.
"Maskapai penerbangan Scoot, anak usaha Singaore Airlines, yang menawarkan fasilitas area kursi khusus yang tidak berdekatan dengan anak-anak," tulis Novita, dalam pernyataanya yang dikirim ke merdeka.com, Kamis (29/8).
Sebelumnya telah diberitakan bahwa Singapore Airlines mempunyai fasilitas kursi dilarang bagi bocah di bawah 12 tahun. Ini demi menghindari para pengguna jasa merasa terganggu dengan anak kecil yang suasana hatinya tidak bisa diprediksi.
Scoot merupakan maskapai penerbangan bertarif rendah jarak jauh yang berbasis di Singapura. Maskapai penerbangan ini mengoperasikan penerbangan jarak menengah dan jauh dari rute Singapura, dimulai dari Australia dan China, menggunakan pesawat Boeing 777 yang diperoleh dari perusahaan induknya, Singapore Airlines.

Napi di Lampung edarkan uang palsu di Lapas


Katakepo.blogspot.com - Polisi menangkap narapidana kasus narkoba karena mengedarkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Rajabasa, Bandarlampung. Kapolsek Kedaton AKP Yohanes Agustiandaru mengatakan, narapidana itu bernama Aulia Sani (25).

"Narapidana dengan masa hukuman empat tahun enam bulan dan sudah menjalani delapan bulan penjara tertangkap tangan oleh petugas Lapas saat dilakukan razia rutin, dari balik tempat tidurnya ditemukan sepuluh lembar uang palsu pecahan Rp 100.000," kata Kapolsek Kedaton AKP Yohanes Agustiandaru saat ekspose, di Bandarlampung, Kamis (29/8).

Dia mengatakan, Aulia Sani mendapat uang palsu dari seseorang bernama Ali Fahri (29) warga teluk Semangka, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betungbarat. Pada Senin (26/8), Ali mengunjungi Aulia di Lapas.

Ali lantas menyerahkan 35 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu untuk diedarkan di dalam Lapas. Kemudian, keesokan harinya, Aulia mengembalikan uang tersebut sebanyak 25 lembar yang sudah menjadi uang asli dan tersisa sepuluh lembar yang disimpan di bawah tempat tidurnya.

Saat petugas Lapas melakukan razia, ditemukan uang palsu pecahan Rp 100 ribu dari balik tempat tidurnya.

"Petugas pun meminta kepada Aulia Sani untuk menghubungi Ali Fahri, setelah datang langsung ditangkap dan diserahkan ke Polsek Kedaton untuk penyidikan lebih lanjut," katanya.

Tersangka akan dikenakan pasal 245 KUHP tentang tindak pidana menyimpan, menjalankan dan mengedarkan uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Berdasarkan pengakuan tersangka Ali Fahri mengaku hanya disuruh Aulia untuk mengantarkan uang palsu karena akan diberikan upah.

"Saya hanya disuruh Aulia mengantarkan uang palsu dan nantinya akan diberikan imbalan," kata dia seperti dilansir Antara.

Pelaku mengaku baru pertama kali mengantarkan uang palsu kepada Aulia, dan tertangkap oleh petugas Lapas dan belum mendapatkan imbalan.

"Saya belum mendapatkan imbalan, karena baru satu kali mengantar sudah ditangkap," katanya.

Jual Vario, Taryono terima uang palsu Rp 9 juta

Katakepo.blogspot.com - Taryono, pemilik showroom motor bekas 'Danu Jaya Motor' Belilas, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, ditipu senilai Rp 9 juta oleh orang yang mengaku bernama Abdullah. Uang palsu itu untuk pembayaran motor Honda Vario Techno warna violet bernomor polisi BM 5243 VD.

Kapolres Indragiri Hulu AKBP Aris Prasetia Indaryanto mengatakan korban atas nama Taryono telah melaporkan kejadian penipuan tersebut pada hari Kamis (5/9), dengan nomor laporan LP/100/IX/2013/RIAU/RES INHU/SEK SEBERIDA/PENIPUAN.

Kasus penipuan itu berawal ketika pegawai Taryono bernama Koko Hartopo mendapat telepon dari orang mengaku bernama Abdullah yang ingin membeli sepeda jenis Honda Vario. Setelah terjadi kesepakatan harga motor, korban dan pelaku berjanji bertemu di Simpang IV Belilas untuk melakukan transaksi.

Pelaku dan korban melakukan transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kawasan SPBU Belilas. "Pelaku terlebih dahulu berpura pura mengambil uang dari mesin ATM, setelah keluar dari ATM, pelaku memberikan uang dan korban memberikan sepeda motornya ke pelaku dan pelaku langsung pergi," jelas Aris seperti dilansir Antara, Minggu (8/9).

Selanjutnya korban kembali ke showroom, pada saat menghitung uang, korban melihat nomor seri uang banyak yang sama, hal ini membuat korban curiga. Setelah diteliti dan diperiksa ternyata semua uang tersebut palsu.

"Barang bukti uang palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 8.500.000 yang terdiri dari 83 lembar bernomor seri HGK 404943, 69 lembar bernomor seri EHW 981670, 18 lembar bernomor seri TGB 618783, total 170 lembar," terangnya.