Monday, September 9, 2013

Benarkah Kopi Cegah Kejang pada Anak?

Katakepo.blogspot.com - TANYA:
 
Dok , seneng banget bisa nemuin forum ini. Anak saya yang berumur 6 bulan kemarin kejang atau kata orangtua step. Pertanyaannya, apakah benar air kopi bisa mencegah step? Apakah step berbahaya dan apa yang sebaiknya dilakukan jika itu terjadi.
Bisri Mustafa, Tuban

JAWAB :

Step atau istilah yang benar adalah kejang demam adalah suatu kondisi terjadinya kejang akibat lepas muatan listrik yang disebabkan oleh demam. Kejang demam terdiri dari dua jenis, yaitu kejang demam sederhana (hanya terjadi 1x kejang dalam episode demam) dan kejang demam kompleks (lebih dari 1x kejang dalam 1 episode demam).

Sebagian besar kejang demam adalah kejang demam sederhana yang relatif tidak berbahaya dalam arti tidak menimbulkan komplikasi yang fatal. Namun kejang demam ini dapat berulang kembali disaat si kecil menderita demam.

Sampai saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa kopi dapat mencegah kondisi ini pada anak. Terapi yang paling penting adalah mencegah suhu tubuh meningkat/demam dengan memberikan obat penurun demam, minum yang cukup serta kompres seluruh tubuh dengan air hangat.

Keluarga: Dhani-Maia Masih "Shock"

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA, Pihak keluarga Ahmad Dhani belum berani bertanya secara mendalam mengenai kecelakaan yang melibatkan putra bungsunya, AQJ alias Dul. Paman Dul, Jerry, mengatakan, Dhani dan mantan istrinya yang merupakan ibunda Dul, Maia, masih dalam keadaan shock. Dul harus menjalani dua kali operasi setelah mengalami kecelakaan di Km 8+200 Tol Jagorawi, Minggu (8/9/2013) dini hari.

"Kami tidak ingin terlalu menanyakan ke Dhani dan Maia karena sangat shock akan keadaan putra bungsunya," kata Jerry, di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, Minggu (8/9/2013).

Sampai sore tadi, Dul masih menjalani operasi tahap kedua di RSPI. Operasi pertama di bagian punggung berjalan dengan sukses. Tulang rusuk akibat kecelakaan menjadi konsentrasi di operasi kedua.

Menurut keluarga, Dul masih tidak sadar sampai dilakukannya operasi kedua. Pihak keluarga juga masih menunggu keterangan dokter mengenai kondisi kesehatan Dul. Mengenai kronologi kecelakaan, Jerry juga belum bisa berkomentar banyak dan masih menunggu keterangan dari polisi.

"Lebih detail belum bisa dapat informasi dari dokter. Dhani dan Maia masih shock, enggak mau tanya macem-macem, kami hanya mantau dari luar," lanjut Jerry.

Pacar Dul: Kamu Kenapa Sayang?

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA, Pasca-kecelakaan yang melibatkan AQJ (13) alias Dul, kekasih Dul, Fajrina Khairiza, berkicau di Twitter. Dia menanyakan kondisi putra bungsu musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu.
"Kamu kenapa sayang :( @AhmadAbdulQodir," demikian kicauan Fajrina pada Minggu (8/9/2013) pagi WIB.
Dalam kicauan berikutnya, Fajrina mengatakan, dirinya akan segera menjenguk Dul yang sedang dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. "Sayang, cepet sembuh ya nanti aku kesana :) @AhmadAbdulQodir love you :(" tulis Fajrina.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut yang melibatkan Dul terjadi pada Minggu (8/9/2013) pukul 01.45 dini hari.

"AQJ patah kaki sebelah kanan," kata Kanit Laka Lantas Jakarta Timur AKP Agung dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (8/9/2013).
Dul, nama sapaan akrab anak Ahmad Dhani, langsung dilarikan ke RS Meilia, Cibubur. Dhani yang menjemput putra ketiganya itu kemudian langsung membawa Dul ke RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan "adu banteng" itu terjadi lantaran mobil yang dikemudikan Dul dari Bogor menuju Jakarta terbang ke arah sebaliknya setelah melaju kencang di Km 8+200 Tol Jagorawi.
Mobil Mitsubishi Lancer B 80 SAL itu menabrak Daihatsu Grand Max B 1349 TFM, diikuti Toyota Avanza B 1882 UJZ yang berada di jalur tol Jakarta ke arah Bogor.
Akibat musibah tersebut, enam dari 13 orang yang berada di mobil Daihatsu Gran Max tewas setelah mengalami benturan hebat. Sementara sembilan orang lainnya menderita luka-luka.

Kampung Vietnam: Jejak Para Pengungsi di Pulau Batam

Katakepo.blogspot.com - “Cerita ini mengibaratkan saya menonton sebuah film Chernobyl Diaries, cerita ini menceritakan sebuah perjalanan wisata enam orang anak muda yang berencana melakukan tour ke sebuah kota mati bernama, Pripyat. Kota ini dulunya adalah tempat para pekerja reaktor nuklir Chernobyl. 25 tahun lalu, di kota ini terjadi insiden maut yang menewaskan seluruh penghuninya. Tapi Stop! Endingnya ndak sama, endingnya perjalanan ini happy ending. Kesamaannya adalah, berwisata ke sebuah kota/ wilayah yang sudah tidak dihuni oleh penduduknya, itu saja hahaha..”
Memasuki wilayah ini cukup mendebarkan, suasana sepi tanpa ada aktivitas masyarakat sekitar seolah-olah membuat wilayah ini angker dan tanpa penduduk. Menuju wilayah tersebut, membuat perasaan setiap pengunjung bertanya-tanya “Ada apa di kawasan ini?”
Pohon-pohon besar yang terbentang kokoh di setiap pinggir jalan, membuat suasana hati kami menjadi penasaran memasuki wilayah ini. Sembari diiringi dengan angin sepoi dan tenang membuat suasana menjadi ‘damai’.  Sepintas kaki ini berhenti sejenak, mendengar kicauan burung dan tebaran angin disepanjang jalan, seakan-akan wilayah ini adalah hanyalah milik  kami semata, tanpa ada mahluk hidup yang menempati wilayah ini.
Namun ketika kamu memasuki wilayah ini dalam jarak 500 meter dari pintu masuk, perasaan kamu akan semakin bertambah, ”Ini kawasan apa, Kog begitu banyak bangunan kosong tak bertuan berada di tempat ini?”. Wilayah yang menyerupai perkampungan ini sepertinya sudah lama ditinggalkan seadanya oleh penghuni setempat. Lahan pertanian yang masih terbentang luas, hijau dan subur serta bangunan yang terbentang dalam jarak sekian meter, dan bangunan penjara yang masih berdiri kokoh di perkampungan ini. Anehnya lagi? Kami seperti berada di sebuah wilayah yang terisolasi nyata di  negara Vietnam. Beneran, ini Vietnam?
Jawabannya adalah salah!
Cerita ini adalah nyata, apalagi nama negaranya juga nyata, namun lokasinya yang tidak nyata. Siapa sangka sebuah perkampungan vietnam ini ada di pulau Batam. Ya sebuah pulau kecil perdagangan yang berbatasan antara pulau Sumatera dan Singapore.
Kampung pengungsian Vietnam ini nyata dan terletak jauh di Desa Sijantung, Pulau Galang, Kecamatan Galang, Kota Batam.  “Wellcome to Vietnam .. ya kata-kata ini yang bisa diungkapkan bagi siapa saja yang mengunjungi perkampungan ini. Pasalnya kamu akan menemukan segala kehidupan yang berhubungan dengan Vietnam seperti tulisan, museum bahkan pemakaman para pengungsi Vietnam yang ada di pulau ini.
Ternyata sejarah itu benar, kampung vietnam atau yang dikenal Camp Vietnam ini merupakan area yang pengungsi Manusia Perahu Vietnam. Dulunya mereka ini mencari perlindungan atau suaka pasca terjadinya konflik internal antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan sekitar tahun 1979.
Perahu kapal inilah yang mereka gunakan untuk mengungsi dari negaranya. Nggak kebayang, perahu kecil yang terbuat dari kayu sederhana ini, mampu menyelamatkan mereka dari tingginya hantaman ombak. Percaya ngga percaya, perahu ini ternyata mampu mengangkut sekitar 100 pengungsi waktu itu. Mereka terdampar dan terombang-ambing mengarungi perairan Laut Cinta Selatan, hingga akhirnya mereka ada mencapai daratan wilayah Indonesia, namun sebagian lagi tidak ada yang meninggal di tengah lautan
Bagaimana dengan perahu kecil ini? Ini adalah puing-puing sisa pembakaran dari para pengungsi, pasalnya mereka protes karena tidak lolos untuk mendapatkan kewarganegaraan baru. Perahu ini diangkat dari daratan oleh Pemerintah Otorita Batam, untuk diperbaiki dan dipamerkan ke publik, ya seperti yang dilakukan saat ini. 
Mereka terdampar, mereka terombang-ambing mengarungi perairan Laut Cinta Selatan, hingga akhirnya mereka ada mencapai daratan wilayah Indonesia, namun sebagian lagi tidak ada yang meninggal di tengah lautan.
Namun kenapa bisa sepadat itu ya pengungsinya! Melihat kondisi perkampungan ini, memang awalnya pengungsinya sedikit dan awalnya ditampung masyarakat setempat, namun ternyata lama kelamaan perahu lainnya berdatangan. Bukan ke pulau Batam saja, mereka juga masuk ke Pulau Anambas dan Pulau Bintan.
Melihat akses kepulauan ini cukup memadai, terutama akses menyalurkan pengungsi ke sejumlah negara serta mampu menampung 10.000 pengungsi, akhirnya Komisi Tinggi Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Pemerintah Indonesia menetapkan pulau Galang sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi. Maka dibangunlah seperti barak pengungsian, tempat ibadah, rumah sakit, dan sekolah.

Jika kamu memasuki perkampungan ini yang dipenuhi dengan jejak beragam bangunan, sisa kehidupan dan lahan pertanian sekakan-akan membuat kamu hidup di sebuah wilayah yang terisolasi di area sekitar 80 hektar ini. Dengan jaraknya yang begitu jauh dari kota Batam, interaksi kamu akan tertutup dengan penduduk setempat.
Tidak hanya rumah penduduk, kamu juga akan menemukan penjara kecil yang bertingkat berdampingan dengan pos keamanan.  Dulunya bangunan ini sebagai tempat pengawasan dari tentara Indonesia untuk mempermudah pengawasan, pengaturan, penjagaan keamanan, sekaligus menghindari penyebaran penyakit kelamin Vietnam Rose yang dibawa para pengungsi.  Dulunya penjara ini digunakan untuk memenjarakan para penduduk yang gemar mencuri dan membunuh, dan mencoba melarikan diri, bahkan di tempat isolasi saja mereka berani melakukan pemerkosaan.
Tak heran, setelah kamu melewati gerbang masuk Humanity State, kamu akan menemukan sebuah patung perempuan yang menduduk/ terkulai. Monumen berbentuk perempuan ini, didirikan untuk mengenang tragedi Tinh Han Loai, seorang wanita yang bunuh diri karena malu setelah diperkosa oleh sesama pengungsi.
Kalau kamu datang ke tempat ini, pasti akan menemukan tempat ini. Beneran? Inilah yang disebut ‘pemukiman’ para pengungsi, yang pastinya adalah barak. Ndak kebayang khan, di tempat inilah mereka semuanya berkumpul, sebelum mereka dipulangkan ke Vietnam. Sekarang, kondisi bangunan tersebut dibiarkan begitu saja. ‘histeris’ ingin uji nyali? Silahkan, mungkin cocok untuk menjadi lokasi syuting, karena dulunyah tempat ini dihuni sepanjang tahun 1979-1996. 
Ada yang terlupakan juga, ini adalah pemakaman Nghia-Trang Galang, dan ada sekitar 503 pengungsi dimakamkan di sini. Konon ceritanya, mereka yang meninggal adalah akibat penyakit yang diderita selama berlayar berbulan-bulan di laut lepas. Sehingga, sampai sekarang pemakaman ini kerap masih didatangi para kerabat keluarga untuk berziarah langsung jauh-jauh dari Vietnam. Batu nisan yang terdapat di pemakan ini, tak tanggung-tanggung bentuknya sangat besar.
Meski mereka hidup dalam pengawasan ketat, namun pemerintah membangun rumah ibadah,  seperti, Vihara Quan Am Tu, Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem, gereja protestan, dan juga mushola. Vihara Quan Am TU, merupakan salah satu tempat ibadah yang paling mencolok di situ. Jika kita datang dari kejahuan Vihara tersebut dapat dilihat dengan jelas. Semua bangunan tersebut masih orisinil.
Untuk memasuki wilayah Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem ini kita harus melalui jembatan kayu yang keadaannya sudah terlihat lapuk namun ternyata masih bisa dilewati pejalan kaki dengan aman. Bagi yang membawa kendaraan roda empat atau roda dua, bisa melewati jembatan jembatan baru yang terbuat dari semen di samping gereja.
Tidak jauh dari Gereja, ada patung Bunda Maria dalam sebuah perahu besar, kamu bisa menaikinya dan berfoto di tempat ini. Sebelah kanannya terdapat dua patung singa yang terdapat dalam tulisan Vietnam dan inggris bertuliskan “O Mary, we are all deeply grateful for your protecting presence on our way to freedom. We always entrust our lives to you. Your care for us will be highly appreciated in our heart forever.”
“Tak kenal maka tak percaya” masih belum percaya dengan keberadaan mereka? ini nih salah satu ruang museum para pengungsi. Di dalam museum terdapat banyak pasfoto para pengungsi, foto keluarga, foto kegiatan para pengungsi, serta benda-benda rumah tangga yang dapat menggambarkan situasi kehidupan di Camp Vietnam.. Dulu  museum  ini adalah kantor UNHCR..seribu foto lebih wajah pengungsi dapat kamu lihat di tempat ini.  
Selain museum ada juga bekas bangunan rumah sakit yang masih menyimpan kotak-kotak dan botol-botol obat yang dibiarkan terbengkalai begitu saja, bangkai-bangkai kendaraan roda empat yang sudah berkarat dan ditumbuhi tanaman rambat, serta bangunan-bangunan sekolah bahasa yang hanya terlihat sebagian karena mayoritas dindingnya sudah tertutup tanaman rimbun hingga atap.

Tips:
+ Jika berkunjung ke Camp Vietnam, sebaiknya menggunakan kendaraan mobil, karena jarak tempuh dari kota Batam ke kampung vietnam memakan waktu 2 Jam perjalanan. Sepi dan tanpa kemacetan, membuat kamu harus lebih ekstra hati-hati dalam mengendarai
+ Hati-hati terlewat karena letaknya kurang mencolok. Dengan membayar di loket masuk sebesar Rp. 5000 per mobil dan Rp. 3000 per orang, perjalanan napak tilas bersejarah ini pun dimulai.
 
  




 

Murid SD Ini Dipenjara karena Jadi Kurir Sabu

Katakepo.blogspot.com - NUNUKAN,CM (14), pelajar kelas 3 SD di Nunukan, Kalimantan Utara, seharusnya mengikuti pelajaran sekolah setelah libur panjang. Namun, dua pekan terakhir, hari-hari CM harus dilalui di ruang sempit Lapas Nunukan sebagai tahanan titipan Kejaksaan Negeri Nunukan menunggu kasusnya disidangkan.

CM tersangkut kasus narkotika sebagai kurir sabu dari Tawau, Malaysia. CM ditahan tidak sendiri. Dia bersama AW (14), pelajar kelas 3 SMP yang juga tahanan titipan.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Nunukan, Sutriono, mengatakan, CM dan AW terpaksa dititipkan ke Lapas Nunukan karena termasuk anak nakal dan dikhawatirkan akan melarikan diri jika tidak ditahan.

“Dia kayak perantara. Pengakuan dari tersangkanya sudah tiga kali. Menginap di lapas itu harus karena anak ini sudah nakal sekali. Anak ini sudah dikurung orangtuanya, tetap lari. Perantara dia, yang orangtua itu, sudah lari ke Tawau,“ ujar Sutriono.

Kedua anak di bawah umur ini diduga melakukan tindak pidana tentang narkotika sebagaimana diatur dalam Pasal 114 atau Pasal 112 aAyat 1 jo Pasal 132 Ayat 1 UURI Nomor 35 Tahun 2009.

“Hukumannya bisa 2,5 tahun. Ancamannya katakanlah minimal 5 tahun untuk orang dewasa, dia setengah dari hukuman orang dewasa," kata Sutriono.

Sementara itu, anggota Komisi Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan Fajar Arsidana berencana akan melakukan pertemuan antara polres dan pihak kejaksaan terkait nasib CM dan AW yang masih di bawah umur.

“Kami baru tahu dua hari yang lalu. Orangtua CM yang datang ke kami. Kami akan upayakan untuk anak ini keluar dari lapas. Karena mereka masih di bawah umur. Sesuai UU Nomor 3 anak ini harus dilindungi. Bukan lapas tempatnya. Keadaan anak sudah trauma, setiap hari selalu menangis. Saya akan upayakan secepatnya. Termasuk kami akan melapor ke Komnas Perlindungan Anak," tegas Fajar Arsidana.