Wednesday, September 11, 2013

Kisah empat perempuan menolak tutup aurat

Katakepo.blogspot.com - Jilbab merupakan busana wajib bagi muslimah demi menutup bagian tubuh yang diyakini mengundang syahwat para lelaki. Dalam Islam, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki kaum hawa dipercaya bisa membangkitkan gairah pria saat memandangnya. Itu sebabnya Tuhan memerintahkan para wanita mengenakan jilbab bermaksud melindungi mereka dari obyek pandangan kotor kaum adam.
Namun empat perempuan ini secara tegas menolak menggunakan jilbab. Mereka bahkan rela mati, cacat, kehilangan pekerjaan, bahkan mendapat tekanan hidup ketimbang menutupi auratnya. Siapa saja mereka dan bagaimana kisahnya? Dilansir dari stasiun televisi Al Arabiya, situs berbagi video Youtube, dan surat kabar the Daily Mail, berikut ulasannya.

1. Bunuh diri agar tidak berjilbab

Seorang gadis 15 tahun asal Mesir menentang keluarganya memaksa dirinya mengenakan jilbab. Dia memilih bunuh diri menggunakan senapan ayahnya ketimbang harus memakai busana syariah.
Gadis bernama Amira itu mengalami tindak kekerasan dari keluarga setelah menolak memakai jilbab. Daripada hidup di bawah tekanan dia diam-diam ke kamar ayahnya, mengambil senapan, dan menembak kepalanya.

2. Rela cacat demi tidak berjilbab

Seorang perempuan tidak diketahui namanya asal Iran menolak memakai jilbab. Dia akhirnya ditahan dan dijatuhi hukuman selama tiga tahun lantaran menolak menutupi auratnya.
Setelah menjalani hukuman dua tahun dia menyebutkan dalam pengakuannya di rekaman dalam situs berbagi video Youtube, tiga orang lelaki tidak diketahui apakah sipir penjara atau bukan, menghampiri dirinya dan mulai memukulinya. Ketiganya juga mematahkan kaki perempuan itu. Tak hanya itu, mereka juga merampok wanita itu hingga lima kali berturut-turut.
Dia bahkan memandang Islam sebagai agama kacau mengajarkan memperkosa dan tidak memandang kaum perempuan sebagai pribadi manusia utuh.

3. Rela kehilangan pekerjaan asal tidak berjilbab

Ghazala Khan asal Pakistan dipecat dari perusahaan perumahan tempatnya bekerja. Perusahaan itu milik seorang muslim konservatif berbasis di Inggris yang mengharuskan karyawannya memakai jilbab bahkan bercadar (burka).
Dia telah bekerja di perusahaan itu selama sembilan tahun. Sedari awal pemilik perusahaan membiarkannya bekerja tanpa jilbab, namun di tahun terakhirnya tekanan memakai jilbab semakin kencang.

4. Perempuan Sudan rela dicambuk asalkan tidak berjilbab

Amira Usman Hamid, wanita asal Sudan ini menyatakan dirinya siap dicambuk demi mempertahankan haknya agar rambutnya tetap terlihat untuk menentang hukum layaknya aturan yang diterapkan Taliban.
Amira menghadapi sebuah kemungkinan dicambuk jika dinyatakan bersalah pada sebuah sidang yang bakal digelar pada 19 September mendatang, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (9/9).
Di bawah undang-undang Sudan, semua wanita harus menutupi rambutnya dengan jilbab. Namun Amira, 35 tahun, menolak aturan itu.
Alhasil, kasus Amira telah menarik dukungan dari pegiat hak-hak sipil dan kasusnya menjadi isu terbaru dalam menyoroti serangkaian hukum di Sudan terkait aturan moralitas, yang mulai berlaku setelah kudeta yang didukung kelompok Islam oleh Presiden Umar al-Bashir pada 1989.
Mereka ingin kita menjadi seperti wanita Taliban, kata Amira dalam sebuah wawancara mengacu pada gerakan fundamentalis pemberontak di Afghanistan itu.
Dia dituntut dengan Pasal 152, yang melarang pakaian tidak senonoh.
Namun, para pegiat mengatakan hukum yang samar-samar telah membuat wanita menjadi subjek polisi dan target tidak sebanding dalam upaya untuk menjaga ketertiban umum.
Amira menjelaskan saat itu dia sedang mengunjungi kantor pemerintah di Daerah Jebel Aulia, tepat di luar Kota Khartoum, pada 27 Agustus lalu ketika seorang polisi mengatakan kepadanya untuk menutupi kepalanya.
Dia mengatakan, 'Kamu bukan orang Sudan. Apa agamamu?' ujar Amira menirukan polisi itu. Saya orang Sudan. Saya seorang muslim dan saya tidak akan menutupi kepala saya.
Rambut gelap Amira diwarnai dengan warna emas, dikepang ketat ke belakang.
Pada 2009 kasus yang menimpa seorang wartawan, Lubna Ahmad al-Hussein, menyebabkan kecaman dari dunia internasional dan menjadi perhatian dari para pegiat perempuan di Sudan.
Lubna didenda lantaran memakai celana panjang di depan umum tetapi dia menolak untuk membayar denda. Dia menghabiskan satu hari di belakang jeruji besi sampai Persatuan wartawan Sudan membayar denda atas namanya.


China perhatikan pariwisata khusus muslim

Katakepo.blogspot.com - Pemerintah China berencana memperluas pariwisata lebih ramah bagi kaum muslim datang ke negeri komunis itu. Pelbagai wilayah penduduk mayoritas muslim turut berbenah.
Kantor berita Xinhua melaporkan, Selasa (10/9), ide itu dilansir di Konferensi Wisata Muslim China 2013 di Kota Yinchuan. Pariwisata Negeri Tirai Bambu sudah menjalin kerjasama dengan 20 negara dan banyak wilayah.
Muslim menjadi turis paling potensial lantaran semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Menurut Ketua Lembaga Pariwisata Nasional China Zhu Shanzong China mengandalkan wilayah-wilayah berpenduduk banyak muslim dan populasinya sekitar 20 juta.
Malaysia menyambut baik rencana ini dan mereka menjadi salah satu negara menjalin kerjasama wisata bagi umat Islam. Pelbagai pilihan destinasi membuat wisatawan muslim tidak khawatir termasuk mendapatkan makanan halal dan ritual ibadah.


Bayangan mematikan di industri pemuas syahwat

Katakepo.blogspot.com - Industri esek-esek di Amerika Serikat berkembang sangat pesat. Banyak orang berbondong-bondong terjun ke bisnis ini lantaran menguntungkan baik pemain maupun si pembuat tayangan. Surat kabar Business Insider (15/11/2012) melansir bisnis film porno di Amerika meraup keuntungan bersih sekitar Rp 157,2 triliun per tahun.

Bayaran demi beradegan di atas ranjang pun sungguh membuat air liur menetes bagi mereka ingin kaya mendadak. Agen pencari bintang film porno Mark Spielger mengatakan uang ditawarkan tergantung dari seberapa mau mereka melakukan adegan ekstrem seks.

Spielger merunut bayaran paling murah untuk adegan lesbian. Bercinta antara perempuan dengan sesama jenisnya lantaran seks macam ini hanya bisa menarik mereka yang lesbian dan beberapa pasangan beda jenis kelamin.

Para lesbian ini hanya dibayar Rp 8,9 juta. Namun itu untuk sekali akting depan kamera.

Ingin meningkatkan bayaran berarti juga harus mau mengikuti kemauan produser film porno. Adegan bercinta perempuan dan lelaki mendapat gaji Rp 11,2 juta per episode. Sementara para perempuan yang rela bokongnya menjadi alat penetrasi mendapat bayaran Rp 13,4. Bayaran paling tinggi jika perempuan mau vagina dan lubang bokongnya dimasukkan kelamin lelaki sekaligus, maka bayarannya menjadi Rp 44,9.

Dengan bayaran seperti ini terang saja pelbagai macam bentuk perempuan dan lelaki, berkulit putih-hitam-coklat, bertubuh berisi atau kurus, berambut merah-pirang, apapun, berbondong-bondong mencoba peruntungan di industri porno.

Salah satu syarat menjadi bintang porno yakni bebas penyakit kelamin, dan tidak mengidap HIV-AIDS. Surat keterangan ini harus diperpanjang tiap sebulan sekali. Meski menjadi syarat ketat nyatanya masih banyak pemain memalsukan surat keterangan medis itu. Jelas saja ini bisa menular pada lawan mainnya.

Penyebabnya salah satu mungkin mereka enggan memakai pengaman. Kata bintang porno James Deen pemakaian pengaman membuat industri esek-esek ini anjlok hingga 30 persen, seperti dilansir Washington Post (12/11/2012). Padahal penggunaan kondom diperlukan sebab semua pemain bergonta ganti pasangan. Alasan mereka menolak kondom sebab merasa sudah melakukan pemeriksaan kesehatan bulanan.

Apalagi penonton film porno tidak menyukai aktor berkondom. Deen selama ini telah membintangi lebih dari 1000 film porno dalam sembilan tahun terakhir dan dia sudah melakukan sekitar 4000 adegan seks. Dia mengaku tidak pernah terkena penyakit apa pun karena rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dua pekan sekali.

Namun fakta ini terbantahkan saat dua bulan lalu seorang aktor terbukt positif AIDS. Bahkan jumlah penderita ini kembali ketahuan kemarin. Industri ini pun semakin dibayangi penyakit mematikan belum ada obatnya itu hanya gara-gara ogah pakai kondom.

Rasa Cinta Zaskia Shinta Kepada Vicky Sudah Tertutup

Katakepo.blogspot.com - Akibat dibohongi habis-habisan oleh mantan tunangannya bernama Vicky, Zaskia Shinta pun sudah menutup rasa cintanya. Menurutnya, kekecewaan terhadap Vicky sudah lebih besar dari cintanya beberapa waktu lalu.
"Sudah tertutup dengan kekecewaan dan sakit hati, jadi udah tertutup lah cinta ke dia," kata Zaskia di studio Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (10/9).
Awalnya, Zaskia tak percaya bahwa mantan tunangannya tersebut merupakan seorang yang memiliki kasus yang melibatkan teman-teman pedangdut, juga kasus hukum terkait penipuan.
"Wanita mana yang bisa ngerasain semua ini, setelah lamaran muncul berita kayak gitu. Awalnya nggak percaya sampai orang tua jelasin juga. Awalnya nggak percaya karena tertutupnya rasa cinta," tuturnya.
Namun, karena banyak yang memberitahukan kebenaran atas bibit, bebet, dan bobot Vicky, akhirnya Zaskia pun mengesampingkan rasa cintanya.
"Semakin banyak yang jelasin, nunjukin banyak hal, akhirnya sadar kalau Neng salah," tandasnya.

Berkelahi, anak Karni Ilyas sempat ngaku anggota polisi

Katakepo.blogspot.com - Perkelahian antara Renold Bareno, anak wartawan senior Karni Ilyas, dengan Reney George Paul Karamoy (22) di food court lantai 3 Plaza Senayan, Jakarta Pusat, siang tadi tidak berhasil didamaikan oleh pihak sekuriti pusat perbelanjaan tersebut.

Alih-alih damai, Renold malah menggertak dengan mengaku-ngaku sebagai anggota polisi. "Dia sempat ngeluarin kartu, katanya kartu anggota (polisi), tapi ngeliatinnya sekilas, dicepetin, saya ga sempet lihat jelas," kata seorang saksi yang tak mau disebutkan namanya.

Tidak hanya mengeluarkan kartu, kata saksi itu, Renold juga menelepon sejumlah orang yang diakuinya petinggi polisi. "Makanya polisi yang datang ke sini (PS) juga karena telepon dia," kata saksi itu.

Seperti diberitakan, perdamaian yang diupayakan pihak sekuriti tidak membuahkan hasil. Baik Reney maupun Renold sama-sama dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Bedanya, Reney dan wanita yang bersamanya menumpang mobil polisi. Sementara Renold dijemput seseorang yang mengendarai Porsche Cayenne warna putih.

Untuk diketahui, Karni Ilyas, ayah Renold adalah pemimpin redaksi tvOne yang juga mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Komisi negara itu bertugas mengawasi kinerja kepolisian.