Wednesday, September 11, 2013

Inilah yang Terjadi pada Tubuh saat Berhenti Merokok

Katakepo.blogspot.com - Sejak puluhan tahun lalu kampanye anti merokok telah dikumandangkan di seluruh penjuru dunia. Ada yang berhasil berhenti merokok, namun banyak pula muncul perokok-perokok baru yang menambah deretan orang yang gemar merokok, terutama di kalangan remaja.
Ironis memang kala kampanye anti rokok gencar disosialisasikan, jumlah orang yang berhenti merokok masih sangat minim dibandingkan jumlah orang yang gemar merokok yang kian meningkat dari tahun ke tahun.
Berhenti atau minimal mengurangi kebiasaan merokok memang bukan perkara mudah. Apalagi bagi mereka yang sudah bertahun-tahun ‘kecanduan’ rokok. Jika selama ini kampanye anti rokok lebih menekankan pada bahaya merokok seperti memicu kanker, serangan jantung, dan panyakit mematikan lainnya, sekarang mari kita lihat dari sisi lain, yakni apa yang terjadi pada tubuh Anda jika Anda berhasil berhenti merokok, seperti dikutip doktersehat.

20 Menit Pasca Berhenti Merokok

Merokok dapat meningkatkan detak jantung, membuat irama jantung menjadi tidak teratur, dan bahkan meningkatkan tekanan darah. 20 menit setelah Anda mengisap rokok terakhir, detak jantung dan ritme jantung akan kembali normal. Tekanan darah juga berangsur turun.

2 Jam Pasca Berhenti Merokok

Setelah dua jam tanpa asap rokok, denyut jantung dan tekanan darah akan kembali stabil. Ujung kaki dan tangan Anda mungkin akan terasa hangat. Semua ini merupakan tanda dari penghentian nikotin rokok yang Anda isap dua jam yang lalu.

12 Jam Pasca Berhenti Merokok

Selama merokok, Anda telah menghisap karbon monoksida, zat yang dapat meracuni tubuh dalam. Seperti kita ketahui bahwa karbon monoksida dapat mengganggu sel darah mengikat oksigen, sehingga bisa memicu penyakit jantung. Setelah 12 jam berhenti merokok, karbon monoksida dalam tubuh akan mulai menurun, dan oksigen dalam tubuh akan meningkat hingga ke tingkat normal.

24 Jam Pasca Berhenti Merokok

Bisa dikatakan bahwa rentang waktu 24 jam pasca berhenti merokok merupakan waktu krusial bagi orang yang berhenti merokok. Jika seseorang berhasil berhenti merokok selama 24 jam, berarti ia berhasil menurunkan risiko serangan jantung sebesar 20 persen dari 85 persen tingkat risiko saat ia merokok. Ini adalah awal yang sangat baik.

48 Jam Pasca Berhenti Merokok

Selain merusak sistem pernapasan dan kardiovaskular, kebiasaan merokok juga dapat merusak sistem saraf tubuh Anda, yakni saraf pada indera penciuman dan perasa. Setelah 48 jam Anda berhenti merokok, ujung-ujung saraf Anda akan kembali tumbuh secara perlahan dan kemampuan indera penciuman dan perasa Anda akan meningkat. Di saat ini Anda akan mulai merasakan nikmatnya kesehatan.

72 Jam Pasca Berhenti Merokok

Pada masa ini, kadar nikotin dalam tubuh Anda akan benar-benar bersih dan dikeluarkan oleh tubuh. Namun, tantangan terbesar biasanya akan mencapai puncak di waktu ini. Keinginan untuk kembali merokok yang lebih kuat, sakit kepala, mual, dan beberapa gejala psikis seperti sering marah, stres, mungkin akan Anda rasakan di masa ini. Namun Anda tidak perlu khawatir karena gejala tersebut akan berlalu dengan cepat.

2-3 Minggu Pasca Berhenti Merokok

Setelah mencapai dua minggu berhenti merokok, tingkat kesehatan Anda akan meningkat. Fungsi-fungsi tubuh Anda mulai bekerja sebagai mana mestinya. Bahkan, Anda tidak akan merasa ‘ngos-ngosan’ atau berat di dada saat berolahraga. Di masa ini tubuh akan melakukan regenerasi sel-sel yang rusak, sirkulasi oksigen dalam tubuh akan meningkat, disertai peningkatan fungsi paru-paru yang signifikan. Anda pun bisa bernapas lebih ringan dan lega.

1-9 Bulan Pasca Berhenti Merokok

Di dalam paru-paru terdaapt rambut halus (silia) yang berfungsi mendorong lendir keluar. Silia akan meregenerasi diri dan mulai berfungsi optimal, sehingga mengurangi risiko infeksi paru-paru. Gejala batuk dan sesak napas pun akan mulai menurun dengan pesat.

1 Tahun Pasca Berhenti Merokok

Hadiahkan diri Anda reward yang paling istimewa untuk merayakan satu tahun bebas dari asap rokok. Satu tahun setelah berhenti merokok risiko serangan jantung akan berkurang hingga 50 persen. Dan tentunya risiko ini akan semakin menurun drastis jika Anda berhasil menghentikan kebiasaan merokok di tahun-tahun mendatang.
Berhenti merokok memang tidak mudah. Namun, jika Anda ingin mendapatkan peluang hidup lebih lama agar bisa berkumpul bersama orang-orang tercinta, maka berhenti merokok patut dicoba. God Bless You.

Apa yang Menyebabkan Sulitnya Berhenti Merokok?

Katakepo.blogspot.com - Jika saja berhenti merokok semudah mengatakannya, pasti sudah banyak yang bisa berhenti merokok. Meski sadar rokok itu berbahaya, tapi selalu ada alasan yang membuat perokok kembali lagi pada kebiasaan buruknya. Lalu, apa sih alasan para perokok sulit untuk berhenti merokok?
Dikutip detikHealth, ada dua alasan yang membuat perokok sulit lepas dari rokok, yaitu karena kecanduan dan kebiasaan. Nikotin punya efek candu yang sangat besar sehingga tak heran jika para perokok mengeluh sulit sekali berhenti merokok. Ketika seseorang merokok, partikel-partikel nikotin akan masuk ke dalam paru-paru. Nikotin kemudian akan diserap oleh darah, sama halnya seperti oksigen yang dihirup saat bernafas. Perjalanan nikotin dalam darah akhirnya sampai pada otak, yang kemudian mengaktifkan hormon dopamin untuk dilepaskan.
Dopamin adalah zat kimia yang membuat seseorang merasakan sensasi enak, nyaman dan tenang. Itulah yang membuat perokok sulit berhenti, karena ia kecanduan rasa enak dan nyaman tersebut. Ia lebih memilih merasakan perasaan senang sesaat daripada efek kesehatan jangka panjangnya. Ketika pecandu rokok ingin berhenti merokok, ia akan mengalami gejala seperti sakit kepala, pusing, mual-mual, bergetar, batuk, mulut kering, pusing-pusing, lemah, sakit perut, lapar, insomnia bahkan frustasi.
Oleh sebab itu, banyak perokok yang sulit berhenti karena menghindari gejala-gejala tersebut. Selain efek candu, faktor kebiasaan sangat mempengaruhi perokok. Sekali orang mengenal rokok, maka sebagian besar hidupnya akan dihantui perasaan ingin merokok.Awalnya mereka menikmati rasanya memegang rokok, lama kelamaan akan terasa janggal jika tidak ada rokok di tangannya.
Langkah yang dilakukan perokok untuk menghentikan kebiasaan merokok biasanya dengan mencari teman yang punya keinginan sama untuk berhenti merokok, melakukan latihan pernafasan dan mengganti kegiatan merokok dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.
Namun jika semua itu tidak berhasil menjauhkan seseorang dari rokok, mungkin bisa menggunakan teknik hypnotherapy, akupunktur, laser terapi, permen karet nikotin, rokok herbal, permen nikotin pelega tenggorokan, dan teknik lainnya. Dengan kemauan yang kuat dan strategi yang benar, tidak ada yang tidak bisa dilakukan, termasuk berhenti merokok.

Waspada Jika Sinusitis Terus Kambuh

Katakepo.blogspot.com - Tanya:

Saya sudah 4 tahun dinyatakan sebagai penderita sinusitis oleh dokter THT. Sekarang saya selalu bersin-bersin jika kedinginan, mampet dan tidak mencium bau. Akhirnya obat spray hidung menjadi andalan. Apakah ada solusi untuk penyembuhan sinusitis? Lalu apa yang kira-kira menyebabkan saya menderita sinus? Apakah gaya hidup atau bawaan lahir? Terima kasih.

Mira - Depok

Jawab:

Halo Mira,
Sinusitis merupakan proses peradangan pada rongga dinding atau selaput lendir sinus paranasal, akibat peradangan ini dapat menyebabkan pembentukan cairan atau kerusakan tulang di bawahnya. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus, yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri.

Jika terus kambuh menyebabkan rongga sinus tersebut penuh dengan cairan lendir yang berisi bakteri atau kuman. Apalagi jika penciuman sudah terganggu, lebih baik kembali ke dokter THT Anda untuk pemeriksaan foto rontgen sinus Paranasal, dengan hasil foto rontgen tersebut bisa di ketahui seberapa berat penyakitnya, apakah perlu dioperasi atau hanya terapi konservatif saja.

Penyebab sinusitis adalah faktor genetik, kondisi kongenital, alergi dan imun, abnormalitas anatomi.  Faktor lingkungan yaitu infeksi bakteri, trauma, medikamentosa, tindakan bedah, perluasan dari infeksi tertentu seperti infeksi gusi dan gigi, hidung dan tenggorokan.

Demikian, terimakasih.

Kenapa Jadi Perokok Pasif Lebih Berbahaya Dibandingkan Perokok Aktif

Katakepo.blogspot.com - Tanya:
Dok, kenapa jadi perokok pasif efeknya bisa lebih berbahaya daripada perokok aktif? Saya sering dengar tentang hal ini tapi saya bingung penjelasannya bagaimana.
Mario, 19 tahun

Jawab:
Hai Mario,

Perokok aktif adalah orang yang mengisap rokok secara langsung, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi mengirup asap rokok yang diembus perokok aktif. Perokok aktif memang sanget berisiko terjangkit penyakit jantung sampai kanker paru-paru. Namun ternyata, menjadi perokok pasif juga menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Kita tahu bahwa asap rokok mengandung sekitar 4.000 jenis zat kimia beracun. Ketika seseorang mengisap sebatang rokok, asap rokok yang diembuskannya serta asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar akan menyebar ke sekelilingnya.

Menghirup asap rokok orang lain (alias menjadi perokok pasif) lebih berbahaya tiga kali lipat dibandingkan mengisap rokok sendiri (perokok aktif). Mengapa? Karena racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Asap tersebut merupakan hasil dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar, karena racun yang ia isap lewat hidungnya tidak terfilter, sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang diisap.

dr. Jesslyn Valentina Jonathan Tentu saja yang paling baik adalah tidak merokok sama sekali, serta selalu menjauhi area yang dipenuhi asap rokok.

Semoga membantu.

Hakim: Abercrombie bersalah Memecat Pegawai Muslim karena pakai hijab

Katakepo.blogspot.com - Seorang hakim di San Francisco memutuskan bahwa perusahaan retail pakaian trendi Abercrombie & Fitch dinyatakan bersalah karena memecat seorang pegawai Muslim yang bersikeras mengenakan hijab.
Hakim Distrik Amerika Serikat Yvonne Gonzalez Rogers mengatakan perusahaan itu melanggar hukum anti-diskriminasi saat pihaknya memecat Hani Khan dari toko Hollister-nya di San Mateo, California pada 2010, Rogers mengeluarkan keputusan itu pada Selasa.

Perusahaan itu mengklaim bahwa hijab melanggar kebijakannya yang mengatur busana para karyawannya, yang mengatakan hal itu bagian dari strategi pemasarannya. Toko itu berpendapat bahwa pelanggaran dari kebijakan busananya akan mempengaruhi penjualan.

Namun hakim itu mengatakan Abercrombie & Fitch tidak memberikan “bukti yang kredibel” bahwa hijab Khan merugikan semua penjualan perusahaan tersebut.

“Abercrombie hanya memberikan pernyataan opini tak berdasar atas pegawainya sendiri guna mendukung klaimnya atas hambatan yang tidak semestinya dilakukan,” kata Rogers.

Equal Employment Opprtunity Commission Amerika Serikat mengajukan gugatan atas nama Khan pada 2011.

“Abercrombie & Fitch tidak boleh mendiskriminasikan berdasarkan agama dan kami memberikan akomodasi religius ketika masuk akal,” ujar juru bicara Bruce MacKenzie. “Itu merupakan kebijakan kami untuk tidak mengomentari penundaan yang mencolok.” 

Sebuah persidangan atas pertanggungjawaban perusahaan itu dijadwalkan pada bulan ini. Hakim mengatakan para juri bebas untuk memberikan vonis kompensasi jika pihaknya memilih.

Itu merupakan dakwaan diskriminasi kepegawaian terbaru terhadap kebijakan perusahaan itu yang disebut “kebijakan busana” yang para pengkritik mengatakan menggambarkan mayoritas orang berkulit putih, muda, terlihat atletik. Perusahaan dari New Albany, Ohio itu mengatakan pihaknya tidak menoleransi diskriminasi. 

Abercrombie sudah menjadi target sejumlah gugatan diskriminasi, termasuk tuntutan federal yang diajukan para pegawai kulit hitam, Hispanik dan Asia serta para pelamar yang berakhir dengan kompensasi $40 juta pada 2004 (sekitar Rp450,6 miliar). Perusahaan itu mengaku tidak melakukan kesalahan, walaupun pihaknya terpaksa untuk menerapkan program dan kebijakan baru guna meningkatkan keberagaman.