Thursday, September 12, 2013

Zaskia Gotik: Vicky Itu "Kelewat Cerdas"

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA, Penyanyi dangdut Zaskia "Gotik" ("Goyang Itik") merasa miris karena gaya bicara mantan tunangannya, Hendrianto bin Hermanto alias Vicky Prasetyo, menjadi bahan olok-olok di YouTube dan media sosial. Vicky menggunakan kata-kata yang diimbuhinya dengan "isasi" sesukanya dalam wawancara dengan para peliput seusai acara pertunangannya di Hotel Kempinski, Jakarta, Minggu (1/9/2013).

"Apa ya... tanggapan Neng sih ya itu, sangat miris ya dengan dia berbicara seperti itu, dengan membuat hal-hal diplenceng-plencengin gitu," kata Zaskia dalam wawancara di Studio Epicentrum ANTV, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013).

Dalam cuplikan video C&R berdurasi 59 detik yang diunggah ke YouTube, Vicky sok menggunakan "bahasa intelek" di depan para peliput. Menurut Zaskia, Vicky "terlampau cerdas".

"Vicky itu orang cerdas, pintar, berwawasan, cuma kadang-kadang gitu ya, 'kecerdasan' ('kelewat cerdas')," sindir Zaskia. "Mudah-mudahan dia menjadi manusia yang lebih baik sih ke depannya," lanjutnya.

Secara pribadi, Zaskia mengaku sempat terbuai dan termakan oleh gaya bahasa Vicky yang demikian. "Kalau Neng, karena kemarin sudah saking percaya, ya ternyata gitu jadinya. Enggak dicari tahulah bibit-bebet-bobotnya, jadi ya percaya aja sama Vicky. Ini jadi pembelajaran ke depannya, harus tahu dia siapa, harus tahu sampai yang terkecil," aku Zaskia, yang mengakhiri hubungan pertunangannya dengan Vicky pada 2 September 2013 karena sejumlah perempuan lain muncul dengan pengakuan pernah ditipu oleh Vicky.

Kecanduan Seks, Ini Tanda-tandanya

Katakepo.blogspot.com - Ekspresi seksual merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan telah menjadi fitrah bagi manusia sebagai makhluk biologis. Tetapi, jika ekspresi atau dorongan itu begitu kuat dan sering kali seks menjadi lebih dominan ketimbang kesehatan, pekerjaan, atau hubungan sehingga kehidupan Anda menjadi terganggu, mungkin saja Anda mengalami perilaku seks kompulsif (compulsive sexual behaviour/CSB).

Dalam istilah medis, perilaku seks kompulsif juga sering disebut hiperseks, nymphomania, atau erotomania. Ada juga yang menyebut kecanduan seks atau maniak seks. Tetapi dua istilah terakhir ini biasanya berkaitan atau merujuk pada tingginya aktivitas seksual bersamaan dengan penggunaan alkohol, narkoba, atau perjudian.

Menurut penjelasan dalam situs Mayo Clinic, perilaku seks kompulsif secara umum dipertimbangkan sebagai suatu kelainan yang dialami seseorang dalam mengendalikan impuls atau dorongan seks.
Akibat kelainan ini, seseorang tak mampu menolak godaan atau dorongan melakukan suatu tindakan yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Pada kelainan seks ini, perilaku normal yang seharusnya menyenangkan dapat berubah menjadi kebiasaan yang ekstrem.

Apa pun itu istilahnya, perilaku seks kompulsif adalah masalah serius yang dapat mengganggu kehidupan seseorang dan bahkan mengancam kesehatan. Tetapi dengan pengobatan dan program-program bantuan, CSB sebenarnya dapat dikendalikan sehingga seseorang dapat membangun kehidupan seks yang lebih sehat.

Kenali gejalanya
Gejala CSB sangat bervariasi, baik dari jenis maupun tingkat keparahannya. Dorongan untuk tenggelam dalam perilaku kompulsif ini bisa bersifat kronis dan kuat, dan mungkin akan terasa di luar kendali. Secara umum, gejala perilaku seks kompulsif dapat dikenali dari pola-pola perilaku berikut ini:

* Memiliki banyak pasangan seks atau affair di luar perkawinan yang sah.
* Berhubungan seks dengan pasangan baru yang belum dikenal atau jasa prostitusi
* Menghindari keterlibatan emosional dalam hubungan seksual
* Menggunakan layanan komersial yang mengumbar seksualitas lewat telepon atau internet
* Masturbasi dengan frekuensi sangat sering.
* Sering kali melihat atau menggunakan materi-materi pornografi.
* Melakukan hubungan seks bersifat masokisme dan sadisme.
* Mengekspos atau memamerkan seksualitas kepada umum (ekshibisionisme)

Orang yang mengalami CSB sering kali menggunakan seks sebagai pelarian dari masalah lain, seperti kesepian, depresi, kecemasan atau stres. Ia juga akan membiarkan dirinya terlibat perilaku seks berisiko meski sadar akan konsekuensinya seperti gangguan jantung, penyakit menular seksual, atau hilangnya hubungan dengan orang yang dicintai.

Pria dan wanita yang mengalami CSB mungkin saja telah menikah atau sedang dalam hubungan serius. Mereka tampaknya hidup normal, tetapi sebenarnya tidak. Kenyataannya, mereka sering kali kesulitan menciptakan dan mempertahankan keintiman secara emosional. Mereka lalu mencari kepuasan melalui perilaku seks, tetapi pemenuhan kebutuhan itu cenderung tidak tercapai sehingga kehidupan mereka menjadi terasa hampa. CSB juga dapat dialami siapa saja tanpa memedulikan preferensi seksual, baik heteroseks, homoseks, ataupun biseks.

Penyebab
Sejauh ini, para ahli belum dapat memastikan apa penyebab timbulnya CSB. Penelitian ilmiah mengenai kecanduan seks ini masih terbilang baru, dan para ahli masih menyelidiki kemungkinan beberapa penyebabnya antara lain :

* Abnormalitas otak. Penyakit atau kondisi medis tertentu kemungkinan dapat menimbulkan  kerusakan pada bagian otak yang memengaruhi perilaku seksual. Penyakit seperti multiple sclerosis, epilepsi, dan demensia juga berkaitan dengan CSB. Selain itu, pengobatan penyakit parkinson dengan dopamine diduga dapat memicu perilaku CSB.

* Senyawa kimia otak. Senyawa kimia pembawa pesan antarsel otak (neurotransmiter) seperti serotonin, dopamin, norepinephrine, dan zat kimia alami lain dalam otak berperan penting bagi fungsi seksual dan mungkin juga berkaitan dengan CSB meski belum jelas mekanismenya.

* Androgen. Hormon seks ini secara alami terdapat pada pria dan wanita. Walaupun androgen juga memiliki peran yang sangat penting dalam memicu hasrat atau dorongan seks, belum jelas apakah hormon ini berkaitan langsung dengan CSB.

* Perubahan sirkuit otak. Beberapa ahli membuat teori bahwa CSB adalah sebuah jenis kecanduan yang seiring waktu menimbulkan perubahan para sirkuit syaraf otak. Sirkuit ini merupakan jaringan syaraf yang menjadi sarana komunikasi antara satu sel dan sel lain dalam otak. Perubahan ini dapat menimbulkan reaksi psikologis menyenangkan saat terlibat dalam perilaku seks dan reaksi tidak menyenangkan ketika perilaku itu berhenti.

"Vickinisasi" dan Bahasa Kita

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA,Hanya dalam semalam, nama Vicky Prasetyo langsung menjadi fenomena internet di Indonesia. Semua gara-gara potongan wawancara berdurasi hampir 1 menit yang diunggah ke Youtube dan hingga Selasa (10/9/2013) ini sudah ditonton sedikitnya 618.745 kali. Saat itu, Vicky diwawancara terkait pertunangannya dengan penyanyi dangdut Zaskia Shinta yang punya nama panggung Zaskia Gotik alias goyang itik.
Yang membuat video itu menyedot penonton adalah gaya berbahasa Vicky yang gado-gado, mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Kedua bahasa itu tidak dipergunakan dengan kaidah yang baku sehingga akhirnya terkesan sok pintar. Pada saat yang sama, ia tidak mengerti dengan apa yang dia omongkan.
Dalam satu menit itu, Vicky melontarkan istilah yang unik, tetapi janggal, seperti kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, harmonisisasi, statusisasi kemakmuran, dan labil ekonomi. Penggunaan bahasa Inggris juga terdengar janggal, seperti menyebut usianya "twenty nine my age".
Video tersebut menyebar luas di media sosial, dibicarakan di Facebook, Twitter, dan di forum seperti Kaskus. Dalam dua hari ini, Vicky Prasetyo tercatat telah disebut 7.500 kali. Tidak hanya pengguna Twitter biasa, para kesohor pun ikut berkomentar mengenai gaya bahasa yang dipakai Vicky, seperti Julia Perez melalui akun @juliaperrez dan gitaris Satriyo Yudi Wahono yang lebih dikenal dengan nama Piyu.
Gaya bahasa Vicky lantas ditiru di Twitter dalam konteks candaan. Melalui akun @marischkaprue, bloger wisata Marischka Prudence pun berkicau, ”Statusisasi perut lapar jam segini itu pasti karna konspirasi kemakmuran indomie deh..”.
Budayawan Goenawan Mohamad membuat istilah ”vickinisasi” untuk fenomena ini dan memandangnya sebagai puncak gunung es dari gejala kemalasan berbahasa, baik menelaah maupun menerjemahkan kata asing.
Saya senang cara bicara Vicky dicemooh ramai-ramai. Supaya orang tak lagi omong asal bunyi dan menulis tanpa berpikir,” ujarnya melalui akun @gm_gm.
Penyair Sitok Srengenge melalui akun @1srengenge menulis, ”Akhirnya saya sempat lihat wawancara Vicky. Hehe bahasanya tak jauh beda dg banyak pejabat yg sok intelek tp amburadul.
Sutradara Iman Brotoseno menyebut gaya bahasa seperti Vicky sudah lama diterapkan di dunia politik. Misalnya ada reinstall Indonesia atau Restorasi Indonesia.
Sebelum mengolok-olok gaya bahasa Vicky, ada baiknya kita berkaca bahwa gaya berbahasa seperti itu kerap dijumpai dalam diri pejabat publik kita. Barangkali merekalah pengikut sindrom ”vickinisasi” itu. (Didit Putra Erlangga Rahardjo)

Pengemis Ini Berpenghasilan Rp 700.000 Per Hari

Katakepo.blogspot.com - BANGKA,Pengemis biasanya identik dengan hidup yang miskin dan papa. Namun, siapa sangka jika ada pengemis yang bisa mendapat penghasilan ratusan ribu rupiah per hari.

Setidaknya, hal itulah yang dialami Rozali, seorang pengemis asal Palembang yang beroperasi di Pangkal Pinang. Lelaki ini mengaku mampu mendapatkan uang hingga Rp 700.000 per hari, hanya dengan mengemis.

Fakta itu baru diketahui ketika Rozali terjaring razia yang digelar Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemkot Pangkal Pinang (Dinsosnaker Pangkal Pinang) di seputaran kota tersebut, Rabu (11/9/2013) malam kemarin.

Pekerja Sosial Dinsosnaker Pemkot Pangkal Pinang, Rizki Oktarini, mengatakan, Rozali saat tertangkap sudah mengantongi uang Rp 700.000 yang merupakan hasil mengemis pada hari itu. "Dia tertangkap sedang mengemis di depan satu mesin ATM," ujar Rizki.

Selain uang, kata Rizki, ditemukan juga bukti setor Rozali kepada keluarganya. Dari bukti setor tersebut, dalam sebulan Rozali biasa mengirimkan uang senilai Rp 2,5 juta. "Kini, kami tengah menyelidiki lebih lanjut siapa bos di belakang Rozali," tandas Rizki.

Sumber Kebosanan Pria

Katakepo.blogspot.com - Apakah seorang pria itu pembosan? Bisa ya bisa tidak. Tetapi, setidaknya sebagian pria hidupnya suka dengan yang dinamis, enggan sesuatu yang monoton dan rutinitas.

Demikian pula halnya dalam membina keintiman dengan pasangannya, termasuk keintiman seksual. Dalam pengalaman saya sebagai terapis keluarga, ada beberapa sumber kebosanan pria.

Pertama, jika mendengar isi komunikasi istrinya monoton. Terjadi pengulangan, apalagi dengan ekspresi dan intonasi yang kurang menarik.

Saat seperti ini nampak suami memilih diam atau hanya menjawab singkat : hmm…ya… mungkin….entahlah…
Malas mengeksplorasi percakapan. Ekstremnya, malah memilih tidur atau bekerja di depan komputer, atau berpura-pura sibuk.
Cara mengatasinya adalah selalu melatih diri menjadi pendengar yang baik. Belajar humor dan memperbanyak kosa kata dan isu percakapan yang disukai pria seperti politik, mobil, bola dsb. Kembangkan juga hobi bersama, supaya nyambung.

Kedua, variasi hubungan seksual yang minim. Pria senang menikmati segala sesuatu dengan variasi. Lihat saja mungkin pasanganmu suka membawa motor atau mobilnya ke bagian variasi mobil, dan rela mengeluarkan uang banyak hanya sekedar ganti klakson atau knalpot.
Hal yang sama tampak dalam hubungan suami-istri. Ia ingin punya variasi, tidak hanya posisi saat berhubungan seksual tapi juga tempat melakukannya. Jika istri kurang memahami kebutuhan ini, cepat atau lambat pasaanganmu akan merasa bosan dan bisa-bisa berujung selingkuh.
Solusinya, bicarakan terbuka variasi hubungan yang disukai pasangan, dan frekuensi dan waktu yang dibutuhkan.

Ketiga, dalam hal karir. Jika pria sudah merasa mentok dengan jabatan, atau penghargaan di kantornya maka ia berpikiran ingin pindah kerja. Indikasinya, pasangan anda banyak mengeluh tentang kantor. Mengeluhkan hubungan dengan teman kerja hingga enggan banget berangkat kerja.
Mungkin pasangan anda sibuk kerja dan lupa mengembangkan diri. Malas sekolah lanjut atau setidaknya ikut seminar rutin dsb. Sehingga saat terjadi kompetisi dengan rekan yang lebih muda, pasanganmu merasa diabaikan bosnya. Namun sering pindah kerja jusru melemahkan isi CVnya, karena dianggap tidak loyal.

Solusinya, sejak menikah dorong agar pasangan selalu kembangkan diri. Suka membaca dan belajar. Kalau perlu studi lanjut agar membuatnya lebih menguasai pekerjaannya.

Keempat, sibuk kerja dan kurang rekreasi. Kesibukan bekerja dan rutinitas bisa mendatangkan rasa jenuh. Sayangnya pasanganmu merasa tak perlu ambil cuti dan rekreasi. Saat mengalami overload syndrom dia merasa cepat capek. Banyak mengeluh. Saat seperti ini dorong pasanganmu ambil cuti dan pergi berlibur. Apalagi jika pasanganmu mengidap workaholic alias candu kerja.

Tentu ini bukan kesalahan pasangan (istri) semata. keluar dari rasa bosan juga merupakan tanggungjawab utama kita sebagai pria dewasa.
Sorry baru dari sisi pria, semoga nanti bisa menuliskan dari sisi istri.
Semoga mencerahkan !