Wednesday, September 18, 2013

Di beberapa perangkat ini iOS 7 tak berjalan maksimal

Katakepo.blogspot.com - Besok, iOS 7 siap diunduh oleh beberapa pengguna perangkat Apple. Kira-kira, siapa saja yang bisa mendapatkan sistem operasi mobile terbaru Apple ini.
Sebelumnya dalam acara peluncuran iPhone 5S dan 5C, Apple telah menjelaskan bahwa perangkat yang bisa menggunakan OS terbaru ini mulai iPhone 4, iPad 2, dan iPod touch. Namun, ternyata ada beberapa batasan terhadap beberapa perangkat ini.
Sebagai contoh, untuk perangkat lama, dipastikan beberapa fitur tak akan berjalan. Fitur ini seperti Siri, Air Drop, hingga beberapa fitur kamera.
Berikut adalah beberapa batasan fitur yang tak bisa berjalan di perangkat Apple:
  • iPhone 5S: tak ada pembatasan fitur
  • iPhone 5C: tak ada pembatasan fitur
  • iPhone 5: tak ada pembatasan fitur
  • iPhone 5: tak ada pembatasan fitur
  • iPhone 4S: fitur filter kamera dan Air Drop tak bisa digunakan
  • iPhone 4: selain fitur di atas, fitur foto Panoramic dan Siri tak bisa digunakan
  • iPad 4: tak ada pembatasan fitur
  • iPad 3: fitur filter kamera, foto Panoramic, dan Air Drop tak bisa digunakan
  • iPad 2: selain fitur di atas, untuk foto dan video persegi, juga Siri tak bisa digunakan
  • iPod touch: tak ada pembatasan fitur
Dikutip dari Mac World (16/09), iOS 7 akan dirilis pertama kali di San Francisco pada pukul 09:00 waktu sana atau berdasarkan converter dari Timebie, sama dengan pukul 23:00 WIB, besok (19/09).
Dengan mengunduh dan menggunakan iOS 7, maka akan banyak keuntungan dan hal baru yang didapat. "Apabila Anda mengunduh dan menggunakan iOS 7, maka Anda akan mendapatkan banyak fitur baru yang sangat berguna dan elegan," jelas Craig Federighi, Senior VP dari Software Engineering di Apple Inc.

Ponsel disita, pelajar SMP di China gorok gurunya hingga tewas

Katakepo.blogspot.com - Seorang pelajar di China menggorok leher gurunya hingga tewas dalam sebuah aksi balas dendam setelah telepon seluler (ponsel) miliknya disita oleh guru itu.
Pelajar itu, hanya diketahui bernama Lei dari laporan media lokal, ketahuan sedang memainkan ponselnya oleh guru bernama Sun Wakang, saat pelajaran kimia di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Fuzhou, sebelah timur laut Provinsi Jiangxi, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (18/9).
Pada hari berikutnya Lei pergi ke kelas Sun. Saat itu sang guru sedang duduk sambil bersiap-siap memulai pelajaran. Dia langsung menggorok tenggorokan pria 32 tahun itu dari belakang. Alhasil, ayah satu anak itu langsung meninggal di lokasi kejadian. Sesudah itu Lei dilaporkan melarikan diri.
Hari ini Lei menelepon nomor darurat lokal dan mengakui kejahatannya sebelum menyerahkan dirinya ke polisi di Kota Shanghai.
Pejabat sekolah, Xiong Haishui, mengatakan Sun telah bekerja sebagai guru kimia di Sekolah Menengah Linchuan No. 2 selama lima tahun sebelum insiden pembunuhan brutal itu.
Sun dikabarkan mengambil ponsel Lei setelah bocah sadis itu menggunakannya selama jam pelajaran. Tetapi ponsel itu sudah dikembalikan setelah pulang sekolah.
Meskipun demikian, Lei menyerang Sun di saat sang guru itu sedang menyiapkan pelajaran di kelas. Insiden ini terjadi hanya empat hari setelah peringatan Hari Guru di China, sebuah hari nasional yang digunakan para siswa untuk menghormati guru mereka.
Para pejabat mengatakan seorang guru lainnya sempat mendengar teriakan Sun setelah insiden itu dan langsung memanggil layanan darurat. Tetapi nahas, guru Sun sudah meninggal sebelum ambulans tiba.
Di China, sekolah menengah pertama terdiri dari anak-anak usia tujuh hingga sembilan tahun, dan siswa sepuluh sampai 12 tahun, sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sekolah Menengah Linchuan No. 2 adalah salah satu sekolah terbaik di Provinsi Jiangxi dan memiliki salah satu universitas dengan tingkat penerimaan tertinggi di wilayah itu.

Tuesday, September 17, 2013

4 Cerita SBY marah gara-gara demo

Katakepo.blogspot.com - Sejak duduk di kursi RI-1, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu diwarnai berbagai aksi demonstrasi mulai dari buruh, mahasiswa hingga ormas. Berbagai tuntutan telah diarahkan kepada SBY selaku presiden untuk memberikan kebijakan yang memihak kepada rakyat.

SBY kerap kali diam dan tidak menanggapi aksi-aksi tersebut meski mendapatkan berbagai hujatan atau penghinaan. Namun, ada kalanya SBY merasa kesal atau tidak sabar karena aksi-aksi tersebut dianggap keluar batas.

Salah satu aksi yang masih membekas di dalam ingatan kita adalah ketika para pengunjuk rasa turut membawa seekor kerbau. Tak hanya itu, tubuh hewan tersebut juga ditulisi kata Si BuYa dengan menggunakan cat putih.

Kali ini, SBY juga menyesalkan aksi unjuk rasa yang menggunakan alat pengeras suara sehingga mengganggu kinerja presiden, terutama saat menerima tamu negara. Keluhan pertama datang pada 2008 lalu dan kembali terjadi tahun ini.

Berikut hasil penelusuran merdeka.com soal SBY marah gara-gara demo:

1. Tak bisa kerja gara-gara pengeras suara

Presiden SBY merasa kesal dengan ulah para pengunjuk rasa yang menggunakan alat pengeras suara di depan Istana Negara pada 12 Desember 2008 lalu. Padahal, siang itu SBY dan para pembantunya tengah bersiap untuk melaksanakan sidang kabinet terbatas.

SBY mengatakan itu sembari wajahnya ke sebelah kiri tempat duduknya. Di sana duduk Kapolri, Kepala BIN Syamsir Siregar, serta Menhan Juwono Sudarsono.

Sebelum kita mulai rapat, ada unjuk rasa di depan. Kita tidak bisa bekerja. Apakah loud speaker dengan kekuatan seperti itu dibenarkan, keluh SBY.

Di saat bersamaan, sekitar 50 orang berunjukrasa menggunakan jaket almamater warna hijau. Mereja berorasi dengan pengeras suara mengeluhkan mengenai usia pensiun hakim agung.

2. Kerbau Si BuYa ikut demo

200 Orang berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia dan bersiap menggelar aksi unjuk rasa mengecam 100 hari pemerintahan SBY-Boediono pada 28 Januari 2010 lalu. Tidak hanya manusia, seekor kerbau juga ikut mendemo berunjuk rasa.

Kerbau itu ditempeli dua gambar atau stiker bergambar SBY. Stiker pertama di bagian kepala tepatnya di pelipis si kerbau. Stiker kedua ditempel di bagian pantat kerbau.

Tak hanya itu, kerbau tersebut dicoreti tulisan Si BuYa dengan cat warna putih. Sontak saja, hal itu membuat SBY merasa tersinggung. Kata-kata itu disampaikan saat SBY menggelar pertemuan dengan menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat pada 2 Februari 2010.

Ada juga demo yang bawa kerbau. Ada gambar SBY. Dibilang, SBY malas, badannya besar kayak kerbau. Apakah itu unjuk rasa? Itu nanti kita bahas, keluh SBY.

3. Kesal diteriaki maling

SBY mengaku tidak pernah melarang aksi-aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah kelompok masyarakat. Namun, dia mengeluh ketika dalam demonstrasi tersebut melakukan aksi-aksi yang tidak pantas.

Salah satunya, ulah demonstran meneriakkan maling kepada beberapa pejabat pemerintah membuat SBY gerah. Aksi itu dinilai tak sopan dan menghina pejabat negara.

Apakah cocok unjuk rasa menggunakan load speaker yang besar meneriakkan SBY maling, Boediono maling, dan menteri-menteri maling dan tidak bisa diapa-apakan, jelas SBY di Cipanas, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/2).

4. Terganggu pengeras suara saat terima tamu

SBY kembali mengeluhkan para demonstran yang berunjuk rasa dengan menggunakan pengeras suara di depan Istana. Menurut Presiden, hal itu mengganggu jika ada tamu negara berkunjung ke Istana.

Kalau ada unjuk rasa dan loudspeaker-nya besar sekali itu memang (mengganggu), kalau ada tamu negara, ada event yang penting terganggu, ujar Presiden sebelum rapat dengan Pimpinan DPR di Istana, Senin (16/9).

SBY berharap, aparat keamanan yang menjaga jalannya aksi dapat mengatur pengeras suara. Hal itu dilakukan agar demonstran tidak mengganggu tamu negara.

Kita kadang-kadang luar biasa, sampai radius 2,3,4 kilo masih terdengar. Itu tentu suatu saat perlu diatur dengan baik, ujarnya.

Dengan imbauan ini, menurut SBY, bukan berarti masyarakat tidak boleh berunjuk rasa. Tentu di negara yang demokrasi ini, protes didengar, dan berunjuk rasa adalah salah satu bentuk kontrol masyarakat terhadap pemerintahan.

Demokrasi hidup, protes didengar, unjuk rasa bagus untuk saling kontrol, tetapi dipastikan tidak mengganggu pihak-pihak yang juga harus terus menerus bekerja, ujar SBY.

Cerita didikan orang tua Ahok di Belitung Timur

Katakepo.blogspot.com - Sikap galak dan suka marah-marah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama ini tak jauh beda dengan keluarganya di Belitung Timur. Pasalnya, orang tua sampai ketiga adiknya memiliki ciri khas yang sama.

Seperti penuturan salah satu pegawai rumah bapaknya di desa Gantung, Belitung Timur, Ullin yang sudah puluhan tahun bekerja mengaku orangtua Ahok juga memiliki gaya bicara yang keras. Bahkan lebih keras dan galak dari Ahok.

"Ya galak sih enggak, tapi gimana ya memang sudah gaya bicaranya begitu ya. Almarhum bapaknya malah lebih keras lagi, ibunya juga sama," ujar Ullin kepada merdeka.com saat berbincang di kediaman Ahok di Belitung Timur, Sabtu (14/9).

Namun, Ullin mengaku ibu Ahok tidak galak seperti dulu semenjak memiliki sakit-sakitan. "Sekarang sih sudah rada lembut mbak, ya karena sakit. Sudah seminggu ini di Jakarta di rumah pak Ahok," kata pria setengah baya berperawakan kecil.

Untuk diketahui, Ahok merupakan anak sulung dari empat bersaudara. Adik pertamanya, Basuki Tjahaja Purnama (Yuyu) menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Adik kedua, Vivi Evitha bekerja sebagai notaris di Jakarta, sedangkan bungsu Hari Tjahaja Purnama merupakan pengusaha agen travel.

Ternyata, sikap galak Ahok masih kalah dari adek perempuannya, Vivi. Hal ini berdasarkan penuturan salah satu pegawai perempuan di rumah orang tua Ahok, Sri. Perempuan yang bertahun-tahun kerja di rumah berkonsep tropis itu mengaku kalau vivi lebih galak, sedangkan adik bungsu Ahok, Hari lebih lembut.

"Yang paling galak itu ya adiknya yang cewek, kalau pak Hari lebih lembut," katanya.

Bahkan, salah satu sopir pribadi keluarga Ahok, Togar mengaku kalau Vivi masih lajang atau belum menikah walaupun usia adik perempuan Ahok tersebut kepala empat. Memang, perempuan yang berprofesi sebagai notaris tersebut paling galak diantara keluarga Ahok.

"Ya adek perempuan pak Ahok yang paling galak," katanya.

Basuri, menurut Togar tak jauh beda dengan Ahok. Hanya saja memang lebih lembut dibanding mantan Wagub DKI Jakarta. Walaupun demikian gaya keluarga Ahok, tetapi dinilai ada sisi baik bagi mereka. Yakni suka membantu dan merakyat.

"Baik-baik mereka, suka membantu kita walaupun memang keras kalau bicara," jelas Sri.

Cerita istri-istri di Kampung Ahok puaskan suami

Katakepo.blogspot.com - Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama (Yuyu), adik kandung Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini menuturkan daerahnya memiliki permasalahan dalam memberantas praktik prostitusi. Untuk mencegah para suami 'main gila' dengan pekerja seks komersil (PSK), ada perkumpulan istri yang membahas tentang cara memuaskan suaminya.

"Nama kumpulan ibu-ibu itu, 'kayaknya suami kita butuh goyangan'. Ibu-ibu ini sampai ada yang mengajari pose-pose yang digunakan untuk berhubungan seksual. Jadi perempuan ini di kamar mau bikin kejutan kepada suaminya," ujar Yuyu di kediamannya Belitung Timur, Minggu (15/9) malam.

Menurut Yuyu, hal ini sebenarnya hanya sebuah filosofi agar tidak ingin suami 'jajan' di luar. Tetapi, yang menjadi persoalan adalah kondisi pribadi masing-masing. "Kucing dikasih ikan ditaruh pintu walaupun busuk dimakan juga. Kalau memang dia sukanya gitu ya selesai," jelasnya.

Yuyu mengatakan ada beberapa lokalisasi di kawasan Belitung Timur, seperti di Kecamatan Manggar, Kelapa Sampit hingga di daerah tempat tinggal orangtuanya, Gantung. "Manggar ada, Gantung ada, Kelapak Kampit ada," katanya.

Permasalahan lokalisasi, kata Yuyu, dirinya pernah memerintahkan agar cafe yang digunakan untuk prostitusi ditutup. Namun para PSK ternyata malah menggunakan kos-kosan sebagai fasilitas esek-esek. "Jadi ini sebenarnya kembali lagi, seperti yang saya bilang sederhana. Ibu-ibu tolong layani suaminya dengan baik ya, jangan pakai carter lagi di rumah," ungkapnya.

Mengantisipasi praktik esek-esek itu, perlu dilakukan pendidikan moral dan etika secara dini kepada anak-anak. Sehingga, praktik mesum tidak meningkat. "Karena apa, di sekolah hanya dididik soal angka, anak-anak agama ujian dapat sembilan bagus ya, tetapi ada yang tidak menunjukan akhlaknya itu sembilan," katanya.

Menurut Yuyu, untuk mengubah sikap anak menjadi lebih baik sangat sederhana salah satunya seperti, salat Jumat harus mendengarkan tauziah kemudian ditulis dalam sebuah catatan tentang tema ceramah tersebut. "Kalau anak-anak kita mau berubah, semacam pendidikan agama, sederhana. Kalau anak ini waktu salat bagi muslim, salat Jumat dengerin tauziah, kemudian dia tulis tauziahnya temanya hari itu," jelas Yuyu.

Begitu pula yang non muslim, kalau ingin pergi beribadah harus ada laporan terlebih dahulu. "Lalu praktek, ayo anak-anak tunjukin kebaikan pada orang, terutama pada nenek-nenek. Jadi praktek bukan teorinya," ucapnya.