Thursday, September 19, 2013

Proyek nuklir rahasia Zionis

Katakepo.blogspot.com - Pertengahan Juli 1964 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat bersama CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika) mengirim pesan bersama. Isinya meminta kedutaan besar negara itu di Argentina dan Israel mengecek sebuah laporan intelijen belum terverifikasi.

Kedua lembaga ini ingin mengetahui apakah Buenos Aires telah sepakat menjual kepada Tel Aviv 80-100 ton uranium oksida, kerap disebut yellowcake atau urania. Bahan ini sangat penting sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan bila diproses lebih lanjut bisa menghasilkan plutonium bisa digunakan membuat senjata nuklir.

Washington mendapat informasi soal penjualan itu dari Inggris. London memperoleh kabar awal dari Kanada. Ketiga negara ini sangat cemas terhadap ambisi Israel memproduksi senjata pemusnah massal itu. Transaksi urania antara Israel dan Argentina merupakan bukti kuat ada sesuatu keliru, seperti dilansir majalah Foreign Policy awal Juli lalu.

Kedutaan Amerika di Argentina membenarkan soal penjualan itu sehingga Departemen Luar negeri berada di posisi kikuk. Mereka mesti menanyakan mengenai hal itu kepada Israel, namun di sisi lain harus memastikan program nuklir Israel buat kepentingan sipil.

Program nuklir negara Zionis itu amat sangat dirahasiakan. Salah satu aspek paling misterius adalah bagaimana dan di mana Israel memperoleh bahan baku membuat senjata nuklir. Pada 1960-an intelijen Amerika belum bisa meyakini program nuklir Israel bukan buat kepentingan militer. Bahkan sampai saat ini, negara Bintang Daud itu masih bungkam soal bom nuklir.

Mordechai Vanunu menjadi orang pertama dan mungkin satu-satunya berani membocorkan proyek rahasia itu. Israel telah mrmproduksi 200 bom nuklir, katanya kepada Hamaslovers sembilan tahun lalu. Karena kenekatannya ini, bekas teknisi nuklir Dimona itu sempat dipenjara 18 tahun. Sejak dibebaskan pada 2004, statusnya tahanan kota. Dia tidak boleh meninggalkan Yerusalem. Dia kini menetap di sebuah flat bersama temannya penggiat dari Palestina di Yerusalem Timur.

Cerita Argentina menjual yellowcake ke Israel masih banyak belum terungkap. Sebab Israel terus merahasiakan hal itu dan Amerika juga tetap tutup mulut soal apa yang mereka ketahui saat itu. Gedung Putih selalu bimbang menghadapi program nuklir Israel. Kalau sampai membuka apa yang diketahui atau mencurigai proyek senjata pemusnah massal itu, bakal menimbulkan persoalan diplomatik serius dengan negara-negara Arab dan bahkan Uni Soviet.

Kekhawatiran Amerika terhadap program senjata nuklir Israel sudah berlangsung sejak akhir 1960-an. Sikap itu muncul setelah CIA selama dua tahun penyelidikan berhasil menemukan bukti: Israel telah membangun fasilitas nuklir (sebuah reaktor dilengkapi infrastruktur penunjang) atas bantuan Prancis di Dimona, Gurun Negev.

Awalnya, Prancis setuju memasok bahan bakar reaktor tanpa pengawasan. Ketika Charles De Gaulle berkuasa, kebijakan Negeri Mode ini berganti. Ketika 1963 pembangunan reaktor Dimona hampir selesai, Prancis sangat membatasi kiriman uranium ke Dimona.

Sejak itu, Israel berupaya menghasilkan uranium dari kandungan fosfat, tapi proses ini terbilang mahal. Karena itu, mereka perlu sumber uranium bisa digunakan bebas tanpa diawasi pihak luar. Afrika Selatan masuk bidikan. Prancis mengakui Israel bisa memperoleh uranium dari negara lain, seperti Argentina atau Belgia. Awal 1964, Paris bertanya kepada Washington apakah israel sudah mendapatkan pemasok uranium.

Pemerintah Kanada juga tertarik dengan program nuklir Israel sejak permulaan. Ketika Perdana Menteri David Ben Gurion bertemu Perdana Menteri John Diefenbaker, 25 Mei 1961, Dimona menjadi agenda utama diskusi. Dalam pertemuan dengan Presiden Amerika John Fitzgerald Kenndey beberapa hari kemudian, Ben Gurion berjanji proyek nuklir Dimona untuk kepentingan damai. Namun, laporan rahasia disusun ahli intelijen Kanada Jacob Koop pada Maret 1964 menyimpulkan Israel telah memenuhi syarat buat memproduksi senjata pemusnah massal.

Tak lama setelah laporan ini selesai dibuat, badan intelijen Kanada mendapat informasi dari sumber belum diketahui, Argentina telah mempersiapkan pengapalan 80-100 ton yellowcake ke Israel. Akhir 1964, pemerintah Inggris telah membaca laporan intelijen Kanada itu. Ini berarti Israel memiliki pasokan uranium bebas dari pengawasan, ujar seorang diplomat Inggris. Jika bahan baku ini diproses lebih lanjut, mereka bisa menghasilkan cukup uranium untuk membuat sebuah bom atom dalam 18-20 bulan sejak awal 1964.

London segera membagi informasi intelijen ini kepada Washington. Mereka paham Kanada tidak akan memberi tahu hal itu karena Amerika juga tidak membagi hasil kunjungan mereka ke reaktor Dimona. CIA mulanya ragu, namun pada Juni 1964 Departemen Luar negeri Amerika bersama CIA memutuskan mengecek kebenaran informasi itu lewat kedutaan mereka di Argentina dan Israel. Tiga bulan kemudian, duta besar Amerika di Buenos Aires membenarkan setelah mendapat informasi dari sumber lokal. Pada 1963, Israel sudah mengatur pembelian 80 ton urania dari Argentina.

Gedung Putih akhirnya menanggapi serius hal ini. Seperti Inggris dan Kanada, Amerika sangat cemas satu saja bom nuklir Israel bisa mengancam stabilitas Timur Tengah. Untuk memastikan program nuklir itu bersifat damai seperti janji Ben Gurion, Kennedy dan Perdana Menteri Israel Levi Eshkol mencapai kesepakatan rahasia pada musim panas 1963. Israel mengizinkan ilmuwan Amerika mengunjungi reaktor Dimona. Tim pertama tiba awal Januari 1964. Namun sekarang terungkap Israel tidak mengizinkan mereka melihat semua fasilitas.

Musim gugur 1964, tidak lama setelah kontrak penjualan urania diketahui, sejumlah diplomat Amerika membahas persoalan ini dengan pejabat Argentina. Mereka tidak keberatan dengan pengiriman yellowcake ini, tapi mereka khawatir karena tanpa pengawasan.

Sebab itu, Departemen Luar Negeri Amerika meminta IAEA (Badan tenaga Atom Internasional) dibolehkan mengawasi penjualan selanjutnya lewat laporan dan inspeksi. Laksamana Oscar A. Quihillalt, direktur program tenaga atom Argentina, kelihatan bersimpati kepada Amerika. Tapi dia menegaskan kontrak itu tidak bisa dibatalkan atau diubah.

Ketika Amerika sedang mempelajari pengiriman urania Argentina ke Israel, muncul selentingan pada musim semi 1965. Perusahaan uranium Prancis di Gabon meminta izin kepada paris buat menjual yellowcake ke Israel. Prancis telah menghentikan upaya itu sejak 1963. Apakah Israel akhirnya memperoleh yellowcake dari Gabon selama 1960-an, itu masih menjadi misteri.

Yang terjadi pada pertengahan 1968, Israel mendapatkan 200 ton urania dari Belgia lewat sebuah operasi rahasia rumit dikenal dengan skandal Plumbatt. Penjualan ini melibatkan sebuah perusahaan tersohor Italia milik Mossad. Pemindahan uranium berlaku di tengah laut dari sebuah kapal kargo Eropa ke kapal angkut Israel.

Hingga kini program senjata nuklir Israel masih misterius. Seperti halnya rancangan reaktor Dimona bikinan Prancis. Di sana terdapat sebuah fasilitas bawah tanah, rahasia nuklir Israel terpenting.

IIMS 2013, Pengunjung: Kalau bisa sih di Monas

Katakepo.blogspot.com - Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2013 juga menyedot animo masyarakat dari segala penjuru Tanah Air.
Lihat saja antrian pengunjung yang sudah mengular saat Wakil Presiden Boediono resmi membuka perhelatan akbar industri otomotif itu di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, pukul 10.00 WIB, Kamis (19/9). IIMS 2013 bakal berlangsung selama 10 hari, 19-29 September.
Ikhsan, 24 tahun, salah satu pengunjung IIMS 2013, sudah menunggu pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara itu sejak lama. Dia ingin mendapatkan berbagai informasi terbaru mengenai dunia otomotif. "Acaranya seru sih, memang ditunggu."
Hal senada juga diungkapkan Tito (49) yang juga terlihat antusias mengunjungi ruang pamer di IIMS. Dia menyarankan agar panitia penyelenggara memindahkan IIMS di tahun mendatang ke lokasi yang lebih luas dan mudah dijangkau masyarakat.
"Kalau bisa sih di Monas diadainnya, kalau disini terlalu komersial," katanya.
Sebenarnya, wacana pemindahan lokasi IIMS sudah mengumandang sejak lama. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengisyaratkan bakal memindahkan lokasi perhelatan IIMS ke luar Jakarta.
Salah satu lokasi alternatif yang diincar adalah International Exhibition & Convention Centre (IIECC) di BSD City, Tangerang.

Empat bayi jumbo pernah tercatat di rekor dunia

Katakepo.blogspot.com - Mahluk mungil dalam perut ibu biasanya disesuaikan dengan jalan keluar sang ibu sehingga beratnya hanya sekitaran tiga kilogram. Paling besar tercatat 6,1 kilogram di Jerman lewat persalinan normal. Namun ini belum seberapa dibandingkan dengan bayi-bayi raksasa pernah tercatat di rekor dunia.
Berat mereka hingga tiga kali lipat berat bayi biasa meski sekarang belum diketahui pasti nasib keempat bayi-bayi ini sekarang namun salah satunya memang sudah meninggal 11 jam setelah dilahirkan.
Dilansir dari guinessworldrecord.com ini dia empat bayi jumbo pernah dilahirkan. Berikut ulasannya.

1. Bayi lahir normal 11 kilogram

Pada 3 Juni 1961 sebuah laporan datang ke meja rekor dunia telah lahir seorang bayi seberat 11 kilogram lewat persalinan normal. Bayi ini milik ibu bernama Sadaat Cor asal Turki. Ini bayi terberat sejagat.

Namun ulasannya soal bayinya baru ada pada 1978 di sebuah kantor berita besar di Turki. Meski demikian tidak ada bukti kuat mengenai hal ini. Namun banyak masyarakat bersaksi bayi ini memang ada.

2. Bayi lahir normal 10,2 kilogram

Salah satu bayi terberat dalam sejarah rekor dunia yakni 10,2 kilogram dilahirkan di Amerika Serikat secara normal. Bayi belum diberi nama itu meninggal 11 jam kemudian.

Dia lahir dari kedua orang tua asal Inggris mengalami gejala sindrom raksasa (gigantisme) bernama Anna Swan dan Martin Van Buren.

Kejadian ini berlangsung pada 19 Januari 1879.

3. Bayi 10,2 kilogram lewat persalinan normal

Christina Samane asal Afrika Selatan pada 2002 dilaporkan juga melahirkan anak lelaki dengan berat 10,2 kilogram lewat persalinan normal. Nama bayi itu belum diketahui.

Sempat dicatat dalam rekor dunia namun gelar ini dicabut lantaran bayi itu mengalami sindrom disebut weaver syndrome yang memang memungkinkan bayi tumbuh dua kali lebih besar dari biasanya.

4. Bayi seberat 7,57 kilogram lewat operasi caesar

Pada 18 Januari 2005 di Kota Salvador, Brasil, seorang perempuan bernama Francisca Ramos dos Santos melahirkan bayi seberat 7,57 kilogram lewat operasi caesar.

Bayi itu sempat mendapat perawatan lantaran mempunyai kadar gula tinggi bisa menyebabkan fungsi tubuh mati sebelah.

Assad janji hancurkan senjata kimia dalam setahun

Katakepo.blogspot.com - Presiden Suriah Basyar al-Assad berjanji akan menghancurkan simpanan senjata kimianya dalam waktu setahun dengan biaya sekitar Rp 11,2 triliun.

"Diperlukan biaya cukup besar dan itu sangat merusak lingkungan. Jika pemerintah Amerika siap membiayai semua ini dan bertanggung jawab membawa semua bahan beracun ini ke Amerika mengapa mereka tidak melakukannya?" kata dia dalam wawancara dengan stasiun televisi asal Amerika Serikat Fox News kemarin, seperti dilansir stasiun televisi Aljazeera, Kamis (19/9).

Assad mengatakan negaranya tidak sedang mengalami perang saudara tapi disusupi ribuan tentara jihad dari luar negeri yang punya kaitan dengan Al-Qaidah, seperti

Presiden Suriah itu juga membantah pasukannya bertanggung jawab atas serangan senjata kimia di luar Ibu Kota Damaskus pada 21 Agustus meski laporan tim investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan ada penggunaan senjata kimia gas sarin dalam serangan itu.

Assad mengklaim pasukannya terus menguasai sejumlah wilayah dan tidak perlu menembakkan roket yang dimuati senjata kimia.

"Semua fakta yang ada bahkan tidak saling mendukung. Itu tidak realistis. Jadi kami tidak melakukannya. Kami tidak menggunakan senjata kimia apa pun di Ghouta," kata Assad.

Jawab surat Jokowi, Boediono setuju mobil murah dikenakan ERP

Katakepo.blogspot.com - Wakil Presiden Boediono hari ini, Kamis (19/9), membuka pameran otomotif terbesar Tanah Air, Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-21 di Kemayoran Jakarta. Saat membuka acara itu, dia sempat menyinggung surat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang memprotes kebijakan mobil murah ramah lingkungan (LCGC) karena dikhawatirkan membuat macet.
Dia menjamin, pemerintah pusat tak akan membiarkan DKI Jakarta sendirian dalam mengelola persoalan kemacetan. Jawaban itu langsung disampaikan di hadapan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang juga menghadiri pembukaan IIMS 2013.
"Intinya Pak Wagub, pemerintah pusat tidak akan lepas tangan dalam hal bekerja bersama menangani masalah-masalah DKI, seperti kemacetan, termasuk masalah banjir. Ada beberapa poin kesepakatan yang bisa dijalankan oleh pemerintah pusat, ada yang dijalankan pemda. Kita akan berpegang pada itu," kata Boediono di sela-sela pidato.
Sebelumnya, Gubernur DKI yang akrab disapa Jokowi itu mengirim surat awal pekan ini. Isinya mengingatkan Boediono bahwa proyek LCGC bertentangan dengan instruksi wapres agar 13 masalah Jakarta diselesaikan bersama oleh pemda dan pemerintah pusat, terutama dalam hal pembatasan kendaraan buat mengatasi macet parah di Ibu Kota.
Boediono mengaku memahami kekhawatiran Jokowi. Namun, menurutnya tidak tepat bila pemerintah pusat sampai harus melarang penjualan mobil murah. Solusi pertama mencegah kemungkinan buruk itu adalah pembangunan sarana transportasi umum terpadu. Boediono menjamin, pemerintah pusat akan selalu membantu DKI terkait penyediaan bus dan kereta untuk kepentingan warga.
"Solusinya meningkatkan secepat mungkin bersama-sama pemda dan pemerintah pusat pembangunan public transport," tuturnya.
Selanjutnya, solusi yang lebih pas adalah penerapan Electronic Road Pricing (ERP). Sehingga, konsumen tetap boleh membeli mobil, sedangkan pemerintah DKI bisa mengendalikan lalu lintas. "Kita tidak perlu melarang orang beli mobil. Beli boleh, tapi kita bebani biaya kalau masuk jalan-jalan di Jakarta. Jadi ERP ini mari sama-sama segera kita laksanakan. Ini barangkali solusi yang lebih baik," kata wakil presiden.
Mantan Gubernur Bank Indonesia itu sekaligus mengingatkan jajaran pemprov DKI, bahwa industri otomotif merupakan tulang punggung industri Indonesia. Jika LCGC dilarang, dampaknya bisa buruk.
"Jadi jangan mengorbankan tulang punggung industri nasional, karena nanti dampaknya pada lapangan kerja. Saya mengerti concern Pak Gubernur dan pak Wagub, saya siap mendampingi untuk menangani berama-sama," tandasnya.
Wapres sekaligus memberi sinyal pada industri otomotif agar mendistribusikan LCGC ke kawasan-kawasan yang lebih membutuhkan, dan bukan diutamakan penjualannya di kota besar. "Saya lihat masih banyak sekali kebutuhan alat transportasi darat, masih dibutuhkan di daerah. Tapi saya setuju kalau numpuk di Jakarta, Medan, Surabaya, atau Bandung, juga akan menjadi masalah," ungkap Boediono.