Sunday, October 6, 2013

Bernyanyi di kamar mandi bisa tingkatkan kreativitas?

Katakepo.blogspot.com - Kalian suka bernyanyi di kamar mandi? Jika iya, jangan hentikan kebiasaan tersebut. Karena ternyata kebiasaan itu bisa memberikan manfaat positif pada otak. Penelitian terbaru mengungkap bahwa bermain air guitar atau bernyanyi di kamar mandi ternyata bisa membantu musisi meningkatkan kreativitas mereka.
Hasil mengejutkan ini didapatkan setelah peneliti melihat video para musisi yang tengah berlatih alat musik. Miriam James, seorang peneliti dari Cambridge University menjelaskan bahwa aktivitas seperti air guitar, bernyanyi di kamar mandi, bersenandung, dan lainnya tak bermanfaat. Namun ternyata hasil mengatakan sebaliknya. Para musisi seringkali mendapatkan inspirasi yang tak bisa mereka dapatkan saat bermain dengan alat musik sesungguhnya.
Penelitian yang dilakukan dengan kerjasama dari University of Oxford, King's College London, dan Royal Holloway ini menemukan bahwa para seniman seringkali menemukan ide kreatif ketika mereka jauh dari alat musik. Salah satunya adalah seorang pemain terompet. Dari 34 video yang direkam ketika pemain tersebut menemukan inspirasi, sebagian besar terjadi ketika dia tengah melakukan hal lain selain bermain musik.
"Dia bernyanyi, bersiul-siul, atau memainkan alat musik lain," ungkap peneliti, seperti dilansir oleh Metro (01/10).
Setelah menemukan inspirasi dari berbagai kegiatan ringan tadi, dia kemudian kembali memainkan terompetnya dan mengeksekusi ide yang didapatkannya. Sementara itu, mahasiswa musik lainnya mengaku mendapatkan ide saat berjalan-jalan, mencuci piring, atau bernyanyi di kamar mandi.
Meski begitu, profesor John Rink dari Cambridge menjelaskan bahwa aktivitas ringan tadi tak bisa meningkatkan kemampuan seseorang dalam bermusik. Aktivitas itu bisa memunculkan kreativitas, namun musisi masih harus bekerja keras dengan alat musik mereka.

Air danau ini bisa menyulap hewan jadi patung batu

Katakepo.blogspot.com - Ketika fotografer Nick Brandt pertama kali mengunjungi Danau Natron, di Tanzania Utara, ia dikejutkan oleh keberadaan patung-patung hewan yang mengerikan yang terlihat di pinggiran danau. Anehnya lagi, patung-patung itu ternyata dulunya hewan sungguhan.

Usut punya usut, ternyata air danau ini mengandung senyawa alami yang ditemukan dalam abu vulkanik. Ini adalah mineral yang sama yang biasa digunakan orang Mesir untuk mengawetkan mumi. Alkalinitas danau ini mirip dengan amonia, dengan pH antara 9 sampai 10,5, dan suhu air bisa mencapai 60 derajat Celcius.
danau
Photo by Nick Brandt
Tidak ada hewan dapat bertahan hidup di danau ini. Ketika burung dan kelelawar terjun ke dalam danau, tingkat alkalinitas danau membuat tubuh mereka membatu seperti mumi. Sebagaimana dilansir Odiitycentral, hanya hewan invertebrata, alga dan ikan jenis tertentu yang mampu tinggal di dekat tepian danau dan dapat bertahan hidup lingkungan seperti ini.
danau
Photo by Nick Brandt
"Saya tiba-tiba saja menemukan mumi burung dan kelelawar yang terdampar di sepanjang Danau Natron di Tanzania Utara. Tidak ada yang tahu pasti persis bagaimana hewan-hewan itu mati, tetapi tampaknya sifat air danau yang ekstrem membuat tubuh mereka membatu" kata Nick.

Melihat fenomena itu, Nick kemudian mengumpulkan hewan-hewan yang sudah membatu di tepian danau itu, lalu menempatkan mereka mereka di ranting-ranting pohon agar terlihat seperti hidup. Foto-foto menakjubkan ini, serta beberapa foto lain yang diambil Nick di Afrika Timur akan masuk dalam kumpulan buku terbarunya yang berjudul Across the Ravaged Land.

Hebat, 250 jenis apel tumbuh di satu pohon!

Katakepo.blogspot.com - Pohon apel milik Paul Barnett, pria asal Chidham, Sussex Barat, bukanlah pohon apel biasa. Pasalnya, ada sekitar 250 jenis apel yang tumbuh pada satu pohon ini.
Semua orang mungkin berpikir bahwa ini adalah keajaiban. Padahal faktanya ini adalah hasil kerja keras Barnett sendiri. Setelah merawat pohon apelnya selama 20 tahun dengan penuh perhatian dan kasih sayang, Barnett berhasil menumbuhkan 250 jenis apel pada pohonnya.
Pria berusia 40 tahun ini telah melakukan cangkok 250 jenis pohon apel pada ranting pohon miliknya. Kini dia memiliki banyak pilihan ketika akan memanen apel. Wow, tentu menyenangkan mendapatkan hasil dari kerja kerasnya selama ini.
Pohon tersebut terlihat dipenuhi banyak label yang digunakan Barnett untuk menandai jenis apel apa yang sudah dicangkoknya. Ini agar dia tak lupa dengan jenis apel yang ditanamnya dan agar tak tertukar.
Ide ini muncul ketika Barnett ingin menanam banyak apel, namun tak punya cukup lahan di rumahnya. Beberapa jenis apel yang ditumbuhkannya antara lain jenis apel langka Withington Fillbasket tahun 1883 dan Eadys' Magnum tahun 1908.
"Awalnya aku bekerja di pembibitan yang menanam sekitar 90 jenis pohon apal. Aku ingin menumbuhkan pohonku sendiri namun tak punya tempat untuk menanam banyak pohon apel. Akhirnya aku menanam 'pohon keluarga'-ku sendiri dengan mencangkoknya," ungkap Barnett, seperti dilansir oleh Metro (29/09).
Jenis apel yang menjadi favorit Barnett adalah Winter Gem. Menurutnya, jenis apel tersebut memiliki rasa yang renyah dan manis.

Kami pakai sumur bor bukan mata air

Katakepo.blogspot.com - Perusahaan air minum kemasan Aqua dituding sebagai penyebab kekeringan di Desa Babakan Pari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tempat perusahaan itu beroperasi.

Di daerah ini Aqua menjadi perusahaan terbesar menenggak air tanah, sekitar 200 ribu meter kubik tiap bulan. Urutan kedua ditempati Pocari Sweat lewat PT Amerta Indah Otsuka.

Aqua yang memakai bendera PT Tirta Investama ini mengklaim desa itu sejak dulu memang kesulitan air saat kemarau. mereka ogah disebut sebagai biang keladi kelangkaan air bersih di Babakan Pari.

Khusus di Sukabumi, air kita itu artesis, kita tidak menggunakan pompa. Ketika dibor air dari kedalaman 60 sampai 80 meter itu muncul sendiri, kata Direktur Water Resources Department PT Tirta Investama Wahyu Tri Raharja saat berbicang dengan merdeka.com kemarin di kantornya, bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Berikut penuturan Wahyu kepada Arbi Sumandoyo dan Alwan Ridha Ramdani.

Temuan kami di Babakan Pari, warga mengaku kekeringan sejak berdirinya pabrik Aqua dan saluran air bersih sumbangan Aqua tidak mengalir. Apa tanggapan Anda?

Kalau kita bicara air itu sistem. Ada tanah yang ada air, ada tanah kedap. Kebetulan di Kampung Pojok, sebelum ada Aqua pun memang sudah tidak air. Daerah itu bukan daerah tangkapan air.

Dulu mereka kalau ambil air harus turun. Karena sebelumnya tata guna lahan ada di atasnya jadi perumahan, pabrik garmen juga. Jadi guna lahannya dulu meresap di situ, airnya sekarang tidak meresap. Sekarang jadi air permukaan. Kalau hujan airnya langsung MEngalir begitu saja masuk ke badan sungai.

Sekarang?

Bukan saya membela Aqua. Sekarang di sana terjadi ketidakseimbangan sistem. Karena dulu guna lahannya masih sangat bagus, hutan-hutannya, banyak sawah dan air. Nah, sekarang sudah berganti.

Air masyarakat itu adalah air permukaan. Air permukaan itu ada di atas sampai kedalaman 35 meter. Kalau kita bicara sedikit teknis, air permukaan langsung berhubungan dengan permukaan, terpengaruh faktor cuaca, kegiatan manusia, tutupan lahan, itu sangat berpengaruh. Tutupan lahan berubah, curah hujan berubah, itu akhirnya mempengaruhi air di permukaan.

Bagaimana dengan air Aqua?

Sedangkan kalau kita bicara air Aqua, Aqua itu selalu menggunakan air ada di dalam. Benar, kita memang mengebor. Kita mengebor sampai kedalaman 80 meter. Kita menyedot air hanya kedalaman 60 sampai 80 meter.

Harapan kita, produksi kita dari dalam ini sudah sangat bagus. Tidak ada mikroba, campuran kontaminasi. Jadi kita betul-betul mengambil air dari dalam banget dengan cara dibor.

Khusus di Sukabumi, air kita itu artesis. Kita tidak menggunakan pompa. Ketika dibor air dari kedalaman 60 sampai 80 meter itu muncul dengan sendirinya. Sedangkan air di permukaan kita tutup, kita semen. Sehingga air permukaan terlindungi, itu konstruksi pengeboran.

Jadi Aqua tidak menggunakan mata air?

Ternyata mata air itu tidak lebih baik dari air kita bor. Kenapa? Karena mata air itu proses alam. Terjadi mata air karena patahan sehingga air keluar. Tapi kalau air keluar itu tidak bisa dibagi, air dalem, kedalaman 30 atau 40 meter. Mata air itu justru berhubungan dengan air permukaan.

Tapi kalau kami gunakan mata air, risikonya bagi Aqua potensi kontaminasinya lebih tinggi. Misalnya di atas mata air ada kegiatan apa, jadi nanti bakteri e-colinya bisa ke situ.

Sehingga kita menghindari menggunakan mata air langsung. Di operasional kita lebih menggunakan air dari dalem. Dari sisi kualitas dan kapasitas lebih terjamin.

Bagaimana Aqua menjalankan manajemen sumber daya air?

Kita selalu memulai studi. Ada studi teknis, pemetaan dari universitas, seperti ITB, Unpad, ITS, dan Unibraw. Kita melakukan penilaian awal dari mereka sehingga kita melihat sistemnya seperti apa.

Dari situ kita bisa melihat dekat gunungnya masih sehat atau tidak. Kemudian di daerah tengah apa tata gunanya, sampai perkotaan, sehingga ketahuan neraca keseimbangan air di wilayah tersebut.

Aqua dalam manajemen sumber daya airnya selalu ingin membuat seimbang. Paling bagus adalah begitu hujan yang paling banyak masuk ke dalam tanah. Dia tertahan dalam tanah dan jadi cadangan kita semua. Tapi yang masuk badan sungai lebih banyak jadi banjir.

Kita harus akui kerusakan daerah atas bukan hanya di Sukabumi, tapi seluruh lokasi di Indonesia, itu cukup lumayan parah. Harapan kita kalau air hujan itu minimal 30 persen infiltrasi, sekarang itu sudah mulai bergerak 10 sampai 15 persen infiltrasi.

Faktornya apa? banyak hal. Karena hutan rusak, tata guna dulu hutan jadi vila, sehingga lebih banyak porsi mengalir di permukaan.

Apa yang dilakukan Aqua di lokasi semacam itu?

Kita melakukan dua pendekatan. Kita menyebut alamiah dan yang kedua adalah sosial ekonomi serta pendidikan. Jadi kalau kita bicara pengelolaan sumber daya air, kita tidak mungkin hanya menyuruh bikin sumur resapan, tanam pohon.
Kalau kita tidak melibatkan, masyarakat tidak akan mau. Jadi bagaimana membuat seimbang. Jadi kegiatan alamnya bejalan baik. Contohnya, membuat banyak sumur resepan, kita juga banyak membuat water ponds.

Kemudian sosialnya dengan pemberian air bersih dan sedikit bantuan ekonomi. Misalnya, bantuan kredit mikro, bantuan ternak. Kita juga aktif melakukan edukasi di daerah sekitar.

Meski ada penyedotan berskala besar, itu tidak akan berpengaruh dengan air permukaan digunakan warga?

Tidak. Yang tadi saya sampaikan, di dalam tanah air itu sistemnya berlapis-lapis. Tidak dari atas semua air, kita sebut akiper. Akiper itu ada yang bebas, ada yang tertekan.

Kalau kita bicara gunung, di gunung bawahnya ada banyak lapisan. Kita menggunakan air di kedalam 60 sampai 80 meter. Semakin daerahnya di bawah, maka air akan didapat itu akan jauh (dalam).

Biodata

Nama:
Wahyu Tri Raharja

Tanggal Lahir:
17 Mei 1974

Pendidikan:
Sarjana Geologi dari Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta

Pengalaman Kerja:
Direktur Sumber Daya Air di Aqua Danone (2008-sekarang)
Senior Project Manajer di ERM Consulting Company (2008)
Senior Project Manager di Golger Associates Consultant (2005-2008)
Sarjana Geotkenis di PT Freeport Indonesia (2005)
Ahli geologi di PT Indra Karya (1996-2005)

Kokkuri, permainan memanggil makhluk halus ala Jepang

Katakepo.blogspot.com - Jika di Indonesia ada permainan semacam Jelangkung yang menggunakan boneka dari jerami dan batok kelapa untuk memanggil hantu, orang Jepang punya cara lain. Cara tersebut dinamakan Kokkuri atau Kokkuri-san.
Hampir sama dengan papan Ouija yang dipercaya masyarakat Eropa dan China, Kokkuri juga menggunakan papan yang bertuliskan huruf-huruf serta koin 10 Yen. Permainan ini sangat populer dilakukan oleh remaja Jepang. Mereka mengundang makhluk halus untuk bertanya mengenai masa depan.
Permainan ini dilakukan oleh dua orang atau lebih. Mereka bersama-sama meletakkan jarinya di atas koin 10 Yen tersebut, kemudian mulai bertanya apakah Kokkuri-san sudah hadir. Jika koin bergerak ke huruf "Ya," mereka bisa mulai bertanya
Kokkuri sendiri dipercaya sebagai siluman binatang yang merupakan gabungan dari rubah, anjing, dan rakun (Kok = rubah, ku = anjing, ri = rakun). Rubah dalam mitologi Jepang dikenal sebagai hewan yang cerdik dan suka menipu, sementara anjing digambarkan sebagai kesetiaan, dan rakun dikenal sebagai pembawa keberuntungan.
Hal yang paling sering ditanyakan biasanya adalah mengenai cinta atau kesuksesan. Meski begitu, sangat mungkin bahwa makhluk halus yang diundang melalui permainan ini tak akan memberikan jawaban yang benar. Selain itu, banyak yang percaya bahwa tiba-tiba meninggalkan papan Kokkuri tanpa mengucapkan selamat tinggal pada makhluk halus yang sudah dipanggil bisa memberikan nasib buruk.
Apapun itu, memanggil makhluk halus bukanlah permainan yang bisa dianggap enteng. Sebaiknya hindari mencoba-coba melakukan hal semacam ini, baik Kokkuri-san, Ouija, maupun jelangkung.