Wednesday, October 9, 2013

Tarif tol naik, Jasa Marga pasang 427 lampu dan tanam 900 pohon

Katakepo.blogspot.com - Tak hanya menaikkan tarif Tol Surabaya-Gempol sebesar 12 persen per 11 Oktober, PT Jasa Marga juga akan menambah 427 unit lampu penerangan di sepanjang ruas Tol Waru-Tanjung Perak. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan standar pelayanan minimum (SPM) jalan tol sebagai salah satu syarat penaikan tarif.
"Kami juga akan menambah lampu penerangan jalan umum (PJU) untuk ruas Tol Tanjung Perak-Waru. Hal ini untuk lebih meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di malam hari," kata Kepala Cabang PT Jasa Marga Kota Surabaya, Agus Purnomo, Rabu (9/10).
Menurutnya, saat ini, lampu jenis Light Emitting Diode (LED) berkapasitas 125 Watt itu, tengah dalam proses pemasangan dan ditargetkan akan selesai pada akhir bulan ini. "Tipe lampu LED ini, lebih hemat dibanding dengan jenis lampu sebelumnya, yaitu Son-T 250 Watt," tuturnya.
Pemasangan lampu jenis ini, lanjut dia, juga untuk mendukung program pemerintah tentang hemat energi. Pihaknya menyatakan pemasangan penerangan ini untuk meminimalisir potensi kecelakaan dan kejahatan di sepanjang jalan tol.
Sebagai kompensasi atas kenaikan tarif tol sebesar 12 persen itu, dikatakan Agus, tidak hanya lampu penerangan jalan, pihaknya juga akan menambah 16 gardu di gerbang pintu Tol Dupak-Waru yang selama ini terkenal dengan antrean panjangnya.
Selanjutnya, PT Jasa Marga juga akan menanam 900 pohon jenis mahoni, trembesi, dan bintoro di sepanjang jalan tol. "Ini bertujuan untuk mengurangi gas emisi kendaraan, serta pemasangan pagar beton untuk keamanan jalur dari station 00.550 hingga station 14.500 di Jalur A," tandasnya.

DPR yakin KPK tak takut santet karena usik dinasti Ratu Atut

Katakepo.blogspot.com - KPK sedang mengembangkan kasus suap yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), non aktif Akil Mochtar. Salah satunya, menangkap adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. KPK juga telah mencekal Atut untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Ratu Atut dikenal sebagai salah satu yang punya kekuatan besar di tanah Banten. Orang tua Atut juga dikenal sebagai jawara Banten. Tanah Banten juga dikenal sebagai wilayah yang kuat dengan daerah mistis serta kekuatan gaib.

Anggota Komisi III Edy Ramli Sitanggang yakin KPK tidak takut mengusut kasus yang melibatkan keluarga Ratu Atut ini. Ia juga yakin KPK tak takut dengan yang namanya santet.

"Sebagai umat beragama gaib itu ada, tapi kalau kita takut kita enggak ada gunanya diamanatkan tugas oleh negara," kata Edy di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/10).

Menurut dia, santet hanya sebuah slogan dan tak akan dikenakan pada pimpinan KPK yang mengusut kasus korupsi di tanah Banten. "Kadang-kadang hanya mendramatisir kalaupun itu benar itukan hanya slogan," katanya.

Beberapa hari yang lalu, Ketua KPK Abraham Samad menegaskan, lembaganya tak takut mengusut kasus suap ini. "Kita tidak takut dengan orang itu (Ratu Atut), masak mau takut sama dia," tegas Abraham usai menghadiri Upacara HUT TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (5/10) lalu.

Tertangkapnya Wawan dalam kasus suap ini membuat Ratu Atut sedih. Kemarin, sang gubernur itu menggelar istigasah. Ia meminta para jemaah untuk mendoakan keluarganya agar tabah menjalani kasus ini.

Awas, WhatsApp ternyata tak aman!

Katakepo.blogspot.com - Thijs Alkemade, seorang ilmuwan komputer dan matematika dari Universitas Utrecht di Belanda , memperingatkan bahwa hacker dapat mendeskripsikan pesan WhatsApp dengan memanfaatkan kelemahan dalam protokol enkripsinya.
Dilansir Softpedia (8/10), menurutnya pesan di WhatsApp bisa bocor karena WhatsApp telah membuat dua kesalahan yaitu menggunakan kunci enkripsi yang sama di pesan masuk atau keluar serta menggunakan kunci HMAC yang sama di kedua arah tersebut.
"Anda harus mengasumsikan bahwa siapa pun yang mampu membuka koneksi WhatsApp Anda, juga mampu mendeskripsikan pesan Anda. Anda harus mempertimbangkan semua percakapan WhatsApp sebelumnya Anda kirim." jelas Alkemade.
Alkemade juga memberikan saran kepada WhatsApp untuk segera melakukan update dan mengubah enkripsi pesan masuk dan keluar di aplikasinya sebagai solusi satu-satunya.
Jika tidak, bukan tidak mungkin masalah keamanan ini akan membuat pengguna WhatsApp akan beralih ke aplikasi instan messaging lain yang juga makin banyak beredar baik di Google Play Store, Apple App Store, BlackBerry World, ataupun Windows Phone Store.

Gadis Prancis disalib sepekan sebab kerasukan setan

Katakepo.blogspot.com - Seorang remaja perempuan di Prancis lolos dari tindak kekerasan setelah dirinya disalib selama sepekan dalam sebuah proses pengusiran setan.
Polisi menemukan gadis 19 tahun sudah tampak kurus itu di sebuah kompleks perumahan di Wilayah Grigny, sebelah selatan Ibu Kota Paris, di mana dia diduga diikat ke sebuah kasur selama seminggu dengan posisi tersalib seperti Yesuss. Gadis itu ditemukan dengan kondisi dehidrasi, syok, dan menunjukkan tanda-tanda telah dipukul, seperti dilansir situs the Huffington Post, Rabu (9/10).
Empat anggota dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, termasuk pacar korban, dituduh telah melakukan penyaliban terhadap korban asal Kamerun selama sepekan untuk mengusir setan.
Keempat terdakwa menghadapi tuduhan penculikan dan tindakan penyiksaan serta kebiadaban. Tetapi keempatnya menolak segala tuduhan tindakan kekerasan, seperti dikutip situs breitbart.com
Jaksa mengatakan pacar korban dan yang diduga menghasut tindakan pengusiran setan itu, Eric Deron, mengalami delusi menjadi seorang nabi dalam sebuah misi Ilahi.
Menurut pernyataan dikeluarkan terdakwa, aksi pengusiran setan itu dilakukan setelah korban diduga melompat ke badan pacarnya, Deron, sambil mengoceh bahasa yang tidak dapat dipahami, yang menyebabkan pacarnya itu percaya bahwa korban telah kerasukan setan.
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengtakan pihaknya telah mengeluarkan empat tersangka yang merupakan anggota gerejanya pada 2010 lalu, dan menekankan bahwa aksi pengusiran setan semacam itu tidak dibenarkan dalam setiap ajarannya, seperti dikutip situs the Internasional Business Times.
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh merupakan sebuah gereja Protestan Milenarianisme berbasis di Amerika dengan lebih dari 17 juta anggota di seluruh dunia, menurut situs mereka.
Korban, yang hanya dikenal sebagai Antoinette, bersaksi di pengadilan bahwa para penculiknya tetap membiarkan dirinya hidup dengan hanya memberikan air dan minyak dengan porsi sedikit.
Pengadilan terkait kasus ini akan dilanjutkan pada Jumat mendatang.

Ulama dan jawara Banten pun tunduk pada Dinasti Atut

Katakepo.blogspot.com - Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, disebut-sebut hanya sebagai pemimpin simbolis di Banten. Penguasa Banten yang sesungguhnya adalah TB H Chasan Sochib yang tak lain adalah ayah dari Ratu Atut.

Chasan Sochib sendiri sudah meninggal dunia, hari Kamis 30 Juni 2011 lalu di Rumah Sakit Sari Asih, Serang. Meski demikian, Chasan telah meninggalkan 'fondasi' yang kuat kepada anak-anaknya sehingga tetap mampu menguasai Banten hingga saat ini. Lalu mengapa Dinasti Atut begitu kuat bercokol di Banten?

Menurut pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten, Gandung Ismanto, Atut dan keluarganya masih bercokol kuat karena didukung dua patronase penting di Banten. Ulama dan jawara.

Ulama dan jawara selama ini tidak bisa dipisahkan dari hegemoni Ratu Atut. Untuk melanggengkan dan memperluas kekuasaannya, Ratu Atut dan keluarganya merangkul kedua unsur tersebut.

"Mereka punya hubungan kuat dengan jawara dan ulama, padahal itu adalah patronase bagi masyarakat Banten," ujar Gandung Ismanto dalam perbincangan dengan merdeka.com, Rabu (9/10).

Menurut Gandung, ulama dan kaum menengah di Banten yang kritis dibungkam secara halus. Setumpuk fasilitas diberikan kepada mereka.

"Kelas menengah disuguhi fasilitas, ulama diberi umroh gratis, haji gratis dan itu sampai ke ulama-ulama di kampung-kampung, akademisi juga diberi fasilitas dan faktanya itu berhasil," terangnya.

Ketika masih hidup, Haji Chasan pernah membentuk Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten (PPPSBB). Kini organisasi ini telah bertransformasi menjadi para pengusaha. Anggota PPPSBB kini menjadi anggota Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Banten.

"Kini jawara Banten bertransformasi, sekarang organisasi PPPSBB masih ada, tetapi para jawara itu jadi anggota Kadin Banten. Nah kadin Banten ini kan yang menggarap semua proyek yang ada di Banten. Semua proyek di Banten ya dipegang oleh Kadin Banten," terangnya.

"Jadi dua patronase kuat di masyarakat Banten, yakni ulama dan jawara telah dipegang oleh Ratu Atut. Dan inilah yang membuat mereka kuat di Banten," terangnya.

Meski demikian, kini suara-suara parau yang meminta korupsi Ratu Atut dibongkar sudah mulai bermunculan. Menurutnya, suara-suara itu sudah menggeliat di akar rumput Banten karena kasus tertangkapnya adik Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

"Di tingkat masyarakat paling kecil mereka paling hanya sebatas mengobrolkan hal ini, di tingkat masyarakat menengah sudah mulai ada demo," terangnya.