Thursday, October 10, 2013

Nissan March 1.500 Cc Segera "Nongol"!

Katakepo.blogspot.com - Jakarta, Karena segmen LCGC telah menggeliat, pasar city car terancam, meski ada yang memprediksi hal itu tidak akan berpengaruh. Kenyataannya, beberapa ATPM telah melakukan antisipasi. Salah satunya PT Nissan Motor Indonesia (NMI) yang sejak jauh hari sudah mewacanakan Nissan March bermesin 1.500 cc.
Bisa dinilai, rencana itu merupakan strategi agar March bernapas panjang karena sudah ditempel oleh LCGC, termasuk Datsun yang bakal hadir dengan hatchback dan MPV berbanderol tak sampai Rp 100 juta. Dengan mesin 1.500 cc, March akan bisa bersaing "atas-bawah".
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur Penjualan dan Pemasaran Nasional NMI Yoshiya Horigome mengatakan belum bisa berbicara banyak tentang March 1.500 cc. "Spesifikasi, dan kapan waktu peluncurannya, nanti kami akan informasikan," katanya, kemarin (9/10/2013).
Diperkirakan, March 1.500 cc mulai dijual pada akhir tahun ini dengan menggunakan mesin HR12DE dan transmisi Xtronic CVT.

Apa yang Ada di Dalam "Nugget" Ayam?

Katakepo.blogspot.com - Nugget ayam merupakan salah satu jenis makanan cepat saji yang sering menjadi andalan ketika butuh kepraktisan dalam memasak. Ditambah lagi dengan rasanya yang gurih dan lezat, makanan ini cenderung disukai segala usia.
Nugget ayam mungkin terdengar aman dan bergizi karena diklaim sebagai makanan olahan berbahan baku daging ayam. Namun, sebuah studi baru justru menyatakan sebaliknya.
Menurut studi para ahli asal University of Mississipi Medical Center, Amerika Serikat, nugget ayam justru lebih banyak mengandung lemak daripada daging ayam itu sendiri.
Studi itu diawali oleh keingintahuan para peneliti mengingat begitu banyaknya ayam yang diolah menjadi nugget, yaitu sekitar 50 persennya. Setelah diteliti, mereka menemukan nugget ayam tidak hanya mengandung daging seperti yang selama ini diklaim.
"Daging ayam bukan merupakan komponen utama dari nugget. Sebaliknya komponen yang dominan pada nugget adalah lemak, kulit, tulang, saraf, dan jaringan penghubung ayam," catat para peneliti.
Studi sebelumnya yang dimuat dalam Journal of Food Science and Technology menemukan, 30 persen kandungan makanan olahan daging terdiri dari lemak. Bahkan, menurut studi baru, kadar lemak pada makanan olahan daging berpotensi lebih dari itu.
Di lain pihak, gerai makanan cepat saji mengklaim, nugget ayam terbuat dari 100 persen daging ayam dan tidak dicampur dengan bahan lainnya. "Sederhana saja, nugget ayam terbuat dari daging ayam," tulis mereka.
Terlepas dari kontroversi tersebut, bagaimanapun makanan olahan daging perlu dibatasi. Sebuah penelitian beberapa waktu lalu menunjukkan, kebiasaan makan daging olahan berkontribusi pada kematian di usia muda.
Hal itu terjadi karena daging olahan mengandung garam yang tinggi serta bahan-bahan kimia sebagai pengawet. Kandungan itu pula yang berperan dalam meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, atau kanker.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar konsumen memilih daging yang alami untuk memperoleh manfaat optimal darinya.

Madrid Rekrut "Wonderkid" 9 Tahun Asal Jepang

Katakepo.blogspot.com -  MADRID, Real Madrid dikabarkan merekrut bocah berusia sembilan tahun asal Jepang, Takuhiro Nakai. Madrid ditengarai kepincut dengan potensi Nakai dalam urusan mengolah bola di lapangan.

Seperti dilansir Mirror Football, Madrid mengikat bocah yang akrab disapa dengan panggilan Pipi tersebut sejak 28 September 2013. Nakai diproyeksikan untuk bermain di akademi Madrid, Cantera.

Nakai dikabarkan sudah membuat sensasi di Prefektur Shiga, kampung halamannya, sejak berusia tujuh tahun. Saat itu, Nakai berkesempatan unjuk kebolehan di sebuah stasiun televisi lokal.

Satu hal yang menarik, kehadiran Nakai di Madrid bisa memberikan aroma el clasico di level yunior. Maklum, sebelumnya, Barcelona juga merekrut talenta muda asal Jepang berusia 11 tahun, Takefusa Kubo.

Masakan "Ndeso" Berbumbu Kenangan

Katakepo.blogspot.com - MENGUNJUNGI Gunung Kidul terasa hambar jika tak menyantap masakan ala ”ndeso”. Sayur kembang gedang, olahan tunas bambu, hingga oyok-oyok lembayung tidak hanya menjanjikan kelezatan, tetapi juga menyuguhkan putaran kenangan masa silam.

Ibarat kenangan indah yang tak ingin dilupakan, demikian rasa olahan masakan di warung yang dikelola Hartono di Dusun Jeruk, Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Tak tanggung-tanggung, warung ini menyajikan lebih dari 30 macam sayur dan 20 macam lauk-pauk.

Hartono dan adiknya, Mbak Sri, selalu menyambut pengunjung warung dengan ramah. Mereka segera membukakan penghangat nasi yang masih mengepulkan uap panas. Nasi di warung ini istimewa karena diliwet terlebih dulu di kompor sebelum dicemplungkan ke wadah penghangat nasi.

Butuh waktu cukup lama untuk menentukan pilihan menu makanan ketika sepiring nasi rojolele sudah ada di tangan. Baskom-baskom besar yang dijajar di etalase berisi sayur yang masih panas beruap menggoda untuk dicicipi satu per satu. Pilihan kali ini akhirnya tetap jatuh pada sayur favorit, kembang gedang.

Sayur yang dulunya hanya bisa disantap dari dapur simbah-simbah di pedesaan itu kini telah tersaji di meja. Kuah santannya yang bening kecoklatan mirip dengan sayur lodeh. Rasa gurih tumisan bumbu kemiri, bawang merah, bawang putih, dan cabai berpadu dengan racikan bunga pisang, daun labu, dan kacang polong.

Diolah dengan cara yang hampir serupa dengan sayur kembang gedang, sayur klompong dari batang talas tak kalah menggoda. Batang talas yang telah berubah warna menjadi kecoklatan dan dipotong kecil-kecil terasa segar dan gurih dalam kuah santan.

Santapan khas yang hanya bisa ditemui di Gunung Kidul lainnya adalah sayur lombok ijo. Terdiri dari potongan cabai hijau dan irisan tempe, sayur lombok ijo disajikan berteman nasi merah dan daging empal sapi.

Tempe kedelai yang digunakan adalah tempe tradisional buntelan yang dibungkus daun jati dan daun pisang. ”Kami punya resep rahasia sehingga rasa sayur lombok ijo ini istimewa,” kata Hartono.

Beragam lauk-pauk yang disajikan juga dijamin membuat ketagihan. Selain tempe kedelai, pengunjung bisa mencomot gorengan tempe gembus atau tempe benguk. Ikan wader goreng tepung, gorengan ayam kampung, ataupun sate telur puyuh sungguh sayang untuk dilewatkan.

Belalang goreng

Di musim tertentu, pengunjung dimanjakan dengan sajian kuliner unik berupa kudapan belalang goreng atau kepompong ulat daun jati. Saking banyaknya peminat, baik belalang goreng maupun kepompong ulat daun jati, selalu ludes terjual.

Belalang yang dikenal sebagai hama tanaman pertanian justru diburu sebagai makanan favorit. Hartono biasanya membeli bahan baku belalang dari hasil tangkapan petani di kebun-kebun jati. Selain di warung Hartono, rentengan belalang yang masih hidup banyak dijual di tepi jalan raya di Gunung Kidul.

Bagi mereka yang tak terbiasa menyantap belalang harus sangat hati-hati karena gejala alergi seperti gatal-gatal bisa muncul dengan cepat. Sebelum digoreng, belalang sebaiknya direndam dalam bumbu lalu dibacem sehingga muncul rasa manis dan gurih.

Tingginya permintaan belalang goreng membuat harganya meroket tinggi, terutama pada musim libur ketika wisatawan berdatangan dan para perantau pulang ke kampung halaman. Harga satu stoples belalang berkisar Rp 30.000-Rp 40.000 dan bisa naik hingga 2-3 kali lipat pada saat Lebaran.

Sebelum populer sebagai kudapan eksotis kaya protein, belalang dulunya hanya disantap oleh warga miskin yang terbekap lapar dan menjadikan belalang sebagai lauk enak yang dengan mudah ditangkap dari alam. Kini, harga belalang jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga daging ayam potong.

Jika helai daun muda pohon jati mulai muncul selepas meranggas, kepompong ulat menjadi menu kaya protein bagi warga. Ulat jati yang telah menjadi kepompong merambat turun untuk bersembunyi di tanah dengan juluran serupa tali temali.

Untuk memanen kepompong ulat jati, warga harus memulai perburuan sebelum matahari terbit atau sebelum kepompong bersembunyi di tanah. Kepompong ulat jati yang sudah dibumbui dan digoreng bisa menjadi teman bersantap nasi nan gurih. Kepompong ini terasa kriuk di bagian pembungkusnya dan lembut di dalam.

Berkah wisata

Kenangan akan masakan ndeso dari era serba susah itu yang justru kini menjadi andalan warung Hartono. Arus wisatawan yang makin deras berdatangan ke Gunung Kidul semakin menambah tingginya minat terhadap masakan ala pedesaan.

Setiap hari Hartono bisa menghabiskan setengah kuintal beras. Ia pernah kewalahan ketika warungnya tiba-tiba diserbu wisatawan yang datang menggunakan bus-bus besar. Selain pelanggan harian yang didominansi ibu rumah tangga dan pegawai negeri sipil, Hartono mulai menjalin kerja sama dengan biro-biro wisata.

Wisatawan dari Madura, Bandung, Ponorogo, dan Jakarta biasanya akan mampir ke warung Hartono sebelum melanjutkan perjalanan ke pantai-pantai nan indah di wilayah selatan Gunung Kidul. Destinasi wisata baru, seperti Goa Pindul dan Gunung Api Purba Nglanggeran, juga menambah semakin ramainya warung Hartono.

Seporsi makan kenyang di warung ini dihargai cukup murah, yaitu sekitar Rp 15.000 untuk nasi dengan sayur ndeso dan lauk ayam plus minum. Buka pukul 06.00 hingga pukul 16.00, sembilan pegawai terus-menerus mengolah aneka masakan, mulai dari pukul 03.30 hingga sore hari.

Warung yang terletak berdekatan dengan RSUD Wonosari ini juga menyajikan minuman andalan, yakni teh poci dengan gula batu. Jika ingin mencicipi rasa minuman yang lebih tradisional, cobalah jus daun salam, jus buah kesemek, ataupun jus mengkudu. Olahan warung ndeso ini menambah deretan kenangan manis di Gunung Kidul.... Ehm!

Kereta Listrik Bekas Jepang Rp 900 Juta, PT INKA Rp 9 Miliar

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki alasan kenapa mereka lebih memilih mendatangkan kereta listrik bekas dari Jepang daripada kereta buatan PT Industri Kereta Api (PT INKA), untuk layanan kereta rel listrik Jabodetabek.
Kepala Humas Daops I PT KAI Sukendar Mulya mengatakan, harga kereta listrik bekas dari Jepang jauh lebih murah, yaitu sekitar Rp 900 juta. Sementara itu, kereta buatan PT INKA sekitar Rp 9 miliar.
"Walaupun bekas, masih bagus. Sebelum dibawa ke sini, diperbaiki terlebih dahulu," kata Sukendar saat ditemui dalam acara peluncuran buku Jonan dan Evolusi Kereta Api di Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda, Jakarta, Rabu (9/10/2013).
Dalam kesempatan yang sama, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, pemerintah belum serius dalam memajukan transportasi publik. Dia berpendapat, PT INKA seharusnya diberi insentif agar kemudian harga jual kereta PT INKA terjangkau dan dapat digunakan oleh PT KAI.
Belum lagi, lanjut Agus, subsidi yang digelontorkan pemerintah dalam bentuk public service obligation (PSO) dalam layanan kereta api masih sangat kecil. "Yang saya tahu juga, KAI minta PSO ke pemerintah seperti pengemis," ujarnya.
Sebanyak 180 rangkaian kereta listrik bekas yang didatangkan dari Jepang akan tiba paling lambat pada akhir tahun ini. Sebanyak 180 rangkaian kereta listrik bekas tersebut merupakan rangkaian kereta tipe 205 yang dipesan dari East Japan Railway Company.

Jika sudah datang, maka kereta listrik itu akan menjadi tipe terbaru yang beroperasi di Indonesia, khususnya di Jabodetabek. Saat ini, tipe kereta listrik tipe paling baru yang dimiliki oleh PT KAI adalah tipe 203 yang didatangkan pada 2012, juga dari Jepang.