Thursday, October 10, 2013

Serangga, Makanan Pokok Masa Depan?

Katakepo.blogspot.com -   Hewan serangga tampaknya tak boleh lagi diremehkan. Binatang yang kerap dianggap hama ini kemungkinan dapat menjadi bahan pangan utama di dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Di Afrika, Asia, dan sebagian Amerika, praktik konsumsi serangga atau entomophagy dinilai lebih menguntungkan. Hal ini dikarenakan jumlah serangga lebih banyak dibanding sayur, buah, atau daging yang diperoleh dari hewan buruan dan hasil jebakan di alam liar.

Walaupun masih tampak menjijikkan, masyarakat di dunia tercatat telah mengonsumsi setidaknya seribu jenis serangga sebagai bahan pangan. Entomophagy, menurut para ilmuwan, ternyata tak sebatas serangga. Hewan artropoda seperti tarantula, dan andmyriapoda seperti kaki seribu, juga tercakup. Namun, entomophagy tidak termasuk mengonsumsi krustasea, yang dianggap mewah di Amerika dan sebagian negara berkembang.

Di beberapa negara, ada masyarakatnya yang terbiasa mengonsumsi jangkrik, kumbang, semut, dan beberapa jenis kumbang seperti mealworm. Mealworm sendiri harus ada untuk mengimbangi spesies ulat bulu dan kalajengking.

Diperkirakan sekitar 2,5 miliar orang rutin mengonsumsi serangga sebagai salah satu sumber pangan. Saat ini para ilmuwan percaya, serangga ada sebagai langkah besar untuk penyediaan pangan dunia.

Serangga dinilai sebagai solusi pangan paling tepat dan sesuai untuk mengimbangi jumlah manusia yang terus meningkat. Beberapa jenis serangga dipertimbangkan sebagai sumber pangan yang sehat dan kaya protein. Serangga juga merupakan sumber pangan paling baik untuk mengatasi kelaparan yang terjadi pada miliaran orang di India, Afrika, dan beberapa negara berkembang.

Hal ini diperkuat dengan dimenangkannya suatu proposal bisnis dari para ilmuwan di Montreal’s McGill University, yang mengambil tema produksi dan distribusi pangan berbahan serangga. Saat ini mereka tengah mencari para petani yang bersedia membudidayakannya.

Tim beranggotakan Mohammed Ashour, Shobhita Soor, Jesse Pearlstein, Zev Thompson, dan Gabe Mott tersebut juga memenangkan Hult Prize dari Clinton Global Initiative’s. Mereka telah bepergian ke Kenya, Meksiko, dan Thailand untuk melihat kemungkinan mengembangkan sumber pangan dari serangga lokal. 
Hal ini sekaligus mempertajam kesempatan memasarkan produk di kawasan tersebut. Menurut mereka, serangga juga bisa dibuat tepung untuk roti yang kaya protein, meskipun tergantung pada jenis serangga yang dihasilkan.

"Kami sangat senang dengan kesempatan yang diberikan. Kami harap langkah ini membawa dampak besar bagi dunia," kata Soor.

Hal serupa juga tengah dilakukan badan PBB dalam menyelesaikan masalah pangan dunia. Serangga dinilai dapat meningkatkan ketahanan pangan tanpa menimbulkan masalah lingkungan ataupun ekonomi.

Serangga memang telah lama diincar sebagai bahan pangan alternatif. Dalam situsnya, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menulis, serangga memiliki kandungan protein, lemak, dan mineral yang tinggi. Keberadaan serangga dinilai bisa menggantikan fungsi kedelai, jagung, kacang-kacangan, dan ikan. Serangga juga cepat bereproduksi sehingga diperkirakan tidak merugikan lingkungan.

Dalam situsnya, FAO juga menulis serangga bukanlah pangan yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Sebagian masyarakat mengonsumsi serangga karena rasanya, bukan disebabkan ketiadaan bahan pangan lain. Terkait kemungkinan alergi yang ditimbulkan, hal ini bergantung pada ketahanan tubuh dan jenis serangga yang dikonsumsi.

Ingat... "Spons" Pencuci Piring Anda Belum Tentu Bebas Kuman!

Katakepo.blogspot.com - Spons begitu membantu ketika Anda sedang mencuci piring, terutama untuk membersihkan kotoran yang menempel pada piring atau gelas. Dengan spons, kegiatan mencuci piring menjadi bertambah ringan. Semakin busa bertambah, kotoran pun terangkat dengan mudah oleh spons.

Namun, belum tentu spons yang Anda gunakan bersih dan terbebas dari kuman. Karena itu, sebelum digunakan untuk membersihkan perabot rumah tangga, ada baiknya spons yang Anda gunakan dibersihkan terlebih dahulu.

Tidak begitu sulit. Garam dapur bisa membantu Anda membersihkannya. Caranya, simak tiga langkah berikut:

- Tekan spons hingga berbusa.

- Bilas spons secara menyeluruh.

- Rendam spons di dalam air dingin yang sebelumnya telah dibubuhkan garam. Rendam selama satu hingga dua jam.

Kini, kuman pun menyingkir dari spons Anda. Silakan mencuci peralatan dapur Anda!

Polisi gunakan dukun cari penyiram air keras mahasiswi Binus

Katakepo.blogspot.com - Sudah seminggu, Riki Halim Levin (23), tersangka penyiraman air keras ke mantan pacarnya, Lynia Davega (19) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi. Berbagai cara telah dilakukan polisi untuk bisa menangkap tersangka, salah satunya dengan menggunakan jasa paranormal.

"Kita juga sudah mencoba menggunakan jasa indigo (supranatural). Dari infonya, kepalanya sudah dibotakin," kata Kanit Reskrim Polsektro Palmerah Sigit Kumono saat ditemui di Mapolsektro Palmerah, Kamis (10/10).

Selain menggunakan jasa supranatural, polisi juga sudah mengumpulkan semua data tentang tersangka dari akun sosial media miliknya, seperti Facebook, dan Twitter. "Tapi sayang, semuanya sudah dihapus. Tapi kita sudah dapat data dari keluarga korban," ujar Sigit.

Sigit menambahkan, saat ini, kasus penyiraman air keras itu telah dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat. "Kasus ini ditangani Reskrim Polres," kata dia.

Sebelumnya, Lynia yang merupakan mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus) disiram oleh tersangka dengan air keras di tempat kosnya di Jl U No 7B, RT 9 RW 15, Palmerah, Jakarta Barat disiram pada Kamis (3/10) pukul 09.45 WIB. Akibat penyiraman tersebut, korban mengalami luka di sekujur tubuh dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat.

"Korban mengalami luka di bagian wajah, dada sebelah kanan, kedua tangan, paha kanan, tungkai kaki kanan," kata Kapolsek Metro Palmerah Kompol Slamet di Mapolsektro, Senin (7/10).

Twitter: Facebook itu serakah

Katakepo.blogspot.com - Selama ini, Facebook dan Twitter memang berkompetisi untuk menjadi yang paling atas di dunia jejaring sosial. Namun, persaingan mereka tidak pernah diungkapkan secara langsung.

Akan tetapi dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh Fast Company dengan beberapa petinggi di Twitter, ungkapan-ungkapan hati pekerja di situs microblogging ini terkuak.

Dikutip dari Daily Mail (08/10), pimpinan divisi Head of Media Twitter Chloe Sladden menyatakan, "Apa yang dilakukan Facebook selama ini terkesan bahwa mereka ingin mendominasi bahkan dengan cara yang merusak serta menghancurkan segala jalur persaingan murni."

Tentunya, bukan tanpa dasar kenapa Sladden mengatakan hal ini. Masih segar diingatan bahwa sebelum Facebook berhasil dapatkan Instagram, Twitter terlebih dahulu mendekati startup fenomenal itu.

Dikarenakan kalah dana, maka Facebook keluar sebagai pemenang dan berhasil akuisisi Instagram pada pertengahan tahun 2012 lalu.

Tidak hanya itu, Facebook juga mengadopsi segala hal yang populer serta menjadi icon di Twitter seperti hashtag, tanda '@' sampai dengan streaming post.

Bahkan ketika Twitter harus 'mengalah' dan mencoba peruntungan di bidang jalur social-TV, namun kini Facebook kembali masuk ke jalur tersebut yang dulunya tidak mereka minati.

Memang segala hal selalu ada strategi khusus untuk dapat bersaing dan menjadi pemenang dalam hal bisnis atau apapun, namun akankah harus menghalalkan segala cara?

Basuki Minta Pembakar Halte Transjakarta Dipenjara

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA, Halte transjakarta Koridor XI dibakar saat terjadinya kerusuhan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2013) pagi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, halte yang dibakar massa tersebut akan kembali dibangun, tetapi pelaku perusakan fasilitas Pemprov DKI tersebut tetap harus ditangkap.

"Ya sudah, bangun lagi (halte yang dibakar-red). Tapi, penjarain orang itu," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Basuki mengatakan, untuk kasus pembakaran halte tersebut, tidak mungkin diterapkan sanksi sosial terhadap pelaku pembakaran. Menurutnya, perbuatan tersebut sudah masuk dalam tindakan kriminal.

"Kalau coret-coret, sanksi sosial, nah ini mesti tangkap. Kalau membakar, sanksinya pidana karena ini sudah kriminal," tegas Basuki.

Sebelumnya, 2.100 personel gabungan aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diturunkan dalam eksekusi di lahan yang sudah menjadi sengketa sejak puluhan tahun antara PT Graha Cipta Kharisma dan warga RT 08 RW 12, Klender, Jakarta Timur. Eksekusi berujung ricuh karena warga melakukan perlawanan.

Situasi yang memanas tersebut membuat warga melakukan pembakaran terhadap ban dan juga halte transjakarta yang berada di lokasi kejadian. Akibat kejadian tersebut, jalur di Jalan I Gusti Ngurah Rai pun ditutup oleh petugas kepolisian. Saat ini, jalan sudah dibuka meski baru satu jalur.