Saturday, October 12, 2013

Ratu Atut bantah gunakan santet untuk jegal lawan politik

Katakepo.blogspot.com - Juru bicara, Fitron Nur Ikhsan, mengatakan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, tak pernah menggunakan santet untuk tujuan tertentu, termasuk untuk menjegal lawan politiknya ketika pemilihan gubernur.

"Identik dengan Banten dan keluarga Ibu Atut tidak mengenal hal seperti itu, dan hal-hal seperti itu sudah mulai ditinggalkan masyarakat Banten. Hal-hal yang bersifat mistik, mungkin ada ceritanya, tapi saya belum pernah lihat faktanya soal santet dan sebagainya," kata Fitron Nur Ikhsan di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (12/10).

Fitron menilai, orang-orang yang kerap menuding Atut menggunakan santet adalah orang naif. "Marisa juga pernah bilang pernah disantet. Saya rasa ini setahu hak yang sangat naif, tidaklah. Selain kita tidak akan mempedulikan itu karena itu tidak penting," terangnya.

Ratu Atut dicekal pergi ke luar negeri, terkait dugaan kasus suap yang menjerat adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan kepada Ketua MK non aktif Akil Mochtar di sengketa Pilkada Lebak. Di kasus sama, Atut juga diperiksa KPK.

Sumber dari kehidupan akhirnya ditemukan di luar bumi

Katakepo.blogspot.com - Para peneliti memastikan adanya sebuah sistem tata surya mirip dengan yang kita miliki. Sistem yang letaknya sekitar 100 tahun cahaya dari bumi ini juga diyakini mampu menunjang kehidupan.
Seperti yang dilansir The Verge (10/10), sayangnya penunjang kehidupan ini hanya berbentuk batu asteroid sehingga tidak dilengkapi dengan atmosfer. Namun, material asteroid yang sebagian besar air inilah yang diyakini mampu menghadirkan kehidupan.
Penemuan air dalam asteroid yang ada di luar tata surya kita sendiri adalah hal pertama yang pernah ditemukan manusia. Dengan begitu, potensi adanya bumi kedua di luar sana kemungkinan masih ada.
Penemuan ini sendiri pertama kali dilakukan oleh para peneliti dari University of Cambridge yang kemudian disebarkan lewat Science. Para peneliti yakin asteroid ini telah melewati tempat di mana air bisa menghadirkan kehidupan.
"Asteroid itu seperti lego, jika mereka dikumpulkan akan jadi planet," kata Jay Farihi, pemimpin penelitian.
Sayangnya, untuk membuat planet yang bisa dihidupi sendiri dibutuhkan kumpulan jutaan asteroid dengan berbagai kandungan berbeda. Hal ini tentunya butuh waktu yang lama.
Para peneliti pun kemudian menemukan sebuah metode baru untuk mencari planet yang bisa dihuni. Caranya adalah dengan mencari bintang muda yang diputari oleh asteroid macam ini.

Apple iWatch bisa mengendalikan AC ruangan

Katakepo.blogspot.com - Gembar-gembor smartwatch milik Samsung yang rencananya bakal dirilis pada tahun 2014, kini mulai banyak terdengar. Artinya, Apple benar-benar akan memberikan sesuatu yang berbeda dari perangkat smartwatch lainnya.

Baru-baru ini, sebuah laporan dari pemasok komponen iWatch di Asia mengungkapkan tentang bagaimana iWatch nantinya akan berkembang dan lebih dari sekadar smartwatch.

"Sebagai pemasok Apple untuk perangkat iWatch, kami telah melakukan banyak hal, termasuk potensial yang tidak dimiliki oleh smartwatch lain. iWatch nantinya tidak hanya akan terhubung dengan iPhone Anda, namun juga didesain untuk dapat mengendalikan beberapa perabot rumah, seperti pemanas atau pendingin ruangan, lampu, audio, video, dan lain-lain," ujar pemasok iWatch, seperti yang dikutip dari BGR (11/10).

Menurut dia, iWatch memiliki potensi yang besar dan akan membantu memudahkan aktivitas manusia.

iWatch kini telah dalam tahap produksi dalam skala prototype dan dikabarkan memiliki spesifikasi layar OLED fleksibel yang berukuran antara 1,3inci atau 1,5inci. Hanya saja belum diketahui harga yang nantinya akan dibanderol untuk perangkat ini.

Alnwick, taman penuh tanaman beracun yang mematikan

Katakepo.blogspot.com - Hati-hati ketika mengunjungi taman Alnwick, karena taman ini tak seperti taman kebanyakan yang dipenuhi oleh bunga atau tanaman langka. Alnwick adalah sebuah taman beracun yang ada di Inggris. Taman ini berisi tanaman beracun dan berbahaya dari seluruh dunia. Tanaman di sana bahkan bisa membunuh seseorang jika tak berhati-hati.
Di dalam Alnwick terdapat ratusan variasi tanaman narkotika yang dilarang oleh hukum.Mereka memiliki tanaman belladona yang dikenal sebagai tanaman mematikan dan berbahaya untuk kesehatan, seperti dilansir oleh Oddycentral.
Turis dan pengunjung yang masuk harus sangat berhati-hati. Mereka boleh berkeliling dengan pengawasan pemandu wisata yang akan mengawasi semua gerak-gerik mereka. Mereka tak diperbolehkan menyentuh satu tanaman pun. Tanaman di sana juga telah dipenuhi berbagai tanda dan imbauan agar pengunjung berhati-hati.
Untuk keamanan, kebanyakan tanaman di sini dipagari dengan pagar berduri dan diawasi sepanjang waktu. Meski berbahaya, taman ini memiliki fungsi untuk memberikan informasi pada pengunjung mengenai tanaman-tanaman berbahaya yang sebaiknya mereka hindari.
Ingin tahu seperti apa taman paling berbahaya di dunia ini? Simak foto-fotonya berikut ini!
alnwick
alnwick
alnwick
Bagaimana, kalian berani mengunjungi taman paling berbahaya ini?

India-Indonesia sepakati kerja sama ekonomi komprehensif

Katakepo.blogspot.com - Pemimpin Indonesia dan India telah menandatangani kerja sama ekonomi komprehensif (CECA). Melalui perjanjian ini, diharapkan nilai perdagangan kedua negara bisa mencapai USD 25 miliar (setara Rp 284 triliun) pada 2025.
Perjanjian ini merupakan hasil pembicaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selepas menerima lawatan Perdana Menteri India Manmohan Singh di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/10). SBY mengatakan, kerja sama ini penting karena kedua negara memiliki karakteristik serupa dalam pelbagai sektor ekonomi.
"Baik India mapun Indonesia memiliki potensi besar dan peluang yang tidak sedikit, termasuk potensi ekonomi di pasar domestik yang akan berkembang di masa mendatang. Kami menyadari bahwa tantangan yang dihadapi India dan Indonesia adalah sama," ujar presiden selepas forum bilateral tersebut.
Berkaca dari gejolak ekonomi global dua bulan lalu, SBY merasa kedua negara harus menyamakan langkah agar sama-sama bisa bertahan, dan bahkan mendapatkan keuntungan.
"Di kala perekonomian global mengalami gejolak baru sekarang ini, masalah yang dihadapi India dan Indonesia kurang lebih sama. Pertemuan ini membawa semangat untuk bekerja sama lebih erat untuk kerjasama yang erat dan tepat," ungkap SBY.
Sesuai isi perjanjian itu, maka selain mendorong perdagangan, investasi kedua negara juga wajib ditingkatkan. Kedua pemerintahan akan mendorong pertemuan antar dunia bisnis masing-masing.
Implikasi dari CECA lainnya, adalah pertemuan tingkat menteri setiap tahun dalam joint commision, buat merumuskan langkah strategis mencapai target 2025.
PM Manmohan percaya, target USD 25 miliar tidak muluk-muluk. Mengingat, selama ini pengusaha India dan Indonesia sudah sering berhubungan.
"Langkah-langkah meningkatkan perdagangan dan mendorong investasi secara komprehensif akan membantu percepatan dan memperluas hubungan ekonomi di antara kedua negara," kata Manmohan.
Dia sekaligus menegaskan format CECA akan menjadi langkah yang menguntungkan, ketika nanti sistem liberalisasi perdagangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diterapkan pada 2015. Apalagi, India akan semakin terlibat dengan perekonomian Asia Tenggara jika Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP) benar-benar terlaksana.
"Presiden SBY sepakat meningkatkan konektivitas antar kawasan. Akan sangat baik jika terlaksana secara dini India Asean free trade agreement dalam jasa dan investasi, dan juga RCEP. Ini tentu akan menjadi bagian yang penting bagi kedua negara," tandasnya.
Selain kerja sama ekonomi, India-Indonesia sekaligus menyepakati lima Memorandum of Understanding (MoU). Meliputi penanganan bencana, skema anti-korupsi, pemberantasan narkotika, peningkatan kualitas kesehatan, serta kerja sama antar institusi negara.
Kerja sama bidang teknologi juga diperbarui, yakni di bidang pengelolaan nuklir dan pengiriman satelit ke antariksa. Kedua pemimpin sekaligus menjajaki kemungkinan kolaborasi dalam mengamankan Samudera Hindia, lewat program Indian Ocean Rim Association for Regional Cooperation (IOR-ARC).