Tuesday, October 22, 2013

Utang luar negeri Indonesia per Agustus 2013 capai USD 257,3 M

Katakepo.blogspot.com - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2013 mencapai USD 257,30 miliar, atau turun 0,9 persen dibandingkan posisi Juli 2013 sebesar USD 259,61 miliar.
Sejalan dengan itu, pertumbuhan tahunan utang luar negeri pada Agustus 2013 tercatat 6,6 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan Juli 2013 sebesar 7,4 persen (yoy). Bank Indonesia menilai tren menurunnya pertumbuhan utang luar negeri Indonesia sejalan dengan tren melambatnya perekonomian domestik.
"Sebetulnya kalau dilihat rilis bulan lalu pun, tingkat pertumbuhan utang luar negeri swasta itu trennya sudah menurun, kalau tahun-tahun lalu sekitar 15-18 persen, bulan-bulan terakhir sekitar 8-10 persen. itu sudah melambat," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, di Komisi XI DPR RI, Senin (21/10).
Perlambatan pertumbuhan utang luar negeri Indonesia lantaran melambatnya pertumbuhan utang luar negeri publik. Utang luar negeri publik pada Agustus 2013 tumbuh 2,5 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan Juli 2013 sebesar 5,1 persen (yoy), sehingga pada akhir Agustus 2013 tercatat sebesar USD 122,07 miliar.
Sementara itu, utang luar negeri swasta tumbuh 10,5 persen (yoy) atau sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan Juli 2013 yang sebesar 9,6 persen (yoy), sehingga pada akhir Agustus 2013 tercatat sebesar USD 135,23 miliar.
Berdasarkan jangka waktu, perlambatan utang luar negeri Publik terjadi baik pada ULN publik jangka pendek maupun jangka panjang. Pertumbuhan utang luar negeri publik jangka pendek menurun dari 66,6 persen (yoy) pada Juli 2013 menjadi 57 persen (yoy) sehingga tercatat USD 15,18 miliar pada Agustus 2013. Sementara itu, posisi utang luar negeri publik jangka panjang menurun -2,3 persen (yoy) dibandingkan Juli 2013 (-0,4 persen) sehingga pada akhir Agustus tercatat sebesar USD 106,89 miliar.
"Yang kedua kalau dilihat waktunya, sebagian besar waktunya itu jangka panjang," imbuh Perry.
Komposisi ULN Indonesia pada Agustus 2013 berdasarkan jangka waktu pinjaman, didominasi jangka panjang yaitu sebanyak 79 persen dari total ULN, sedangkan sisanya merupakan ULN jangka pendek. Dari sisi komposisi valuta, utang luar negeri Indonesia sebagian besar bervaluta US dolar sebanyak 68,9 persen, sedangkan jenis valuta JPY mencapai 12,6 persen dan sisanya terdiri dari berbagai jenis valuta.
"Yang ketiga dari sisi komposisi currency-nya, risiko currency, sebagian besar utang luar negeri itu sudah hedged atau naturally hedged, hanya sekitar 21 persen lah yang memang memerlukan suatu pendanaan dari dalam negri. Itu pun sebagian besar sudah ada alokasi pendanaan dari dalam negeri. Hanya sebagian kecil saja yg berdampak pada permintaan valas di pasar valas. Itu beberapa data yang bisa kita simpulkan dari sisi utang luar negeri," jelas Perry.
Berdasarkan kelompok peminjam, utang luar negeri swasta lebih banyak dilakukan oleh korporasi non bank yaitu mencapai USD 112,44 miliar atau 83,1 persen dari keseluruhan utang luar negeri swasta. Sedangkan sisanya USD 22,79 miliar merupakan ULN bank. Berdasarkan kelompok krediturnya, ULN korporasi non bank sebagian berasal dari perusahaan induk dan afiliasinya yang pada akhir Agustus 2013 mencapai USD 35,22 miliar. Sementara itu, ULN bank yang berasal dari perusahaan induk dan afiliasinya mencapai USD 7,7 miliar.

Indonesia berambisi kalahkan Filipina manfaatkan panas bumi

Katakepo.blogspot.com - Indonesia diakui sebagai negara penghasil panas bumi nomor wahid di dunia. Potensi panas bumi Indonesia mencapai 40 persen dari potensi seluruh dunia. Panas bumi Indonesia bisa menghasilkan hampir 30.000 MW listrik, namun pemanfaatannya saat ini baru mencapai 4,6 persen atau 1.341 MW.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, mengakui, pemanfaatan panas bumi Indonesia masih kecil. Bahkan Indonesia kalah dibandingkan Filipina yang telah menghasilkan listrik 1.900 MW listrik.
Rida berambisi nantinya Indonesia bisa mengalahkan Filipina dalam pemanfaatan panas bumi terbesar di Asia Tenggara. "Ambisi saya ingin melebihi Filipina, 1900 MW," kata Rida di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/10).
Cara untuk menyalip Filipina, kata dia, panas bumi dari superme Rajabasa, Rantaudadap, dan Muaralaboh harus sudah menghasilkan listrik. Dengan begitu, total listrik yang dihasilkan dari panas bumi Indonesia bisa mencapai 2.000 MW.
"Pokoknya langsung dimasukin Muaralaboh langsung kesalip 2X110, bisa 2000. Saya target 2020 kesusul semua," tegasnya.

Alasan Dahlan bangun tol di atas laut Jakarta-Surabaya

Katakepo.blogspot.com - Menteri BUMN, Dahlan Iskan , punya ambisi membangun jalan tol atas laut dari Jakarta menuju Surabaya. Tol ini rencananya akan dikerjakan keroyokan oleh 19 BUMN dan akan melalui pantai utara Jawa atau Pantura.
Pembangunan tol ini banyak mendapat kritikan. Salah satunya lantaran pembangunan infrastruktur masih terpusat di pulau Jawa. Namun Dahlan punya alasan sendiri.
Menurutnya, tol adalah salah satu alat penunjang pembangunan daerah. Jika tol tersebut dibangun di laut Sumatera, diyakini tidak akan memberikan dampak baik untuk daerah di Sumatera.
"Jalan itu dibangun fungsinya pengembangan wilayah, karena wilayah terpencil dilalui jalan itu bisa berkembang. Ini dibangun tol atas laut Jawa karena daerahnya sudah berkembang semua," kata Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/10) malam.
Dahlan menuturkan, wilayah Sumatera juga sedang dibangun jalan tol. Namun pembangunan ini terkendala pembebasan lahan. Sedangkan pembangunan tol atas laut Pantura tidak harus ada pembebasan lahan.
"Sumatera tidak bisa di pinggir laut. Fungsi tol itu pengembangan wilayah. Esensi jalan itulah fungsi utamanya," katanya.
Rencana pembangunan tol ini masih digodok oleh konsorsium BUMN. Dahlan memberikan waktu 6 bulan kepada 19 BUMN untuk menyelesaikan kajian dan selanjutnya meminta izin kepada kementerian terkait untuk implementasinya.

5 Produk Indonesia yang mampu kalahkan China

Katakepo.blogspot.com - China kini menjelma menjadi salah satu negara kekuatan ekonomi dunia. Ekonomi China sangat mengandalkan sektor industri. Dengan produk-produk yang dihasilkan di dalam negeri, China berambisi menjadi penguasa perdagangan dunia.
Produk-produk China tersebar hampir di penjuru dunia. Mulai dari yang harganya murah, hingga yang mahal. Salah satu negara yang paling banyak mendapat pasokan produk China adalah Indonesia.
Pemerintah Republik Rakyat China (RRC) mengakui Indonesia sebagai mitra dagang yang sangat menguntungkan. Sebab, produk China membanjiri pasar Indonesia. Beberapa waktu lalu, Ketua Persatuan Pengusaha Tionghoa Indonesia, Richard Tan, mengakui jika produk-produk China berharga murah. Keunggulan dari segi harga ini yang akhirnya digunakan sebagai senjata untuk menarik perhatian pembeli.
China saat ini juga memasuki pasar manufaktur maju, seperti otomotif, elektronik, dan teknologi informasi. Richard menilai, selain variasi harga, produk dari Negeri Panda itu di masa depan akan menguasai pasaran dunia karena mudah dipakai konsumen.
China seolah ingin menunjukkan, produknya bisa menjadi raja di Indonesia. Namun, di balik itu, ada beberapa produk Indonesia yang berhasil mengalahkan atau diprediksi bakal mengalahkan produk asal China. Merdeka.com mencoba merangkumnya.

1. Otomotif
Beberapa waktu lalu, Wakil Presiden Boediono sangat yakin pertumbuhan industri otomotif Indonesia bisa melebihi negara-negara yang kini menjadi raja sektor otomotif semisal China atau Thailand.
"Pertumbuhan penjualan otomotif Indonesia sekarang lebih tinggi daripada China. Ke depan, melihat kinerja ekonomi, kita optimistis bisa lebih unggul pada tahun-tahun mendatang," ujar Boediono .
Keyakinan tersebut didasarkan atas kinerja penjualan mobil di dalam negeri yang mampu menembus angka 1 juta unit pada tahun lalu. Otomatis, ini menandakan tumbuhnya kinerja sektor otomotif nasional.

2.Herbal
Indonesia termasuk salah satu negara yang masih mempercayai pengobatan tradisional untuk pelbagai penyakit. Di dalam negeri, banyak ditemukan obat herbal dari tumbuh-tumbuhan. Namun, obat tradisional ini kalah pamor akibat gempuran produk herbal dari China yang juga terkenal akan khasiat dan keampuhannya.
Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki potensi kekayaan herbal terbesar nomor 2 setelah Brazil. China ada di peringkat ketiga negara dengan potensi herbalnya.

3. Bulu Mata
Orang asing ternyata lebih menyukai bulu mata palsu buatan Indonesia ketimbang China. Soalnya, bulu mata palsu Indonesia dibuat dengan tidak menggunakan mesin, sehingga menyerupai aslinya.
"kalau di China sana menggunakan mesin, terlihat palsunya dan terlalu rapi makanya tidak banyak disukai," kata Pukar Rahmawati, perajin bulu mata palsu asal Purbalingga saat berbincang dengan merdeka.com di Trade Expo Indonesia (TEI) 2013, Jakarta, Sabtu (19/10).
Bulu mata palsu Indonesia banyak diminati oleh negara yang masyarakatnya gandrung akan fashion. Diantaranya, seperti Korea, Jepang, China, Malaysia dan Thailand. "Negara itu yang permintaannya terbesar."

4. Batik
Penerapan perjanjian perdagangan bebas masih menyisakan pro-kontra di kalangan pelaku usaha dalam negeri. Kekhawatirannya mengarah pada persaingan produk dengan negara lain. Salah satu yang diandalkan Indonesia adalah batik, sebagai produk khas Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO.
Di tengah pasar bebas, produk batik Indonesia bakal bersaing dengan produk batik dari negara tirai bambu yang juga mulai membanjiri pasaran.
Perajin batik terus mencoba mengantisipasi segala tantangan dan bertahan dari gempuran produk China yang kini terus membanjiri pasaran. Para perajin berusaha memproduksi batik dengan corak dan motif yang tidak bisa ditiru oleh China. Hasilnya, perajin mampu bertahan serta bersaing dengan produk batik China.

5. Akuakultur
Industri akuakultur Indonesia atau industri budidaya air kembali berpotensi menjadi pesaing China yang kini menguasai pasar dunia. Dulu, Indonesia pernah menjadi raja di sektor industri ini.
"Di tahun 1949 produksi akuakultur Indonesia menguasai dunia. Saat itu produksi perikanan kita 22.000 ton per tahun sedangkan China hanya 20.000 ton," kata Staf pengajar Departemen Budidaya Perairan Fakultas Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Enang Harris.
Keberhasilan China di pasar dunia masih baru bila dibandingkan Indonesia yang sudah lebih dahulu menguasai pasar internasional. China terus meningkatkan produksi perikanannya hingga mampu menguasai dunia. "Sekarang situasinya berbalik, produksi Indonesia hanya 7 juta ton sementara China 50 juta ton," katanya.




 





 

Kenapa Indonesia selalu dibayangi krisis listrik?

Katakepo.blogspot.com - Kebutuhan akan listrik di Indonesia dipastikan selalu meningkat hampir setiap tahun. Tetapi, peningkatan kebutuhan itu tidak diimbangi dengan peningkatan pasokan listrik.

Akibatnya, cadangan listrik yang ada selalu tidak dapat menutupi jumlah kebutuhan tersebut. Pada akhirnya, terjadilah berbagai macam pemadaman yang pada ujungnya merugikan masyarakat Indonesia sebagai konsumen.

Hal ini tidak lepas dari pengamatan Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia (UI) Iwa Garniwa. Dia mengatakan, masalah ketersediaan listrik yang selalu kurang ini terjadi lantaran komitmen pemerintah yang tidak kuat.

"Kita lihat mulai dari pertumbuhan kebutuhan listrik tiap tahun rata-rata sebesar 9 persen. Kebutuhan di Jawa-Bali 7,2 persen dan di luar Jawa-Bali di atas 12 persen lebih. Dengan perhitungan sederhana, dalam waktu 10 tahun kita butuh pasokan listrik sebanyak dua kali lipat," ujar Iwa kepada merdeka.com, Senin (21/10).

Dari analisa ini, kata dia, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan 4000 MW listrik setiap tahun. "Pertanyaannya, mampukah pemerintah membangun itu? Faktanya tidak kan," terang dia.

Minimnya komitmen pemerintah juga terlihat dari masih rendahnya penggunaan teknologi pembangkit listrik yang mengandalkan alam seperti air. Menurut dia, pembangkit listrik tenaga air tidak mampu menyediakan listrik dalam jumlah besar jika berada dalam kondisi tertentu seperti kemarau.

"Pembangkit listrik dari air suplainya rendah karena bergantung musim. Kalau sedang kemarau, debit air menurun dan berpengaruh pada jumlah pasokan listrik yang rendah," ungkap dia.

Tidak hanya itu, bayang-bayang krisis listrik juga timbul akibat banyaknya mesin yang tidak dirawat dengan baik. Mesin-mesin yang sudah berumur tua dipaksa untuk terus berproduksi.

"Maka terjadilah overhaul. Mesin-mesin yang ada dipaksa terus bekerja di luar batas kewajaran untuk memenuhi kebutuhan listrik," terang Iwa.

Masalah pembangunan pembangkit listrik juga menjadi salah satu dari sekian banyak kendala penyediaan listrik. Menurut dia, banyak pembangkit yang sudah direncanakan pembangunannya pada akhirnya mangkrak.

"Atau kalau tidak, pembangkitnya sudah ada, tetapi transmisinya belum siap. Ada juga yang sudah selesai dibangun, tetapi masih uji coba, sedangkan untuk uji coba itu sendiri butuh waktu yang lama," tutur Iwa.

Iwa menegaskan, belum ada keseriusan baik dari pemerintah maupun PLN sendiri untuk benar-benar menyelesaikan masalah pasokan listrik yang selalu kurang setiap tahun. "Ada niatan untuk menyelesaikan, tapi PLN sendiri ternyata tidak mampu, akhirnya dipaksakan. Hal itu kemudian berdampak pada jumlah subsidi listrik yang seharusnya dapat ditekan tetapi justru semakin membengkak," pungkas dia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM), Jero Wacik, mengisyaratkan bahwa pengembangan listrik di Indonesia selalu tidak berbanding lurus dengan laju pertumbuhan permintaannya. Itu yang menyebabkan terjadinya perembetan krisis listrik mulai dari Sumatera Utara, Riau hingga Sumatera Barat.

"Kita memang masih merasakan kurang listrik. Kita juga harus kejar kejaran dengan kebutuhan kita," kata Jero Wacik dalam rapat Pansus panas bumi di DPR-RI, Jakarta, Senin (21/10).

Dia menyebut kapasitas listrik terpasang pada 2004 sebesar 26 ribu Megawatt (MW). Kemudian pada 2004-2009 bertambah sebesar 4 ribu MW menjadi 30 ribu MW.

Lalu, kapasitas listrik terpasang pada 2009-2013 bertambah lagi 16 ribu MW menjadi 46 ribu MW. "Pemerintah masih terus membangun infrastruktur listrik," kata Jero.