Sunday, October 27, 2013

3 Tanda pria yang tak siap berkomitmen

Katakepo.blogspot.com - Ketika jatuh cinta, terkadang akal wanita dikuasai oleh perasaan mereka. Hal ini membuat mereka tak bisa melihat ketika pria yang mereka cintai belum siap untuk berkomitmen. Namun sebenarnya ada beberapa tanda yang bisa dilihat ketika pria belum siap berkomitmen.

Berikut adalah tiga tanda ketika pria tak siap melangkah ke hubungan yang lebih serius, seperti dilansir oleh Genius Beauty (26/09).

1. Dia mengatakannya
Ketika pria mengatakan bahwa dia belum siap berkomitmen, jangan anggap itu sebuah lelucon. Pria yang siap berkomitmen tak akan membuat lelucon semacam itu. Jangan berharap lebih jika pria yang kalian cintai mengaku belum siap berkomitmen. Jika kalian tak bisa menerima ini, lebih baik akhiri hubungan dengan baik-baik.

2. Menjaga jarak
Biasanya wanita yang sudah siap melangkah ke hubungan yang lebih serius akan semakin mendekat pada lingkungan pria yang dicintainya. Namun jika pria itu tampaknya semakin menjauh atau menghalang-halangi niat wanita untuk semakin dekat, misalkan mengunjungi orang tua atau lainnya, itu tandanya dia belum siap. Pria yang sudah siap dengan hubungan serius akan menghapus batasan di antara kalian dan membiarkan kalian mendekat. Mereka tak akan memberikan harapan palsu.

3. Dia sering memiliki pengalaman pahit tentang cinta
Ketika seseorang sering memiliki pengalaman pahit dalam hubungannya, biasanya dia akan menjadi sedikit trauma. Hal ini membuat dia sulit menjalin komitmen. Perhatikan masa lalunya, jika dia sering mengalami patah hati dan putus cinta, terutama ketika hubungannya telah sampai di tingkat serius, bisa jadi dia tak mudah berkomitmen dengan kalian. Jika ini yang terjadi, cobalah untuk membicarakannya secara terbuka dengannya.

Itulah beberapa tanda ketika pria tidak ingin berkomitmen. Sebaiknya jangan mudah menyalah artikan kalimat atau perilaku pria sebagai ajakan untuk menjalani hal yang lebih serius. Selama dia belum dengan jelas mengajak kalian melanjutkan hubungan ke tahap serius.


Dosen palsu Yahudi mengaku dari Israel ditangkap di Polandia

Katakepo.blogspot.com - Seorang lelaki 46 tahun ditangkap di Polandia sebab berpura-pura menjadi seorang profesor asal Israel. Dia telah menipu tiga perguruan tinggi di Polandia sejak tiga tahun lalu.
Surat kabar the Jerusalem Post melaporkan, Sabtu (26/10), lelaki teridentifikasi bernama Mariusz ditangkap pekan lalu di Kota Krakow. Dia memanjangkan jenggotnya persis rabi Yahudi. Dia juga berbohong telah terdaftar dalam program studi Yahudi di Universitas Jagiellonian, Polandia.
Beberapa situs memajang foto lelaki itu dan dikaburkan. Dia dikawal sejumlah polisi menuju kantor pengadilan dalam keadaan diborgol.
"Dia menggunakan kartu identitas palsu Israel dan pelbagai dokumen semuanya palsu agar bisa dibekerjakan jadi dosen universitas," harian Rszeczpospolita melansir.
Sebelum aksinya ketahuan lelaki ini mengajar di sebuah sekolah tinggi bisnis dan ilmu sosial di Universitas Otwock, Universitas Lazark, dan di sebuah universitas di Kota Siedlce.
Laporan ini juga menyebutkan ratusan siswa telah diajarnya harus mengulang ujian mereka. Dari hasil mengajar tiga kampus itu, Mariusz mendapat penghasilan Rp 440,6 juta.

Perusahaan Indonesia sedang butuh banyak karyawan pemasaran

Katakepo.blogspot.com - Survey JobStreet mengungkapkan perusahaan di Indonesia masih minim tenaga marketing alias pemasaran. Persaingan bisnis yang ketat kini membuat perusahaan membutuhkan karyawan di bidang itu buat meningkatkan nilai jual perusahaan di masyarakat.
"Dari 72 perusahaan yang disurvei, sebanyak 37,1 persen responden menyatakan pada kuartal ke-4 2013 butuh tenaga marketing," ujar Market Communication Executive JobStreet, Aria Buditama dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Jakarta, Sabtu (26/10).
Menurut Aria, saat ini kebutuhan tenaga kerja Indonesia setelah marketing yang paling dicari adalah agen penjualan (sales) dengan permintaan mencapai 34,3 persen dari perusahaan yang diteliti.
Di sisi lain, dari survei ini turut terungkap, 44,4 persen responden yang merupakan HRD perusahaan di Tanah Air mengakui keadaan ekonomi Indonesia mengalami penurunan selama beberapa bulan ini. Akan tetapi, Aria menambahkan, mereka akan tetap melakukan ekspansi, termasuk merekrut pegawai baru karena melihat ada tanda-tanda perbaikan.
"Sebanyak 50 persen responden menyatakan prospek perkembangan industri perusahaan tempat mereka bekerja di kuartal ke-4 2013 semakin membaik," ujarnya.

Sosok Jokowi di mata teman di Fakultas Kehutanan UGM

Katakepo.blogspot.com - Menghadiri reuni akbar alumni Fakultas Kehutanan UGM, Sabtu (26/10), Jokowi berjumpa dengan sejumlah sahabatnya saat kuliah. Kedatangan Jokowi tersebut disambut hangat oleh sejumlah sahabatnya. Di antaranya Sigit dan Hardanto, yang merupakan teman akrab Jokowi sewaktu kuliah. Menurut Sigit, jokowi tidak banyak berubah. Sejak dari kuliah Jokowi hingga sekarang, tetap sederhana, low profile dan baik.

"Dari dulu nggak berubah, seperti ini, cuma waktu kuliah dulu aktif organisasi di Mapala," ujar Sigit.

Senada dengan Sigit, Hardanto yang juga kawan akrab Jokowi mengatakan sosok Jokowi tidak banyak perubahan. Salah satu hal yang tidak berubah adalah kecintaan Jokowi terhadap musik rock.

"Jokowi dulu itu terkenalnya pendiam, tapi diam-diam gila dengan musik rock. Orangnya juga lurus-lurus saja, nggak pernah yang ekstrem," kenang Hardanto.

Pengalaman paling berkesan bagi Sigit dan Hardanto saat bersama dengan Jokowi adalah ketika liburan mereka bertiga melakukan touring dengan sepeda motor ke sarangan.

Karena kondisi jalan yang licin, Hardanto dan Jokowi yang berboncengan tergelincir dan jatuh. Beruntung tidak adalah luka berat.

"Namanya anak muda waktu itu suka motor-motoran, touring ke Sarangan dari Tawangmangu, pas tikungan ngglundung sama Jokowi," kata Hardanto.

Selain Hardanto dan Sigit, Gunung seorang teman Jokowi yang juga hadir dalam reuni tersebut mengtakan Jokowi saat kuliah terkenal rajin kuliah. Meski demikian Jokowi juga pernah titip absen saat kuliah. "Rajin kalau kuliah, tapi ya kadang juga pernah titip absen," kata Gunung.


Jago naik gunung

Sebagai salah satu anggota Mapala sewaktu kuliah di Fakultas Kehutanan UGM, Jokowi pernah menaklukkan Gunung Kerinci pada tahun 1983. Bagi Jokowi kenangan menaiki Gunung Kerinci merupakan salah satu kenangan yang selalu dia ingat. Pasalnya, saat itu dari 16 pendaki yang ikut, Jokowi paling lebih dulu mencapai puncak Kerinci.

"Badan saya waktu itu lebih kurus dari sekarang, yang lain gede-gede badannya, tapi saya yang nomor satu sampai di puncak," cerita Jokowi saat menghadiri reuni Fakultas Kehutan UGM, Sabtu (26/10) di Fakultas Kehutanan UGM.

Dia bercerita, saat itu dia dan keenam belas rekannya yang tergabung dalam Mapala Silfagama mengadakan pendakian ke kerinci. Mereka naik bus ke Jakarta, lalu menyebrang ke Sumatera, lalu lanjut lagi dengan bus yang berbeda ke Padang lalu ke Kerinci.

"Perjalanan sekitar dua hari, nggak mandi, kucel, waktu itu juga nggak punya duit jadi naik bus putus-putus jadi lebih irit," ujar Jokowi.

Meski demikian Jokowi senang karena akhirnya dia berhasil mendaki gunung kerinci nomor satu dibanding temannya yang lain.
Selain pengalaman ke kerinci, Jokowi juga pernah terperosok ketika melakukan pendakian di gunung Lawu.

"Pernah juga kepleset di Lawu, lupa tahun berapa itu, serulah waktu masih muda," kata Jokowi. Meski sudah tidak lagi muda, Jokowi masih siap jika ditantang untuk naik gunung lagi.

Loyalis Anas ini sebut SBY makin paranoid di akhir masa jabatan

Katakepo.blogspot.com - Hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluh dan mencurahkan isi hatinya terhadap pemberitaan media yang memojokkan partainya atas kasus korupsi. Tindakan ini dinilai mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cilacap, Tri Dianto sebagai wujud ketakutan SBY.

"Saya kira SBY menjelang berakhirnya masa jabatan makin paranoid, semua disalahkan bahkan media yang jelas-jelas punya undang-undang kebebasan pers saja disalahkan, media itu memberitakan sesuatu itu kan pasti punya data dan bisa dipertanggungjawabkan tidak mungkin media memberitakan sesuatu itu tanpa data dan tanpa pertanggungjawaban," ungkap Tri Dianto saat dihubungi wartawan, Sabtu (26/10).

Loyalis Anas Urbaningrum ini mengaku wajar media memberitakan Partai Demokrat, karena memang partai berlambang bintang mercy tersebut sudah melenceng dari partai yang bersih, santun dan demokratis. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya kader-kader bermasalah dengan hukum.

"Wajar Partai Demokrat itu diberitakan oleh media, saya saja sebagai mantan kader partai demokrat merasa malu dengan situasi di partai demokrat akhir-akhir ini," jelasnya.

Menurut pria beristri tiga ini, pemberitaan di media didorong dari banyaknya kader bermasalah dari kasus korupsi, dan tidak berjalannya demokrasi di tubuh Demokrat. Oleh karenanya, SBY disarankan untuk tidak memperkeruh suasana di Demokrat dengan melampiaskan kemarahan kepada media.

"Saya berharap SBY segera melakukan pembaharuan di partai demokrat dengan mengganti sebagian besar pengurus yang indikasi melakukan tindakan korupsi bukan malah sebaliknya menyalahkan media-media,"tutup dia.