Monday, October 28, 2013

Banyak Survei Abal-abal, Media Diminta Teliti

Katakepo.blogspot.com - Jakarta,Periset dari Founding Fathers Foundation, Dian Permata mengatakan mudah membuktikan mana survey yang abal-abal dan sungguhan. Cukup dengan memeriksa level of confidence, margin of error, dan jumlah responden dari survei dengan rumus yang sudah tersedia.
"Ini penting buat media yang akan mempublikasikan hasil survei," kata Dian pada konferensi pers hasil survey elektabilitas calon presiden oleh Political Weather Station di Jakarta, Ahad, 27 Oktober 2013. Media, kata Dian, harus cermat memeriksa hasil survey agar publik tak mendapat informasi yang sumir. Dian percaya survei politik akan makin banyak jumlahnya jelang Pemilu 2014.

Dian kemudian mendomenstrasikan cara membuktikan hasil survei yang dirilis PWS. Dengan 1.070 responden, level of confidence 95 persen, dan margin of error plus minus 3 persen, didapatkan jumlah responden sebanyak 1.067. Artinya responden dari hitungan rumus hanya terpaut 3 dari jumlah responden yang dilansir lembaga survei.

Selain itu, kata Dian, tingkat kepercayaan hasil survei juga bisa dilihat dari metode pengambilan sampel. Metode pengambilan sampel yang paling tepat untuk survei calon presiden di Indonesia, kata Dian, adalah multistage random sampling. "Karena di sini sistemnya one man one vote," kata Dian.

Dengan menggunakan cara-cara pengujian itu, Dian yakin media bisa menyajikan mana hasil survei yang layak dipublikasikan dan mana yang tidak. Minimal, kata Dian, hasil surveinya sudah tepat secara metode.

Jeremy Teti Menanti 19 Tahun Menjadi Diri Sendiri

Katakepo.blogspot.com - JEREMY Teti, 45 tahun, menyimpan banyak bakat.Sejak duduk di bangku kuliah, Jeremy sudah rajin mengikuti beragam jenis audisi. "Ada lomba apa saja, saya pasti ikut. Lomba foto, lomba model catwalk, sampai lomba menyanyi juga pernah ikut," tuturnya. Enggak heran dia bisa menyanyikan "BBM Campuran" dan menarik banyak peminat.
Saat mengikuti seleksi penyiar berita di SCTV 19 tahun lalu, ia lolos audisi. Proses berjalan panjang. Dimulai dari menjadi reporter lapangan, duduk di depan kamera membawakan berita hingga memproduseri program berita.
"Jangan kira di TV itu kerjanya enak. Kerjanya pahit. Sejak 2010 saya sudah ingin mengundurkan diri. Saya saat itu mengerjakan lima jenis pekerjaan sekaligus. Saya membacakan berita, mengurus reporter-reporter baru, mengurus penampilan para presenter di layar kaca, dari gaya membawakan berita sampai masalah rambut. Karena banyaknya tugas, saya bertanya, bisakah ada 'hitungan' lebih untuk saya? Sebenarnya wajar. Tapi apa respons yang saya dapat? Katanya, 'Kalau mau keluar, keluar saja. Enggak usah banyak mengeluh.' Aduh! Segitunya banget. Waktu itu saya belum ada pijakan, jadi saya berusaha bertahan," ceritanya.
Seorang penyiar memiliki citra baik dan populer. Tapi kehidupan di dalamnya penuh perjuangan. Tahun ini, sejak meledak video "BBM Campuran" di YouTube, banyak PH dan stasiun televisi memberi tawaran program.
Inilah saatnya! "Setelah 19 tahun ya, bok! Banyak yang bilang waktu saya siaran, kayak ada yang tertahan! Memang iya. Pengin improvisasi tetapi enggak total karena saya dibatasi pakem-pakem hard news. Itu saja saya sudah memberanikan diri keluar batas, dengan permainan intonasi yang mengambang. Akhirnya setelah 19 tahun, saya bisa all out. Sekarang mau ngapain saja, ayo. Disuruh pakai wig ala JLo, pakai baju Doraemon, ayo saja, hahaha," selorohnya.

Datang ke UGM, Jokowi 'Dikerjain' Rektor

Katakepo.blogspot,com - Yogyakarta,Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi menyambangi kampus almamaternya, Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk menghadiri rangkaian kegiatan Reuni Emas Fakultas Kehutanan Angkatan 1963-2013 pada Sabtu, 26 Oktober 2013.

Panitia reuni mengundang Jokowi untuk berbicara dalam seminar dialog tokoh bertema "Hutan untuk Kemakmuran rakyat". Jokowi menjadi pembicara bersama Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Rektor UGM Pratikno.

Saat berbicara di dalam diskusi, Pratikno sempat mengatakan, Jokowi pasti memiliki banyak kenangan di Kampus Biru, julukan UGM. "Entah kenangan mendapatkan cinta atau malah ditolak," ujar dia.

Namun, Pratikno mengaku yakin banyak alumni perempuan yang datang di acara itu merasa kecewa apabila pernah menolak Jokowi. "Ibu-ibu alumni yang pakai baju putih pasti ada yang berharap gedung lama kampus kehutanan segera dibongkar, biar kenangan pahitnya hilang," ujar Pratikno bergurau.

Acara yang digelar di pelataran hall pintu masuk Gedung Pusat UGM sisi utara alias Balairung UGM itu disesaki ratusan mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan. Belasan teman-teman satu angkatan dengan Jokowi juga tampak mengenakan baju berwarna putih, meniru pakaian yang dikenakan oleh bekas Wali Kota Solo itu.

Sejak Jokowi datang menghadiri acara tersebut, pada Sabtu siang, peserta diskusi banyak mengelu-elukan nama Jokowi. Dia bahkan sudah dikerubuti mahasiswa dan alumni UGM untuk meminta foto bersama sejak pertama datang. Acara pun sempat tertunda setengah jam karena puluhan mahasiswa dan alumni UGM terus bergantian mengambil gambar Jokowi ketika duduk bersama Menteri Zulkifli di panggung pembicara.

Seusai berbicara di diskusi yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu, ratusan Mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan UGM lintas generasi kembali memuaskan keinginannya untuk berfoto bersama Jokowi. Sekitar setengah jam Jokowi bersedia meladeni permintaan foto bersama di tangga depan Gedung Pusat UGM sisi utara.

Jokowi juga meladeni permintaan foto bersama dari belasan mahasiswa anggota Mapala Silvagama, organisasi di Fakultas Kehutanan UGM, tempatnya aktif menjadi pecinta alam semasa kuliah. Jokowi bersedia memakai seragam resmi Mapala Silvagama yang diberikan juniornya kepada dia di akhir acara. Seragam itu berkelir hitam dengan nama bet Jokowi dan nomor anggota 0261.

Kehebohan masih berlanjut ketika Jokowi melangkahkan kaki untuk menyambangi kampus Fakultas Kehutanan, yang berjarak 200-an meter dari Gedung Pusat UGM. Teman-temannya semasa kuliah menggiring Jokowi memasuki aula pertemuan di bagian depan Fakultas Kehutanan. Di sana, ratusan orang kembali memuaskan keinginannya berfoto bersama Jokowi.

Studi: Dokter Perempuan Lebih Perhatian ke Pasien

Katakepo.blogspot.com - Montreal, Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari University of Montreal, Kanada, mengungkapkan bahwa kualitas perhatian yang diberikan dokter perempuan jauh lebih tinggi ketimbang dokter pria. Meski demikian, produktivitas dokter pria lebih tinggi ketimbang dokter perempuan.

Dalam studinya, tim peneliti mempelajari informasi billing lebih dari 870 dokter (setengahnya adalah perempuan) di Quebec, Kanada, terhadap prosedur dalam menangani pasien diabetes manula.

"Perempuan punya skor yang lebih tinggi secara signifikan dalam hal kepatuhan pada pedoman praktek. Mereka lebih cenderung memberikan resep yang direkomendasikan dan merencanakan pemeriksaan yang dibutuhkan," kata peneliti Valerie Martel, seperti dilansir Times of India, Minggu, 28 Oktober 2013.

Untuk menilai kualitas pelayanan, para peneliti menggunakan rekomendasi Asosiasi Diabetes Kanada yang memberikan pedoman yang jelas untuk pengobatan klinis atas penyakit tersebut.

Semua pasien adalah mereka yang berusia 65 tahun ke atas, yang mesti melakukan penilaian mata oleh dokter mata setiap dua tahun. Mereka juga mesti menerima tiga resep obat tertentu, termasuk statin, dan dianjurkan melakukan pemeriksaan medis komplet setiap tahunnya.

Peneliti mampu mengukur variabel-variabel tersebut karena bank data badan penjaminan kesehatan publik Quebec memiliki informasi komprehensif pada setiap prosedur medis. Pada setiap kasus, tes statistik mengkonfirmasi perbedaan yang signifikan antara dokter pria dan wanita.

Di antara dokter paruh baya, sebanyak 75 persen dokter perempuan, sebagai contoh, meminta pasien mereka melakukan pemeriksaan mata. Sementara pada dokter pria, angkanya hanya 70 persen. Adapun sebanyak 71 persen dokter perempuan meresepkan obat yang direkomendasikan. Pada dokter pria, angkanya hanya 67 persen.

Proporsi dokter perempuan yang meresepkan statin sebesar 68 persen, sementara dokter laki-laki hanya 64 persen. Selain itu, sebanyak 39 persen dokter perempuan secara spesifik meminta pasien mereka melakukan pengobatan secara komplet. Sedangkan pada dokter laki-laki berjumlah 33 persen.

Dalam hal produktivitas, yang terjadi adalah kebalikannya. Dokter laki-laki dilaporkan menangani lebih dari 1.000 pasien per tahun dibanding dokter perempuan. Namun laporan ini tidak menyebutkan berapa jumlah pasien yang ditangani dokter perempuan.

Setelah Kpop, Korea Selatan mau jejali Indonesia dengan Kfood

Katakepo.blogspot.com - Banyak pengusaha asal Korea Selatan menganggap Indonesia sebagai pasar potensial. Berbagai perusahaan ritel, pangan, dan lainnya ingin menyusul kesuksesan perusahaan elektronik maupun ponsel yang sudah lebih dahulu masuk Indonesia.

"KPop dan KDrama sudah dikenal masyarakat Indonesia. Sekarang kami mempopulerkan KFood," kata Konselor Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan Perubahan Iklim, Kedutaan Besar Korsel di Indonesia Lee Mira di Jakarta, Minggu (27/10).

Festival Kuliner Korea Selatan digelar di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan. Berbagai masakan khas Korea dan lomba masak memeriahkan gelar kuliner tersebut.

Untuk masuk ke Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, Korea Selatan akan menjalin kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia mengenai sertifikasi halal untuk makanan. Lee Mira meyakini masyarakat Indonesia akan lebih mudah menerima masakan Korea, karena memiliki banyak kemiripan.

"Kami melakukan diskusi detail dengan MUI mengenai sertifikasi halal untuk makanan.Dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan MUI," kata Lee Mira.