Wednesday, October 30, 2013

Mengenal Nyoman Anjani, Presiden BEM tercantik se-Indonesia

Katakepo.blogspot.com - Penyanyi cantik Jennifer Lopez pernah berkata kecantikan hanyalah kulit luar. Namun yang sangat penting adalah adanya keseimbangan antara pikiran, tubuh, dan jiwa. Pernyataan ini bisa disematkan pada sosok wanita cantik asal Bandung Nyoman Anjani.

Nyoman adalah inspirasi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Terutama perempuan. Kampus teknik tertua di tanah air itu kini dipimpin seorang 'presiden' cantik. Tapi memiliki keseimbangan antara pemikiran dan jiwanya. Sifatnya juga energik.

Nyoman terpilih menjadi Ketua Kabinet KM ITB periode 2013 - 2014. Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin angkatan 2009 itu juga sekaligus mematahkan bahwa gender bukanlah jaminan bisa tidaknya memimpin suatu organisasi. Apalagi ITB kampus terkemuka di Indonesia.

Sebelum melangkah sebagai presiden tentu Nyoman memiliki strategi di dunia kemahasiswaan. Ia pun memegang prinsip bahwa ketika dirinya meninggalkan jejak harus ada manfaat yang diambil si penerus.

Berbekalkan program Ekpedisi Pelita Muda Indonesia ia yakin ini adalah role kemajuan dunia kemahasiswaan Indonesia.

Ekspedisi Pelita Muda Indonesia merupakan ekspedisi ilmiah yang bertujuan untuk melakukan community development di daerah tertinggal melalui penyaluran teknologi tepat guna oleh mahasiswa ITB.

"Saya pikir, kalau saya mati muda, saya bakal ikhlas, karena jika sudah bermanfaat banyak hal yang bisa diteruskan buat orang lain. Saya pun merasa ketika saya sudah lulus harus meninggalkan hal-hal yang bermanfaat buat adik saya," terang Nyoman.

Dia menambahkan mahasiswa melalui kegiatannya itu tak seharusnya bersifat 'eventual'. Justru melalui program ini kebutuhan daerah tertinggal bisa diperbaiki.

Semifinalis Putri Indonesia 2010 ini ingin mengajak mahasiswa ITB itu bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat, terutama di daerah tertinggal. Dengan notabene mahasiswa, daerah tertinggal pasti membutuhkan tenaga terdidik.

"Semua ini sedang dalam proses, saya ingin ini bisa terealisasi," ujar cewek yang hobi fotografi ini. Kata dia, program ini merupakan angan-angan terbesar dalam hidupnya. Daerah terpencil biasanya membutuhkan pergerakan mahasiswa.

Layaknya memimpin pemerintahan, Ketua KM ITB selain menjual program tak jarang juga dihadapkan dengan masalah yang harus dipikirkan jalan keluarnya. Memimpin sekelompok mahasiswa yang bersifat heterogen diakuinya bukanlah suatu hal mudah.

Karenanya ia selalu berusaha dekat dengan mahasiswa, sehingga seorang pemimpin selalu tahu apa yang dibutuhkan mahasiswanya.

"Masalah internal ITB, misalnya di mana setiap semesternya mahasiswa diharuskan membayar Rp 10 juta maksimum. Ini banyak yang enggak sanggup, Kita cari bantuan dengan mencari beasiswa, sekarang bisa jadi Rp 4 juta," kisahnya.

Sebagai mahasiswa sikap kritis itu juga selalu hadir untuk mengawal pemerintahan yang ada. 'Presiden' kampus di sini berperan besar untuk menjadi bagian dari pergerakan itu.

"Sekarang kecenderungan mahasiswa yang tidak langsung berdampak kepada dirinya sangat sulit, misalnya mengajak demo soal kebijakan pemerintah, tapi kalau diajak demo untuk hal yang sifatnya merugikan pribadi baru mau, misalnya adanya penggusuran atau biaya kuliah. Itu sih manusiawi. Tapi bagaimana caranya sebagai pemimpin harus bisa membangkitkan rasa peduli itu," ucap cewek yang mengaku masih jomblo ini.

Suka duka sudah dilalui perempuan yang tergabung dalam kelompok pecinta alam ini, selama memimpin mahasiswa ITB. Tak kadang dilecehkan, tak jarang juga menuai pujian karena keberaniannya.

Namun semua itu ia jalani dengan ikhlas dan penuh keyakinan untuk terus berkarya dan membawa ITB menjadi kampus yang bisa terus memberi sumbangsih bagi bangsa dan negara.

Pergi berwisata, Kampret cabuli ABG kenalannya hingga hamil

Katakepo.blogspot.com - Kasus pencabulan terhadap ABG marak di Wonogiri, Jawa Tengah. Dalam waktu hampir bersamaan, polres setempat berhasil mengamankan dua orang lelaki tak bertanggung jawab. Keduanya dilaporkan oleh keluarga korban, karena telah melakukan tindak asusila, bahkan salah satu korban diperlakukan tidak senonoh hingga hamil.

Informasi yang dihimpun merdeka.com di kepolisian menyebutkan, kedua pelaku pencabulan tersebut masing-masing bernama Paidi alias Kampret (34) warga Dusun Karang Talun RT 3 RW 3 Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri. Sedangkan pelaku lainnya bernama Andi (20), warga Dusun Dungwinong Desa Mlokomanis, Kecamatan Ngadirojo.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani kepada wartawan mengatakan, Paidi yang sudah memiliki istri dan dua anak tersebut melakukan tindakan pencabulan terhadap Hs (17), warga Desa Wonokerto Kecamatan Kota. HS tercatat sebagai siswa kelas 1 salah satu SMA di Sukoharjo.

"Paidi kami tangkap hari Minggu 27 Oktober kemarin di rumahnya. Sekarang kita tahan di Mapolres Wonogiri," kata Tanti di Wonogiri, Selasa (29/10).

Menurut Tanti, Paidi sesuai pengakuannya telah mencabuli korban sebanyak dua kali pada pertengahan Oktober lalu. Yakni di obyek wisata Tawangmangu, Karanganyar dan Batu Seribu Sukoharjo. Perkenalan korban dengan tersangka melalui SMS, dari nomor handphone yang diberikan oleh teman tersangka.

"Beberapa kali SMS mereka lantas janjian. Di dua lokasi wisata itu korban dipaksa untuk berhubungan intim dengan ancaman. Namun takut perbuatan tersangka terulang, korban segera melaporkan Paidi ke keluarganya. Hingga mereka melapor ke polisi," paparnya.

Sementara itu tersangka Andi ditangkap polisi gara-gara telah mencabuli Dt (13) berkali-kali hingga hamil 2 bulan. Andi melakukan perbuatan bejatnya pada pertengahan Juni 2013 lalu, di rumah pelaku.

"Modusnya hampir sama, pencabulan dilakukan di rumah pelaku dengan paksaan. Akibatnya Dt diketahui hamil 3 bulan," katanya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 300 juta.

Berdandan seperti laki-laki hanya demi impian mengemudi

Katakepo.blogspot.com - Kaum hawa di Arab Saudi boleh jadi mengakui hasrat mengemudi bisa muncul sejak dini. Larangan mengemudi bagi perempuan di Saudi tak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap menikmati bagaimana rasanya berada di balik kemudi.

Seorang wartawati Saudi Buthaina Al-Nasr mengenang masa remajanya ketika dia menyamar menjadi pria untuk bisa mengendarai mobil kakak laki-lakinya, seperti dilansir stasiun televisi CNN, pekan lalu.

Di usia 14 tahun Buthaina mengaku sempat meminjam mobil itu untuk berkeliling kebun yang lokasinya jauh dari tengah kota dan pengawasan polisi.

Ketika bermain dengan teman-teman perempuan lain, Buthaina juga menceritakan bagaimana mereka berusaha menyetir mobil tanpa diketahui orang lain. Satu-satunya cara adalah dengan menyamar.

"Kami berdandan seperti laki-laki dan bermain-main sepuasnya."

Pada 1991 sebanyak 47 perempuan melancarkan protes atas pelarangan mengemudi. Mereka menyetir di jalanan Ibu Kota Riyadh. Hasilnya: puluhan wanita itu ditahan. Mereka dilarang bepergian dan diberhentikan dari tempat kerja.

Tapi hasrat mengemudi tetap tak bisa dibendung lagi.

Pada 2011 seorang pegiat perempuan Manal Al-Sharif mengunggah video saat dia menyetir mobil di Saudi ke situs media sosial YouTube. Akibat perbuatannya itu dia menghabiskan waktu sembilan hari di penjara. Hukum belum berubah.

Sabtu pekan lalu sejumlah perempuan kembali melancarkan kampanye mengemudi bagi kaum hawa. Mereka berhasil mengumpulkan 16 ribu tandatangan melalui petisi di Internet dan ramai-ramai mengemudi di jalanan kota.

Buthaina kini memang tinggal di Libanon. Di sana dia bebas mengemudi seperti kaum pria. Menurut ibu satu anak itu bagaimana pun pada akhirnya pemerintah Saudi harus mencabut larangan mengemudi itu bagi perempuan.

Suatu impian konyol yang masih terus diidamkan kaum perempuan Saudi. Hingga mereka masih memimpikan bisa berada di balik kemudi tanpa harus berdandan seperti laki-laki.

"Impian seorang gadis Saudi harusnya bagaimana dia mencapai bulan..bukan mengendarai mobil," kata dia.

Lima negara paling rasis

Katakepo.blogspot.com - Baru-baru ini surat kabar the Washington Post menerbitkan laporan tentang perilaku sosial di berbagai negara. Jajak pendapat bernama World Value Survey itu menampilkan data-data dari negara-negara yang warganya dianggap rasis dan toleran.

Menurut survei yang diterbitkan Juni lalu itu Inggris menjadi negara paling toleran di antara negara lain.

Laporan itu sesuai dengan studi terhadap 80 negara dalam tiga dekade terakhir yang menyebutkan Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia termasuk negara yang paling bisa menerima kebudayaan lain dan paling toleran.

Survei diterbitkan Washington Post itu menanyakan kepada sejumlah individu tentang orang seperti apa yang mau mereka terima untuk hidup berdampingan.

Menurut peneliti, masyarakat yang individunya tidak mau hidup berdampingan dengan ras lain maka dianggap rasis.

Negara mana sajakah yang termasuk paling rasis menurut survei itu? Berikut ulasannya seperti dilansir surat kabar the Daily Mail.

1. Yordania

Menurut jajak pendapat World Value Survey, sebanyak 51,4 persen dari jumlah 6,5 juta penduduk Yordania menolak hidup berdampingan dengan ras lain.

Negara pendiri Liga Arab ini termasuk negara tingkat ekonomi menengah-atas. Yordania berbatasan dengan Arab Saudi di sebelah utara dan timur, Irak di sebelah timur laut, Suriah di sebelah utara, Palestina dan Israel di sebelah Barat.

Karena berada di Timur Tengah yang secara geopolitik selalu mengalami gejolak, Yordania kerap menjadi negara tujuan pengungsi dari negara-negara tetangganya.

2. India

Survei World Value menyatakan dari 1,2 miliar penduduk India, sebanyak 43,5 persen dinilai menolak hidup berdampingan dengan ras lain.

Negeri Sungai Nil yang merdeka pada 1947 ini dikenal dengan peradaban kebudayaannya yang cukup mendunia. Namun ternyata hal itu belum cukup untuk membuat warga India bisa menghargai ras lain.

India merupakan negara terbesar kedua penduduknya setelah China. Dengan banyaknya penduduk itu masalah ras menjadi hal yang "lumrah". Belum lagi masalah perbedaan keyakinan.

3. Malaysia

Dalam catatan World Value Survey sebanyak 20 hingga 39,9 persen rakyat Malaysia termasuk rasis.

Di Malaysia sendiri ada tiga etnis besar yang selama ini kerap bersinggungan dalam masalah sosial. Etnis Melayu menjadi yang terbesar, diikuti China, dan India.

Namun selama ini dari segi ekonomi dan pendidikan etnis Melayu atau bumiputera masih kalah dari etnis China.

Karena itulah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bulan lalu mengumumkan kebijakan yang akan mengistimewakan etnis Melayu di lapangan pekerjaan dan perumahan.

"Malaysia tidak akan sanggup mencapai target pembangunan menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2020 jika etnis terbesar (Melayu) diabaikan dalam partisipasi ekonomi," kata dia dalam siaran televisi di Universitas Teknologi Mara, seperti dilansir surat kabar the Wall Street Journal, Ahad (15/9).

Kebijakan baru ini kembali mengingatkan peristiwa empat dekade lalu saat etnis Melayu marah dengan banyaknya etnis China lebih kaya. Kerusuhan itu menyebabkan banyak korban tewas dan sejumlah bangunan terbakar.

4. Indonesia

Survey yang diterbitkan koran the Washington Post itu menyebutkan sebanyak 30-39,9 persen penduduk Indonesia termasuk kategori rasis.

Dalam hal rasisme, Indonesia tidak berbeda jauh dengan kondisi di Malaysia, di mana etnis China dipandang lebih sukses dari segi ekonomi dan pendidikan hingga membuat warga etnis lain iri.

Peristiwa kerusuhan Mei 1998 menjadi catatan kelam dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Ketika itu sebagian besar korban kerusuhan merupakan etnis China.

5. Arab Saudi

Dari 29,1 juta penduduk Arab Saudi ada30-39,9 persen warga yang dianggap rasis.

Negara mayoritas muslim ini dikenal sebagai negara kaya minyak kedua di dunia dan menerapkan ajaran Islam ketat berpaham Wahabi.

Saudi berbatasan dengan Yordania dan Irak di sebelah utara, Kuwait di sebelah timur laut, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab di sebelah timur, Oman di sebelah tenggara, dan Yaman di selatan.

Di Saudi kini sedikitnya ada sebanyak sembilan juta warga asing terdaftar dan dua juta lagi imigran ilegal.






Pasangan Kristen berpesan penuh kebencian pada pelayan gay

Katakepo.blogspot.com - Seorang pelayan restoran gay asal Negara Bagian Kansas, Amerika Serikat tidak mendapatkan duit lebih setelah memberikan pelayanan luar biasa pada pasangan Kristen. Pasangan dilayaninya itu malah memberikan pesan penuh kebencian.

Situs advocate.com melaporkan, Selasa (29/10), pesan tulisan itu berbunyi, "Terima kasih atas pelayanan Anda. Kami tidak bisa memberikan uang lebih sebab bertentangan dengan nurani kami. Gaya hidup homoseksual Anda merupakan penghinaan pada Tuhan. Gay tidak pernah berbagi kekayaan Tuhan dan Anda tidak akan pernah berbagi pada kami. Kami harap Anda bisa keluar dari gaya hidup homoseksual dan merencanakan hidup Anda. Kasih Tuhan tidak pernah terlambat. Semoga Tuhan mengampuni Anda," pasangan itu menuliskan.

Niat pasangan ini malah menjadi bumerang lantaran malah banyak orang mendukungnya. Bahkan secara khusus beberapa orang berpesan agar tidak menghina pelayan gay itu.

Salah satu pendukung malah seorang mantan pendeta bernama Marvin Baker kini membimbing ibadah bagi kaum gay. "Saya marah. Saya katakan kasih Tuhan tidak seperti itu. Kasih Tuhan tidak ada kebencian," ujarnya.

Pelayan itu menolak berkomentar kasus dialaminya. Dia bilang acapkali kebencian justru malah melahirkan kebaikan dan dukungan.