Tuesday, November 5, 2013

16 Mal Baru Padati Pinggiran Jakarta

Katakepo.blogspot.com - Moratorium pembangunan pusat belanja di wilayah administrasi DKI Jakarta memang belum dicabut. Implikasinya, orientasi pengembangan bergeser ke kawasan pinggiran. Mudah ditebak bila Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi merupakan wilayah sasaran pembangunan pusat belanja baru.

Data yang dilansir Colliers International Indonesia menunjukkan bahwa hingga 2016 mendatang akan berdiri enambelas (16) pusat belanja baru seluas 617.585 meter persegi di pinggiran Jakarta. Delapan (8) di antaranya berada di area Bekasi yakni Grand Galaxy City Mall, Bekasi Junction, GRand Metropolitan Mall, Ciputra Mal CitraGran, Summarecon Mall Bekasi, AEON Deltamas, Bekasi Trade Center 2, dan Living World Jababeka.

Sementara sejumlah lainnya terdistribusi merata di wilayah Tangerang sejumlah 4 mal yakni The Breeze BSD City, Cimone City Mall, Bintaro Xchange, dan AEON BSD City. Depok dan Bogor masing-masing 2 mal yakni Plaza Cibubur Extension, Cinere Bellevue Suite, Cibinong City Mall dan Cimandala City Mall.

Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan ulasan bisnis properti beberapa waktu lalu menuturkan, Bekasi mendominasi koleksi pusat belanja baru karena wilayah ini memang sedang mengalami laju pertumbuhan yang sangat pesat.

"Tidak saja karena banyaknya properti perumahan yang dibangun, dimotori oleh Summarecon Bekasi, Sinarmas Land, dan pengembang lainnya, yang mempengaruhi lonjakan kebutuhan pusat belanja. Kalangan menengah Bekasi yang memiliki kemampuan daya beli, tidak kalah jumlahnya dengan Tangerang," ujar Ferry.

Eskalasi semakin intensif saat permintaan juga terus bertumbuh dari sisi peritel, baik asing maupun lokasl. Mereka telah merancang rencana strategis guna mendukung langkah ekspansi.

Menurut Country Head Jones Lang LaSalle Indonesia Todd Lauchlan potensi demografis  memberikan keuntungan bagi sektor ritel.

"Meningkatnya populasi kelas menengah, urbanisasi yang pesat serta pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi daya tarik bagi peritel untuk mengembangkan sayap bisnis mereka yang menjadi pendorong permintaan ruang ritel di pinggiran Jakarta," tuturnya.

Bertambahnya ruang ritel di Bodetabek tersebut menyebabkan merosotnya tingkat hunian dari sebelumnya 85,7 persen menjadi 81,2 persen.

Gubernur Bali Usulkan Larangan Wisatawan ke Pura

Katakepo.blogspot.com - DENPASAR,Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengusulkan larangan bagi wisatawan untuk mengunjungi pura dalam kurun lima tahun ke depan sebagai respons atas pro dan kontra penetapan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

"Kesimpulan saya sementara, mungkin sudah saatnya pura itu tidak boleh dinyatakan lagi sebagai daya tarik wisata," katanya saat menutup Sarasehan Pembangunan Pariwisata Bali ke Depan di Denpasar, Selasa (5/11/2013).

Sarasehan tersebut fokus utamanya membahas 11 kawasan di Bali yang ditetapkan sebagai KSPN berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional.

Besakih, Gunung Agung, dan kawasan sekitarnya di Kabupaten Karangasem disoroti berbagai kalangan supaya dikeluarkan dari status KSPN karena dinilai dapat mengganggu nilai kesucian dan PP itu dianggap memunculkan celah munculnya fasilitas pariwisata di sekitar tempat suci.

"Kita wajib untuk menjaga semuanya itu. Kalau perlu barangkali dan kami harus berbicara dengan kalangan pariwisata, pura itu dalam radius tertentu tidak boleh didatangi wisatawan," ujar Pastika.

Mantan Kapolda Bali ini menyadari bahwa pura memang untuk bersembahyang, jika didatangi banyak orang, maka mereka yang beribadah akan terkontaminasi.

Selain wisatawan, di sekitar kawasan pura bermunculan para pedagang. Belum lagi warung-warung yang memutar musik dengan nada keras. Hal itu tidak saja mengusik kekhusyukan umat yang beribadah, melainkan juga mempersempit kawasan suci di pura.

Pastika menyayangkan adanya informasi keliru di media yang memosisikan dirinya seolah-olah akan merusak kawasan suci akibat penetapan status KSPN. "Jadi saya pikir minimal selama masa pemerintahan saya, lima tahun ke depan saya tutup semuanya itu. Jadi Besakih tidak lagi sebagai kawasan wisata, begitu juga Batur dan setidaknya pura yang berstatus Sad Kahyangan," katanya.

Pemerintah daerah juga akan menata dan menggusur pedagang di sekitar kawasan pura, meskipun berisiko secara sosial.

Dia menganggap upayanya mengeluarkan pura sebagai daya tarik wisata menjadi cara paling aman untuk menjaga kesucian pura karena tidak ada yang bisa menjamin juga kalau wisatawan yang datang itu sedang tidak datang bulan.

Selain itu, Pastika juga akan lapor kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (6/11/2013) dalam kunjungan kerjanya serangkaian Bali Democracy Forum supaya pelaksanaan 11 tempat yang masuk KSPN ditunda.

"Saya akan lapor bahwa PP No 50/2011 itu belum bisa diberlakukan di Bali dan mohon dipertimbangkan. Seluruhnya saja, tidak hanya Besakih, saya pikir tidak masalah," katanya.

Menurut Pastika, pihaknya juga akan segera membentuk tim pengkajian terhadap usulannya itu dan upaya terbaik menyikapi persoalan KSPN. Di sisi lain, akan dibentuk semacam lembaga otoritas yang mengurusi penataan pura selama tidak dijadikan daya tarik wisata.

Sarasehan yang berlangsung empat jam itu dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, mulai dari Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prof I Gde Pitana, unsur Parisada Hindu Dharma Indonesia, Majelis Utama Desa Pakraman, akademisi, pelaku pariwisata, pemangku (pimpinan pura) dan Bendesa Desa Pakraman Besakih dan sebagainya.

Ini Cara Murah Turunkan Risiko Sakit Jantung

Katakepo.blogspot.com - Risiko menderita penyakit kardiovaskuler ternyata bisa diturunkan dengan cara yang mudah dan murah. Cukup rajin sikat gigi, risiko menderita penyakit jantung dan pembuluh darah bisa berkurang.

Ini merupakan kesimpulan para peneliti dari Columbia University’s Mailman School of Public Health.  Para ilmuwan ini meneliti apakah membersihkan, menyikat, dan kunjungan rutin ke dokter gigi mempengaruhi penebalan dinding arteri karena kalsium, kolesterol, dan zat lainnya dalam aliran darah. Hasil studi ini dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association.

Penemuan ini menegaskan hubungan kuat antara kebersihan oral dan pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis). Aterosklerosis merupakan faktor utama penyebab stroke dan serangan jantung. Pengerasan pembuluh darah juga  berhubungan penyakit jantung koroner dan arteri tepi.

"Hasil ini penting sekali, karena ternyata kemajuan arterosklerosis sejalan dengan penyakit dan profil bakteri di gusi. Riset ini menunjukkan, modifikasi bakteri periodontal bisa memperlambat penyakit gusi dan pembuluh darah," kata salah seorang periset, Moïse Desvarieux.

Untuk mengetahui perbaikan kondisi oral dapat menahan laju aterosklerosis, peneliti mengkaji data dari Oral Infections and Vascular Disease Epidemiology Study. Data ini mencakup 5.008 sampel plak gigi dari 420 orang dewasa.

Sampel ini kemudian dianalisa untuk melihat 11 bakteri penyebab infeksi gusi (periodontal). Desvarieux dan timnya juga melacak perbaikan atau penurunan kondisi kesehatan gusi responden, melalui kunjungan rutin.

Periset optimis temuan ini menjadi bukti klinis pada pengobatan kardiovaskuler. "Sangat penting untuk mengikuti pasien, dan melihat hubungan antara infeksi gusi dengan aterosklerosis. Dalam tahap ini, bisa diuji apakah memodifikasi flora dalam gusi akan memperlambat kemajuan artherosclerosis," kata Desvarieux.

Mengenal Sosok Bos Baru BlackBerry

Katakepo.blogspot.com - BlackBerry mengumumkan berbagai keputusan penting pada Senin (14/11/2013) pagi waktu Kanada. BlackBerry memutuskan untuk membatalkan niatnya untuk menjual perusahaan, menerima dana investasi sebesar 1 milliar dollar AS dari perusahaan lain, dan salah satu yang terpenting, mengganti pemimpin perusahaan.

Ya, BlackBerry akhirnya mengganti Thorsten Heins, CEO yang telah memimpin perusahaan asal Kanada ini selama hampir dua tahun lamanya. BlackBerry pun memutuskan untuk mengganti Heins dengan mantan pemimpin perusahaan Sybase, John Chen.

Mulai November 2013, Chen akan menjabat sebagai CEO sementara dan juga salah satu Chairman BlackBerry. Sambil mencari CEO baru, Chen bakal bertanggung jawab menentukan arah, hubungan, dan tujuan strategis BlackBerry.

Pertanyaan besarnya, siapakah sebenarnya John Chen?

Chen ternyata bukanlah orang asing di dunia TI Amerika Serikat. Ia merupakan salah seorang eksekutif senior di Silicon Valley dan masuk ke jajaran petinggi di Fortune 500. Ia juga merupakan salah satu kunci penyelamat Sybase di masa sulitnya.

Chen kecil sempat bersekolah di Northfield Mount Hermon School. Selesai masa sekolah, ia melanjutkan jenjang pendidikannya ke salah satu universitas terkenal di Amerika Serikat, Brown University dan mendapatkan gelar elektro pada tahun 1978. Setahun sesudahnya, Chen mendapatkan gelar master dari universitas California Institute of Technology.

Karier Chen di dunia TI sangatlah mengesankan. Awalnya, seperti dikutip dari The Globe and Mail, Chen bergabung ke sebuah perusahaan bernama Unisify sebagai Design Engineer, sebelum akhirnya diangkat menjadi Vice President di perusahaan ini juga.

Pada tahun 1991, pria berumur 58 tahun ini memutuskan untuk pindah ke Pyramid Technology. Di perusahaan ini, ia menjabat sebagai Executive Vice President, kemudian diangkat menjadi President, Chief Operating Officer, dan Director di perusahaan ini pada tahun 1993.

Di tahun 1995, Chen kembali berpindah perusahaan. Kali ini, Chen memilih perusahaan TI lainnya, Siemens Nixdorf, sebagai Vice President. Kemudian, ia dipromosikan menjadi President dan CEO Siemens Nixdorf Open Enterprise Computing Division di tahun 1996.

Chen kembali "melompat" ke perusahaan lain, Sybase, pada tahun 1997. Di awal kariernya di perusahaan layanan sistem database ini, Chen langsung ditempatkan sebagai COO dan akhirnya menjadi CEO dan President pada satu tahun sesudahnya.

Kemampuan anak pengungsi dari Hongkong ini benar-benar diuji di Sybase. Chen, sebagai pemimpin perusahaan, harus berpikir keras untuk membawa Syabase yang sedang dalam masa kritis. Pada saat itu, Sybase telah mengalami kerugian selama empat tahun berturut-turut.

Dengan bakat dan kemampuannya, pria kelahiran 1 Juli 1955 ini mampu mengeluarkan Sybase dari masa krisis, dari merugi menjadi untung ratusan juta dollar AS, hanya dalam waktu satu dekade saja. Chen juga berhasil meningkatkan nilai kapitalisasi perusahaan dari 362 juta dollar menjadi 5,8 milliar dollar AS.

Pada tahun 2010, Sybase akhirnya dibeli oleh salah satu perusahaan raksasa TI, SAP. Awalnya, Chen memutuskan untuk bertahan di SAP. Namun, ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut pada awal tahun 2012 karena tidak juga mendapatkan posisi senior.

Tahun 2012, Chen bergabung dengan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake sebagai penasihat senior.

Hingga saat ini, Chen masih tercatat sebagai salah satu petinggi di Wells Fargo & Company dan juga Walt Disney.

Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya tersebut, akankah Chen menjawab tantangan untuk menyelamatkan BlackBerry, seperti yang dilakukannya terhadap Sybase? Kita tunggu saja.

Kenapa Ibu Ani suka sewot di Instagram?

Katakepo.blogspot.com - Ibu Negara Ani Yudhoyono belakangan cukup aktif di salah satu media sosial, Instagram. Dia pun sering memposting foto-foto hasil jepretannya.

Ratusan ribu follower Ibu Ani, sering mengamati foto-foto hasil karyanya dan sesekali meninggalkan pesan. Rupanya, beberapa pesan itu membuat Ibu Ani meradang karena dianggap sebagai cibiran.

Beberapa waktu lalu, Ibu Ani pernah ngomel saat foto dirinya bersama keluarga di Pantai Klaya dikomentari pengguna instagram dengan nama akun @erie_nya. Si pemilik akun yang diketahui bernama Erie Prasetyo mengkritik busana keluarga Presiden SBY yang kompak mengenakan batik saat berpose di pantai tersebut.

Ibu Ani langsung menyambar dan tanpa segan menyebut si pemilik akun tersebut dengan kata 'bodoh'.

"@erie_nya Subhanallah, komentar anda yang sangat bodoh. Koq anda tidak berpikir bahwa kami sedang melakukan kunjungan, dan mampir sebentar ke pantai itu, sekalian lewat? Come on, apa tak ada komentar lain yang lebih bisa diterima siapa saja? Baju batik sudah dikenakan dimana2, bukan hanya untuk acara resmi saja, namun juga acara setengah resmi, bahkan santai," tulis Bu Ani dalam instagramnya.

Bukan kali itu aja Ibu Ani berbicara keras pada follower nya di Instagram. Kemarin, Senin (4/11), Ibu Ani kembali mengomeli salah seorang pengguna Instagram dengan akun @devi_tri. Akun itu mengomentari pakaian Ibas dalam sebuah foto yang diposting Ibu Ani.

Akun @devi_tri iseng-iseng berkomentar, "waaah mas Ibas pasti pake baju lengan panjang terusss...."

Tak lama kemudian, Ibu Ani merespon komentar devi_tri. "Ada masalah dengan baju Ibas?" Ibu Ani balik bertanya.

"setiap orang punya cita rasa berpakain sendiri2, tak perlu dipermasalahkan. Mau lengan pendek, mau lengan panjang, terserah saja, sepanjang yang bersangkutan merasa nyaman," ujar Ibu Ani dalam postingan selanjutnya.

Untuk seorang Ibu Negara, rasanya sikap yang ditunjukkan Ibu Ani dinilai sangat sangat berlebihan. Harusnya, Ibu Ani bisa lebih bijak menyikapi komentar-komentar pada akun Instagramnya yang di rasa menyinggung.

"Tapi memang sejak dulu, keluarga Cikeas sangat responsif kalau ada isu yang menyangkut pribadi atau menohok mereka secara langsung," kata Psikolog Forensik dari Universitas Bina Nusantara (Binus), Reza Indragiri Amriel, saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (5/11).

Reza menganalisa dua kemungkinan di balik sikap sang Ibu Negara tersebut. Pertama, masa jabatan SBY yang segera berakhir membuat Presiden sendiri termasuk keluarga tak terlalu peduli dengan sikap-sikap yang mereka tunjukkan ke publik, termasuk soal kemarahan dan perkataan ketus.

"Jadi udah nothing to lose aja, karena sudah nggak mikir lagi akan ada dampak panjang jika berprilaku demikian. Karena toh tahun depan sudah tidak jadi apa-apa. Sehingga ketika perilaku alamiah yang ditunjukkan itu nggak masalah," ujarnya.
Analisa selanjutnya, kata Reza, saat ini kemungkinan besar kontrol diri pada keluarga besar Istana sudah jauh lebih longgar.

"Jadi mau sikap kasar, baik, santun, udah biasa saja. Kalau dulu kan ada kepentingan jangka panjang, jadi pasang topeng dulu lah, yang jelas sekarang tidak ada kendali diri seketat dulu," tambah pria berkacamata ini.

Sebenarnya, lanjut Reza, di berbagai negara sering sekali terjadi perubahan sikap pada rezim yang sudah dua kali memimpin. Namun, perubahan itu lebih kepada buruknya suatu kebijakan yang diterapkan.

"Bukan pada perilaku personal seseorang sehingga lebih reaktif dan impulsif saat menanggapi berbagai isu di publik," jelasnya.