Sunday, November 10, 2013

Pemerintah lepas tangggung jawab buka investasi bandara ke asing

Katakepo.blogspot.com - Pemerintah saat ini sedang menggodok revisi peraturan presiden soal Daftar Negatif Investasi (DNI). Salah satu yang akan diubah adalah pengelolaan bandara dan pelabuhan yang dibuka 100 persen untuk perusahaan atau investasi asing.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menilai kebijakan ini bentuk lepas tangan pemerintah dalam mengelola infrastruktur. Selama ini untuk membangun bandara sudah ada Angkasa Pura yang siap dengan pendanaannya.

"Pemerintah mau lepas tanggung jawab saja. Angkasa Pura kan sudah ada," kata Agus ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Minggu, (10/11).

Bahkan Agus menilai dalam kebijakan ini pemerintah ingin menjadi proyektor atau mencari proyek. Padahal tugas pemerintah adalah masalah regulasi atau aturan. "Pemerintah itu menerbitkan aturan, jadi enggak usah ikut ikut investasi," tegasnya.

Walaupun demikian, menurut Agus jika pemerintah tetap ngotot untuk membuka peluang asing untuk investasi di bandara maupun pelabuhan maka jangan dibuka 100 persen. Asing boleh investasi asal Indonesia masih pemegang hak mayoritas."Kalau mau dilepas harus mayoritas, jangan 100 persen ke asing," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak mempermasalahkan rencana dibukanya investasi pengelolaan bandara bagi investor asing. Dalam pandangannya, dengan masuknya investor asing justru bisa memacu kinerja Angkasa Pura yang selama ini dinilai kurang maksimal.

"Asing boleh masuk malah lebih bagus. Silakan kalau begitu. Ini jadi pemicu untuk kemajuan Angkasa Pura dan Kita enggak boleh kalah," ucap Dahlan di Kota Tua, Jakarta, Kamis (7/11).

Meski investor asing bebas investasi bandara di Indonesia, kinerja Angkasa Pura diyakini tidak akan terganggu. Selama ini Angkasa Pura menjadi penguasa semua bandara yang ada di Indonesia.

"Tidak akan mengganggu karena yang belum dibangun hanya di kota kecil. Kota besar sudah dibangun semua. Membangun bandara itu tidak terlalu menguntungkan," kata Dahlan.

Persaingan dalam bisnis dipercaya bisa menyehatkan perusahaan. Dengan adanya saingan, Dahlan percaya Angkasa Pura bisa berlari lebih cepat dari sekarang. "Ini akan membuat Angkasa Pura berlari lebih dan lebih lagi," tutupnya.

Jenazah suami Atut akan dimakamkan di sebelah TB Hasan Sochib

Katakepo.blogspot.com - Rencananya, setelah disemayamkan dan disalatkan di masjid Al-Bantani di Kompleks Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), jenazah Hikmat Tomet, suami Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, akan dimakamkan di Kampung Baru, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tabuaran, Serang.

Seperti diinformasikan Humas Pemprov Banten, jenazah kemudian akan dimakamkan di sebelah kuburan TB Hasan Sochib, ayah dari Ratu Atut di kompleks makam keluarga Atut.
Pantauan merdeka.com, kini jenazah anggota Komisi V DPR RI dari fraksi Golkar itu baru saja dibawa keluar dari kediaman pribadi di Jalan Bhayangkara Nomor 51, Serang.

Jenazah akan dibawa ke masjid Al-Bantani, disemayamkan dan disalati setelah Zuhur nanti. Jenazah akan diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, politisi Golkar yang juga kolega Hikmat di Senayan.

Sebelumnya, Hikmat Tomet meninggal dunia Sabtu (9/11) sore di RSPAD Gatot Subroto akibat sakit stroke. Semasa bertugas di DPR, suami Gubernur Ratu Atut Chosiyah itu cukup disegani di kalangan anggota legislatif.

Upah buruh naik, pengusaha beralih ke mesin hindari kerugian

Katakepo.blogspot.com - Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) disinyalir akan menjadi boomerang untuk buruh sendiri. Naiknya upah buruh akan memaksa para pengusaha untuk beralih ke mesin. Penggunaan mesin untuk mencetak hasil produksi jauh lebih hemat dibandingkan harus membayar buruh dengan harga tinggi.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eni Sri Hartati mengatakan akan banyak pengusaha yang akan beralih ke mesin pasca kenaikan upah. Walaupun pengusaha tersebut mempunyai rasa nasionalisme tinggi, tapi tidak mungkin mereka mau menanggung rugi untuk usahanya.
"Pengusaha mau yang sederhana mana yang menguntungkan dalam produksi. Walaupun nasionalismenya sebesar apapun kalau usahanya rugi tidak akan mungkin (pakai buruh)," kata Eni ketika berbincang dengan merdeka.com lewat telepon akhir pekan ini.
Menurut Eni, saat ini juga sudah bayak negara yang mempunyai teknologi canggih untuk menggantikan posisi buruh. Bahkan beberapa pengusaha saat ini sudah ada yang beralih ke mesin untuk produksi.
"Untuk industri tekstil sudah ada yang tidak tergantung manusia. Industri rokok yang pasti bisa dengan mesin dan bisa menghasilkan banyak sekaligus," katanya.

Kalau pemerintah tidak bisa antisipasi gejolak ini maka akan terjadi migrasi penggunaan mesin dalam setiap produksi. Maka selain buruh, pemerintah juga dirugikan dengan meningkatnya angka pengangguran.

"Akhirnya terjadi pengurangan karena penggunaan tenaga kerja mahal. Pengusaha beralih ke mesin. Ini yang kita tidak inginkan. Kita cari titik tengahnya," katanya.

Tidak hanya mengkritik, Eni menyarankan kepada pemerintah agar melindungi pengusaha padat karya. Inpres No 9 Tahun 2013 harus dirubah menjadi dasar hukum yang kuat seperti Peraturan Presiden (Perpres) ataupun Keputusan Presiden (Kepres).

Pengecualian kenaikan UMP pada industri padat karya harus dilakukan karena buruhnya merupakan buruh kasar atau hanya bekerja dengan tenaga. Jika padat karya tetap dikenakan kenaikan UMP, maka dipastikan pengusaha akan beralih ke mesin.

"Pengupahan mana industri padat karya mana industri mampu untuk itu. Padat karya benar benar dibutuhkan tenaganya saja. Di sini orang orang yang tidak mempunyai pendidikan tidak memadai. Tidak meratakan," tutupnya.

Berhenti makan kentang goreng sekarang juga!

Katakepo.blogspot.com - Jika Anda termasuk orang yang masih menganggap kentang goreng adalah makanan sehat hanya karena dibuat dari kentang asli, pikirkan lagi! Selama ini kentang goreng telah memiliki reputasi yang buruk dalam hal kesehatan.
Meski kentang goreng tergolong makanan yang mudah didapatkan, murah, dan cocok dijadikan cemilan, sebaiknya jangan konsumsi makanan ini terlalu banyak.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus berhenti makan kentang goreng sekarang juga, seperti dilansir oleh Fitnea.
1. Kentang goreng mengandung lemak jahat.
Makanan yang digoreng, terutama kentang goreng, memang enak. Namun juga mengandung lemak jahat dan lemak jenuh yang seiring berjalannya waktu bisa menjadi kanker. Menggoreng kentang menggunakan minyak biasa, dan bukan minyak alami seperti minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan lainnya, bisa meningkatkan jumlah lemak jahat dalam makanan tersebut. Nantinya, lemak jahat yang menumpuk akan menyumbat arteri dan bisa menyebabkan penyakit seperti serangan jantung. Selain itu, meningkatnya jumlah lemak jahat biasanya dibarengi dengan jumlah kolesterol jahat yang juga ikut meningkat.
2. Kentang goreng mengandung karbohidrat yang buruk
Kentang memiliki karbohidrat sederhana. Ini adalah jenis karbohidrat yang mudah diubah menjadi gula dalam tubuh. Ini membuat tubuh lebih mudah mencerna dan menyerapnya menjadi energi, atau justru menyimpannya menjadi lemak. Dengan kata lain, jika kalian tak langsung berolahraga dan membakar lemak setelah memakannya, kemungkinan kentang goreng bisa membuat kalian gemuk dengan cepat. Tak hanya itu, mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat dalam kentang juga bisa membuat insulin cepat melonjak. Hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
3. Kentang goreng mengandung lemak trans
Lemak trans sangat berbahaya karena bisa meningkatkan jumlah kolesterol buruk dan menurunkan tingkat kolesterol baik dalam tubuh. Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung lemak trans akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Tak hanya itu, kentang goreng juga diketahui memiliki tingkat acrylamide yang tinggi. Zat tersebut bisa memicu munculnya kanker dengan.
Itulah beberapa alasan yang harus Anda perhatikan sebelum meneruskan kebiasaan makan kentang goreng. Masih tak bisa lepas dari kentang goreng? Anda bisa mencoba membuat kentang goreng sendiri dengan alternatif yang lebih sehat. Misalkan menggoreng menggunakan minyak alami seperti minyak zaitun atau minyak bunga matahari dan minyak sayur.

Kelompok Kristen Amerika sebar Injil lewat balon di Korea Utara

Katakepo.blogspot.com - Sebuah kelompok Kristen yang berbasis di Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, punya cara tidak biasa dalam membagi-bagikan Alkitab di Korea Utara. Mereka memberikan kitab suci umat Kristen itu dengan cara dilepas dari udara.
Selama beberapa tahun terakhir, Pastor Eric Foley dan kelompoknya, Seoul USA, telah membagi-bagikan sekitar 50.000 Alkitab dan pesan-pesan pribadi melalui balon buatannya sendiri dengan ukuran sekitar 12 meter yang diisi hidrogen di atas daerah pedesaan di negara pimpinan Kim Jong-un itu. Alkitab-alkitab itu ditempatkan di dalam sebuah kotak atau sebuah tas yang kemudian diikatkan ke balon udara itu, seperti dilansir situs the Huffington Post, Ahad (10/11), mengutip laporan stasiun televisi Fox.
"Di Korea Utara, warga dipaksa mengikuti ideologi negara yang dikenal sebagai Juche. Sementara orang Kristen di sana menjadi kaum Nasrani paling teraniaya di muka Bumi," kata Foley kepada Fox.
Dia memperkirakan bahwa ada sekitar 100 ribu orang Kristen di Korea Utara. Dilaporkan bahwa sekitar 30 ribu warga Nasrani diyakini ditempatkan di dalam kamp konsentrasi, di mana mereka dipaksa bekerja secara berlebihan, kelaparan, disiksa, dan dibunuh.
Pada 2009, seorang wanita berusia 33 tahun di Korea Utara dieksekusi di depan umum setelah dituduh mendistribusikan Alkitab. Sementara seorang misionaris asal Amerika Serikat, Kenneth Bae, juga ditangkap di Korea Utara dan dihukum 15 tahun kerja paksa atas tuduhan kejahatan melawan negara pada Mei lalu.
Meski demikian, Foley, yang diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun, mengatakan kepada Fox bahwa orang Kristen di Korea Utara memiliki permintaan akan adanya Alkitab. Dia dan istrinya, yang merupakan seorang imigran asal Korea Selatan, pertama mulai mengirimkan balon udara berisi Alkitab pada 2006, dari sebuah lokasi di Korea Selatan dekat perbatasan Korea Utara.