Tuesday, November 12, 2013

Dukun di Pamulang cabuli pasien saat mandi air es

Katakepo.blogspot.com - Berniat menyembuhkan putrinya dari penyakit leukimia, S tak menyangka anaknya akan menjadi korban pencabulan seorang dukun. Dia pun melaporkan pelaku ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kejadian bermula ketika korban berinisial MK (14), penderita leukimia, tak kunjung sembuh setelah berobat ke beberapa rumah sakit. Kondisi itu membuat S berkeinginan mencoba pengobatan alternatif yang dijalankan pelaku, IJ (29) yang berada di Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Tangerang Selatan.
Lokasi pengobatan tersebut diketahuinya dari mulut ke mulut, sebab tempat praktik IJ tidak memasang papan nama maupun petunjuk. Korban pun langsung diobati dengan tarif antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.
"Korban mulai berobat sejak awal 2013. Dia beberapa kali berobat dengan tarif Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Pada akhir Juli 2013, pelaku mulai melakukan ritual mandi air es yang mensyaratkan korban telanjang bulat," tutur Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Aswin di Jakarta, Selasa (12/11).
Selama melakukan ritual mandi air es, pelaku lantas melakukan perbuatan tidak senonoh pada korban. Tak berhenti sampai di situ, IJ juga menyetubuhi korban sampai 10 kali.
"Ketika orang tua korban merasa anaknya tidak mendapatkan kesembuhan, mereka bermaksud membawa MK ke pengobatan alternatif lain. Pada saat itulah, korban menyampaikan kepada orang tuanya telah disetubuhi oleh pelaku," jelas Aswin.
Setelah mendapatkan laporan, polisi lantas melakukan penyelidikan dan melakukan penyamaran guna mengelabui pelaku. Tanpa menunggu lama, IJ kemudian ditangkap pada Kamis (7/11).
"Penyidik masih menyelidiki apakah ada kemungkinan korban lain. Kami berharap tidak ada korban lainnya," ujarnya.
Kasus ini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan. Menurut Aswin pelaku akan dijerat menggunakan Pasal 287 KUHP dan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Wartawan diteriaki maling oleh pegawai Bea Cukai Dumai

Katakepo.blogspot.com - Iwan Ceper, jurnalis di media Harian Riau Hari Ini, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat sedang melakukan tugas jusrnalistik. Iwan diteriaki maling oleh seorang pegawai Bea Cukai Dumai.

Peristiwa tersebut terjadi saat Iwan sedang mengambil foto di terminal kedatangan penumpang internasional, Pelabuhan Pelindo setempat. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dumai, Riau AKBP Yudi Kurniawan menegaskan, laporan dugaan penghinaan wartawan yang dilakukan oknum Bea Cukai setempat terus didalami aparat.

"Proses hukum laporan dugaan oknum bea cukai menghina wartawan saat ini masih terus berjalan dan didalami penyidik," kata Kapolres Dumai AKBP Yudi Kurniawan seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/11).

Sejauh ini kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi, termasuk korban untuk kepentingan penyelidikan. Terhadap pegawai bea cukai yang dilaporkan korban, juga akan dipanggil secepatnya untuk dimintai keterangan.

"Secepatnya beberapa saksi dari pimpinan redaksi media dan oknum bea cukai yang dilaporkan akan dipanggil untuk beri keterangan kepada penyidik," ucapnya.

Sementara, Koordinator Solidaritas Wartawan Dumai (Sowad) Vernando Siahaan meminta aparat kepolisian untuk terus mendalami dan memproses hukum laporan yang dibuat atas dugaan penghinaan kepada jurnalis yang sedang melakukan peliputan. Dia menilai, tindakan menghalangi tugas wartawan yang sedang meliput tidak dapat dibenarkan dan dapat dikategorikan melanggar undang-undang pokok pers.

"Kita mendorong kepolisian untuk mempercepat proses hukum atas laporan tindakan dugaan menghina wartawan yang dilakukan seorang aparat pemerintah," ujarnya.

Dilaporkan sebelumnya, korban Iwan Ceper mengakui mengalami tindakan intimidasi dan diteriaki maling oleh oknum bea cukai ketika tengah melakukan pengambilan momen foto di terminal kedatangan penumpang internasional, Pelabuhan Pelindo setempat.

5 Cara jitu menghadapi pria emosional

Katakepo.blogspot.com - Dibanding pria, wanita memang tergolong lebih emosional atau lebih mudah mengalami perubahan suasana hati. Namun, tidak menutup kemungkinan pria juga bisa sangat emosional dibanding wanita. Semua tentunya tergantung pribadi masing-masing individu. Bagi kalian para wanita yang memiliki pasangan dengan suasana hati yang mudah berubah-ubah atau emosional, berikut adalah lima cara jitu untuk menghadapi tipe pria semacam itu. Yuk simak bersama!

1. Beri dukungan emosional

Dengan memberinya stabilitas emosi, Anda dapat membantu kekasih Anda untuk berurusan dengan perubahan suasana hati yang dialaminya. Cobalah untuk bicara padanya dan cari tahu apa penyebab dari masalahnya, sehingga Anda bisa mencarikan solusi untuknya.

2. Ajak dia untuk melakukan konseling

Jika kekasih Anda terlalu emosional untuk Anda ajak bicara, cobalah untuk mengajaknya ke sebuah lembaga konseling. Mungkin dia akan lebih mudah mengungkapkan apa yang ada di pikirannya kepada orang lain, dibanding ketika bersama Anda.

3. Menghibur dengan memeluknya

Memberikan pelukan adalah cara terbaik untuk membuat seseorang merasa bahagia. Setiap kali emosinya mulai naik, berikan pelukan hangat kepada kekasih Anda. Ini akan memberinya ketenangan.

4. Beri dia ruang

Berdebat dengannya hanya akan membuat situasi menjadi semakin rumit. Maka cobalah untuk memberinya ruang. Dia mungkin perlu merenungkan masalahnya sendiri.

5. Tanyakan apakah dia merasa tertekan

Dalam kebanyakan kasus, perubahan suasana hati yang cepat dan tak terkendali merupakan hasil dari depresi atau stres berat. Selain itu, sanga penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda depresi sebelum masalah itu menjadi lebih parah.

Inilah lima cara jitu untuk menghadapi pria emosional atau yang mudah mengalami perubahan suasana hati. Semoga tips ini bermanfaat untuk Anda.

Monday, November 11, 2013

Jokowi: Masak PKL "Ndak" Laku Kita yang Disalahin

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA,Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak mau disalahkan jika pedagang kaki lima (PKL) Blok G Pasar Tanah Abang tak laku. Menurutnya, kreativitas PKL-lah yang menjadi kunci.

"Masak ndak laku kita yang disalahin. Itu tergantung si PKL. Harus kreatif dong," ujarnya seusai menjadi inspektur upacara dalam Hari Pahlawan di Lapangan Monas, Jakarta, Senin (11/11/2013).

Jokowi mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan segala cara agar Blok G diramaikan para pengunjung, mulai dari pemberian doorprize, promosi di seluruh media massa, memperbaiki fasilitas, serta sejumlah perbaikan lain. Dalam waktu dekat, kata Jokowi, di dalam Blok G, akan dibangun eskalator agar pengunjung mudah naik dan turun dalam kawasan jual-beli produk sehari-hari tersebut.

"Tinggal bagaimana kemampuan PKL mempromosikan dan menjual produk yang lebih baik. Dulu waktu mereka di bawah apa ramai juga?" ujarnya.

Mantan Wali Kota Surakarta itu menuding, dagangan yang tidak laku itu akibat ketidakmampuan PKL mengembangkan usahanya. "Dulu pas daftar mungkin mereka ndak niat dagang. Kalau niat ya pasti siap bersaing. Mikir gimana kalau ndak laku. Kalau mau benar strategis, ya dagang di tengah Sudirman-Thamrin," cetus Jokowi.

Ratusan PKL yang dipindahkan dari tepi jalan ke dalam Blok G pusing dengan sepinya pembeli. Sekitar 100 pedagang di Blok G dikabarkan telah mengosongkan lapaknya karena sepi pembeli.

Risiko Mencabut Gigi yang Berlubang

Katakepo.blogspot.com - Dok, Salam Sehat.  Saya mau tanya seputar gigi geraham atas tengah saya yang sudah beberapa kali tambal dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Terakhir tambal permanen sekitar 2-3 tahun lalu dengan bahan tambalan logam. Lalu tambalan itu, sekarang copot dengan sendirinya entah apa penyebabnya.
Sekarang tambalan penggantinya sudah copot lagi. Lobang pada gigi sekarang sebesar biji kacang kedelai. Kondisi sekarang tidak ada keluhan baik sakit berkelanjutan maupun kadang-kadang. Pertanyaan: Apakah ada risiko baik dari sisi estetika (pergeseran gigi, dll) maupun dari sisi kesehatan kalau saya mau mencabutnya...? Terima kasih.
(Zulfikar Ali, 34, 175 kg, 68 thn, Jakarta)


JAWAB :

Bapak Zulkifar yang baik,
Sebelumnya saya jelaskan dulu beberapa alasan sebuah gigi dilakukan pencabutan, antara lain gigi berlubang besar yang sudah tidak dapat dipertahankan lagi melalui perawatan saluran akar gigi, gigi yang dicabut untuk kepentingan ortodonti atau untuk kepentingan pembuatan gigi tiruan, gigi geraham bungsu yang tidak memiliki ruang di lengkung rahang untuk keluar, gigi dengan jumlah total gigi melebihi normal (supernumerary teeth), dan sebagainya.
Jika sebuah gigi dilakukan pencabutan bukan karena salah satu alasan yang telah disebutkan di atas, maka risiko yang mungkin akan diterima oleh pasien adalah kemampuan untuk mengunyah makanan akan berkurang, timbul masalah pada sendi rahang karena ketidakseimbangan beban kunyah, pergeseran gigi disampingnya atau gigi lawannya, dan tentu saja timbul masalah estetika.
Pada kasus anda, solusi yang bisa dilakukan adalah melakukan penambalan gigi tersebut dengan bahan tambal yang sesuai dengan besarnya lubang. Pilihannya antara lain bahan tambal adhesif seperti resin komposit. Pilihan lainnya adalah membuat tambalan yang dibuat di luar mulut, yaitu di laboratorium gigi, misalnya tambalan inlay.
Bahan pilihan untuk tambalan inlay bermacam-macam, antara lain metal, porselen, dan lain-lain.
Dengan menggunakan bahan tambal gigi yang tepat dan prosedur penambalan yang baik, maka permasalahan mengenai sering terlepasnya tambalan gigi akan teratasi. Konsultasikan kembali kepada Dokter Gigi langganan anda, supaya beliau dapat menjelaskan bahan tambal apa yang paling tepat, bagaimana prosedur penambalannya, serta berapa biayanya.
Demikian Bapak Zulfikar, semoga informasinya bermanfaat. Salam gigi sehat.