Sunday, March 22, 2015

Jika Anak Di-"bully" di Sekolah



Katakepo.blogspot.com - Bu Ainy, apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai orangtua jika anak mengalami bullying di sekolah? Supaya anak saya tidak menjadi minder dan takut bersekolah, apakah kita harus membalasnya, atau kita sebaiknya selalu mengajarkan kebaikan kepada anak? 
Ika Sufiana Putri (31)



Ibu Ika yang luar biasa,
Saya bisa memahami perasaan Anda saat ini. Sebagai seorang Ibu yang mendapatkan putra/putrinya di-bullying di sekolah, tentu saja ini membuat kita sedih. Hanya, kita harus mencari jalan keluarnya, bukan? Sayangnya, Ibu tidak menyebutkan berapa usia putra/putri Ibu sekarang dan seperti apa bentuk bullying-nya. Apakah kekerasan fisik seperti memukul, atau perkataan yang bernada mengancam dan merendahkan?

Untuk mendampingi anak yang mengalami bullying di sekolah dibutuhkan keterbukaan, apresiasi, dan pemberdayaan diri. Caranya? Pertama, ajak putra/putri Anda untuk berbicara dari hati ke hati. Tanyakan kepadanya, sikap bullying seperti apa sajakah yang ia hadapi dari teman-temannya di sekolah selama ini.

Biarkanlah ia bercerita apa adanya. Kemudian, tanyakan kepadanya, selama teman-temannya melakukan bullying, apa yang ia lakukan? Apakah ia diam saja atau membalas mereka? Tanyakan juga kepadanya apa yang dirasakan saat teman-temannya mem-bullying dia?

Jika anak Anda diintimidasi kata-kata, katakan kepada anak Anda bahwa apa yang mereka katakan itu tidaklah benar. Tunjukkan kepada anak Anda akan berbagai kelebihan dan nilai positif di dalam dirinya. Katakan kepadanya bahwa Anda sangat bangga kepadanya.

Kedua, undanglah anak-anak yang melakukan bullying itu untuk bermain dan makan bersama di rumah. Agar tidak mencolok, undanglah teman-teman lainnya. Ketika mereka bermain di rumah, ajaklah teman-teman yang mem-bully anak Ibu ini untuk ngobrol bersama anak Ibu, bahkan bermain bersama. Ini adalah momen yang penting untuk membangun jembatan komunikasi. Bangunlah keakraban di antara mereka.

Selama anak-anak yang melakukan bullying ini bermain ke rumah Ibu, hindari menyinggung sikap mereka yang sering mem-bully anak Ibu. Sebaliknya, tunjukkan dengan penuh cinta bahwa di dalam diri mereka banyak sifat baiknya. Ajaklah mereka bermain kembali ke rumah Anda bersama anak mereka. Ini untuk membangun komunikasi dan kepedulian. Ucapkanlah terima kasih kepada mereka yang berkenan main bermain di rumah Anda bersama anak Anda.

Amati perubahan mereka. Baik sikap anak Anda maupun sikap teman-temannya itu. Ucapkan terima kasih kepada anak Anda yang berbesar hati mau mengajak teman-temannya itu main ke rumah. Katakan kepada anak Anda akan betapa Anda bangga melihat sikap anak Anda yang luar biasa ini.

Ketiga, jika teman-temannya itu tetap melakukan bullying kata-kata, doronglah anak Anda untuk melawan dengan cerdik. Ajarkan anak Ibu untuk membalasnya dengan kata-kata yang berlawanan. Misalnya, jika anak Ibu disapa:

- "Hai gendut" maka dia bisa menjawab "Hai kurus"
- "Hai kuper" jawab saja "Itu sih kata kamu"
- "Hai penakut" jawab saja "itu sih menurut kamu"

Setiap kali teman-temannya mengintimidasi jawab saja dengan kalimat yang sama "itu sih kata kamu". Pengulangan kalimat yang sama ini akan membuat teman-temannya merasa bosan mengintimidasinya. Doronglah anak Anda untuk berani bersikap dengan cara membalas perkataan mereka dengan cara yang cerdik.

Tetapi, jika teman-temannya melakukan bullying fisik, sudah seharusnyalah Ibu berbicara dengan wali kelasnya. Ini untuk memberi tahu pihak sekolah bahwa muridnya melakukan kekerasan fisik.

Lihatlah perkembangannya. Jika ternyata hal ini masih berlanjut di mana teman-temannya masih melakukan kekerasan fisik, pilihan terakhir adalah pindah sekolah. Selamat mendampingi anak Anda dengan penuh cinta!

Keindahan Pasir Putih Pantai Nangateke di Flores




Katakepo.blogspot.com - Usia Kabupaten Nagekeo, di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur baru memasuki tujuh tahun, namun, kabupaten ini menyimpan kekayaan pariwisata, baik keutuhan rumah adat, maupun berbagai tari-tarian, keunikan ETU atau tinju adat. Kekayaan pariwisata Kabupaten Nagekeo masih sangat asli dan membutuhkan promosi secara terus menerus ke tingkat internasional, Asia, dan Nusantara.
Setelah kita berkeliling mengunjungi Pantai Pasir Putih Rii Ta, di Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, dan juga mata kita dimanjakan oleh keunikan batu kodok (frog stones), serta keaslian rumah adat Kampung Tutubhada dan Kampung Boawae. Dalam keadaan badan sedikit lelah, kita bisa mandi dan berjemur di Pantai Pasir Putih Nangateke serta kita bisa berkeliling dengan perahu nelayan di Pantai Kotajogo, mengelilingi Tanjung Todo, hutan bakau, di Desa Anakoli, Kecamatan Wolowae di bagian Timur dari Kota Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo. Bahkan Pantai itu berada dipinggir Jalan Negara Transflores bagian Timur.
Pantai pasir Putih Nangateke dan Kotajogo masih jarang dikunjungi wisatawan asing. Selama ini pantai ini selalu dikunjungi warga masyarakat Kota Mbay dan sejumlah warga lainnya di Pulau Flores pada hari minggu dan hari libur umum.
pantai berpasir putih di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
 
Di wilayah Kecamatan Wolowae yang berada di bagian Timur dari Kota Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo ini sangat terkenal dengan ternak sapi karena memiliki padang savana terluas di Kabupaten Nagekeo.
Selain itu, wilayah Wolowae juga merupakan daerah penghasil garam untuk Nusa Tenggara Timur maupun di luar Pulau Flores serta dikirim ke Pulau Jawa. Wilayah Kecamatan Wolowae berada di Jalan Negara Lintas Utara yang berbatasan langsung ke Kabupaten Ende sehingga sebagian masyarakat yang berada di wilayah perbatasan itu membaur dalam interaksi sosial budaya yang berbeda.
Beberapa waktu lalu KompasTravel berkunjung ke Pantai Pasir Putih Nangateke, Pantai Kotajogo, Tanjung Todo. Konon, masyarakat setempat berkisah bahwa, saat Belanda dan Jepang menduduki Indonesia, khusus di Pulau Flores, Tanjung Todo dijadikan tempat berlabuhnya sejumlah kapal-kapal perang. Pada acara Sail Komodo, wisatawan melabuhkan kapal-kapal wisata mereka di sini.
pantai berpasir putih di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
 
Dari Tanjung Todo itu, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah obyek yang menarik di sekitar Kecamatan Wolowae. Kemungkinan ada kesamaan nama dengan Kampung Todo di wilayah Kecamatan Satarmese Barat, di Kabupaten Manggarai. Sebab di Kabupaten Manggarai ada nama kampung Kampung Todo.
Setelah kita menjelajahi Pasir Putih Nangateke, Pantai Kotajogo, berkeliling dengan perahu nelayan di Tanjung Todo. Kita dipandu oleh pemandu lokal untuk mengunjungi Goa Jepang. Mengunjungi Goa Jepang mengingatkan kita akan Jepang yang menguasai Pulau Flores. Wilayah Nagekeo dijadikan pusat dari pergerakan Tentara Jepang saat menguasai Pulau Flores. Bahkan di Kabupaten Nagekeo ada bekas bandara yang dibangun tentara Jepang dengan sebutan Bandara Surabaya II.
Menelusuri bunker peninggalan Jepang di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo dapat menjadi alternatif berwisata yang eksotis dan menantang. Terdapat 33 titik goa atau bunker peninggalan Jepang di sekitar Kota Mbay, tepatnya di Kecamatan Aesesa. Bahkan, berada di jalur Jalan Negara Lintas Utara Nagekeo-Maumere.
Goa Jepang di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
 
Memang tidak semua mudah diakses. Namun, jalurnya cukup menarik bila anda memutuskan untuk berwisata melintasi alam karena lokasi gua-gua atau bunker tersebut terletak di balik berbukitan savana yang terbentang dengan rimbunan semak dan pepohonan.
Berpetualangan ke tempat ini disarankan untuk memakai pakaian tertutup demi menghindari goresan ilalang dan semak berduri yang bertebaran di sepanjang perjalanan. Sepatu yang nyaman dan topi untuk menahan panas juga sangat penting. Selain itu persiapan bekal atau snack perjalanan disediakan secukupnya.
Selain itu pastikan anda membawa kamera apabila ingin mengeksplorasi situasi di dalam gua dan tentunya dibutuhkan penerangan menggunakan senter atau sejenisnya karena yang namanya goa pada umumnya gelap.
Berjalan melintasi alam menelusuri goa-goa ini sangat menarik. Daya tarik yang paling eksotis di tempat ini sebenarnya adalah jalur lintas alam yang menghubungkan titik-titik goa yang akan memberikan banyak kesempatan kepada anda untuk belajar mencintai alam. Selain itu, anda juga bisa bereksplorasi tentang sejarah keberadaan goa-goa tersebut dari para pemandu lokal.
Goa Jepang di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
 
Seorang tokoh masyarakat di Flores, Agustinus Nggose kepada KompasTravel menuturkan, orangtuanya pernah bekerja untuk menggali bunker di Kabupaten Nagekeo pada saat tentara Jepang menduduki Flores. Orang Flores yang membangun bunker itu dipaksa bekerja oleh tentara Jepang. Agustinus menjelaskan, orangtuanya tidak sanggup bekerja secara paksa sehingga melarikan diri ke Manggarai melalui jalan-jalan di hutan dari Nagekeo.
Menurut catatan KompasTravel, Pulau Flores bukan hanya keindahan alamn, budaya, pantai dan pegunungan api tetapi keunikan goa-goa yang tersebar dari Kabupaten Manggarai Barat yang terkenal dengan Goa Istana Ular, Goa Batu Cermin. Dari sana kita menuju ke Kabupaten Manggarai yang terkenal dengan Goa Liang Bua, tempat hidup manusia Flores. Selain itu masih banyak goa-goa yang belum dipromosikan seperti goa tempat hidup burung kalong.

Cara Mengubah Diri Menjadi Lebih Dewasa



Katakepo.blogspot.com - T: Saya mau bertanya, di usia saya yang sudah dewasa ini, saya belum bisa berkembang sebagai wanita dewasa, karena cara berpakaian serta tingkah laku saya masih seperti anak kecil. Saya sulit untuk bergaul dengan lingkungan sekitar. Apakah yang harus saya terapkan/lakukan untuk mengubah diri saya? (Astrid Novianti, 19)   

J:
Mbak Astrid yang baik hati,
Saya kagum dengan pribadi seperti Anda yang terus berusaha meningkatkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Bagi saya, Anda adalah seorang Astrid yang luar biasa, yang menyadari kekurangan dirinya dan terus berusaha memperbaikinya.

Menyikapi pertanyaan Anda diatas, saya bisa memahami perasaan Anda saat ini. Berita baiknya adalah, tidak ada kata terlambat untuk setiap perubahan kebaikan. Tidak ada kata terlambat untuk merubah sikap kita demi menjadi pribadi yang lebih baik, hangat dan menyenangkan. 

Jadi, apa yang harus Anda lakukan? Pertama, jadilah diri Anda sendiri. Jika Anda merasa selama ini berpakaian dan bertingkah laku seperti anak kecil, maka berubahlah yang sewajarnya. Pakailah pakaian yang sewajarnya dan enak untuk dipakai serta santun dipandang. Bertingkahlah yang wajar seperti halnya anak-anak seusia Anda.

Kedua, bicaralah dengan kedua orang tua Anda tentang permasalahan Anda ini. Katakan Anda mau berubah dan butuh dukungan mereka. Mintalah beliau berdua memperlakukan Anda sewajarnya untuk anak-anak seusia Anda, dan bukan memperlakukan Anda seperti anak kecil (meskipun maksud mereka baik karena sangat menyayangi Anda).

Ketiga, banggalah dengan diri Anda sendiri. Caranya, lihatlah hal-hal positif yang saya yakin banyak sekali di dalam diri Anda. Beberapa hal positif yang saya kagumi dari Anda adalah kejujuran Anda untuk mengakui kekurangan diri. Kesadaran diri untuk memperbaiki diri. Serta kemauan untuk berubah menjadi seorang Astrid yang Anda impikan. Bukankah ini bukti Anda seorang Astrid yang luar biasa?

Keempat, setiap kali bertemu dengan teman maupun para tetangga di lingkungan sekitar, sapalah sambil tersenyum. Tegurlah mereka bila perlu, misalnya : apa kabar? Jika Anda merasa mulut Anda terkunci untuk menegur mereka, ya sudah tidak apa-apa. Minimal tersenyumlah.

Kelima, syukuri setiap perubahan Anda sekecil apapun itu. Termasuk apa yang Anda lakukan sekarang ini, dengan bertanya langsung kepada saya adalah sebuah perubahan yang luar biasa. Ini membutuhkan keberanian dan kemauan. Dan Anda telah memilikinya. Bukankah ini patut Anda syukuri?

Selamat melangkah, ya. Kabari saya perubahan Anda di Twitter saya @ainyfauziyah ya. Saya sudah tidak sabar mendapatkan berita gembira dari Anda. Selamat menjadi Astrid yang luar biasa!