Katakepo.blogspot.com - Banyak orang menganggap langkah BlackBerry membuka BBM untuk iOS dan
Android adalah kesalahan besar karena akan menyebabkan users
meninggalkan BlackBerry. Seperti saya saat ini, keinginan saya adalah
membawa satu ponsel dan tidak tergantung dengan BlackBerry lagi, namun
demikian saya tidak bisa meninggalkan BBM.
Bertahun-tahun BBM
menjadi alat komunikasi saya yang krusial dan mempengaruhi hidup saya.
Saya punya kehidupan sosial di BBM karena ada banyak teman di sana dan
saya butuh BBM untuk tetap bisa berkomunikasi dengan mereka. Kalau BBM
ada di iPhone atau ponsel lain yang berbasis Android, saya akan segera
bilang: "Bye Bye, BlackBerry"
Tentunya BlackBerry tahu kalau ada
banyak orang seperti saya yang hanya memakai ponsel BlackBerry karena
sangat bergantung dengan BBM. Lalu mengapa mereka memberi kesempatan
user untuk lari dari BBM? BlackBerry tidak mengambil keputusan ini tanpa
pertimbangan yang sangat dalam. Mereka punya data berapa banyak users
yang aktif menggunakan BBM saat ini, data berapa lama setiap user
menggunakan BBM dalam sehari, dan data berapa banyak teman yang aktif
antar user. Saya berani mengambil kesimpulan, meski saya tidak pernah
melihat datanya, bahwa BBM adalah produk BlackBerry yang paling banyak
digunakan dan sangat dicintai oleh users-nya.
Pada masa
kejayaannya waktu masih bernama Research In Motion, nilai perusahaan
BlackBerry di pasar modal lebih dari Rp 800 triliun sedang hari ini
"hanya" Rp 50 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh peperangan dengan
Apple iPhone dengan iOS-nya pada awalnya, kemudian ditambah dengan
Samsung Galaxy dan merk-merk lain yang terus bermunculan dengan dukungan
Google Android.
Tidak heran kalau hari ini, mereka harus mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan perusahaan dari kehancuran.
BlackBerry
tetap ingin bertahan di dunia ponsel terbukti dengan merilis Z10 dan
produk ponsel baru lainnya akhir-akhir ini. Tetapi mereka juga tidak
ingin menaruh telur dalam satu keranjang, kalau ponsel bisnisnya gagal
mereka akan kehilangan segala-galanya. Nilai di pasar modal akan terus
mengecil dan akhirnya mereka akan bangkrut. Jelas BBM akan ikut
tenggelam dan hilang bersama dengan bangkrutnya BlackBerry.
Mengingat
BBM adalah salah satu produk yang dicintai oleh banyak users-nya,
adalah langkah yang tepat untuk mengeluarkan BBM dari ekslusivitas
ponsel BlackBerry. BBM untuk Android dan iOS akan menjadi produk baru
yang bisa digunakan oleh lebih banyak orang, tidak hanya pengguna ponsel
BlackBerry.
Nantinya diharapkan BBM bisa menghasilkan value
yang besar di pasar modal, mendongkrak kembali nilai BlackBerry. Apa
dasarnya saya bilang demikian? Lihat Facebook yang punya nilai lebih
dari Rp 1.000 Triliun atau Twitter yang sebentar lagi akan go public
dengan nilai sedikitnya seratusan triliun. BBM adalah sebuah produk yang
sejenis dengan FB atau Twitter, yang masuk dalam kategori sosial media.
Dengan masuk di dalam industri sosial media, BBM punya kans untuk hidup
dan menjadi besar tanpa ketergantungan dengan produk ponsel BlackBerry.
Langkah ini SMART. Kalau BlackBerry SMARTphone gagal, masih ada
BBM yang bisa membuat manajemen BlackBerry SMART newcomer di industri
sosial media. Bagaimana pendapat Anda?

No comments:
Post a Comment