Sunday, September 29, 2013

Salahkah Mendagri minta Jokowi pindahkan Lurah Susan?

Katakepo.blogspot.com - Nama Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli belakangan ramai menjadi pemberitaan media. Sebab, perempuan berusia 43 tahun banyak mendapat penolakan dari masyarakat karena alasan agama.

Aksi penolakan masyarakat tersebut dicurahkan lewat demonstrasi. Mereka menggelar demonstrasi di depan kantor Kelurahan Lenteng Agung hingga aksi massal jalan kaki.

Alasan masyarakat menolak Lurah Susan cukup sederhana. Menurut mereka perbedaan keyakinan antara Lurah Susan dengan warga membuat sejumlah kegiatan di lingkungan mereka terganggu. Salah satu contohnya adalah Lurah Susan tak bisa menghadiri acara majelis taklim dan Ramadan.

Kabar penolakan Lurah Susan rupanya sampai ke telinga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi . Gamawan meminta kebijaksanaan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) untuk menempatkan lurah sesuai dengan kultur dan budaya daerah.

"Pak Gubernur tidak salah menempatkan itu, tidak ada undang-undang yang terlanggar. Tapi akan lebih bijak lagi, kalau Susan ditempatkan yang di daerah non muslim juga. Artinya aspirasi masyarakat terpenuhi," ujar Gamawan.

Namun, saran Gamawan ditolak mentah-mentah oleh Jokowi dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Jokowi menyatakan tidak alasan yang kuat untuk menggeser Susan Jasmine Zulkifli dari posisi lurah Lenteng Agung. Jokowi juga tidak akan mempertimbangkan protes warga soal beda keyakinan dengan Lurah Susan.

Jokowi menegaskan, penempatan Lurah Susan di Lenteng Agung berdasarkan hasil tes seleksi terbuka atau lelang jabatan yang digelar beberapa waktu lalu terhadap camat dan lurah. Jokowi mengatakan tidak akan menuruti saran Gamawan walaupun sang lurah terus didemo warganya.

"Oh enggak (sekarang), enam bulan menjabat baru dievaluasi. Karena kalau setiap demo saya evaluasi, demo evaluasi, semua nanti demo minta ganti lurah dan camat, repot saya," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (27/9).

Berbeda dengan Jokowi , Ahok lebih keras menyikapi saran Gamawan. Ahok bahkan meminta Gamawan belajar konstitusi lagi.

"Dia harus belajar konstitusi. Menurut saya Mendagri itu perlu belajar tentang konstitusi. Ini negara Pancasila, bukan ditentukan oleh orang tolak atau tidak tolak," tegasnya di sela-sela acara Apel Besar Satgas Banjir dan Satgas Jalan Rusak di Monas, Jakarta, Jumat (27/9).

Ahok bahkan dengan lantang menyarankan agar Gamawan memindahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena juga sering didemo.

"Kenapa tidak suruh pindahkan Pak SBY sering didemo juga. Ya dong, saya khawatir kinerja Pak SBY juga turun karena banyak yang demo kan, kalau begitu musti diganti dong. Kemarin Pak Jokowi juga didemo dari buruh berapa kali, saya juga khawatir Pak Jokowi kinerjanya turun," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (27/9).

Tahu bosnya dihujat, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Umar Syahdat 'mengamuk' di jejaring sosial Twitter.

"Saya bela mendagri karena statement mendagri benar karena sesuai dengan UU Otda. Lebih baik, baca dulu UU Otda baru bicara," kata Umar di akun twitter pribadinya @Umar_Hasibuan, Sabtu (28/9).

Umar menilai apa yang telah disampaikan oleh Gamawan Fauzi tak ada yang menyalahkan pendapat dari Jokowi dan Ahok tentang Lurah Susan. Hanya saja, masyarakat keburu menilai miring pernyataan Mendagri.

"Padahal yang disampaikan mendagri tak ada yang salahkan Jokowi-Ahok. Tapi karena kalian sudah anggap mendagri salah, apapun yang benar disampaikan mendagri tetap salah," lanjutnya.

"Apapun yang keluar dari mulut Ahok dan Jokowi sudah pasti benar semua menurut kalian. Jadi tak ada guna lagi berdebat dan diskusi," kicaunya lagi.

Lantas kalau sudah begini siapa yang salah?

Video ABG mesum di warnet menjamur di Youtube

Katakepo.blogspot.com - Tak sulit mencari bukti perbuatan mesum di warung internet (warnet). Rekaman adegan tak senonoh itu begitu mudah didapat di Youtube.

Cukup ketikkan kata kunci "warnet" di kolom pencarian lalu enter, seabrek video berbau cabul bakal muncul. Sebagian di antaranya punya judul vulgar, seperti "ciuman di warnet", "mesum di warnet bulan puasa" dan masih banyak judul-judul "panas" lainnya.

Saat kata kunci "mesum di warnet" yang dicari, hasil teratas pada halaman pertama muncul video berjudul "Ketahuan niih yeee", "njati payak bergoyang", dan berbagai video dengan judul vulgar.

Hampir semua video itu menampilkan perbuatan mesum di warnet. Umumnya hasil intipan dari orang lain yang sedang ada di sana. Sebagian lain merupakan rekaman CCTV warnet.

Salah satu contohnya "ABG Jilbab xxxxxxx di warnet angle Medan". Video yang sudah tayang hingga 500 ribuan kali ini menampilkan sepasang muda-mudi di dalam bilik warnet. Aksi mesum keduanya direkam dari lubang kecil di dinding penyekat bilik. Meski kualitas gambarnya jelek, apa yang diperbuat sejoli itu tetap terlihat.

Entah tak dilapor atau memang sengaja tak dihapus, video berdurasi 7 menit 30 detik itu tetap nongkrong di Youtube sejak sebulan lalu. Video berisi adegan porno lainnya juga bertahan di sana, bahkan lebih lama lagi.

Bukan cuma video soal mesum di warnet, Youtube cukup banyak berisi konten cabul. Contohnya, ketikkan kata "sex", "porno", "18+", atau kata yang berkaitan dengan erotisme, sejumlah video atau film dewasa bakal muncul.

"Bahkan kalau lagi beruntung, sesekali video hardcore porno pun mejeng di sana. Biasanya nggak lama, dalam hitungan jam sudah dihapus. Tapi kalau yang semi-semi, banyak di sana sampai bertahun-tahun," ujar Alex, salah seorang pengunjung warnet di Medan.

Menurutnya, selain menjadi lokasi upload hasil rekaman perbuatan cabul, Youtube otomatis bisa memengaruhi orang untuk berbuat mesum di warnet. Diakuinya bukan cuma Youtube, terkadang ada warnet yang memang mendukung akses ke situs-situs dewasa. Bahkan, ada kalanya, warnet sengaja menyediakan konten porno di hard disknya.

Dilengkapi konten cabul, kondisi warnet yang berbilik-bilik dinilai sebagai faktor utama penyebab banyaknya aktivitas mesum di sana. Perbuatan tak senonoh ini pun gampang diabadikan karena lokasi itu sebenarnya tempat umum yang tidak begitu tertutup. Lubang kecil bekas paku di dindingnya pun bisa dimanfaatkan orang jahil yang tak kalah cabul untuk mengabadikan perbuatan mesum.

Bukan cuma perekaman secara sembunyi-sembunyi, kamera CCTV yang umumnya ada di warnet juga berperan. Sebagian di antara hasil rekaman itu juga tersedia Youtube. "Sebenarnya lebih banyak lagi yang bisa bisa diupload, cuma terkadang itu jadi koleksi pribadi," kata Jimmy, salah seorang pemilik warnet di Medan.

Untungnya, kata dia, sekarang tidak banyak lagi warnet berbilik, khususnya di Kota Medan. Bukan karena adanya Peraturan Wali Kota Medan mengenai perizinan warnet yang juga membatasi tinggi sekat bilik, tapi warnet berbilik memang sudah kalah bersaing dengan warnet game online. Jenis warnet ini tidak memiliki bilik-bilik.

"Kalau main game kadang kan harus interaksi dengan teman-temannya yang lain," jelas J Purba, pemilik warnet lainnya.

Biarpun kalah bersaing, warnet berbilik tetap ada. Pribadi atau pasanganmesum, umumnya dari kalangan remaja yang tak punya uang atau tak bisa masuk hotel, tetap bisa ke sana. Hanya, mereka terkadang tak sadar ada yang mengabadikan perbuatannya.

Razia kelab malam di Gajah Mada, empat wanita positif narkoba

Katakepo.blogspot.com - Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta menggelar razia ke kelab malam di sekitaran kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Pengunjung yang dicurigai, langsung dilakukan tes urine di mobil khusus milik petugas.

"18 Pengunjung terdiri dari empat wanita dan 14 pria urinenya positif gunakan narkoba. Mereka menggunakan narkoba jenis sabu, ganja dan ekstasi," ujar Kabid Pencegahan BNP DKI Jakarta, Safari di Jakarta, Minggu (29/8) dini hari.

Razia yang dibantu POM TNI dan Polri itu juga berhasil mengamankan seorang karyawan kelab malam. Karyawan tersebut tertangkap tangan saat akan menjual empat butir ekstasi.

"Sejumlah uang juga kita amankan dari karyawan tersebut," katanya.

Selanjutnya, belasan orang yang terjaring tersebut di bawa ke kantor BNP untuk pemeriksaan lebih lanjut. Safari berjanji pihaknya akan terus merazia di kelab malam yang rawan peredaran narkoba.

"Ini untuk menekan jumlah pengguna narkoba yang sering berkunjung ke tempat hiburan malam di Jakarta," tuturnya.

Siswi SMA di Gunung Kidul diperkosa berkali-kali hingga hamil

Katakepo.blogspot.com - Sungguh bejat perbuatan Anggita Permana. Warga Desa Semin, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tega memperkosa NF (17), siswi salah satu SMA di Gunung Kidul. Akibatnya, NF hamil tujuh bulan.

"Tersangka pernah berjanji akan menikahi korban, namun tiga bulan lalu tersangka malah menyuruh korban NF untuk menggugurkan kandungannya. Untuk itu NF melapor ke Polres, dan kami tindaklanjuti," kata Kasat Reskrim Polres Gunung Kidul AKP Suhadi di Gunung Kidul, Sabtu (28/9).

Polisi berhasil menangkap pelaku saat dalam perjalanan menuju rumahnya Sabtu siang. Kepada petugas, pelaku mengaku telah berhubungan badan selama beberapa kali dengan korban.

"Tersangka mengajak korban untuk berhubungan layaknya pasangan suami istri dan berjanji akan menikahi namun justru malah melarikan diri," kata dia, seperti dilansir Antara.

Korban sempat meminta pertanggungjawaban terhadap pelaku. Namun, pelaku justru menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya.

"NF jengkel dengan ulah Anggita, akhirnya melaporkan ke pihak Polres Gunung Kidul pada Senin, 23 September 2013," kata dia.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gunung Kidul Iptu Tri Markisna mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan korban.

"Kasus ini sudah dilaporkan korban, dan kami sudah menetapkan tersangkanya yakni Anggita Permana. Tersangka terancam dengan pasal 81 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara," kata dia.

Bilik warnet jadi langganan tempat mesum pelajar

Katakepo.blogspot.com - Keberadaan warung internet (warnet) kini memang banyak disalahgunakan. Rentetan pemberitaan, mesum di balik bilik warnet ramai diberitakan. Ironisnya tindakan amoral ini dilakukan anak sekolah. Berbagai macam alasan, mesum di warnet dilakukan. Para pelaku mengaku salah satunya karena sewa hotel yang mahal.

Di bilik warnet, fenomena menjalin asmara ini seolah menjadi tren. Di situ mereka bisa berjam-jam bebas bermesraan sambil menonton film porno. Bermodalkan uang jajan, lapak seadanya disulap menjadi tempat mesum.

Sudah urusan nafsu, kadang pengawasan di dalam warnet diabaikan. Masih ingat dengan tindakan mesum pelajar SMK asal Kulonprogo, Jawa Tengah, pada akhir 2012 lalu? Akibat nafsu sesaat siswi K (15) hamil gara-gara mesum di warnet.

Bukan sekali atau dua kali, tapi aksi tak senonoh ini dilakukan hingga 10 kali, di warnet langganannya, di kawasan Bendungan, Kecamatan Wates.

Sang pacar, AI (18) yang merupakan pengangguran ini kerap mengajak K untuk berbuat mesum. Lantaran dinding bilik yang tertutup pelaku pun merasa aman untuk berbuat mesum.

K bahkan mengaku keperawanannya juga direngut di bilik warnet itu. Pada aksi nekatnya yang ke-9 itu sebenarnya K sudah dalam kondisi hamil, namun AI lagi-lagi menyatakan bahwa dirinya akan bertanggung jawab.

Kasus itu telah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kulonprogo. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, AI dijerat pasa 81 dan 82 UU nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Beralih ke Kalijambe, Sragen. Baru-baru ini, Senin (9/9) seorang pelajar SMK Swasta MAG (17) juga kepergok telah masyuk dengan teman perempuan yang sama-sama pelajar FNA (16). Keduanya digerebek setelah diketahui dari CCTV warnet yang dipasang.

Mulanya, ABG kelas XI ini terlihat memulai dengan melihat foto-foto porno, di situ mereka ingin memerankan apa yang ada di dalam layar komputer.

Apes, CCTV yang mengintai, membuat kepolisian Sragen dengan mudah menangkapnya. Kebetulan razia, yang dilakukan petugas pun sedang gencar.

Pengakuan keduanya kepada Polres Sragen, aksi nekat itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Di Semarang, pada pekan lalu juga dikagetkan dengan adanya tindak amoral yang dilakukan sepasang mahasiswa. Di Balik bilik mereka hendak berbuat mesum.

Keduanya tampak akan melakukan apa yang telah dilihat di dalam layar. "Kalau saja kita telat 15 menit, mungkin kita menangkap mereka saat sedang mesum," ujar seorang polisi di lokasi saat merazia. Tapi kedua mahasiswa ini tidak ditahan. Mereka dikembalikan ke rumah masing-masing setelah orangtuanya datang ke Mapolrestabes Semarang.