Sunday, September 29, 2013

Ahok: Kenapa Mendagri tidak pindahkan SBY yang sering didemo

Katakepo.blogspot.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi keras pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi terkait demo warga terhadap Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli. Dengan lantang, Ahok menyarankan agar Gamawan memindahkan Presiden SBY karena juga sering didemo.

"Kenapa tidak suruh pindahkan Pak SBY sering didemo juga. Ya dong, saya khawatir kinerja Pak SBY juga turun karena banyak yang demo kan, kalau begitu musti diganti dong. Kemarin Pak Jokowi juga didemo dari buruh berapa kali, saya juga khawatir Pak Jokowi kinerjanya turun," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (27/9).

Tak hanya itu, dia memandang agar kantor Jokowi dipindahkan ke Merdeka Utara. Sebab, jika Merdeka Utara didemo, maka tidak ada lagi jabatan yang lebih tinggi di Indonesia.

"Karena Mendagri tidak bisa komentar presiden, dia anak buahnya. Nah supaya jangan sampai Pak Mendagri nanti bilang kami juga harus dipindahkan karena sering didemo, terpaksa pindah ke Medan Merdeka Utara deh. Supaya enggak berani komentar kan," jelasnya.

Namun, sembari bercanda Ahok lebih memilih di Merdeka Selatan dibanding Merdeka Utara. Sebab, saat ini ia telah menjadi pejabat yang berkantor di Merdeka Selatan.

Bahkan, Ahok juga mengaku telah ditegur oleh Mendagri karena pernyataan yang mengatakan bahwa Gamawan Fauzi tidak mengerti konstitusi. Namun, Ahok tidak merasa bersalah dan terbiasa ditegur oleh Mendagri.

"Tadi dia SMS, beliau merasa tidak bermaksud seperti itu. Panjang SMS-nya. Soalnya balas membalas SMS-nya. Intinya beliau mengatakan bahwa dia mengerti konstitusi, ini kan beda persepsi. Beliau menganggap bahwa supaya kinerja tidak turun. Menurut saya, ya salah dong. Masak seseorang kamu tidak belain dan jaga hanya gara-gara sekelompok orang demo," cetus Ahok.

Jokowi dan Ganjar dampingi Mega tanam kedelai di Bantul

Katakepo.blogspot.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan penanaman kedelai di lahan persawahan Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dua gubernur kebanggaan Megawati akan ikut hadir. Gubernur DKI Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Megawati juga akan menyerahkan bibit kedelai kepada para petani setempat. Direncanakan 2.500 petani akan mengikuti penanaman di lahan seluas 700 hektar ini.

"Turut hadir mendampingi Ibu Megawati Soekarno Putri, Gubernur DKI Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang malam tadi sudah berada di Yogyakarta," kata Wakil Ketua DPD PDIP DIY Eko Suwanto dalam siaran pers tertulisnya melalui BBM kepada merdeka.com Sabtu (28/9) malam.

Sabtu (28/9) malam kemarin juga digelar makan malam dan pertemuan antara Megawati dengan akademisi, kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP dan para tokoh petani di Phoenix Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta.

"Kebijakan impor kedelai hanyalah menguntungkan pengimpor kedelai, sementara petani kedelai selama ini butuh kesejahteraan namun sepertinya diabaikan. Sehingga panen yang dilakukan petani kedelai tak berarti apa-apa. Kebijakan kepada para petani tidak ada sama sekali, namun kepada para pengusaha kaya justru ditunjukkan dengan telanjang mata," jelasnya.

Eko menambahkan komitmen PDIP terhadap kedaulatan pangan juga telah diperlihatkan oleh para kepala daerah yang berasal dari PDIP, seperti di Kabupaten Bantul dengan membeli hasil pertanian oleh pemerintah dikala harga jatuh dan di Kabupaten Kulonprogo dengan program Bela dan Beli Kulonprogo.

"Selama ini, PDIP konsisten menolak impor hasil produksi pertanian dan mendorong petani agar berdaulat dan mandiri," tambahnya

Ahok: Kalau ada lawan, pukul yang keras sampai pemimpinnya mati

Katakepo.blogspot.com - Awalnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merupakan pengusaha di daerah asalnya, Belitung. Namun pada akhirnya dia terjun ke dunia politik, diawali sebagai anggota DPRD Belitung, lalu anggota DPR RI, dan sekarang wakil Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Ahok, dia terjun ke politik berawal dari frustasi. Ahok mengaku karena frustasi dan stres lah dia bertambah kreatif.

"Dasarnya sederhana saja, saat itu banyak orang miskin di daerah asal saya, sekolah roboh, dan lainnya. Akhirnya saya dan keluarga membantunya secara rutin Rp 500 ribu untuk 9 orang akhirnya saya pikir, uang saya habis, tapi yang menerima bantuan hanya terbatas," pikirnya saat itu.

Akhirnya, dia pun banting setir menjadi anggota DPRD, sehingga lewat uang daerah atau partai, bisa membantu lebih banyak orang, dan uang Rp 500 ribu mungkin bisa untuk setiap orang, sedangkan sekolah roboh pun bisa diperbaiki.

"Dengan saya menjadi anggota DPRD, saya pun bisa lebih leluasa memilih camat yang saya anggap baik," katanya.

Selama karirnya di politik, Ahok terkenal menjalankan ikan Salmon. Menurut Ahok, ikan hidup adalah ikan yang bisa berenang melawan arus, sedangkan yang mengikuti arus adalah ikan mati.

"Ikan Salmon bisa melawan arus laut dan sungai sampai di pegunungan untuk bertelur. Artinya, kita harus melawan arus untuk memberi makna pada orang lain," tuturnya.

Ahok terkenal galak, terutama terkait dengan kasus Tanah Abang. Untuk hal itu, Wagub tersebut member resepnya, yaitu pukul yang paling kuat, sehingga yang lain akan mudah dikalahkan.

"Seperti dulu di kampung, warga desa menggiring monyet ke sebuah kantong, tapi untuk dapat menangkapnya, warga harus memukul pemimpinnya sampai mati, sehingga monyet lainnya bisa mudah ditangkap," katanya.

Bus terbalik di Jalan Lintas Sumatera, 5 orang tewas dan 20 luka

Katakepo.blogspot.com - Satu unit bus Pinem jurusan UB Rokan-Medan terguling dan terbalik di Jalan Lintas Sumatera, Desa Pasar Bengkel, Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumut, Minggu (29/9) pagi. Lima orang tewas, 20 lainnya terluka.

"Kita belum identifikasi korban, karena kita masih fokus pada evakuasi," kata Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai AKP Hasan Basri saat dihubungi merdeka.com.

Dia memaparkan, petugas sudah berhasil mengevakuasi seluruh korban tewas maupun korban luka ke rumah sakit. Selain ke rumah sakit Trianda, korban juga dibawa ke RS Melati, Perbaungan.

Hasan menambahkan, di antara 20 orang korban luka, terdapat empat orang yang luka berat. Keempatnya tengah dirawat intensif.

Polisi belum mengetahui penyebab terbaliknya bus dengan nomor polisi BK 7772 LC itu. "Masih kita selidiki," jelas Hasan.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Bus Pinem terguling tepat di tikungan yang dikenal dengan simpang Bang Abing. Kendaraan itu diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum terguling dan terbalik. Bagian depan bus remuk.

"Kecepatan bus memang tinggi. Karena khawatir aku pegangan dengan kuat," ujar Wartono (33), seorang penumpang yang selamat.

Evakuasi korban juga dibantu warga. Namun mereka kesulitan karena kondisi bagian depan bus remuk. "Setelah kita keluarkan dievakuasi ke rumah sakit. Korban tewas tiga laki-laki dan dua perempuan tua," kata Gunawan, warga sekitar.

Salahkah Mendagri minta Jokowi pindahkan Lurah Susan?

Katakepo.blogspot.com - Nama Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli belakangan ramai menjadi pemberitaan media. Sebab, perempuan berusia 43 tahun banyak mendapat penolakan dari masyarakat karena alasan agama.

Aksi penolakan masyarakat tersebut dicurahkan lewat demonstrasi. Mereka menggelar demonstrasi di depan kantor Kelurahan Lenteng Agung hingga aksi massal jalan kaki.

Alasan masyarakat menolak Lurah Susan cukup sederhana. Menurut mereka perbedaan keyakinan antara Lurah Susan dengan warga membuat sejumlah kegiatan di lingkungan mereka terganggu. Salah satu contohnya adalah Lurah Susan tak bisa menghadiri acara majelis taklim dan Ramadan.

Kabar penolakan Lurah Susan rupanya sampai ke telinga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi . Gamawan meminta kebijaksanaan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) untuk menempatkan lurah sesuai dengan kultur dan budaya daerah.

"Pak Gubernur tidak salah menempatkan itu, tidak ada undang-undang yang terlanggar. Tapi akan lebih bijak lagi, kalau Susan ditempatkan yang di daerah non muslim juga. Artinya aspirasi masyarakat terpenuhi," ujar Gamawan.

Namun, saran Gamawan ditolak mentah-mentah oleh Jokowi dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Jokowi menyatakan tidak alasan yang kuat untuk menggeser Susan Jasmine Zulkifli dari posisi lurah Lenteng Agung. Jokowi juga tidak akan mempertimbangkan protes warga soal beda keyakinan dengan Lurah Susan.

Jokowi menegaskan, penempatan Lurah Susan di Lenteng Agung berdasarkan hasil tes seleksi terbuka atau lelang jabatan yang digelar beberapa waktu lalu terhadap camat dan lurah. Jokowi mengatakan tidak akan menuruti saran Gamawan walaupun sang lurah terus didemo warganya.

"Oh enggak (sekarang), enam bulan menjabat baru dievaluasi. Karena kalau setiap demo saya evaluasi, demo evaluasi, semua nanti demo minta ganti lurah dan camat, repot saya," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (27/9).

Berbeda dengan Jokowi , Ahok lebih keras menyikapi saran Gamawan. Ahok bahkan meminta Gamawan belajar konstitusi lagi.

"Dia harus belajar konstitusi. Menurut saya Mendagri itu perlu belajar tentang konstitusi. Ini negara Pancasila, bukan ditentukan oleh orang tolak atau tidak tolak," tegasnya di sela-sela acara Apel Besar Satgas Banjir dan Satgas Jalan Rusak di Monas, Jakarta, Jumat (27/9).

Ahok bahkan dengan lantang menyarankan agar Gamawan memindahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena juga sering didemo.

"Kenapa tidak suruh pindahkan Pak SBY sering didemo juga. Ya dong, saya khawatir kinerja Pak SBY juga turun karena banyak yang demo kan, kalau begitu musti diganti dong. Kemarin Pak Jokowi juga didemo dari buruh berapa kali, saya juga khawatir Pak Jokowi kinerjanya turun," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (27/9).

Tahu bosnya dihujat, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Umar Syahdat 'mengamuk' di jejaring sosial Twitter.

"Saya bela mendagri karena statement mendagri benar karena sesuai dengan UU Otda. Lebih baik, baca dulu UU Otda baru bicara," kata Umar di akun twitter pribadinya @Umar_Hasibuan, Sabtu (28/9).

Umar menilai apa yang telah disampaikan oleh Gamawan Fauzi tak ada yang menyalahkan pendapat dari Jokowi dan Ahok tentang Lurah Susan. Hanya saja, masyarakat keburu menilai miring pernyataan Mendagri.

"Padahal yang disampaikan mendagri tak ada yang salahkan Jokowi-Ahok. Tapi karena kalian sudah anggap mendagri salah, apapun yang benar disampaikan mendagri tetap salah," lanjutnya.

"Apapun yang keluar dari mulut Ahok dan Jokowi sudah pasti benar semua menurut kalian. Jadi tak ada guna lagi berdebat dan diskusi," kicaunya lagi.

Lantas kalau sudah begini siapa yang salah?