Saturday, October 5, 2013

Dibandingkan pria, wanita lebih bahagia!

Katakepo.blogspot.com - Sebuah penelitian mengungkap bahwa dibandingkan pria, wanita lebih berbahagia. Penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata wanita menilai rasa bahagia mereka sekitar 7,01 dari skala sepuluh. Sementara pria hanya 6,73 dari skala sepuluh. Bahkan, satu dari lima wanita mengaku nilai kebahagiaan mereka sembilan dari skala sepuluh.
Lebih banyak wanita (sekitar 71 persen) juga mengaku merasa lebih sering bahagia dibandingkan hanya 68 persen pria yang mengatakan hal serupa. Lebih dari setengah wanita (53 persen) mengatakan mereka bahagia dengan pekerjaan mereka, sementara hanya 45 persen pria yang mengaku demikian.
Sekitar 61 persen wanita mendeskripsikan diri mereka sebagai orang yang optimis, dibanding 55 persen pria yang mengatakan begitu. Lantas, apa rahasia di balik rasa bahagia wanita?
Rahasianya kemungkinan adalah perilaku wanita terhadap orang lain. Sekitar 54 persen wanita mengaku berusaha bahagia untuk menyenangkan orang lain, dibanding 44 persen pria yang mengaku demikian. Sebanyak 76 persen wanita juga merasa bahagia jika bisa membuat orang lain gembira. Hal ini hanya dialami oleh 66 persen pria.
Selain itu, sekitar 62 persen wanita mengatakan bahwa mereka akan mendapat dampak positif ketika melihat orang lain tersenyum. Sementara hanya 56 persen pria yang merasa begitu, seperti dilansir oleh Daily Mail (04/10).
Meski begitu, uniknya wanita justru merasa bahwa pria lebih bahagia dari mereka. Sekitar 56 persen wanita percaya pria lebih bahagia dibanding wanita. Lucunya, 65 persen pria juga percaya bahwa mereka lebih bahagia dibandingkan wanita.
Penelitian ini juga menemukan bahwa pria dan wanita merasakan kebahagiaan dari hal yang berbeda. Bagi pria, seks adalah hal penting yang bisa membuat mereka bahagia. Sekitar 43 persen pria mendukung ide ini, sementara hanya 28 persen wanita yang setuju dengan hal tersebut. Pria juga lebih mendapatkan kebahagiaan dari hobi dan kendaraan pribadi mereka. Sementara wanita mendapatkan kebahagiaan terbesar dari anak-anak, liburan, dan binatang peliharaan mereka.
Bagaimana menurut kalian, setuju dengan hasil penelitian ini?

Pacaran 20 tahun, pasangan ini menikah di usia 90-an

Katakepo.blogspot.com - Pasangan asal Inggris yang sudah berusia lanjut namun terbukti berjiwa muda baru saja melangsungkan pernikahan. Mereka adalah Ted Parsons, 98 tahun dan Jean Reed berusia 90 tahun. Setelah berpacaran selama 20 tahun, mereka akhirnya meresmikan hubungan mereka.
Saat ini mereka tercatat sebagai pasangan tertua di Inggris yang baru melangsungkan pernikahan. Mereka menikah di Kingston Register Office dan hampir saja memecahkan rekor dunia sebagai pengantin tertua. Sayangnya, rekor masih tetap dipegang oleh pasangan sebelumnya yaitu Lillian Hartley 95 tahun dan Allam Marks 98 tahun.
Bicara tentang masa-masa pacaran mereka berdua, Ted menjelaskan bahwa mereka biasa pergi berkencan, namun tak ada hal yang terlalu romantis karena mereka sama-sama sudah dewasa dan tua.
"Jika aku harus berlutut untuk melamarnya, mungkin aku butuh bantuan untuk berdiri lagi," seloroh Ted, seperti dilansir oleh Daily Mail (04/10).
Mereka bertemu 20 tahun lalu ketika Ted yang seorang pelukis mengunjungi rumah Jean di New Malden. Mereka memilih upacara pernikahan yang sederhana. Ted memakai jas berwarna biru pucat dan pasangan ini berjalan bergandengan diiringi anak bungsu Ted, Andrew.
"Semua orang tak akan hidup abadi. Kebahagiaan di sisa usia adalah yang mereka inginkan," ungkap Andrew.
Setelah menikah, pasangan ini berharap bisa menghabiskan waktu bersama dan lebih sering keluar. Ted menjelaskan bahwa rasa cintanya pada Jean tumbuh seiring bertambahnya usia mereka. Awalnya mereka hanya teman, kemudian rasa itu tumbuh menjadi cinta.
Setelah menikah Ted mengaku akan menjaga Jean selama sisa hidupnya, seperti juga Jean akan menjaganya selama sisa hidupnya. Pasangan ini menunjukkan bahwa tak ada kata tua dalam hal cinta dan kasih sayang. Semoga mereka berbahagia.

Kami hanya isap 3,8 persen dari cadangan

Katakepo.blogspot.com -  Data Dinas Pertambangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Sukabumi menyebut sedotan Aqua dari empat mata air kepunyaan mereka fantastis. Dari mata air pertama, 432 meter kubik per hari. Melalui mata air kedua dan ketiga sama-sama mengisap 864 meter kubik tiap hari. Sedangkan ladang air keempat paling besar hasilnya, yakni 6.048 meter kubik saban hari.

PT Tirta Investama mengaku hanya memiliki tiga sumur, satu sumur hanya untuk sumur pantau. Selain itu, perseroan hanya diizinkan mengambil air 70 liter per detik. Aqua mengaku telah melakukan konservasi di wilayah resapan air di Gunung Salak untuk menghidupkan lagi mata air warga telah kering.

"Kita bikin sumur (pantau) tapi sumur itu tidak dikeluarkan, hanya untuk memantau muka air. Sumber air itu harus dipantau," kata Direktur Water Resource Department PT Tirta Investama Wahyu Tri Raharja kepada merdeka.com Rabu lalu di kantornya, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. "Kalau semakin-lama semakin turun, menunjukkan air di regionalnya kian turun."

Berikut penjelasan Wahyu kepada Arbi Sumandoyo dan Alwan Ridha Ramdani.

Di daerah tanah yang sudah dibeli harus ada penghijuan. Temuan merdeka.com desa di atas pabrik Aqua tidak ditanami pohon keras, tapi malah tanaman pertanian. Kenapa begitu?

Kita sudah mengikuti kemauan Pemda Sukabumi membebaskan radius 200 meter. Namun jika kita hendak membuat pagar, ada pertanyaan dari warga. Karena dulunya warga penggarap di sana, pemiliknya dari Jakarta dan Bogor. Waktu itu mau konservasi, malah kita ribut karena warga kehilangan mata pencarian.

Cuma untuk menanam tanaman keras, konservasi, belum kita lakukan sepenuhnya karena berbenturan dengan kegiatan warga. Memang kita sudah memasang rencana induk bekerja sama dengan warga untuk menanam pohon sengon. Cuma mungkin untuk bicara kuantitas, saya belum dapat laporan jelas tentang ini.

Kenapa penghijauan hanya dilakukan di daerah resapan air yang Aqua sedot?

Konservasi itu harusnya wajib bagi perusahaan menggunakan sumber daya alam. Kalau konservasi bagi kita, ditulis dalam dokumen amdal kita, harus di daerah tangkapan air. Kedua, kalau kita benerin permukaan atas, otomatis daerah bawah pun akan menikmati airnya.

Jadi kalau kita bener melakukan semua kegiatan di daerah tangkapan air, dengan sendirinya air warga akan terisi dari atas. Mata air dulu ada tapi hilang, akan kembali lagi.

Dalam konsep kita, kita memang melakukan konservasi di atas agar semua air hujan meresap ke sana. Kalau sudah meresap banyak, mata air hilang akan kembali lagi. Itu harapan kita. Namun untuk konservasi, misalnya kita hanya bisa konservasi 1,1 sampai 1,2 hektar. Kalau rusak tiga hektar, kita hanya bisa konservasi satu hektar tidak seimbang.

Seharusnya konservasi dilakukan bersama-sama bukan kita saja. Kalau bisa dikumpulin semua perusahaan ada di situ terus kita iuran. Aqua paling gede bolehlah, tapi semuanya. Otomatis kita mempercepat proses air itu lagi. Meresapnya lebih banyak.

Saat ini Aqua saja yang melakukan konservasi?

Setahu saya memang Aqua saja. Makanya kita sedang berusaha mengajak semua, termasuk pemerintah. Ada juga perusahaan lain menanam pohon tapi tidak tepat. Mohon maaf, jadinya sia-sia. Kebetulan kita sudah melakukan studi, jadi kita tahu persis air itu muncul di mana, elevasi berapa, zona mana, kondisi sekarang seperti apa.

Bahkan kita sudah bikin rencana induk konservasi. Cuma karena lingkupnya begitu besar, buat kami akan berat kalau ditanggung sendiri.

Berapa hektar lahan konservasi harus dilakukan?

Besar sekali, 36,8 kilometer persegi. Kita dari studi hanya menggunakan 3,8 persen air dari cadangan di situ.

Cuma kalau bicara seluruh pengguna air, di sana itu sudah 48 persen. Bukan kita saja, bukan hanya perusahaan, ada petani juga. Kita berharap penggunanya mulai kendalikan, terutama perusahaan. Di sana banyak perusahaan mengambil air tanpa izin, itu yang dikendalikan. Tapi memang kontribusi kita paling besar.

Aqua sempat gencar menggunakan mata air dalam iklan, kenapa tidak langsung bilang Aqua menggunakan sumber air artesis?

Kalau kita berbicara mata air atau sumber air, kita sebernarnya acuannya pada SNI. Pada SNI tidak ada menyebutkan mata air, itu harus pakai alam yang keluar, itu tidak ada di situ. Jadi kalau kita bicara masalah merek, bagaimana membuat daya jual saja. Menurut saya, secara hukum tidak salah. Karena di SNI tidak ada spesifik kalau menyebut mata air itu harus ini.

Aqua menggunakan berapa sumur di Cikubang?

Ada tiga, satunya sumur pantau. Kita tidak pakai. Kita bikin sumur tapi sumur itu tidak dikeluarkan, hanya untuk memantau muka air. Sumber air itu harus dipantau, kalau semakin lama semakin turun, menunjukkan air di regionalnya semakin turun.

Yang dilaporkan Aqua kepada pemerintah yang diambil atau yang diproduksi?

Dua-duanya. Air dipakai untuk produksi ada meter airnya. Untuk produksi, kita sudah dibatasi. Kalau lebih, kita didenda dan kena penalti.

Yang diambil Aqua 3,8 persen dari cadangan air di sana. Berapa meter kubik itu?

Izin kami punya di Sukabumi adalah 70 liter per detik. Kita tidak mungkin produksi lebih dari itu karena aliran kita juga cuma itu. Air tersedia cuma segitu. Kalau kita bicara produksinya berapa? Kita punya yang namanya water ratio.

Kalau kita memproduksi satu liter air Aqua itu dibutuhkan 1,2 liter air baku, otomatis ada 0,2 persen terbuang. Itu otomatis karena namanya produksi ada bocor dan sebagainya.

Rasio kita rata-rata 1,2. Kalau kita punya izin 70 liter per detik, produksi kita itu sekitar 68 liter per detik. Produksi bisa dijual kepada masyarakat cuma 80 persen dari izin kita. 20 persen ada yang kebuang karena bocor dan dipakai untuk masyarakat sekitar. Misalnya untuk masjid dan lain-lain. Kalau bicara nilainya berapa, mohon maaf.

Apakah ada hasil riset Aqua terkait daya dukungan lingkungan di kawasan Cikubang?

Kalau dari studi dibuat sama Universitas Padjadjaran, daerah sana masih sangat hijau. Yang terjadi adalah ketidakberimbangan pemakaiannya. Ada yang menggunakan sangat gede, ada yang dibuang, dan ada yang menggunakan sedikit. Pembagian airnya tidak tepat.

Faktor paling penting adalah faktor regulator, dalam hal ini adalah pemerintah daerah. Tapi intinya sistem di sana masih sangat bagus, infiltrasi di sana masih di atas 30 persen. Namun demikian masih bisa dikelola dengan baik kalau kita konservasi bersama-sama.

Mantan kepala dinas bilang cadangan air di sana bisa habis dalam dua dasawarsa. Apakah menurut Anda begitu?

Secara saintifik, kita tidak bisa mengatakan itu. Karena air itu berbeda dengan minyak atau tambang. Kita tidak bisa bilang cadangan air itu sampai 20 tahun karena faktornya terlalu banyak. Pengambilan terlalu besar, namun begitu diambil diisi juga sama air hujan.

Mungkin yang disampaikan kepala dinas, kalau kita tidak melindungi. Dari segi saintifik, profesor manapun tidak ada yang bisa mengatakan 20 tahun lagi atau berapa tahun, tidak bisa ngomong itu.

Di kampung Pojok hingga Desa Babakan Pari atas akses air bersih sumbangan Aqua macet, kenapa bisa begitu?

Yang terjadi adalah karena banyak masyarakat membutuhkan, sedangkan jaringan kita itu terbatas sehingga pengaturannya tidak rata. Misalnya yang mengatur itu lebih banyak dari Kampung Cikubang, maka jaringan sana akan dimatikan dulu.

Kemudian ketersediaan jaringan. Kita tidak mungkin langsung menyediakan seluruh jaringan ke masyarakat. Akhirnya yang terjadi adalah bangun ini dulu. Akhirnya ada beberapa daerah terlayani dengan baik dan ada juga yang tidak, seperti Kampung Kuta dekat dengan kita tidak kebagian.

Secara teknis, kita menyiapkan air di sana, didorong ke Kampung Kuta. Tapi anggarannya besar untuk biaya listrik dan pipa. Ini masalah teknis. Pengalokasian proyek dan bantuan kalau tidak ada institusi bener, seperti itu. Kadang kita mengikuti hasil musrenbangdes, kadang di desa memang tarik-tarikan.

Kita mendorong ada institusi atau pengelola, tapi pengelola di situ tidak mau ada iuran, inginnya dari kita semua. Harapan kita warga juga ikut memelihara. Organisasinya itu menyebabkan aliran air ke Kampung Pojok tidak lancar.

Perempuan muslim Amerika diberi minum teh campur daging babi

Katakepo.blogspot.com - Nicole Queen, seorang mualaf asal Amerika Serikat terkejut mendapati potongan daging babi pada minumannya saat dia makan siang di sebuah restoran. Dia menduga ini sengaja dilakukan pelayan tidak senang atas kehadirannya di tempat itu.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (4/10), kejadian itu berlangsung di restoran TGI Fridays di Negara Bagian Texas. Perempuan 32 tahun ini menuturkan para pelayan memberikan muka dingin seolah tidak ingin Queen menempati salah satu meja di sana.
Queen menuangkan kekesalan di akun jejaring sosial Facebook pribadinya. "Siapa pun Anda, Muslim, Kristen, atau Yahudi, jangan pernah mau menerima perlakuan semacam ini. Mereka menaruh daging babi pada minuman saya," Queen menuliskan.
Sejak awal Queen merasa aneh sebab tidak diperbolehkan mendapat isi ulang minuman. Namun pelayan malah membawa teh dalam gelas plastik bisa dibawa pulang lengkap dengan sedotan. Sedikit curiga, namun Queen berusaha berpikir positif, mungkin pelayan itu mau memperbaiki kesalahannya sebab berperilaku tidak menyenangkan.
Namun setelah membawa teh itu ke mobilnya dia memuntahkannya kembali. Potongan daging babi berbaris masuk ke mulutnya. Dia langsung masuk kembali ke dalam restoran dan meminta manajer memberitahukan pelayannya agar bersikap tidak kurang ajar. Tapi yang dia dapat hanya sangkalan dan bilang pelayan tidak punya akses ke dapur.
Queen menyerahkan minuman terkontaminasi daging babi itu. Pada akunnya dia juga mengatakan selama menjadi muslim enam tahun baru ini mengalami diskriminasi. Pihak TGI Fridays telah meminta maaf secara personal pada perempuan itu. Queen tidak berencana menggugat hanya saja dia menginginkan pihak restoran melatih karyawannya agar lebih baik dan sopan melayani tamu tanpa memandang latar belakang mereka.

Robot cantik di pameran China bikin cemburu pengunjung wanita

Katakepo.blogspot.com - Robot berdandan ala perempuan berpenampilan cantik dipecat dari pekerjaannya jadi pemandu turis yang ingin menyaksikan Pameran Kesenian China. Tindakan ini diambil setelah si robot sering diraba-raba wisatawan dan mengundang kecemburuan banyak pengunjung wanita.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (4/10), robot ini awalnya dipekerjakan selama pameran di Provinsi Liaoning berlangsung. Juru bicara pameran, Feng Kung, mengatakan pengunjung membludak jadi salah satu alasan mereka mempekerjakan robot. "Namun robot ini terlalu cantik sehingga pengunjung lelaki banyak yang meraba, bahkan ada yang menyingkap roknya untuk mengintip dalaman," ujar Kung.
Alhasil panitia pameran memecat robot itu dan kembali menggantinya dengan pemandu manusia. Kalau pun mau memakai robot maka dipilih robot laki-laki.
Robot pemandu ini mengenalkan pameran pada pengunjung dan bertugas meladeni pertanyaan lewat pengenalan suara. Ini dilakukan sambil berjalan memutari pameran.