Tuesday, October 1, 2013

Sepenggal Kisah Banten Lama

Katakepo.blogspot.com - MATAHARI sudah condong jauh ke barat, tetapi udara panas nan terik masih meruap di kawasan Pelabuhan Karangantu, Banten Lama, Provinsi Banten. Walau demikian, hal itu tak menghentikan kesibukan para nelayan menyiapkan jaring dan pancing. Sebagian lagi memanfaatkan waktu untuk beristirahat, menyandarkan badan di dinding perahu beratap terpal, menunggu datangnya malam.

Pelabuhan Karangantu ini ternyata punya sepenggal cerita sejarah yang membanggakan. Selain karena tak ada lagi jejak peninggalan yang bisa dilihat langsung, pelabuhan itu kini benar-benar berubah jadi perkampungan nelayan kumuh. Sampah berserakan di jalan-jalan dan lumpur sungai yang sudah lama dikeruk, menumpuk di tepi dermaga.

Karangantu kini menjadi bandar laut yang terlupakan. Padahal, dulunya adalah pelabuhan kelas dunia. Pelabuhan ini pernah tercatat menjadi bagian Jalur Sutra. Gubernur Belanda Jan Pieterzoon Coen—sebagaimana yang diungkap dalam Mengenal Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kota Banten Lama oleh Uka Tjandrasasmita, Hasan M Ambary, dan Hawany Michrob—membuat catatan soal enam perahu China yang membawa barang senilai 300.000 real di Karangantu.

Dari buku yang sama, Tom Pires, pakar obat-obatan dari Portugal yang berkelana di Asia Tenggara, bertandang ke Banten pada tahun 1513. Pires menyebut, Karangantu merupakan pelabuhan kedua di Kerajaan Sunda, setelah pelabuhan besar Sunda Kelapa di Jayakarta.
Bukti-bukti sejarah besar Karangantu tak hanya tercatat di buku. Beberapa komoditas yang pernah diperjualbelikan di era kejayaan Banten Lama bisa dilihat di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama.

Di museum ini, tersimpan rapi beberapa benda seperti guci dan porselen dari China, Jepang, dan Belanda. Pengamat sejarah Banten, Lukman Hakim, mengatakan, Banten berkembang pesat jadi kota pelabuhan dan kota perdagangan pada era Sultan Maulana Hasanudin.

Pada era kepemimpinannya, pusat pemerintahan dipindahkan dari bagian hulu ke hilir Sungai Cibanten dengan maksud memudahkan hubungan dagang dengan pesisir Sumatera melalui Selat Sunda. Rupanya Banten pada masa itu sudah pandai membaca situasi politik dan perdagangan di Asia Tenggara.

Saat itu, pedagang dari mancanegara risau karena Malaka jatuh ke tangan Portugis. Karena pedagang Muslim yang tengah bermusuhan dengan Portugis enggan berhubungan dagang dengan Malaka, maka para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat, mengalihkan jalur perdagangan ke Selat Sunda. Mereka singgah di Karangantu.
Sejak itu, Karangantu jadi pusat perdagangan internasional yang disinggahi pedagang Asia, Afrika, dan Eropa. Titik balik kehancuran Banten Lama terjadi saat pecah perang saudara antara Sultan Haji dengan ayahnya, Sultan Ageng Tirtayasa.

Sejak itu, pengaruh kesultanan Banten mulai pudar. Banten Lama semakin ditinggalkan setelah pusat pemerintahan dipindah ke Serang. Pelabuhan Karangantu tak lagi dilirik karena kondisi lingkungan akibat pengendapan lumpur tak memungkinkan kapal singgah. 

Related Posts:

  • Intip keagungan Masjid Tiban, masjid ajaib di Malang Katakepo.blogspot.com - Ketika Anda mengunjungi kota Malang, jangan lupa untuk mengunjungi Masjid Tiban. Masjid ini bukan masjid biasa. Masjid itu menyuguhkan keagungan dan keindahan.Yang membuat masjid ini berbeda adalah… Read More
  • Fosil tengkorak kera langka ditemukan di China Katakepo.blogspot.com -  Sebuah fosil tengkorak kera yang sangat langka ditemukan di sebuah situs peninggalan di provinsi Yunnan, China. Dilansir dari Softpedia (9/9), berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, te… Read More
  • Aset-aset Masa Lalu Katakepo.blogspot.com - JIKA berbicara tentang aset-aset PT Kereta Api Indonesia yang tersebar dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, mulai dari lahan hingga gedung-gedung dan peralatan lain, tentu kita bisa berdecak kagum. … Read More
  • Museum Radya Pustaka Solo Dipugar Katakepo.blogspot.com - Museum Radya Pustaka, terletak satu kompleks Taman Sriwedari Solo yang dibangun tahun 1890 bakal dipugar mengingat bangunan yang masuk cagar budaya itu telah rusak dimakan usia."Pemugaran itu dilak… Read More
  • Ternyata lapisan es Antartika terbentuk 34 juta tahun yang lalu Katakepo.blogspot.com - Berdasarkan hasil investigasi terbaru, para peneliti mengklaim bahwa lapisan es Antartika mulai terbentuk sekitar 34 juta tahun yang lalu. Dilansir dari Softpedia (9/9), sebelumnya peneliti memperk… Read More

0 comments:

Post a Comment