Monday, August 19, 2013

Yuk Perhatikan Daftar Makanan Pendongkrak Mutu Sperma

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA - Makanan yang dikonsumsi juga dapat mempengaruhi kualitas sperma. Makanan apa sajakah itu?
Askbaby.com dan health4youonline.com melansir, makanan yang kaya protein seperti tiram, daging kambing, kalkun, gandum, buncis, daging merah, kacang, alpukat, pisang, dan almond dapat meningkatkan produktifitas sperma.
Seorang pria juga disarankan untuk makan makanan mengandung zat besi dan asam amino seperti bayam, rumput laut, putih telur, atau daging unggas karena juga baik untuk meningkatkan kualitas sperma.
Beberapa zat lain yang juga turut berperan untuk menghasilkan kualitas sperma lebih baik seperti likopen yang terdapat pada tomat, anggur merah, dan jambu biji merah. Zat folate juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas sperma yang terdapat pada asparagus, brokoli, jeruk, sayuran hijau, atau gula bit.
Menkonsumsi seledri mentah juga baik untuk sperma karena mengandung androsterone yang baik untuk stimulasi seksual dan vitamin antioksidan seperti vitamin C, E, dan B12 yang berguna untuk meningkatkan produksi sperma.


Penyebab Kualitas Sperma yang 'Madesu'

Katakepo.blogspot.com - Bagi pasangan lain, memiliki anak ternyata amat sulit sekali. Berbagai cara sudah dilakukan, namun tak juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Biasanya, wanita sering dituduh sebagai pemicu tak bisa memberikan keturunan. Padahal, pria juga memegang peranan penting, seperti kualitas spermanya. Karena, indikator penting kesuburan pria adalah sperma.
Bila pria dewasa namun belum mampu membuat istrinya hamil, maka perlu curigai kualitas spermanya. Mungkin saja spermanya masuk dalam kategori 'madesu' (masa depan suram).
Menurut Dr. Noroyono Wibowo, SpOG (K) selaku Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesi (POGI), terdapat beberapa penyebab yang dapat menurunkan kualitas sperma pria.
Tidak memvariasikan makanan
Para pria yang ingin sehat tak hanya harus mengonsumsi makanan sehat dan komplit namun juga memvariasikannya. Pola makan akan mempengaruhi produksi sperma.
"Banyak orang yang 'mendewakan' satu jenis makanan saja. Padahal ada vitamin tertentu yang tidak terdapat di jeruk, maka harus mengonsumsi buah-buahan lain. Sama seperti, protein yang terdapat dalam daging kambing, pasti berbeda dengan protein dalam daging sapi, ayam atau ikan. Jadi, perlu divariasikan demi kecukupan nutrisi," jelasnya.
Tidak berolahraga
Pria yang secara teratur melakukan olahraga lebih cenderung memiliki produksi dan kualitas sperma yang lebih baik.
"Karena, orang yang malas bergerak biasanya malah sakit," paparnya.
Pola hidup tak sehat
Membiasakan tidur malam tepat waktu ternyata cukup membantu meningkatkan jumlah dan kelincahan sperma.
"Percuma juga, jika pola makan baik dan rutin berolahraga, tetapi selalu tidur larut malam atau begadang. Hal ini akan menurunkan kualitas sperma Anda," tegasnya.
Merokok
Jika Anda masih menjadi perokok aktif hingga saat ini, maka segera berhentilah. Selain menyebabkan berbagai masalah kesehatan, merokok juga memengaruhi jumlah dan kualitas sperma.
"Pria yang merokok 12 batang per hari, kualitas spermanya turun hingga 42 persen," tegasnya.

4 Minuman ‘Pembunuh’ Sperma

Katakepo.blogspot.com - Tidak berlebihan rasanya jika ada ungkapan “you are what you eat”, yang artinya, Anda adalah cerminan dari apa yang Anda makan dan minum. Bagi Anda yang sedang diet, ungkapan ini bisa menjadi panduan agar Anda tidak makan sembarangan saat berdiet.
Tak hanya berlaku bagi Anda yang sedang berdiet, ungkapan ini juga berlaku dalam kehidupan seksual. Kesehatan seksual, baik laki-laki dan perempuan, sejatinya dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi sehari-hari.
Para ahli menemukan bahwa beberapa jenis minuman tertentu memiliki dampak negatif pada kesehatan seksual, terutama bagi laki-laki. Bahkan, minuman tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Apa saja minuman tersebut?

Alkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol dengan kadar alkohol di atas 40 persen bisa mengakibatkan kerusakan organ tubuh, seperti kerusakan jaringan lunak pada rongga mulut, pencernaan, dan bahkan berisiko mengalami kerusakan hati (liver).
Minuman beralkohol juga dapat merusak kesehatan seksual, yakni menyebabkan kelainan struktur sperma dan penurunan jumlah sperma. Seorang ilmuwan mengatakan bahwa pria yang mengonsumsi 3-6 kali minuman beralkohol dalam seminggu berisiko mengalami kerusakan hati (liver) serta memiliki jumlah sperma lebih rendah daripada pria yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Soda

Bukan rahasia umum jika minuman bersoda dapat merugikan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Selain meningkatkan risiko diabetes akibat kadar gulanya yang tinggi, minuman bersoda juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan lain seperti, gangguan pencernaan, gigi berlubang, gangguan ginjal, dan bahkan dapat mempengaruhi tingkat kesuburan pria.
Sebuah studi menyebutkan bahwa bahan kandungan bisphenol yang terdapat dalam botol plastik dan kaleng soda bertanggung jawab menurunkan produksi dan kualitas sperma.

Teh Mint

Seperti kita ketahui bersama bahwa teh memiliki banyak manfaat kesehatan bagi orang yang meminumnya. Namun beberapa ahli berpendapat bahwa teh mint memiliki dampak yang kurang menguntungkan bagi kesehatan seksual.
Teh mint dianggap bertanggung jawab terhadap perubahan hormonal dan penurunan kadar testosteron pada pria. Teh mint juga dapat mempengaruhi hormon seks (androgen) pada pria. Androgen adalah hormon seks pria yang mempromosikan perkembangan dan pemeliharaan karakteristik seks pria, termasuk dalam memproduksi testosteron untuk kesuburan pria.

Kopi

Selain memiliki manfaat sehat, mengonsumsi kopi ternyata juga bisa merugikan kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Menurut berbagai studi, mengonsumsi kopi beberapa jam sebelum bercinta dapat meningkatkan libido pria.
Namun, penelitian lain menyebutkan , jika dikonsumsi berlebihan, kopi bisa menurunkan jumlah sperma karena kandungan phytoestrogen yang tinggi dalam kopi. Phytoestrogen diklaim dapat menurunkan produksi sperma pada pria karena melawan hormon seks yang terdapat pada pria sehat.

Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Pria Mandul

Katakepo.blogspot.com - Selain impotensi, masalah klasik yang masih menjadi momok menakutkan bagi banyak pria adalah infertilitas atau ketidakmampuan sperma membuahi sel telur.
Banyak faktor yang menjadi penyebab terganggunya proses pembentukan sperma hingga mengakibatkan kemandulan pada pria. Dan ternyata beberapa kebiasaan tersebut sering dilakukan pria dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan apa sajakah itu? Berikut penyebab kemandulan seperti dilansir Boldsky:
Merokok
Tingginya kadar nikotin dalam tubuh akibat merokok dapat merusak sperma serta mengurangi jumlahnya.
Obesitas
Obesitas menyebabkan perubahan hormonal menjadi abnormal, hingga memicu timbulnya kemandulan.
Stres
Saat stres tubuh akan memproduksi kortisol. Para ahli meyakini bahwa dalam kondisi stres tubuh tidak dapat memproduksi sperma dengan kualitas terbaik sehingga lebih berisiko mengalami kemandulan.
Laptop
Suhu tinggi pada laptop saat dipangku dapat menyebabkan testis menjadi panas. Ini dapat berakibat buruk dan merusak kualitas sperma.
Steroid
Merupakan hormon sintetis yang digunakan untuk meningkatkan massa otot secara instan. Selain dapat meningkatkan risiko terbentuknya tumor, penggunaan steroid juga dapat mengakibatkan kemandulan.
Berendam air panas
Berendam di air panas dapat meningkatkan suhu testis yang pada akhirnya dapat merusak sperma dan memicu kemandulan.
Radiasi ponsel
Kebiasaan menyelipkan ponsel di saku celana juga bisa mempengaruhi testis. Jika dilakukan terus-menerus, maka radiasi ponsel dapat memicu disfungsi ereksi dan ketidaksuburan pada pria.
Celana ketat
Pemakaian celana ketat membuat suhu di testis meningkat, dan berakibat jumlah produksi sperma menurun.
Konsumsi Minuman Beralkohol
Mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengurangi produksi testosteron, yang akhirnya mengurangi jumlah sperma dan memicu kemandulan.

7 Tanda Rambut Rusak Akibat Pemakaian Bahan Kimia Berlebihan

Katakepo.blogspot.com - Pengeritingan, pewarnaan serta perawatan seperti creambath dan hair spa dapat menjadikan rambut Anda tampak indah. Namun semua itu juga memiliki dampak buruk akibat kandungan kimia yang digunakan dalam proses pengerjaan. Paparan bahan kimia terus-menerus bisa membuat rambut menjadi rusak. Seperti apa tanda rambut rusak akibat pemakaian bahan kimia?
1. Kusam
Rambut yang rusak biasanya tidak lagi memiliki sinar dan kilauan seperti dalam iklan shampo. Mungkin Anda bisa mengakalinya dengan silikon spray atau membalurkan kondisioner selama 30 menit. Namun hasilnya hanya bersifat sementara. Rambut pun akan kembali menjadi kusam setelah beberapa saat.

2. Tekstur kasar
Untuk menguji apakah rambut Anda rusak atau tidak, cobalah memegang ujung rambut di posisi atas kepala. Kemudian, gerakkan jari Anda dari ujung rambut mengarah ke akar. Apakah terasa lembut atau kasar dan rapuh? Jika tekstur terasa kasar dan rapuh, maka rambut Anda termasuk dalam kategori rambut rusak dan sulit menyerap kelembapan dengan baik.

3. Susah diatur
Jika sebelumnya Anda dengan mudah menata rambut tanpa membutuhkan waktu lama, namun kini hal itu tidak terjadi lagi. Bisa jadi mahkota Anda mengalami kerusakan. Rambut yang rusak biasanya sulit diatur akibat kondisinya yang kering. Oleh karena itu, bagi pemilik rambut rusak tidak disarankan untuk memotong pendek rambut karena akan semakin sulit ditata.

4. Kusut
Rambut yang sehat cenderung kenyal dan lembap, sehingga tidak sulit ketika disisir setelah keramas. Berbeda dengan rambut yang rusak. Rambut-rambut tersebut akan mengumpul, terikat dan sukar ketika disisir, bahkan dengan bantuan kondisioner sekalipun. Jika hal ini sering terjadi, itu berarti mahkota Anda dalam kondisi rusak.

5. Ujung bercabang
Untuk memeriksa apakah Anda memiliki masalah ini, ambil beberapa helai rambut lalu genggam secara bersamaan. Jika Anda bisa melihat ujung rambut yang berubah warna menjadi lebih terang dan bercabang dua, maka rambut Anda termasuk rambut yang rusak. Ujung rambut bercabang biasanya disebabkan oleh kondisi rambut yang kering dan kasar. Tidak ada cara untuk mengobati ujung rambut bercabang kecuali dengan memotongnya. Setelah lakukan trim, Anda bisa mulai merawatnya untuk menghindari hal yang sama terjadi lagi.

6. Mudah rontok
Jika Anda melihat rambut rontok di sisir lebih banyak dari biasa, bisa jadi mahkota Anda sedang mengalami kerusakan. Rambut yang rusak memiliki kondisi rapuh dan mudah sekali rontok. Rambut rontok 100 helai adalah hal yang wajar, namun jika sudah lebih dari itu. Anda perlu melakukan perawatan intensif.

7. Warna rambut pudar atau menyerap terlalu banyak
Rambut yang rusak memiliki pori-pori lebih banyak dari rambut sehat. Hal itu tentu memberikan masalah ketika Anda sedang melakukan pewarnaan. Cairan yang terlalu banyak menyerap membuat cat tampak lebih gelap dari warna yang diinginkan. Selain itu, pewarnaan pada rambut rusak lebih mudah pudar ketika Anda melakukan pencucian.