Monday, August 19, 2013

Berbicara Sendiri Menyehatkan Otak

Katakepo.blogspot.com - Berbicara dengan diri sendiri ternyata ada manfaatnya. Cuek saja bila dianggap kurang waras, toh berbicara sendiri bisa meningkatkan daya ingat Anda.


Penelitian kecil yang dipublikasikan dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology menunjukkan bahwa orang yang berbicara sendiri lebih cepat menemukan barang yang hilang atau yang sedang dicari.

Bahkan, berbicara sendiri dapat meningkatkan kekuatan otak dan konsentrasi kerja.

Para ahli yakin bahwa memberikan instruksi lisan pada diri sendiri membantu untuk meningkatkan perhatian dan fokus, sekaligus mengurangi gangguan. Hal ini juga membantu Anda untuk lebih menentukan dan memungkinkan Anda untuk mengontrol pikiran dan kognitif serta reaksi emosional.

"Idenya adalah mengucapkan kata-kata keras membantu untuk mengaktifkan sifat lebih aktif dalam otak dan mengkonfigurasi otak lebih efisien untuk membantu memproses informasi sementara," jelas peneliti Gary Lupyan, asisten profesor psikologi di University of Wisconsin, dilansir dari ABC News (19/7).

Anda Cuma Butuh Lima Teman!

Katakepo.blogspot.com - Oleh: FamilyGP

Sebuah pepatah kuno Portugis berbunyi: “Kamu hanya memiliki lima teman sejati. Sisanya hanyalah hiasan.”

Sekarang tampaknya pepatah tersebut benar adanya.

Sebuah survei yang dilakukan pada orang-orang di Inggris saat ini menunjukkan, lima adalah jumlah ideal orang yang kita rasa butuhkan untuk mendukung kita.

Namun, sayangnya, sepertiga responden mengatakan bahwa mereka kurang jaringan dan merasa sendirian.

Riset, yang dilakukan Nationwide Building Society menemukan, meskipun obsesi masa modern berkutat pada memperbanyak teman di Facebook dan Twitter, banyak dari kita — 32 persen — kehilangan sosok terpercaya yang dapat dimintai pertolongan saat kesusahan.

Pria dua kali lipat cenderung merasa tidak memiliki orang yang mendukungnya daripada wanita, dengan 42 persen yang berpendapat demikian.

Umur juga memengaruhi perasaan seberapa “didukungnya” kita, dengan orang-orang berusia 55 merasa bahwa mereka memiliki lebih sedikit teman (sekitar 40 persen) dari golongan usia lainnya.
Faktor tempat juga berpengaruh. Orang yang tinggal di tenggara Inggris — sebesar 73 persen — merasa lebih didukung daripada orang di daerah mana pun di Inggris.

Dalam dunia pekerjaan, satu dari enam orang mengatakan bahwa mereka memercayai kolega dan satu dari 20 adalah bos mereka. Namun pria merasa kurang percaya diri dalam karier mereka dibandingkan wanita, dengan 11 persen mengatakan bahwa mereka butuh dukungan kerja dibandingkan wanita yang hanya lima persen.

Psikolog hubungan, Susan Quilliam, mengatakan “Tidak peduli seberapa kuat dan mandiri orang, kita semua butuh seseorang untuk diandalkan dalam fase penting kehidupan.”

“Entah itu pendengar, pemberi saran bijak, bahu untuk menangis atau seseorang yang sama sekali tidak berhubungan dengan situasi yang sedang Anda hadapi, jaringan dukungan yang kuat penting untuk meringankan tekanan hidup, pembuatan keputusan dan yang paling penting, menghindari agar orang tidak merasa sendirian.”

Polling Nationwide juga, secara mengejutkan, menemukan bahwa saat ini kekhawatiran akan uang merupakan alasan terbanyak yang membuat kita merasa perlu jaringan pendukung.

Satu dari enam (16 persen) mengatakan bahwa mereka juga membutuhkan seorang ahli keuangan untuk membantu mereka menabung, sementara 15 persen mengatakan bahwa mereka menginginkan orang yang membimbing mereka melunasi utang mereka.

Mitos Tentang Cinta dan Faktanya

Katakepo.blogspot.com - Beragai mitos tentang cinta telah beredar selama berabad-abad. Namun tak semua mitos tersebut benar. Berikut beberapa mitos yang ada serta faktanya.

Mitos : Cinta saja sudah cukup sebagai dasar berhubungan

Fakta : Dalam memilih pasangan, banyak orang yang mengedepankan perasaan cinta yang menggebu-gebu. Hal itu tidak salah, namun saat ingin menjalin hubungan yang lebih serius misalnya pernikahan, sekadar perasaan cinta yang menggebu saja tidak cukup. Layaknya tanaman, cinta pun membutuhkan nutrisi untuk menjaganya tetap hidup. Kepercayaan, toleransi, intimasi serta komitmen adalah nutrisi utama bagi perasaan cinta. Jika Anda hanya merasakan cinta, tanpa diikuti oleh nutrisinya, maka dapat dipastikan, perasaan itu tak akan bertahan lama.

Mitos : Cinta tak perlu dipelajari

Fakta : Cinta juga perlu dipelajari. Jika Anda menganggap cinta saja sudah cukup, maka secara otomatis Anda dan pasangan tak akan pernah belajar untukberkomunikasi dan menyelesaikan masalah. padahal, sebesar apapun cinta Anda, kerikil dalam hubungan tak akan bisa dihindari. Namun ketika badai dahsyat yang menguji cinta Anda bisa dilewati, maka ikatan Anda dan pasangan makin kuat. Oleh karena itu, jangan jadikan perasaan cinta Anda alasan untuk berhenti belajar dan mengenal pasangan lebih dalam.

Mitos : Pasangan tak akan berubah sampai kapanpun
Fakta : Setiap orang akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dulu si dia sering menulis puisi bagi Anda, namun kini, SMS romantis pun tak pernah ada. Anda tak bisa menahan perubahan tersebut. Yang bisa Anda lakukan adalah menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada maka Anda akan berbahagia. Lagipula, apakah cinta si dia hanya bisa dibuktikan lewat puisi-puisinya saja?

Mitos : Pasangan sempurna akan membuat Anda bahagia
Fakta : Tak ada seorangpun yang sempurna. Seperti kata pepatah, jangan menghabiskan waktu Anda untuk mencari orang yang sempurna. Tapi carilah seseorang yang bisa menyempurnakan kehidupan Anda. Si dia mungkin tak seganteng Brad Pitt, tak sekaya Donald Trump dan rambutnya tak setebal Sharuk Khan. Tapi kesabarannya dapat membuat hati Anda tenang setiap saat. Itulah pasangan yang 'sempurna'.

Mitos : Pernikahan adalah prestasi
Fakta : Jangan pernah terganggu dengan status sahabat yang sudah menikah. Menikah bukan prestasi. Memiliki suami bukan berarti Anda memiliki kelebihan dari wanita lain. Ketimbang putus asa karena status single, lebih baik buka pikiran Anda menjadi lebih positif. Aura dan emosi positif justru akan membuat Anda semakin menarik. Dan jika saatnya tepat, seorang 'pangeran' akan datang dan meminang Anda.

Selamat berbahagia.

Aturan Aman Memakai Lensa Kontak

Katakepo.blogspot.com  

Tanya: Saya sudah pakai lensa kontak selama 10 tahun, dan sekarang mata saya terasa kering sekali. Baru 3 jam pakai softlens sudah kering rasanya, jadi saya harus pakai tetes mata sampai 4-5 kali sehari. Pertanyaan saya: apakah sehat pakai softlens sampai belasan tahun, atau ada batas maksimalnya? Selama ini saya disiplin selalu copot softlens sebelum tidur dan pakai softlens hanya 12 jam per hari. Pertanyaan kedua, adakah cara untuk membuat mata jadi tidak kering lagi? Terimakasih, dok.
Lenna, Jakarta

Jawab:

Dear Lena,

Dalam pemakaian lensa kontak, yang penting diperhatikan adalah lensa tidak bisa asal pilih dan sembarangan beli, dan membutuhkan cara pakai yang benar. Jika sembarangan, risikonya akan membahayakan kesehatan mata, seperti mata kering, infeksi pada kornea yang juga bisa mengakibatkan kebutaan. Berikut saran dari American Optometric Association (AOA) supaya dampak negatif menggunakan softlens dapat diminimalisir :

    •    Temui dokter mata untuk mencari informasi dan mendapatkan lensa yang sesuai untuk mata Anda dan layak pakai.
    •    Jika Anda akan menyentuh lensa, cucilah tangan terlebih dahulu.
    •    Selalu lepas softlens Anda ketika Anda akan tidur.
    •    Membersihkan lensa secara rutin dengan cara mengusap lensa kontak dengan jari dan bilas dengan cairan pembersih sebelum menyimpan lensa dalam wadah yang sudah berisi cairan pembersih.
    •    Simpan wadah lensa kontak di tempat yang lembap dan terlindung dari cahaya matahari langsung.
    •    Gantilah wadah lensa setiap 3 bulan sekali.
    •    Untuk menyimpan lensa, gunakan cairan pembersih yang masih baru. Jangan gunakan cairan yang sudah dipakai, karena meskipun terlihat bersih tetapi bisa mengandung bakteri yang dapat membahayakan mata Anda.
    •    Patuhi jadwal penggantian lensa kontak sesuai anjuran dokter.
    •    Temui dokter mata Anda untuk memeriksakan mata Anda secara rutin.

dr. Jesslyn Valentina Jonathan

Tandanya Anda Berhubungan Dengan Orang yang Salah

Katakepo.blogspot.com - Hubungan cinta yang telah berjalan lama, namun tak juga berujung pada pernikahan kadang menimbulkan pertanyaan "Apakah ia orang yang tepat?".

Berikut beberapa tanda bahwa Anda telah memilih pasangan yang tidak tepat.

1. Tidak bahagia

Walau memiliki pasangan, namun saat bersamanya Anda tak merasa bahagia. Bahkan tak jarang Anda sengaja menghindari jadwal-jadwal bertemu dan kencan. jika ketidakbahagiaan sudah melanda, untuk apa sebuah hubungan harus diteruskan?

2. Merasa rendah diri saat bersama pasangan
Bersama pasangan tak membuat Anda tersenyum bahagia, sebaliknya perasaan rendah diri justru melanda. Sikap pasangan yang dominan dan superior membuat Anda selalu merasa melakukan kesalahan. Apapun yang Anda lakukan seakan tak pernah cukup baginya.

3. Membuat Anda jauh dari sahabat juga keluarga
Pasangan seolah ingin memiliki Anda sendirian. Jangankan untuk bersilaturahmi dengan sahabat, bertemu dan mengambil hati orang tua Anda saja ia enggan melakukannya. Ketimbang bertandang ke rumah dan mengakrabkan diri dengan keluarga, kekasih lebih suka mengatur janji untuk bertemu Anda di tempat lain. Misalnya pusat perbelanjaan.

4. Tidak memiliki tujuan yang sama
Jika ingin hubungan menuju ke jenjang yang serius, tentunya Anda dan pasangan harus memiliki tujuan hidup yang sama. Jika sudah menjalankan hubungan sekian lama, namun Anda dan pasangan tetap tidak memiliki tujuan yang sama, maka ada baiknya untuk menilai ulang hubungan tersebut.

5. Menyangkal kebenaran

Anda sudah menyadari ada yang salah dengan hubungan yang tengah dijalani. Namun entah karena apa, Anda terus melakukan penyangkalan. Terkadang tekanan dari umur yang terus bertambah serta keinginan untuk segera menikah membuat hati dan pikiran Anda tak bisa melihat kesalahan-kesalahan yang ada dalam hubungan. Jangan sampai terjebak dalam kesalahan ini, dan membuat keputusan yang akan Anda sesali seumur hidup.

Memilih pasangan hidup bukanlah sesuatu yang harus dilakukan terburu-buru dan di dalam tekanan apalagi ketepaksaan. Jangan sampai salah memilih pasangan hidup.

Semoga berbahagia!