Wednesday, September 4, 2013

Pria asal Singapura ini koleksi 6 ribu boneka Barbie

Katakepo.blogspot.com - Barbie, boneka yang identik sebagai simbol kecantikan ini biasanya menjadi mainan anak perempuan. Namun pria yang satu ini memiliki pemikiran lain.
Dilansir dari Gizmodiva, Jian Yang, pria 33 tahun asal Singapura ini memiliki hobi mengoleksi boneka Barbie sejak usianya masih menginjak 13 tahun. Sampai saat ini, koleksi boneka Barbie milik Yang mencapai 6 ribu boneka.
Kecintaannya pada boneka Barbie muncul saat Yang pertama kali melihat iklan boneka Barbie di televisi. Sejak saat itu, Yang mulai membeli dan mengumpulkan setiap jenis boneka Barbie yang ada.
Dalam koleksi Yang terdapat beberapa boneka Barbie artis seperti Barbra Streisand dan Audrey Hepburn. Yang juga memiliki 50 buku Barbie, termasuk Barbie Bazaar, majalah resmi kolektor Barbie.
Koleksi Barbie tersebut tersimpan rapi di dalam kotak lemari kaca yang menghiasi hampir seluruh dinding rumahnya. Selain boneka Barbie, Yang juga memiliki beberapa koleksi boneka lain seperti boneka Bratz, Monster High, robot Transformer dan Furby.

Samsung Galaxy Gear bagus tapi tidak akan sepopuler Apple iWatch

Katakepo.blogspot.com - Dalam hitungan hari saja, Samsung akan merilis satu produk mutakhir mereka yaitu Galaxy Gear. Namun, beberapa analis berpendapat bahwa penjualan produk tersebut tidak akan menggembirakan.

Sebelum kabar mengenai jam tangan digital besutan Samsung ini beredar, terlebih dahulu rumor mengenai perangkat sejenis buatan Apple yaitu iWatch yang muncul.

Oleh karenanya, beberapa analis memprediksikan bahwa ada kemungkinan ketika dirilis, Galaxy Gear tidak akan memenuhi ekspektasi karena rata-rata banyak orang yang justru lebih menantikan produk dari Apple.

Dikutip dari Daily Mail (02/09), bahkan persaingan produk jam tangan digital ini lebih akan dikuasai Apple daripada Samsung. Diperkirakan iWatch akan diperkenalkan ke publik sekitar musim semi tahun depan.

Analis dari Gartner turut berpendapat bahwa penciptaan jam tangan digital dengan tetap membawa brand Galaxy merupakan keuntungan tersendiri bagi Samsung, namun produknya tersebut tidak akan banyak berarti atau menjadi satu hal yang mainstream sampai ketika Apple merilis iWatch.

Contohnya saja ketika banyak perusahaan merilis perangkat pemutar musik portable, tidak ada satu yang benar-benar mendominasi di pasaran. Namun, ketika iPod dirilis, produk satu itu langsung menjadi salah satu perangkat elektronik yang sangat populer.

Inggris punya hotel khusus ayam betina

Katakepo.blogspot.com - Sebuah hotel mewah beserta resor sekelas bintang lima dibuka di wilayah Kent, Inggris. Namun bukan untuk manusia, melainkan bagi ayam betina.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (3/9), hotel mewah ini dimaksudkan merawat ayam-ayam selama pemiliknya pergi. Dengan biaya sekitar Rp 130 ribu para ayam dapat menikmati semua fasilitas disediakan termasuk kandang pribadi dan mereka bebas berkeliaran. Tidak ada ayam jantan diperbolehkan di sini lantaran kokoknya bisa membangunkan para 'tamu' hotel.
Penggagasnya bernama Julie Smith. Dia menjamin ayam menginap di tempatnya akan lebih sehat lantaran diberi makan pelet, selada, semangka, dan jagung serta pelbagai campuran bahan makanan membuat ayam lebih bugar dan bertelur lebih banyak.
Selain itu adalah penting mengklasifikasi ayam dengan jenis sama. "Jika tidak mereka akan lebih agresif," ujar Smith.
Sekitar 700 ribu warga Inggris terdata memiliki ayam menurut lembaga perlindungan ayam betina. Termasuk para selebritas Britania seperti Liz Hurley juga memiliki ayam. Namun mereka kurang pengetahuan merawat ayam sehingga banyak terkena penyakit.

Lenovo dan Intel mengadakan seminar pendidikan untuk para Guru

Katakepo.blogspot.com - Lenovo yang berkolaborasi dengan Intel Indonesia Corporation, mendemonstrasikan komitmen mereka untuk ikut majukan sektor pendidikan Indonesia dengan menggelar seminar sehari bertajuk Seminar Pembelajaran Abad 21 yang ditujukan bagi para guru.

Seminar ini diselenggarakan di Auditorium Sasana Krida, Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tujuan seminar ini adalah pengembangan profesionalisme guru atau pendidik dalam program pembelajaran berbasis TIK, untuk mendukung implementasi Kurikulum Pendidikan 2013 menuju pendidikan yang berkarakter di abad 21.

Seminar ini menampilkan Chief Operating Officer & REL Division Lead, Lenovo Indonesia, Sandy Lumy dan Technical Manager, Lenovo Indonesia, Azis Wonosari, yang secara berturut-turut akan menyampaikan pidato pembukaan dan solusi Lenovo untuk dunia pendidikan; Harry K Nugraha, Director Strategic Business Development, Intel Indonesia Corporation dan Widya Listyowulan, Education Manager, Intel Indonesia Corporation, berturut-turut akan berbicara soal Pembelajaran Abad 21 dan solusi pendidikan di Intel.

Pembicara lainnya adalah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs R Kadarmanto Baskara Aji, yang menyampaikan pidato pembukaan dan sambutan; mantan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional dan pakar pendidikan, Prof Suyanto Ph.D., yang akan menyampaikan pidato yang berjudul Pembelajaran Abad 21: Apa Yang Harus Dilakukan Guru?; dan Kepala Balai Tekkomdik, Singgih Raharjo SH, M.Ed., yang akan memperkenalkan Balai Tekkomdik, suatu unit pendidikan yang bertanggung jawab dalam merencanakan dan mengembangkan model-model dan sistem pendidikan melalui pemanfaatkan TIK.

Impor pangan tinggi, Indonesia justru kehilangan banyak petani

Katakepo.blogspot.com - Dalam sensus pertanian tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) tidak hanya mencatat sumber daya alam (SDA) pertanian, tapi juga sumber daya manusia (SDM). Hasil survei sementara sepanjang Mei 2013, BPS mencatat penduduk yang bertani sebagai pekerjaan sehari-hari semakin berkurang.
Kepala BPS Suryamin mengatakan jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian kini sebesar 26,13 juta. Sebanyak 5,04 juta petani 'hilang' atau tidak lagi menjadi petani. Sensus terakhir pada 2003, jumlah rumah tangga usaha pertanian mencapai 31,17 juta rumah tangga.
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengungkapkan bahwa kejadian ini sudah diramalkan dari jauh-jauh hari. Pasalnya, pemerintah tidak mendukung pengembangan sektor pertanian ini.
"Miss management oleh pemerintah baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran. Jangankan mendongkrak kinerja, menjaga saja pemerintah tidak bisa," ujarnya pada merdeka.com di Jakarta, Senin (2/9) malam.
Enny mengakui bahwa tergerusnya jumlah pekerja pertanian memang disebabkan oleh proses industrialisasi. Pekerja usia produktif lebih memilih untuk bekerja di luar sektor tersebut seperti menjadi tenaga kerja indonesia (TKI) atau tenaga kerja wanita (TKW).
"Rata-rata usia 30 ke atas baru ingin bekerja sebagai petani," tuturnya.
Langkanya pekerja di pertanian membuat sektor ini harus memberi upah cukup tinggi sebagai aspek penarik minat. Tingginya upah, sementara di sisi lain pendapatan tidak maksimal, membuat ketidakefisienan.
Pengamat lulusan Universitas Diponegoro ini mengatakan jika pemerintah harus melakukan sejumlah pekerjaan rumah bila ingin melakukan perbaikan. Perbaikan kebijakan dan penganggaran menjadi harga mati.
"Tidak ada inovasi teknologi dan lembaga untuk mendorong produktivitas selama ini. Ini yang harus diperbaiki," jelasnya.
Penghidupan kembali fungsi penyuluh dan peningkatan jumlah anggaran diyakini menjadi solusi atas permasalahan ini. Kebijakan pemerintah juga harus menyentuh langsung para petani.
"Kebijakan pembangunan infrastruktur dasar saat ini masih lebih berat ke aspek jalan dan sangat sedikit untuk kebutuhan pertanian," ucap Enny.
Pemerintah juga harus menggenjot inovasi dan mendorong implementasi hasil penelitian dari sejumlah lembaga atau perguruan tinggi di bidang pertanian. "Selama ini hasil penelitian sejumlah universitas hanya menghiasi perpustakaan," ungkapnya.
Pemerintah sendiri mengakui mencetak sawah baru sangat sulit saat ini. Makin tergerusnya lahan pertanian menjadi salah satu faktor berkurangnya pekerja di sektor ini.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah berjanji mendukung program ketahanan pangan dengan mendorong pembukaan lahan sawah baru. Tahun lalu, Dahlan mengaku hanya sanggup mencetak 3.000 hektar lahan sawah baru dari target 20.000 hektar.
Pencetakan lahan tahap pertama ini akan dilakukan di Kalimantan Barat tepatnya di Ketapang. Dalam pengembangan sawah ini, Dahlan akan meminta Batan Teknologi untuk membuat iradiasi benih atau lahan agar padi yang dihasilkan bisa berkualitas.
"Yang saya kaget sawah itu untuk pertama tanam hasilnya cuma 3 ton per hektar. Saya ingin tahu nanti apa bisa ditingkatkan," ungkap Dahlan ketika ditemui di Gedung Kementerian BUMN.
Dahlan mengakui bahwa mencetak lahan sawah baru sangat sulit. Bahkan lebih sulit dari membuat real estate atau perumahan. Oleh karena itu Dahlan sedikit pesimis dengan target pencetakan 20.000 hektar sawah baru di 2012.
"Bikin sawah garapnya harus hati hati, ini betul betul praktik yang historical. Ga bisa disamakan dengan buat real estate," tambahnya.