Thursday, September 5, 2013

Abraham Samad: Rudi Rubiandini Orang Serakah


Katakepo.blogspot,com - Yogyakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menilai bekas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, orang yang serakah. "Gaji sebagai Kepala SKK Migas Rp 220 juta sebulan, dan gajinya sebagai Komisaris Bank Mandiri senilai Rp 75 juta, tapi masih menerima suap," kata Abraham saat menyampaikan kuliah umum di depan mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis, 5 September 2013.
Abraham menganggap Rudi seharusnya bisa menolak suap karena sudah mendapatkan fasilitas lengkap dari negara dan memiliki pendapatan tinggi. Abraham menilai pejabat negara dengan gaji besar dan fasilitas mewah yang melakukan korupsi memiliki sifat tamak. Kata dia, korupsi dilakukan bukan karena kebutuhan, tapi keserakahan. "Gaji Rp 300-an juta sebulan itu, kan, tidak habis dimakan. Ini karena dia punya sifat tamak," ujar Abraham.
Dia menjelaskan, kejahatan korupsi bisa dilakukan dengan dua motivasi, yakni keserakahan atau karena kebutuhan. Bagi Abraham, koruptor dari kalangan pegawai negeri sipil golongan terendah, yang hanya bergaji Rp 2 jutaan per bulan, melakukan kejahatan ini dengan motivasi kebutuhan. Untuk PNS rendahan seperti itu, menurut dia, bisa dicegah agar tidak melakukan korupsi, yaitu dengan menyetarakan gajinya sesuai standar kebutuhan di daerahnya saja.
Kata Abraham, sektor tambang dan migas selama ini memang menjadi lahan korupsi banyak pejabat pembuat kebijakan yang serakah. Tidak mengherankan, kata dia, hasil kajian KPK menyimpulkan 50 persen perusahaan tambang batu bara dan nikel tidak membayar royalti ke negara. "Mereka hanya memberi upeti ke gubernur dan bupati. Makanya sebagian bupati di Kalimantan mobil mewahnya bisa 25 berjejer, tapi puskesmas dan sekolahannya hancur," ujar dia.
Abraham juga menganggap dominasi asing pada pengelolaan sumber energi, seperti minyak dan gas, terjadi akibat banyaknya pengambil kebijakan di sektor ini yang melakukan korupsi. Padahal, kata dia, KPK pernah menghitung hasil pengelolaan sektor migas, kalau 100 persen didominasi negara, bisa menghasilkan pemasukan Rp 20 ribu triliun. "Jadi, selama ini, akibat korupsi, telah terjadi perampokan yang luar biasa. Pelakunya pengusaha hitam dan pejabat korup," katanya.

9 Makanan Ini Memicu "Heartburn"

Katakepo.blogspot.com - Apakah Anda pernah mengalami rasa panas di dada sehabis makan atau ketika tidur? Hati-hati, mungkin Anda mengalami heartburn atau rasa panas di dada seperti terbakar akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Heartburn adalah gejala utama dari penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Stres dan merokok diduga sebagai penyebab utama dari masalah ini. Kondisi orang dengan heartburn, biasanya akan semakin memburuk ketika mereka berbaring, membungkuk dan makan berlebihan.
Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang wajib Anda hindari untuk mencegah munculnya heartburn, seperti dikutip symtomfind:

1. Jeruk


Segala macam produk  jeruk, seperti lemon dan grapefruits, dapat menjadi pemicu timbulnya heartburn pada beberapa orang. Jeruk mengandung sejumlah besar asam yang dapat meningkatkan gejala heartburn. Jika Anda salah satu pecinta buah jeruk, hindari mengkonsumsi buah tersebut pada waktu perut kosong.

2. Tomat


Tomat juga tinggi akan kandungan asam. Orang dengan heartburn biasanya akan mengalami peningkatan gejala setelah mereka mengonsumsi tomat. Jumlah asam yang terkadung di tomat segar jauh lebih banyak ketimbang setelah dimasak. Meskipun tomat tinggi antioksidan, tetapi makanan ini tidak dianjurkan dikonsumsi dalam dosis besar pada orang dengan gejala heartburn.

3. Bawang putih


Bawang putih adalah makanan super yang dikenal memiliki manfaat kesehatan luar biasa. Setiap potongan siung bawang putih dapat memberikan solusi alami terbaik untuk membantu pengobatan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penumpukan plak di arteri, gula darah tinggi dan pembekuan darah. Bahkan beberapa ahli menyakini, bawang putih dapat membantu mencegah kanker dengan menghambat pertumbuhan tumor dan mengurangi ukuran mereka.

Bawang juga mengandung antibiotik, memiliki sifat antivirus dan antijamur serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun beberapa senyawa pada bawang putih juga dapat meningkatkan produksi asam di lambung, yang memicu heartburn atau rasa panas di dada.

4. Makanan pedas


Sama seperti bawang putih, makanan pedas seperti lada dan cabai  dapat memicu timbulnya heartburn. Tidak seperti beberapa makanan lainnya, mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah sedang tidak akan mengurangi gejala heartburn. Bahkan jika dikonsumsi dalam jumlah kecil sekalipun.

5. Pepermin


Banyak orang yang terkejut mengetahui bahwa pepermin sebagai pemicu umum dari heartburn. Pasalnya, pepermin selama ini dikenal membantu menenangkan perut dengan relaksasi otot-otot perut dan membantu empedu untuk mencerna lemak. Pasien dengan heartburn, relaksasi otot-otot perut dapat menyebabkan asam lambung bocor keluar dan mengalir kembali ke kerongkongan, sehingga menimbulkan rasa panas di dada yang meningkat.

6. Keju, kacang dan steak
Keju, kacang dan daging merupakan jenis makanan yang berkontribusi dalam memicu sensasi rasa panas pada dada, karena tinggi kandungan lemak. Perlu diketahui, makanan yang tinggi lemak tidak dapat dicerna secepat makanan rendah lemak. Perut tidak dapat dikosongkan dengan cepat ketika mengandung makanan berlemak, akibatnya makanan menumpuk di perut dan menekan esophageal sphincter (cincin otot antara esophagus bagian bawah dan lambung).

Untuk mencegah heartburn, Anda hanya perlu memilih susu rendah lemak dan mengurangi konsumsi daging. Untuk mengurangi kandungan lemak, hindari penyajian daging dengan cara digoreng.

7. Alkohol


Alkohol, termasuk bir, anggur dan minuman keras, semua dapat berkontribusi untuk timbulnya heartburn. Anggur merah memiliki efek yang sama seperti tomat dan buah jeruk. Moderasi adalah kunci untuk menghindari masalah ini. Beberapa orang dengan gejala heartburn mungkin dapat minum dua gelas tanpa ada efek samping, tetapi untuk orang lain, hal ini bisa menimbulkan rasa panas di dada meski hanya meneguk beberapa gelas.

8. Kafein


Selain kopi dan teh, soda dan minuman berkafein dapat dengan cepat memicu sensasi panas. Sebelum menikmati secangkir kopi atau teh, pastikan Anda sudah mengisi perut dengan makanan ringan atau snack. Roti adalah pilihan yang baik karena mereka akan membantu menyerap asam yang berkeliaran di dalam perut.

9. Cokelat

Cokelat dapat menjadi penyebab serangan heartburn. Cokelat memiliki efek relaksasi pada otot perut, sehingga meningkatkan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Mengkonsumsi cokelat setelah makan dapat membantu mengurangi timbulnya heartburn. Anda tidak perlu menghindari konsumsi cokelat sama sekali. Dengan membatasi porsinya, hal itu sudah dapat membantu meringankan timbulnya sensasi panas di dada.

Ketika Perempuan Alami Psikosomatik

Katakepo.blogspot.com - Jika melihat pada statistik tentang kemungkinan gangguan jiwa terutama depresi pada perempuan, maka sebenarnya kondisi gangguan depresi lebih akan sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Angka kejadiannya bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan pada laki-laki. Berbagai macam faktor bisa menjadi sebab tingginya angka depresi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Faktor hormonal juga turut berpengaruh.

Sebagai salah satu diagnosis dasar dari keluhan psikosomatik, depresi dan begitu juga gangguan cemas sering kali pada perempuan terjadi namun tidak disadari. Ketika seorang mengalami gejala psikosomatik sebagai “ungkapan” depresinya, seperti kebanyakan pasien psikosomatik lainny, mereka akan lebih memilih untuk berobat ke dokter umum atau spesialis non-psikiater daripada ke psikiater. Hal ini tentunya sangat perlu menjadi perhatian karena sering kali pula perempuan tidak memilih berobat dibandingkan laki-laki.

Dari pengalaman klinis menangani kasus-kasus psikosomatik baik pada laki-laki maupun perempuan, saya ingin sedikit berbagi beberapa hal yang mungkin berhubungan dan menjadi khas perempuan yang mengalami psikosomatik. Tentunya hal ini bukan bersifat mutlak untuk semua perempuan, tetapi lebih banyak memang terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

A. Menstruasi

Perempuan usia subur pasti mengalami hal ini. Menstruasi yang terjadi setiap bulan (walaupun pada kenyataannya terjadi bervariasi) merupakan pertanda bahwa dia adalah seorang perempuan subur yang bisa hamil. Walaupun sudah menjadi rutinitasnya namun sering kali menstruasi sangat berhubungan erat dengan gangguan pada suasana perasaan mental emosional. Tidak heran pada kriteria diagnosis gangguan jiwa dari Amerika Serikat yang baru terbit Mei 2013 lalu, gangguan suasana perasaan akibat menstruasi (PreMenstrual Disforik Disorder/PMDD) dimasukkan ke dalam group depresi.

Berhubungan dengan keluhan psikosomatik, pasien perempuan yang mengalami gejala psikosomatik karena kondisi gangguan cemas atau depresinya biasanya mempunyai masalah terkait dengan menstruasinya. Sebelum menstruasi biasanya kondisi kejiwaan pasien lebih tidak nyaman. Pada saat pengobatan terjadi juga sering kali saat menjelang menstruasi pasien kembali mengalami sedikit gejala yang tidak nyaman. Inilah yang membedakan pasien psikosomatik laki-laki dan perempuan, perempuan perlu beradaptasi dengan kondisi menstruasinya yang walaupun normal sering kali menimbulkan masalah pada perasaan pasien perempuan. Hal inilah yang kadang membuat gejala psikosomatiknya sering kali tampak up and down pada perempuan dikarenakan gejala menstruasi sendiri banyak ditandai dengan gejala fisik.

b. Dukungan Pasangan

Tidak mudah menjadi pasien psikosomatik karena sulitnya menjelaskan tentang apa yang terjadi pada pasien psikosomatik dan bagaimana gejalanya. Pasien sering kali sulit menjelaskan hal yang terjadi padanya karena dari pemeriksaan klinis medis dan laboratorium penunjang semuanya normal. Dokter pun tidak semuanya bisa memahami masalah terkait dengan kondisi psikosomatik kecuali yang benar-benar memahaminya seperti psikiater.

Kesulitan menjelaskan kondisi sakit inilah yang kadang membuat pasien psikosomatik menghadapi kondisinya sendiri tanpa dukungan orang yang cukup memahami dirinya. Pasien perempuan biasanya lebih sulit lagi karena pasangan terdekatnya atau suami sering kali tidak bisa menerima konsep psikosomatik sebagai sakit yang dialami pasangannya. Sering kali dengan mudah suami meminta istrinya untuk lebih berpikir positif atau berpikir yang relaks tanpa bisa berempati lebih dulu tentang apa yang dialami istrinya.

Pada prakteknya memang saya melihat dalam kehidupan praktek sehari-hari, pasien perempuan lebih sulit mendapatkan dukungan suami daripada pasien laki-laki mendapatkan dukungan istri.

c. Peran Multipel

Perempuan sering memerankan peran ganda atau bahkan multipel dalam keluarga. Sering kali mereka menjadi perempuan yang juga mencari nafkah untuk keluarga selain sebagai istri dan ibu. Kondisi ini tentunya menimbulkan tekanan kehidupan sendiri. Banyak ibu yang kemudian juga menjadi rentan terhadap stres karena hal tersebut datang setiap hari dengan berbagai macam bentuknya. Ini bukan berarti laki-laki juga tidak stress terhadap masalah kehidupan dan tugas yang diemban, namun kerentanan perempuan lebih besar daripada laki-laki dari konteks ini.

Demikian beberapa hal yang saya bisa berikan kepada pembaca tentang apa yang membedakan perempuan dari laki-laki ketika mengalami gangguan psikosomatik. Semoga berguna.
Salam Sehat Jiwa.

Apa Saja Penyebab Gatal Berlebihan pada Vagina?

Katakepo.blogspot.com - Gatal atau iritasi pada bagian tubuh manapun tentu tidak nyaman. Tetapi jika gatal itu terjadi di area sensitif seperti vagina, bukan saja rasa tidak nyaman tapi juga sangat menganggu.

Kebanyakan gatal dan iritasi di vagina sebenarnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Dengan pengobatan biasa dan menghindari pemicunya, biasanya gatal bisa diatasi. Tetapi rasa gatal juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi. Karena itu jika rasa gatal berlangsung lama dan diikuti bau tak sedap, segera periksakan ke dokter.

Berikut adalah penyebab tersering dari rasa gatal, iritasi, dan rasa terbakar di vagina.

- Bacterial vaginosis
Adalah hal yang normal memiliki berbagai jenis bakteri di vagina. Tetapi jika pertumbuhan bakteri tertentu berlebihan, maka akan terjadi infeksi. Selain rasa gatal, gejala dari infeksi bacterial vaginosis lainnya adalah inflamasi, rasa terbakar, keluar cairan berlebihan, dan bau amis.

- Penyakit menular seksual
Ada beberapa penyakit menular seksual yang bisa menyebabkan gejala gatal dan iritasi, yakni herpes genital, kutil kelamin, gonorhea, dan chlamydia.

- Infeksi jamur
Sekitar 3 dari 4 wanita pernah mengalami infeksi jamur dalam hidupnya. Kondisi ini terjadi ketika jamur candida tumbuh berlebihan di vagina dan vulva. Kehamilan, penggunaan antibiotik, dan sistem kekebalan tubuh yang rendah, bisa memicu terjadinya infeksi jamur.

- Menopause
Penurunan kadar estrogen yang terjadi di akhir masa reproduksi wanita bisa menyebabkan dinding vagina tipis dan kering. Akibatnya lebih mudah terjadi iritasi dan gatal. Tipisnya dinding vagina juga kerap dialami ibu menyusui.

- Iritasi bahan kimia
Sejumlah bahan kimia yang terdapat dalam kondom, cairan pembersih vagina, gel kontrasepsi, sabun detergen, sabun mandi, pakaian dalam, atau tisu toilet yang wangi, juga bisa menyebabkan iritasi pada vagina.

Kondom di Mata Para Pekerja Seksual

Katakepo.blogspot.com - Sekilas tak ada yang aneh dari ruko-ruko yang berderet rapi di bilangan Jakarta Selatan itu. Layaknya pusat bisnis, sore hari itu puluhan orang datang dan pergi di kawasan tersebut. Sebagian dari mereka yang datang ke kompleks ruko ini menggunakan mobil pribadi dan bernampilan rapi.

Semua terlihat normal, kecuali sebuah ruko yang lebih tertutup dibanding yang lain. Ruko ini dijaga seorang satpam berwajah sangar. Pengunjung biasanya akan menemukan ceceran uang koin di halaman sebelum pintu masuk.
Banyak orang tidak akan mengira bila ruko ini termasuk dalam daftar hotspot atau titik rawan penyebaran HIV/AIDS melalui transaksi seksual. Tempat tersebut merupakan lokasi praktik "esek-esek" yang berkedok panti pijat.
Di tempat tersebut tersedia layanan pijat "plus-plus" yang dilakukan oleh pria. Belakangan diketahui, uang-uang koin yang tercecer di halamannya merupakan salah satu ritual pembawa hoki yang dilakukan oleh pengelola tempat.

Saat disambangi, aroma asap rokok tercium sangat pekat memenuhi ruangan berpendingin. Suasana santai pun terasa dengan alunan musik pop yang terdengar cukup keras. Di meja depan, sejumlah pria dan seorang wanita tampak duduk santai menunggu pelanggan.

Sore itu Feri (bukan nama sebenarnya) sedang menanti pelanggan. Pria berusia 20-an tahun ini adalah lelaki pekerja seksual yang biasa melayani sesama jenis. Diakuinya bahwa tempatnya bekerja menyediakan layanan pijat plus-plus oleh pria. Sementara layanan pijat oleh wanita hanya tersedia tanpa layanan plus-plus.

Feri yang bukan pemain baru lagi di industri esek-esek mengaku sudah mengetahui dengan risiko penularan HIV yang dihadapinya. Pelatihan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mendampinginya sedikit banyak memberinya informasi mengenai HIV dan infeksi menular seksual (IMS).
"Tapi mau bagaimana lagi, itulah risiko yang harus dihadapi," ujar Feri.

Feri pun menolak untuk gentar terhadap risiko. Sebaliknya, dia memilih untuk "main aman", yaitu dengan selalu menggunakan kondom setiap melayani pelanggannya. Bahkan untuk aktivitas seksual oral sekalipun, Feri memilih untuk tetap menggunakan kondom.

"Itu sudah prinsip saya selalu pakai kondom. Saya juga pernah kehilangan pelanggan gara-gara prinsip saya itu. Tapi saya santai saja, soalnya sudah komitmen. Jadi sebelum melayani saya bilang dulu, harus pakai kondom," tandasnya.

Meski memegang prinsip selalu menggunakan kondom, Feri tak menampik fakta bahwa selama ini dia sangat jarang membeli kondom sendiri. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan kondomnya, Feri mengandalkan LSM yang rutin memberikan stok di panti pijat tempatnya bekerja.

Setiap bulan, LSM Yayasan Inter Medika (YIM) memang selalu memberikan stok kondom hasil donasi dari organisasi dunia yang peduli HIV/AIDS, seperti Unaids dan Unicef. Lebih kurang 720 kondom dan pelumas rutin diberikan untuk panti pijat tempat Feri bekerja.

"Jumlah segitu cukup kok untuk sebulan, seringnya malah sisa. Paling hanya pelumasnya saja yang sering habis. Kalau habis, kita biasa beli," jelasnya.

Jumlah stok kondom yang tidak pernah habis, diakui Feri, dikarenakan tidak semua pelanggan mau memakai kondom. Selain itu, tidak semua pekerja seksual berprinsip sama dengannya.
Menurut keterangan Aldi dari YIM, pelanggan yang tidak mau menggunakan kondom biasanya menawarkan untuk membayar lebih.

"Kalau sudah uang yang bicara, pekerja yang enggak punya prinsip ya akhirnya enggak pakai kondom juga. Itulah, semuanya dikendalikan uang," ucapnya, menyesal.

Aldi menjelaskan, pelanggan yang tidak mau menggunakan kondom umumnya adalah pria lajang yang tidak memiliki istri dan anak. Sementara itu, pria yang sudah berkeluarga umumnya lebih memilih untuk menggunakan kondom.

Menurutnya, pria berkeluarga mungkin lebih khawatir dirinya tertular HIV atau IMS yang nantinya bisa menularkannya lagi kepada keluarganya. Namun, keinginan untuk mendapatkan sensasi seks yang berbeda membuat mereka tetap berupaya menjajal layanan pijat plus-plus.

Berbeda dengan panti pijat plus-plus, sebuah tempat hiburan karaoke di kawasan yang sama tidak mendapatkan bantuan kondom dari LSM. Kendati demikian, pelanggan dinilai memiliki kesadaran yang lebih baik dalam penggunaan kondom.

Menurut keterangan dari seorang "mami" di kawasan tersebut, pelanggan di sana kebanyakan berasal dari Jepang dan Korea. "Karena dari luar kali ya, jadi kesadaran pakai kondom sudah tinggi. Mereka biasanya membawa kondom sendiri, meski kita juga nyediain," tutur Betty (bukan nama sebenarnya).

Walaupun disediakan kondom, tetapi Betty mengatakan, tidak ada praktik prostitusi di tempat tersebut. "Di sini hanya karaoke, kalau mau yang lebih, mereka bisa janjian sendiri di tempat lain," tegasnya.

Feri dan Betty hanyalah segelintir orang yang memilih menceburkan diri ke dalam dunia hitam. Selain mereka, masih banyak orang yang rela mengorbankan apa pun yang mereka miliki untuk kesenangan dunia semata. Kepedulian mereka pada kesehatan pun masih disangsikan.

Tak heran, kesadaran mereka untuk melindungi diri dari jeratan HIV ataupun IMS dengan kondom juga masih rendah. Menurut data dari Kementerian Kesehatan tahun 2012, penggunaan kondom rutin di kalangan populasi kunci baru mencapai 35 persen.

Padahal, data dari Kementerian Kesehatan, jumlah pengidap HIV di DKI Jakarta saja hingga Maret 2013 sudah mencapai 6.299 orang. Dan, diperkirakan ada 346.267 warga di Jakarta yang rawan tertular.

"Kasus HIV dan AIDS ini seperti fenomena gunung es, yang diketahui sekarang mungkin sangat kecil dari kenyataannya," ujar John Alubwaman, Kepala Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta.

Penggunaan kondom memang sedang digadang-gadang guna melindungi diri dari HIV dan IMS. Hal ini karena berhubungan seksual merupakan salah satu cara transmisi virus yang paling utama. Dan, kondom telah terbukti 97 persen efektif untuk mencegah transmisi virus.

Meski penggunaan kondom ditentang sejumlah pihak karena disebut-sebut melegalkan prostitusi, tetapi ingat, kondom juga alat kesehatan. Stigma terhadap kondom yang identik dengan seks dan tabu memang perlu diubah.

Menurut Erlian Rista Aditya, aktivis LSM Family Health International (FHI), distribusi kondom ke tempat-tempat yang mudah dijangkau tidak meningkatkan seks di luar nikah. Sebaliknya, penyediaan kondom justru akan mengurangi tingkat penyebaran penyakit yang penularannya melalui hubungan seksual, seperti HIV dan IMS.

Prinsipnya untuk mengurangi tingkat penyebaran HIV dan IMS, jelas dia, adalah strategi ABC. A untuk abstinence, yang berarti tidak berhubungan seksual hingga menikah. B untuk be faithful, yang berarti setia kepada pasangan setelah aktif secara seksual. Adapun C untuk condom, yang berarti selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual apabila tidak bisa berpegang pada prinsip A dan B.

Erlian menyimpulkan, jika mampu memosisikan kondom sebagai alat kesehatan, tidak mengaitkan dengan legalisasi prostitusi dan tidak meningkatkan seks di luar nikah, maka kondom akan sangat berperan dalam menurunkan angka penularan HIV dan IMS.