Friday, September 6, 2013

Pria Zaman Sekarang Kurang Tangguh?

Katakepo.blogspot.com - Dibandingkan dengan pria dari era tahun 1970-an, pria-pria di zaman modern ini ternyata kurang tertarik pada kegiatan yang memacu adrenalin. Akibatnya, mereka dinilai tak setangguh pria dari generasi sebelumnya.

Dalam sebuah survei yang dilakukan di Inggris pada akhir tahun 1970-an ditemukan, dibandingkan dengan wanita, ada 48 persen pria yang menyukai kegiatan olahraga yang memacu adrenalin.

Sementara dalam survei yang sama pada tahun ini, hanya 28 persen pria yang mengaku ingin melakukan kegiatan menantang, seperti menyelam, naik gunung, atau terjun payung.

Para peneliti mengatakan, gaya hidup pria masa kini yang cenderung kurang bergerak menjadikan mereka kurang termotivasi untuk melakukan kegiatan yang menantang.

"Penurunan minat pria pada kegiatan-kegiatan yang menantang bisa menggambarkan penurunan level kebugaran pria sehingga mereka kurang tertarik pada aktivitas fisik," kata Dr Kate Cross, peneliti.

Meski begitu, penurunan minat jika dibanding dengan minat wanita ini bisa juga berarti sekarang makin banyak kaum wanita yang menyukai olahraga menantang.

"Penjelasan lain, mungkin pertanyaan survei yang dilakukan tahun 1970-an sudah tidak relevan lagi dengan situasi sekarang. Misalnya saja, berolahraga ski kini tak lagi dianggap sebagai olahraga menantang," kata Cross.

Hasil penelitian juga menunjukkan perbedaan minat antara pria dan wanita belum banyak berubah. Responden pria, misalnya, tetap tidak menyukai kegiatan yang diulang-ulang.

Sabun Tubuh Digunakan pada Wajah, Amankah?

Katakepo.blogspot.com - Masih banyak masyarakat yang menggunakan sabun batangan untuk kulit tubuh dan wajah mereka secara bersamaan. Padahal faktanya, kondisi kulit tubuh dan wajah sangatlah berbeda jauh.
Jika kulit tubuh lebih tebal, maka kulit wajah justru lebih tipis. Itu sebabnya, perawatan dan sabunnya pun tidak sama. Akan tetapi, kenyataannya, hal itu tidak diterapkan oleh semua orang. Masih banyak di antara kita yang menggunakan sabun batangan untuk merawat kesehatan tubuh dan wajah sekaligus. Alasannya? karena praktis!
Nah, untuk menjawab hal itu, kini PT Galenium Pharmasia Laboratories menghadirkan Oilum Collagen Soap yang terdiri dari dua varian, yaitu Oilum Bar Soap dan Oilum Body Wash. Oilum Bar Soap terdiri dari Oilum Collagen Moisturizing dan Skin Brightening Scrub, sedangkan Oilum Collagen Body Wash memiliki pilihan varian yang sama.
"Untuk Oilum Bar Soap, masih bisa digunakan untuk kulit tubuh dan wajah karena kandungan di dalamnya sudah teruji secara klinis dan aman. Akan tetapi, untuk yang body wash tidak bisa digunakan untuk kulit wajah," ujar Tyagita Nataya selaku Brand Manager PSC dalam acara media gathering di Tamani Cafe Melawai, Jakarta, Rabu (4/9/2013) kemarin.
Produk Oilum dikatakan merupakan produk yang diformulasikan oleh beberapa dokter kulit dan ahli kecantikan. Ini karena kandungan kolagen dalam Oilum dikatakan dapat memberikan manfaat untuk mengontrol elastisitas dan kelembaban kulit, terutama bagi wanita dewasa yang kandungan kolagen pada kulitnya mulai berkurang.
"Jadi, sabun ini cocok untuk mereka yang memiliki kulit sensitif, bahkan mereka yang memiliki alergi pada kulit," ia melanjutkan.
Jadi, penggunaan sabun batangan yang diperuntukkan bagi kulit tubuh dan wajah tergantung pada kandungan di dalamnya. Alangkah lebih baik juga jika produk tersebut telah disarankan oleh dokter kulit Anda.

Ini Dia, 20 Finalis World Muslimah 2013



Katakepo.blogspot.com - Perhelatan World Muslimah 2013 hampir mendekati babak final. Setelah melalui proses penjurian ketat dari 100 semifinalis, telah terpilih 20 finalis yang akan berlaga di grand final yang dijadwalkan bakal digelar pada 18 September 2013, di Balai Sarbini, Jakarta.

Dari 20 finalis terpilih, enam di antaranya berasal dari Nigeria, Amerika Serikat, Bangladesh, Iran, dan Brunei Darussalam. Sementara 14 lainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. 
 
World Muslimah Fundation (WMF) sebagai penyelenggara selanjutnya akan mengagendakan kedatangan para finalis untuk menjalani spritual camp selama sepekan, yang bertempat di Jakarta dan Jawa Barat. Selama proses tersebut, para finalis juga akan menjalani sejumlah workshop, antara lain workshop Business & Islamic Economic, Fashion Muslim, dan Personality Development.
 
Penjurian pada babak semifinal melibatkan sejumlah juri yang berkompeten di bidangnya. Di antara mereka ada U. Saefudin Noer (Syariah CIMB Niaga), Windri Marieta (artis), Ofiyati Sobriyah, SH (ahli pendidikan Qur'an), Gina Hendraswati (aktivis), Velda Rusli (media), dan juri tamu dari Brunei Darussalam: Baron DR Abdul Radzak (entrepreneur).
 
Ada pun 20 finalis World Muslimah 2013 terpilih adalah: 
1.      Obabiyi Aishah Ajibola - Nigeria
2.      Aisha Aderonke Adeshina - Nigeria
3.      Ainee Fatima - USA
4.      Naznin Sultana Liza - Bangladesh
5.      Dayangku Rabiatul Adawiyah Binti Pengiran Haji Bolkiah - Brunei Darussalam
6.      Masoumeh Ibrahemi- Iran
7.      Nia Budi Kurniawati - Indonesia (Jawa Barat)
8.      Noor Aspasia - Indonesia (Jawa Barat)
9.      Evawani - Indonesia (Aceh)
10.    Febrian Nurvianti - Indonesia (Bali)
11.    Anggi Maisarah- Indonesia (Sumatera Utara)
12.    Maulina Sukmawati- Indonesia (Jawa Tengah)
13.    Santi Handayani- Indonesia (Sulawesi Barat)
14.    Nadia Chairunnisa – Indonesia (Riau)
15.    Ananda Suci Munggaran- Indonesia (Jawa Barat)
16.    Hidayatur Rahmi  - Indonesia (Sumatera Barat)
17.    Futri Virginia – Indonesia (DKI Jakarta)
18.    Balqis Faradiba – Indonesia (DKI Jakarta)
19.    Nur Maulida – Indonesia (Tangerang)
20.    Putri Puspita Wardhani – Indonesia (Jawa Timur)
 
Para finalis akan unjuk kebolehan pada malam grand final. Namun, sebelumnya publik juga bisa turut berpartisipasi dengan memilih The Most Favorite World Muslimah 2013 lewat vote yang telah dimulai sejak 21 Agustus 2013. Caranya dengan masuk ke situs Kompas.com dan kunjungi http://kom.ps/worldmuslimah. 
 
World Muslimah atau pemilihan Duta Muslimah Sejagat sendiri sebelumnya menjaring 550 peserta. Babak penyisihan pertama digelar secara online di redaksi Kompas.com, sebelum memilih 100 semifinalis. 
 
Dalam babak penyisihan, tim dewan juri mengaku kagum dengan kualitas peserta World Muslimah tahun ini. Dewan juri terdiri atas Carolina Septerita (Wardah Cosmetics), Fikria Hidayat (redaktur foto Kompas.com), Lea ELFARA (penyanyi dan pengusaha muslimah), Agoes Noegroho (pelukis kalligrafi), N. Imam Akbari (social entrepreneur), S. Artaty (Mumtaaz Boutique), dan Eka Shanty (founder WMF).

Peserta yang ikut serta dalam ajang World Muslimah merupakan perempuan muda usia 18-27 tahun, berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni dan budaya. Mampu membaca Al-Qur'an serta telah memakai busana muslim dan hijab dalam kehidupan sehari-hari. Mereka berasal dari 11 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei, Bangladesh, Iran, Maroko, Nigeria, Amerika Serikat, Belanda, Turki, dan Afganistan.

Menikah, Bukan Solusi Atasi Anak Hamil di Luar Nikah

Katakepo.blogspot.com - Tak ada orangtua yang ingin anak perempuannya kehilangan keperawanan sebelum menikah. Hanya saja, kurangnya pengawasan orangtua, pergaulan bebas, dan juga rasa ingin tahu remaja yang sangat besar tentang seks membuat remaja sering kali terjebak dalam kasus seks pra-nikah.

"Apa pun alasannya, seks sebelum menikah itu tetap salah. Namun, orangtua sebaiknya tidak langsung menyalahkan dan menuding si anak. Apalagi jika ternyata si anak menjadi korban perkosaan," jelas psikolog Anna Surti Ariani saat dihubungi KompasFemale beberapa waktu lalu.

Ketika mengetahui bahwa si anak sudah tak perawan dan hamil di luar nikah (dengan berbagai alasan), psikolog yang disapa Nina ini menyarankan agar para orangtua sebaiknya menenangkan diri terlebih dulu. Dalam kasus ini, orangtua juga harus tahu bahwa bukan hanya mereka yang shock, tapi juga si anak. "Butuh keberanian ekstra dalam diri anak untuk mengakui hal ini kepada orangtuanya. Makanya saat anak sudah berani mengaku dan langsung dimarahi habis-habisan, ia akan jadi depresi. Orangtua harus tetap menjaga kondisi psikologis anaknya," tambahnya.

Nina menambahkan bahwa salah satu jalan keluar yang ditawarkan orangtua untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menikahkan dengan pria yang menghamili si anak. Hanya saja, benarkah ini jalan terbaik dan satu-satunya?

Sebenarnya, menikahkan kedua remaja ini bukan solusi satu-satunya untuk menghindarkan aib. Jika pernikahan ini terjadi atas keinginan anak untuk mempertanggungjawabkan perbuatan dan atas kesadarannya sendiri, mungkin saja tidak jadi masalah. Sayangnya, sebagian besar pernikahan ini terjadi karena adanya paksaan dari pihak keluarga. Padahal, pernikahan terpaksa ini bisa membuat anak jauh lebih depresi lagi.

Nina mengungkapkan bahwa orangtua harusnya lebih sadar akan dampak pernikahan paksa ini. Sebagai orangtua, Anda juga harus memikirkan kebahagiaan kehidupan pernikahan anak nantinya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa perilaku seks di luar nikah ini secara tak langsung menandakan bahwa orang tersebut adalah sosok yang tidak sabaran (karena tak bisa menahan keinginan seks). Ketidaksabaran untuk menahan keinginan bercinta ini adalah salah satu dari masalah yang mungkin dihadapi dalam hidup, lantas bagaimana ketika dia harus menghadapi masalah yang lainnya? bisa-bisa masalahnya jadi lebih parah.

"Pikirkan juga, apakah rela kalau anak Anda menikah dengan orang yang tidak baik dan tidak sabaran? Apa jadinya nanti kehidupan pernikahan mereka? Malah jadi timbul masalah baru kan," katanya.

Selain aib, pernikahan ini dilakukan dengan alasan takut si anak "tak laku" lagi. Menyikapi hal ini, Nina mengatakan bahwa tidak semua laki-laki punya prinsip hanya mau menikahi perawan. Menurutnya, masih ada kok pria baik-baik yang mau menikahi perempuan yang sudah tak perawan, asalkan dari awal sudah ada kejujuran dari kedua belah pihak.

Dibanding menikah paksa, Nina menyarankan untuk memberikan si anak waktu tenang untuk berpikir langkah selanjutnya. Selain itu, ada baiknya juga orangtua turut ambil bagian dalam menentukan pergaulan anak, ajak anak bergaul di komunitas baru, dan yang paling penting adalah memberi pendidikan seks yang tepat agar kejadian ini tak terulang lagi. Jika sampai hamil, tak salah kalau tetap mempertahankan kehamilan ini sampai bayi lahir. Setelah lahir, bayi bisa saja diasuh oleh keluarga yang tidak punya anak.

"Yang terpenting adalah ajak anak untuk berpikir dan diskusi tentang langkah yang diambil serta membuat kedua belah pihaknya nyaman," sarannya. 

Demi Jadi Model Iklan Pasta Gigi, Nirina Cabut Empat Gigi

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA, Di masa remaja, aktris Nirina Zubir (33) sempat mengalami masalah kepercayaan diri. Ini terkait dengan kondisi bentuk gigi serinya yang ketika itu tidak rata alias gingsul.

"Gigi tidak rata sangat merepotkan. Kalau makan bakso, seledrinya suka nyempil," ujarnya seraya tertawa dalam peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2013, awal pekan ini.

Demi cita-cita menjadi model iklan pasta gigi, ketika itu, ia pun meminta ibunya untuk mengantar ke dokter gigi. Tak tanggung-tanggung, empat gigi serinya dicabut dalam satu hari.

"Dokter, sih, menyarankan satu hari dicabut dua (gigi) saja. Tetapi, aku minta itu dicabut sekaligus. Jadinya, pulang ompong, tapi masih bisa makan kerupuk," kata mantan VJ MTV tersebut.

Setelah giginya rapi, Nirina lebih percaya diri tampil di depan kamera. Kariernya sebagai aktris dan bintang iklan pun kian melesat. "Tetapi, sayangnya, sampai sekarang belum kesampaian juga jadi bintang iklan pasta gigi," ujarnya terkekeh.

Belajar dari pengalaman itu, ia kini menaruh perhatian khusus pada kesehatan dan kerapian gigi anak-anaknya. Dua anaknya yang masih berusia balita pun mulai diperkenalkan dengan dokter gigi.

"Gigi gingsul bisa dicegah jika sedini mungkin kita melakukan observasi dan perawatan," kata Nirina yang melarang anak-anaknya memakan permen. (jon)