Sunday, September 8, 2013

9 Tahun Pembunuhan Munir, SBY Dituntut 5 Hal

Katakepo.blogspot.com - Jakarta Sejumlah organisasi kemasyarakatan di sejumlah negara mengeluarkan pernyataan bersama dalam kasus pembunuhan pembela hak asasi manusia, Munir Said Thalib. Hari ini, Sabtu 7 September 2013, tepat sembilan tahun Munir dibunuh dan kasusnya belum terang.
Pernyataan bersama ini ditandatangani 90 organisasi di Indonesia, Kamboja, Perancis, Jerman, Malaysia, Belanda, Selandia Baru, Thailand, Timor-Leste, Filipina, Singapura dan Inggris.
Seperti dikutip laman Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tidak Kekerasan (Kontras) pernyataan bersama ini meminta Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengambil tindakan konkrit dan tegas untuk memastikan mereka yang bertanggung jawab dibawa ke muka hukum. "Termasuk mereka yang ada di tingkatan tertinggi," tulis pernyataan itu. "Dan semua pembela HAM dilindungi secara lebih baik."
Pada 7 September 2004, Munir ditemukan meninggal dalam penerbangan dari Jakarta menuju Belanda. Sebuah otopsi yang dilakukan pihak berwenang Belanda menunjukkan bahwa ia telah diracun dengan arsenik. Munir selalu dalam keadaan bahaya sebagai akibat dari kerja-kerja hak asasi manusianya. Pada 2002 dan 2003, kantornya diserang, dan pada Agustus 2003, sebuah bom meledak di luar rumahnya di Bekasi, Jawa Barat.
Tiga orang telah divonis atas keterlibatan mereka dalam kematian Munir, ada tuduhan. Namun, kasus ini disinyalir belum mengungkapkan sepenuhnya penanggung jawab atas kematian Munir. "Minimnya akuntabilitas penuh yang terus berlangsung atas pembunuhan Munir merupakan penanda yang menakutkan bagi para pembela HAM di Indonesia akan bahaya yang mereka hadapi dan merupakan pengabaian sama sekali pihak berwenang Indonesia terhadap kerja-kerja penting mereka."

Presiden Yudhoyono, tulis pernyataan ini, yang secara langsung mengatakan bahwa kasus Munir merupakan test of our history (ujian bagi sejarah kita) hanya memiliki waktu setahun jabatannya untuk memastikan hadirnya keadilan dan reparasi yang penuh. Kegagalan Presiden untuk melakukannya sejauh ini, di masa perlindungan para pembela HAM di seluruh negeri ini masih secara serius di bawah ancaman, mengundang pertanyaan serius akan warisannya nanti."
Presiden SBY didesak segera memastikan langkah prioritas, yaitu:
- Mempublikasikan laporan di tahun 2005 dari Tim Pencari Fakta kasus pembunuhan Munir sebagai langkah kunci menghadirkan kebenaran;
- Menginisiasikan sebuah investigasi yang independen dan baru oleh kepolisian atas pembunuhan Munir untuk memastikan bahwa semua pelaku, di semua tingkatan, dibawa ke muka hukum sesuai dengan standar-standar HAM internasional;
- Mengevaluasi proses pemidanaan lampau atas kasus Munir oleh Kejaksaan Agung, termasuk dugaan pelanggaran standar-standar HAM internasional; secara khusus, menginvestigasi laporan-laporan tentang intimidasi para saksi dan membawa mereka yang diduga melakukannya ke muka hukum;
- Mengambil langkah-langkah efektif untuk memastikan pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap semua pembela HAM diinvestigasi secara cepat, efektif, dan imparsial, dan mereka yang bertanggung jawab dibawa kemuka hukum lewat peradilan yang adil; dan
- Mengesahkan undang-undang khusus yang ditujukan untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih baik bagi para pembela HAM.

Saturday, September 7, 2013

4 Hal yang bisa dipelajari SBY dari Soeharto soal ekonomi

Katakepo.blogspot.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah hampir 10 tahun memimpin Indonesia. Di akhir masa jabatannya, kondisi perekonomian nasional menghadapi ujian. Termasuk di sektor perekonomian.
Ujian tersebut antara lain terpuruknya nilai tukar Rupiah, tingginya tingkat inflasi, melambatnya laju pertumbuhan ekonomi, dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kondisi ini kemudian dikait-kaitkan dengan kondisi perekonomian di era kepemimpinan Presiden Soeharto.
Meskipun Soeharto sendiri tidak bisa menyelamatkan kondisi ekonomi nasional yang jatuh dihantam krisis ekonomi 1998, namun sekarang beberapa pihak seolah 'kangen' dengan kondisi ekonomi di era Soeharto. Ada beberapa kebijakan di kepemimpinan Soeharto yang dinilai bisa ditiru oleh Presiden SBY agar perekonomian Indonesia membaik.
Merdeka.com mencoba merangkum 4 hal yang menurut beberapa pihak, bisa ditiru SBY dari Soeharto.

Prabowo: Rakyat kita hanya jadi kacung di tanah sendiri

Katakepo.blogspot.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bersuara lantang melihat kondisi rakyat yang semakin jauh dari sejahtera. Para penguasa, menurutnya, hanya sibuk memikirkan diri sendiri.

Prabowo mengaku melihat langsung kondisi itu saat berkeliling Kalimantan Timur. Dengan sumber daya alam yang melimpah, tetapi justru rakyat hidup sengsara. Tenaga rakyat diperas oleh para pemodal.

"Rakyat kita hanya kebagian menjadi kacung di tanah sendiri," tegas Prabowo seperti dikutip dalam akun facebooknya, Jumat (6/9).

Menurutnya, sangat miris jika melihat Kalimantan Timur sebagai provinsi yang sangat kaya dengan sumber daya alam, tetapi sebagian besar rakyatnya hidup miskin. Sebagian besar kekayaan dikuasai oleh asing.

"Siapapun yang terbang di atas Kaltim dapat melihat bagaimana kekayaan kita diambil, dan diangkut ke luar negeri," kata Prabowo yang memantau pakai helikopter.

4 Kisah Polwan digerebek saat sedang selingkuh

Katakepo.blogpsot.com - Tak sedikit polisi wanita atau Polwan yang menjalin cinta terlarang dengan pria idaman lain. Tak tanggung-tanggung, pasangan mereka sendiri yang membongkar perselingkuhan tersebut.

Serapat-rapatnya disembunyikan, perselingkuhan itu ketahuan juga. Perasaan malu dan keluarga serta karier hancur sudah di depan mata.

Kasus terbaru terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Seorang anggota Polwan digerebek oleh suaminya sendiri yang juga polisi. Dan ternyata selingkuhan si Polwan juga seorang anggota polisi.

Berikut empat kisah Polwan yang digerebek saat sedang selingkuh dengan pasangannya:

1. Polwan selingkuh dengan TNI

Seorang suami menangkap basah istrinya, yang sehari-hari bertugas sebagai polwan di Sabhara Polresta Medan, karena selingkuh dengan seorang oknum perwira TNI, berpangkat Mayor.

Dodi Artha, membuat laporan pengaduan ke Unit Pelayan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Medan. Ditemani ayahnya, Dodi mengatakan bahwa dirinya memergoki istrinya, Ipda N dan Mayor R di Hotel Garuda Binjai pada Kamis (24/11) dini hari.

Kasi Propam Polresta Medan, AKP Beno saat ditanya wartawan mengakui belum mengetahui perselingkuhan anggota Sabhara Polresta Medan itu. Namun, Beno mengaku dirinya akan menjemput berkas tersebut dan langsung mengamankan perwira Polwan tersebut.

Tahu dari mana kalian dia selingkuh, bukti foto itu belum begitu kuat. Tapi walaupun begitu akan kita ambil berkasnya nanti dan kita minta keterangan Ipda N, sebutnya.

2. Polwan dan polisi digrebek saat check in di hotel

Propram Polda Sumsel menggerebek Polwan Angga Wahyuni (26) yang sedang berselingkuh dengan Briptu Hendra Romadhona (26) di sebuah kamar hotel di bilangan Jl Letkol Iskandar, Minggu 20 Desember 2009, malam.

Briptu Handra tercatat sebagai bintara yang bertugas di Polsek Tegineneng Lampung dan Angga Wahyuni bertugas di Poltabes Lampung. Mereka berdua diduga pasangan selingkuh karena yang pria sudah beristri.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Abdul Gofur menuturkan, kasus Angga dan Hendra diserahkan ke kesatuannya di Lampung.

Usai penggerebekan keduanya sempat menjalani tes urine di RS Bhayangkara Palembang. Briptu Hendra di urinenya positif mengandung narkoba, kata Abdul.

3. Polwan digerebek di rumah kontrakan

Satuan Sabhara Polresta Medan Bripka Cokro Pranolo Sitorus dan Briptu Dewi Sartika ditangkap basah selingkuh di rumah kontrakan Dewi, di Jalan Medan Area Selatan, Rabu (1/2) dini hari.

Keduanya digerebek oleh suami Dewi, Brigadir Ali yang juga anggota Polsekta Medan Kota dibantu oleh warga sekitar. Brigadir Ali sudah lama mendapat informasi dari warga kalau oknum polisi masuk di rumahnya saat dirinya tidak ada di rumah.

Setelah diintai, Brigadir Ali bersama rekan satu piketnya di Polsekta Medan Kota langsung menggerebek rumah tersebut. Setelah beberapa menit menggedor pintu, namun tidak dibuka, Ali dibantu oleh warga terpaksa mencongkel pintu dengan menggunakan linggis.

Kasus perselingkuhan oknum polisi dan polwan menjadi bahan pembicaraan beberapa polisi teman-teman dinas Brigadir Ali.

Dari pembicaraan itu teman-temannya menyalahkan Brigadir Dewi. Para polisi tersebut merasa tidak menyangka karena Brigadir Ali orangnya lurus dan tidak suka dengan hal-hal yang bisa merusak hubungan rumah tangga, seperti minum-minuman keras dan masuk ke tempat hiburan malam.

Suaminya (Brigadir Ali) orangnya baik rajin salat. Tega juga istrinya mengkhianatinya. Di rumah pula itu macam nggak ada aja tempat lain. Payah nyari laki-laki seperti dia, kata rekan Ali.

4. Kepergok selingkuh, Polwan tenggak racun serangga

Polwan berinisial EV (29), anggota Satlantas Polres Kendal digerebek suaminya saat berselingkuh dengan KS, anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah di kamar hotel kawasan Sampangan, Semarang, Rabu (4/9) malam.

Pasangan selingkuh EV dan KS sempat melarikan diri saat suami EV yang juga polisi serta anggota Propam Polda Jawa Tengah menggerebek.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, aksi kejar-kejaran tersebut berakhir di kawasan Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, tepatnya di depan Indomaret, sekitar pukul 22.00 WIB. EV dan KS meminum racun serangga yang dibelinya di minimarket tersebut.

Mulut EV dan KS mengeluarkan busa serta tubuhnya kejang-kejang usai menenggak racun serangga tersebut. Keduanya sempat dilarikan ke RS Permata Medica Ngaliyan, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Kota Semarang.

Menurut sumber merdeka.com di RS Bhayangkara, EV saat ini sedang menjalani rawat inap di lantai tiga kamar 305 rumah sakit polisi itu. Dia (korban) masuk ke RS Bhayangkara, Kamis (5/9) sekitar pukul 14.30 WIB, katanya.

Sementara, rumah sakit yang merawat KS masih belum diketahui. Hanya saja, beberapa orang dekat menyatakan kemungkinan dirawat di RS Permata Medica Ngaliyan Kota Semarang. Mungkin masih di RS Permata Medica, ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Hendra Supriatna membenarkan tentang terjadinya peristiwa tersebut. Benar, saat ini sedang diproses, kata Hendra.

Ditemukan 'bom waktu' sebesar Inggris Raya di Samudera Pasifik

Katakepo.blogspot.com - Satu lagi gunung berapi super besar ditemukan di bumi. Gunung berapi ini bukan hanya yang terbesar di bumi saja, namun juga yang terbesar di sistem tata surya kita.
Seperti yang dilansir oleh The Verge (5/9), para peneliti dari University of Houston telah menemukan sebuah struktur yang telah lama menghilang di bawah Samudera Pasifik. Struktur yang berbentuk gunung berapi bernama Tamu Massif ini rupanya juga memiliki ukuran tak main-main.
Masih menurut peneliti, lebarnya saja sekitar 643 km. Jika dibandingkan, maka ukuran gunung berapi ini sama lebarnya dengan kepulauan Inggris Raya dan bisa disejajarkan dengan Olympus Mons, gunung terbesar di Mars.
"Kami tahu ini merupakan sesuatu yang berapi. Masalahnya kami tak mengetahui apa yang sebenarnya ada di sana. Kami tak mengetahui strukturnya dengan jelas," kata William Sager, pemimpin penelitian.
Penemuan gunung berapi terbesar ini sendiri pertama kali dilakukan dengan menggunakan kapal untuk menuju Pasifik. Peneliti kemudian berhenti di Shatsky Rise, sebuah semenanjung yang kemudian diketahui berada dalam struktur Tamu Massif.
Menurut perhitungan, Tamu Massif diperkirakan terbentuk sekitar 145 juta tahun lalu. Jika meledak, maka lelehan magmanya akan meluber ke mana-mana.