Friday, September 13, 2013

Dahlan dianugerahi gelar profesor tamu dari Universitas Malaysia

Katakepo.blogspot.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini, Jumat (13/9) dianugerahi gelar profesor tamu oleh Universitas Malaysia Perlis (Unimap). Penganugerahan ini diberikan langsung oleh DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail yang merupakan rektor Unimap. Dengan memberikan gelar tersebut, pihak Malaysia berharap bisa bekerja sama dengan Indonesia.
"Melalui pelantikan beliau, Unimap berharap dapat bekerja sama karena pengalaman yang dimilikinya selama tiga puluh tahun di bidang jurnalistik," kata Rektor UniMap, Syed Faizuddin Putra Jamalullail, di Hotel Mandarion Oriental, Jakarta, Jumat (13/9).
Syed mengatakan, Dahlan diminta ikut memberikan sumbangan pengalaman dalam pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, ini adalah bagian dari kerja sama yang dimaksud.
"Unimap berharap agar kerja sama Unimap dan rekan media di Jakarta bisa diperluas dan mempromosikan Unimap kepada warga Indonesia," kata dia.
Acara ini dihadiri oleh Dahlan Iskan, pihak universitas asal negeri jiran, dan sejumlah dirut perusahaan BUMN seperti Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman dan lainnya.
Dari informasi yang diperoleh, Dahlan adalah orang pertama mendapatkan gelar profesor tamu dari Unimap Malaysia.

Di 13 rute ini Citilink terapkan sistem transit

Katakepo.blogspot.com - Citilink, anak usaha Garuda Indonesia, telah menerapkan sistem penerbangan transit (Through Check-In) untuk 13 rute penerbangannya sejak 9 September.
"Citilink akan terus melakukan inovasi pada rute-rute penerbangan lainnya. Hal ini untuk terus mengutamakan kemudahan dan kenyamanan penumpang," ujarnya Chief Executive Officer (CEO) Citilink Indonesia Arif Wibowo dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (13/9).
Dia menjelaskan, pada saat check-in di bandara asal, penumpang Citilink atau sering disebut Citilinkers akan mendapatkan dua boarding pass serta nomor label bagasi sesuai tujuan akhir. Saat transit, boarding pass Citilinkers akan diperiksa oleh petugas bandara sebelum melanjutkan perjalanan menuju kota destinasi akhir.
Citilinkers dimungkinkan untuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi akhir tanpa harus turun apabila pesawat yang digunakan dari bandara asal menuju bandara di kota destinasi akhir sama.
Apabila pesawat yang digunakan dari bandara asal menuju bandara di kota destinasi akhir adalah pesawat yang berbeda. Maka Citilinkers diminta untuk turun pesawat dan melapor ke Transfer Desk untuk konfirmasi.
Adapun 13 rute Citilink yang telah menerapkan sistem Through Check-In adalah sebagai berikut:
1. Medan Surabaya dengan transit di Jakarta (KNO-CGK-SUB)
2. Lombok Batam dengan transit di Jakarta (LOP-SUB-BTH)
3. Palembang Padang dengan transit di Batam (PLM-BTH-PDG)
4. Batam Balikpapan dengan transit di Jakarta (BTH-CGK-BPN)
5. Balikpapan Batam dengan transit di Jakarta (BPN-CGK-BTH)
6. Batam Semarang dengan transit di Jakarta (BTH-CGK-SRG)
7. Pangkal Pinang Surabaya dengan transit di Jakarta (PGK- CGK-SUB)
8. Pekanbaru Denpasar dengan transit di Jakarta (PKU-CGK-DPS)
9. Jakarta Lombok dengan transit di Surabaya (CGK-SUB-LOP)
10. Lombok Jakarta dengan transit di Surabaya (LOP-SUB-CGK)
11. Padang Denpasar dengan transit di Jakarta (PDG-CGK-DPS)
12. Denpasar Padang dengan transit di Jakarta (DPS-CGK-PDG)
13. Medan Denpasar dengan transit di Jakarta (KNO-CGK-DPS)

Imutnya, Jepang punya semangka berbentuk hati!

Katakepo.blogspot.com - Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, Hiroichi Kimura, seorang petani dari Prefektur Kumamoto, akhirnya berhasil menciptakan semangka berbentuk hati.

Hiroichi bertekad untuk dapat melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan orang lain, yakni menciptakan semangka bentuk baru. Selama ini, semangka berbentuk kotak atau segi empat bukan hal yang baru lagi di Jepang. Berangkat dari rasa penasaran dan keinginannya untuk terus memperbarui teknik pertanian di Jepang, Hiroichi yang awalnya hanya menanam semangka bulat bertekad untuk menciptakan semangka dengan bentuk baru.
Photo by rocketnews24
Ide membuat semangka bentuk hati awalnya berasal dari celetukan seorang tetangga Hiroichi yang mengatakan bahwa akan sangat menarik jika dirinya bisa melihat semangka berbentuk hati. Rasa ingin tahu Hiroichi seketika tersulut dan dia kemudian mulai meneliti bagaimana cara membuat semangka berbentuk hati.

Tetapi, ini bukanlah tugas yang mudah. Setiap hari, Hiroichi harus membaca buku dan pamflet tentang teknik penanaman, cara mengembangkan cetakan berbentuk hati, dan meneliti metode budidaya yang ideal, kondisi tanah, suhu ruangan, dan tingkat kelembapan yang dapat membuat semangkanya berbentuk hati.

Photo by rocketnews24
Pada awalnya, semua upaya Hiroichi berakhir pada kegagalan. Tetapi, dia tidak pernah putus asa dan terus berusaha untuk mewujudkannya. Tahun demi tahun dilaluinya dengan terus menantang dirinya untuk bisa menumbuhkan semangka berbentuk hati, sampai akhirnya dia berhasil.

Photo by rocketnews24
Semangka Hiroichi memiliki tingkat kerenyahan yang sangat menakjubkan dan rasa yang manis. Bahkan setelah ditelan, daging buah semangka itu tetap meninggalkan rasa manis yang pekat di lidah.
Photo by rocketnews24
"Saya ingin pelanggan saya makan sesuatu yang lezat," kata Hiroichi kepada rocketnews24. Bahkan sekarang, setelah berhasil menumbuhkan semangka impiannya, dia masih terus meneliti dan berusaha mengembangkan semangka bentuk baru yang lezat.

Susah, mengatur kampanye orang tak mau diatur

Katakepo.blogspot.com - Jika Anda melewati jalur pantura, sejak Cikampek hingga Surabaya, maka sepanjang jalan Anda akan menyaksikan warna-warni baliho dan spanduk calon anggota legislatif, dengan beragam ukuran dan beragam posisi. Tentu saja ajang promosi diri menjelang Pemilu 2014 itu merusak pemandangan dan mengganggu perjalanan.

Tetapi siapa mau menertibkan? Jangan harap pada petugas pemda. Selain kurang tenaga, pemda justru diuntungkan oleh maraknya baliho: pendapatan reklame naik. Belum lagi, penguasa pemda adalah orang-orang politik, yang tentu saja tidak mau mencari masalah dengan koleganya yang memasang baliho dan spanduk sembarangan.

Mengapa tidak memberdayakan pengawas pemilu yang memang tidak banyak kerjaan? Pada pemilu sebelumnya, pengawas pemilu di kecamatan yang berjumlah tiga orang dan seorang pengawas lapangan di desa/kelurahan, memang aktif melakukan pembersihan terhadap alat-alat peraga kampanye yang dipasangan sembarangan.

Namun kini, mereka merasa itu bukan tugasnya. Mereka menunjuk pegawai pemda sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. "Tugas kami hanya mengawasi dan menunjukkan adanya pelanggaran pemasangan," begitu kira-kira dalih mereka. Padahal kalau mereka mau memanfaatkan waktu luangya, bisa mendapat "pahala".

Oleh karena itu, hadirnya PKPU No 15/2013 diragukan dapat mengatasi kesemrawutan pemasangan alat peraga kampanye, khususnya baliho dan spanduk. Alih-alih bisa menggerakkan petugas pemda dan pengawas pemilu untuk melakukan penertiban dan pembersihan, lahirnya peraturan tersebut sudah dipersoalkan.

Partai politik dan calon anggota legislatif merasa dirugikan, karena peraturan itu membatasi ruang gerak mereka dalam berkampanye. Padahal baliho dan spanduk efektif untuk memperkenalkan diri ke pemilih. Bagaimana bisa meyakinkan pemilih jika mereka tidak tahu siapa calon yang akan mereka pilih? Begitu dalihnya.

Peraturan ini memang memperketat pemasangan alat peraga kampanye, seperti baliho dan spanduk. Partai politik hanya boleh memasang satu baliho di setiap desa/kelurahan. Baliho pun hanya berisi gambar dan nomor, visi misi dan program. Gambar caleg tidak boleh nongol. Sedang caleg hanya boleh memajang gambar dan pesannya berdasar zona. Misalnya, zona caleg DPR ditentukan berdasar kabupaten/kota, zona caleg DPRD provinsi berdasar kecamatan, dan zona caleg DPRD berdasar desa/kelurahan.

Jika hal itu benar-benar bisa diterapkan, maka baliho dan spanduk yang mengganggu pemandangan, akan hilang atau setidaknya berkurang dari ruang publik. Masalahnya, ya itu tadi, efektivitas penerapan peraturan ini di lapangan, diragukan.

Pertama, sanksi terhadap partai dan caleg yang melanggar hanya berupa teguran lisan dan tertulis, sehingga mereka tidak akan kapok. Apalagi kebanyakan caleg percaya pemasangan baliho dan spanduk efektif mempengaruhi pemilih. Setidaknya inilah jalan pintas untuk menemui pemilih, jika badan dan jiwa masih banyak urusan di tempat lain.

Kedua, jika tetap melanggar siapa yang harus membersihkan dan menertibkan baliho dan spanduk yang dipasang sembarangan tadi, karena pengawas pemilu merasa bukan urusannya, sementara petugas pemda merasa ada banyak pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Jadi, masyarakat harus sabar melihat dan berada dalam ruang publik yang semrawut oleh alat peraga kampanye. Tunggu sampai pemilu selesai.

Tidak mudah memang mengurus partai politik dan caleg yang orang-orangnya cenderung mau enaknya sendiri. Mereka maunya mengatur orang lain, sedang dirinya sendiri tidak mau diatur. Barangkali seperti itu mereka memaknai pengertian legislator.

Mobil Gaston Castano terbakar di Tol Cikampek

Katakepo.blogspot.com - Kekasih Julia Perez, Gaston Castano mengalami kecelakaan di jalan Tol Cikampek KM 36, Citereup (Ralat: sebelumnya tertulis Tol Jagorawi). Mobil yang dikemudikan bintang sepak bola itu, terbakar di ruas jalan tol Karawang. Dia tengah dalam perjalanan dari Bandung menuju Jakarta.
"Mobil kebakar di kilometer 64 arah Bandung - Jakarta," tulis Julia Perez melalui BBM saat dikonfirmasi, Jumat (13/9).
Julia Perez menegaskan kalau peristiwa yang dialamai Gaston itu terjadi di kawasan Karawang, Jawa Barat. "Kilometer 64, Karawang di pom bensin," lanjutnya.
Kondisi Gaston sendiri menurut Jupe, dalam keadaan baik dan tidak ada luka. Hanya saja mereka mengaku tetap syok atas peristiwa tersebut. "Kondisi dia baik, dia juga masih syok," kata Jupe.