Friday, September 13, 2013

Obat Penurun Kolesterol Statin, Manfaat dan Risikonya

Katakepo.blogspot.com - Untuk mengontrol kadar kolesterol yang tinggi, ahli medis umumnya menggunakan obat-obatan golongan statin. Hanya saja, sejumlah studi pernah menunjukkan kaitan penggunaan statin dengan risiko penyakit diabetes melitus (DM).
Kepala Divisi Metabolik & Endokrinologi Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Em Yunir, SpPD KEMD mengatakan, risiko DM yang ada dalam obat golongan statin membuat sebagian pasien menghentikan penggunaannya. Padahal menurutnya, penghentian obat tersebut dapat berdampak fatal karena akan membuat kadar kolesterol meningkat kembali.
Kadar kolesterol tinggi, khususnya kolesterol "jahat" atau low density lipoprotein (LDL) merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jika tidak dikendalikan, LDL akan membuat plak di pembuluh darah lama-lama menyumbat aliran darah yang membuat pembuluh darah rentan pecah.
Pecahnya pembuluh darah bisa berakibat kecacatan hingga kematian. Jika pembuluh darah yang pecah berada di otak dampak yang mungkin ditimbulkan adalah stroke. Adapun jika terjadi di pembuluh darah jantung, pembuluh darah yang pecah dapat mengakibatkan terganggunya fungsi jantung hingga gagal jantung.
Statin merupakan golongan obat yang berfungsi menurunkan kolesterol serta menjaga kestabilan sumbatan pada pembuluh darah. Jika konsumsi obat golongan statin dihentikan, maka kadar kolesterol kembali meningkat dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Menurut Yunir, manfaat dari obat golongan statin lebih besar daripada kerugiannya. "Karena itu, sebaiknya pengguna obat statin tidak menghentikan penggunaannya," sarannya saat ditemui Rabu (11/9/2013) di Jakarta.
Yunir mengatakan, studi yang mengaitkan statin dengan DM tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. Sebaliknya, studi tersebut hanya melakukan survei terhadap puluhan ribu orang yang diikuti selama 10 tahun. Hasilnya memang adanya peningkatan prevalensi DM di antara para peserta pengguna statin.
"Namun studi tidak memperhitungkan faktor risiko lain yang berperan seperti kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan lain-lain," paparnya.
Studi lainnya, imbuh Yunir, menunjukkan penghentian konsumsi statin justru menunjukkan laju mortalitas yang lebih tinggi daripada yang tetap mengkonsumsinya. Kematian kebanyakan diakibatkan oleh penyakit kardiovaskular.
"Lagipula, kalaupun terkena DM, pasien pengguna statin juga bisa mengelola DM-nya dengan pengobatan penurun gula darah. Kedua pengobatan tersebut tidak akan menimbulkan interaksi yang merugikan," tuturnya.
Dalam kesempatan berbeda, dr Dyah Purnamasari, SpPD dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM mengatakan, kolesterol dan DM merupakan satu kumpulan penyakit yang muncul bersamaan.
Bila seseorang terkena DM, paparnya, biasanya juga kadar kolesterol. Ini karena penyandang DM memang berisiko memiliki gangguan kolesterol dari gangguan metabolisme lemak pada tubuhnya.
Begitu pula sebaliknya, bila kadar kolesterol tinggi, maka harus dicari dan diskrining ke arah DM. "Kejadian DM pada pengguna obat penurun kolesterol (statin) tidak luput juga bahwa pada subjek tersebut terdapat juga faktor risiko DM," ujarnya.
Kendati demikian, Dyah sepakat dengan manfaat statin yang masih jauh lebih tinggi daripada risiko yang ada.

Inilah Tanda-tanda Fisik Kolesterol Tinggi

Katakepo.blogspot.com - Mengetahui kadar kolesterol dalam darah penting artinya sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit pembuluh darah dan jantung. Pemeriksaan biasanya dapat dilakukan dengan tes darah di laboratorium. Pemeriksaan sederhana dapat menunjukkan angka kolesterol total, sedangkan pemeriksaan yang lebih kompleks dapat menunjukkan informasi tambahan berupa angka high density lipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), dan trigliserida. 
Pemeriksaan kadar kolesterol sebaiknya dilakukan rutin untuk terus memantau kesehatan secara keseluruhan. Namun selain melalui pemeriksaan darah, sebenarnya ada tanda-tanda fisik yang dapat dicermati untuk mendeteksi tingginya kadar kolesterol total dalam darah.
Apa saja tanda-tandanya? Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Sahid Sahirman, dr Aulia Sani, memaparkan beberapa gejala yang perlu diwaspadai.
1. Sering pusing belakang kepala
Pusing di belakang kepala diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah di sekitar kepala. Penyumbatan ini terjadi lantaran kolesterol yang mulai membentuk plak di pembuluh darah. Jika dibiarkan, maka pembuluh darah akan pecah dan menyebabkan stroke.
2. Tengkuk dan pundak pegal
Pegal di tengkuk dan pundak merupakan implikasi dari aliran darah yang tidak lancar pada pembuluh darah di daerah tersebut. Aliran darah yang tidak lancar juga disebabkan adanya penyumbatan pembuluh dari kolesterol.
3. Sering pegal di tangan dan kaki
Pembuluh darah di tangan dan kaki juga dapat tersumbat akibat penumpukan kolesterol. Pegal di tangan dan kaki akibat penumpukan kolesterol biasanya terjadi terus-menerus meskipun tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.
4. Sering kesemutan di tangan dan kaki
Hampir sama dengan pegal, kesemutan merupakan implikasi dari aliran darah yang tidak lancar di bagian tubuh tertentu. Kesemutan berhubungan dengan saraf yang tidak mendapat aliran darah.
5. Dada sebelah kiri seperti tertusuk
Dada sebelah kiri berhubungan dengan organ pemompa darah yaitu jantung. Penyumbatan di pembuluh darah sekitar jantung dapat mengakibatkan rasa nyeri seperti ditusuk. Bahkan rasa nyeri bisa menjalar hingga ke daerah di sekitar leher. Nyeri dada juga bisa menjadi tanda-tanda dari serangan jantung.

Buat yang Kolesterol Tinggi, Olahraga Berat Bisa Bahaya

Katakepo.blogspot.com - Olahraga tak dipungkiri merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Namun, bagi pemilik kadar kolesterol tinggi, olahraga bisa menjadi hal yang berbahaya, khususnya olahraga berat yang membuat jantung bekerja lebih keras.

Pakar kesehatan metabolik dan endokrin dari Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Em Yunir, SpPD, KEMD, mengatakan, olahraga berat bisa berbahaya bagi pemilik kadar kolesterol tinggi yang sudah memiliki penumpukan plak di pembuluh darahnya. Pasalnya, olahraga berat meningkatkan kerja jantung dan meningkatkan risiko plak terlepas dari pembuluh darah.

Plak yang terlepas, imbuhnya, akan terbawa dalam aliran darah dan berpotensi menyumbat pembuluh darah yang lebih kecil dan membuatnya pecah. Pecahnya pembuluh darah di otak akan berakibat stroke dan jika di jantung akan berakibat serangan jantung.

 "Biasanya tumpukan lemak (plak) ada pembuluh darah yang lebih besar dan saat terbawa ke pembuluh darah yang ukurannya lebih kecil akan menyumbat," paparnya saat ditemui Rabu (12/9/2013) di Jakarta.

Yunir menjelaskan, pada saat keadaan tidak berolahraga, plak di pembuluh darah tidak akan sampai menyumbat aliran darah meskipun mempersempit ukuran pembuluh. Ketika jantung bekerja lebih keras, aliran darah akan berlangsung lebih deras dan meningkatkan risiko plak untuk terlepas.

Karena itu, olahraga yang disarankan untuk pemilik kolesterol tinggi adalah olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang. "Berjalan dan berenang bisa jadi pilihan," kata Yunir.

Kolesterol merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskular, khususnya kolesterol "jahat" yang dikenal dengan istilah low density lipoprotein (LDL). Kolesterol "jahat" akan membuat plak di pembuluh darah yang lama-lama akan menyumbat aliran darah yang membuat pembuluh darah rentan pecah.

Risiko penyakit kardiovaskular bisa ditekan dengan menjaga kadar kolesterol tetap normal. Angka kolesterol yang normal berbeda pada setiap orang, bergantung pada seberapa banyak seseorang memiliki faktor risiko, seperti keturunan, pola makan, kebiasaan merokok, atau usia.

Secara umum, kadar kolesterol yang normal ialah kurang dari 200 mg/dl (total), dengan kadar LDL kurang dari 100 mg/dl, kadar HDL atau kolesterol baik di atas 60 mg/dl, dan kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dl.

Kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadarnya dalam tubuh.

Biarawan Tinggal di atas Pilar Hindari Godaan Duniawi

Katakepo.blogspot.com - Pilar itu tidak memiliki halaman belakang, namun memiliki pemandangan yang indah.

Seorang biarawan bernama Maxime Qavtaradze, tinggal di atas sebuah pilar batu kapur setinggi 40 meter di Kaukasus Georgia, tempat dirinya menghabiskan hari-hari ditemani buku-buku, berkontemplasi, dan berdoa.

Pilar Katskhi adalah sebuah monolit alami yang memiliki sejarah panjang. Qavtaradze tinggal di atas pilar itu dalam sebuah pondok kecil sejak 1993, menurut Daily Mail. Pilar itu dinaiki untuk pertama kalinya pada 1944 setelah berabad-abad ada.

Hingga pada abad ke-15, Pilar Katskhi digunakan oleh para stylite, sekelompok umat Kristen yang berusaha menghindari godaan duniawi dengan tinggal mengasingkan diri.

Stylite pertama kemungkinan adalah Simeon Stylites the Elder, yang menaiki sebuah pilar di Suriah pada abad kelima dan terus tinggal di sana selama 37 tahun, jelas Catholic Encyclopedia.

Sebuah gereja yang runtuh di atas pilar telah dibangun kembali sejak itu. Daily Mail melaporkan bahwa Qavtaradze mengatakan bahwa dia awalnya tidur di sebuah kulkas tua. Kini dia memiliki sebuah tempat tidur.

Warga setempat memberikan Qavtaradze makanan dan persediaan menggunakan kerek. Saat dia ingin turun ke bawah bertemu dengan para pengikutnya, dia harus menuruni tangga setinggi 39,6 meteri.

Qavtaradze mengatakan kepada seorang fotografer dari Rex Features bahwa sebelum dia menjadi seorang biarawan, dia adalah seorang tahanan. Saat dipenjara, dia memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya.

Soekarwo: Akar Kerusuhan Puger Belum Tentu Agama

Katakepo.blogspot.com - Surabaya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo masih mendalami ihwal penyebab kerusuhan di Kecamatan Puger, Jember yang menewaskan satu orang pada Rabu, 11 September 2013 lalu. "Masih dicek akar masalahnya apa," kata Soekarwo pada Tempo, Jumat, 13 September 2013.
Setelah terjadi kerusuhan, Soekarwo mengatakan mendapat laporan dari Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur dan Bupati Jember. Menurutnya, kerusuhan itu bermula dari kegiatan karnaval. Semula, polisi meminta agar karnaval di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger itu tidak dilaksanakan karena rawan rusuh. Namun imbauan polisi itu tidak dihiraukan.

Meski demikian Soekarwo belum bisa mengambil kesimpulan bahwa peristiwa ini terkait perbedaan aliran agama. Sebab, Soekarwo sempat mendengar informasi bahwa kerusuhan itu juga dipicu oleh persoalan ekonomi yang dikemas dengan 'baju' agama. "Karena informasinya juga ada sengketa macam-macam, ada sengketa di laut segala," ujar Soekarwo.

Menurutnya, perbedaan antar-kelompok seperti yang terjadi di Puger bukan semata-mata karena agama dan tidak bisa disamakan dengan peristiwa Sampang. Ia memandang kekakuan sektarian bisa juga diakibatkan adanya faktor kesejahteraan yang belum terpenuhi. "Saya tekankan ke Bupati, akarnya dicari," ujarnya.

Soekarwo akan mengajak semua pihak terkait membicarakan masalah ini, termasuk mereka yang bertikai. Ia juga akan melibatkan perguruan tinggi agar bisa melihat masalah ini secara obyektif dan lebih mengutamakan pendekatan kultural.