Monday, September 16, 2013

London Fashion Week: Koleksi Terglamor dari Julien Macdonald

Katakepo.blogspot.com - Tampil di hari kedua London Fashion Week, Sabtu (14/9/2013), Julien Macdonald mengusung koleksi Spring/Summer 2014  dengan semarak glitter dan warna-warna metalik. Panggung runway bak ruang dansa lengkap dengan permainan bola disko yang berputar menyebarkan siluet terang diantara remang yang menenangkan.
Perancang yang sempat berseteru dengan Cheryl Cole ini, menampilkan sejumlah koleksi anyar berbalut nuansa glamor yang memabukkan. Warna metalik dan tebaran payet berkilau menjadi identitas pada keseluruhan koleksi Julien. Ekplorasi gaun tembus pandang dengan siluet sensual yang mencetak lekuk tubuh perempuan, dan aksentuasi payet emas kian memendarkan kesan mewah tanpa batas.
Pada setiap babak pagelaran, penonton terus menerus dibuat terpana. Meskipun demikian, di antara busana yang dipamerkan, ada satu yang berhasil menyedot perhatian, yakni gaun terusan dengan penekanan fokus pada taburan manik-manik metalik yang menyatu bersama tekstur bahan.
Usai perhelatan yang memukau tersebut, Julien mengatakan bahwa perjalanannya ke Maroko beberapa waktu lalu melahirkan inspirasi untuk koleksinya ini.” Kita ke Marrakech untuk menghadiri undangan teman yang berulang tahun ke-40, dan saat itu saya mendapat inspirasi akan warna, bahan, bunga-bunga dan kesan feminin," ujar Julien lugas.
Perayaan koleksi terkininya ini terus berlangsung hingga malam hari, di mana Julien menggelar pesta lanjutan (after party).  Perancang plontos ini, menjamu setiap tamu undangan dengan mengenakan kaftan, sabuk dan sandal yang seluruhnya berbahan emas!
Tak perlu diragukan lagi tujuan dari penampilannya yang mencolok, ia ingin seluruh perhatian hanya tertuju padanya. Sepanjang waktu ia berseru bahwa ia sedang berlibur, jadi tak ada aturan sehingga ia bebas memakai busana apa saja.
Meskipun sang desainer terlihat sembrono, bukan berarti pagelaran busananya dipersiapkan secara sembarang. Sebaliknya, Julien mengaku ia bekerja keras hingga badannya terasa nyeri. Maklum, selain merancang busana, ia juga turun tangan menyiapkan jahitan dan memantau teknik bordir, hingga semuanya berwujud sehelai gaun yang sempurna, sesuai imajinasinya.

Mourinho: Dengan Ozil, Arsenal favorit juara EPL

Katakepo.blogspot.com - Pelatih Chelsea; Jose Mourinho, meyakini bahwa Arsenal termasuk rival terberatnya di Premier League pada musim 2013-14, setelah sukses mendatangkan Mesut Ozil dari Real Madrid.

Kendati The Gunners di laga pembuka Premier League menuai hasil negatif, Mourinho yakin kualitas pasukan Arsene Wenger patut diwaspadai.

Bagi The Special One, skuad Arsenal jauh semakin matang dan siap membungkam kritikan para suporternya. Belum lagi kehadiran Ozil menambah opsi skema permainan Wenger.

"Anda lihat pemain mereka, Theo Walcott sudah tidak belia lagi. Jack Wilshere adalah masa depan Timnas Inggris. Santi Cazorla merupakan juara Eropa. Saya tengah membicarakan klub yang dihuni talenta-talenta matang," ujar Mourinho di situs resmi klub.

"Arsenal merupakan tim yang berisikan pemain top dunia, dan ditangani oleh pelatih berpengalaman di Premier League. Belum lagi kehadiran Ozil menambah daya gedor serangan mereka. Sudah pasti mereka adalah salah satu favorit peraih trofi juara musim ini," pungkasnya.

Masih Ada yang Lebih Cerewet dari Basuki Tjahaja Purnama...

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA,Nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah tidak asing lagi di sebagian masyarakat Indonesia dengan aksi dan ketegasannya. Di Belitung Timur, ada pejabat yang sikap, aksi, dan ketegasannya menyerupai Basuki.

Dia adalah Bupati Belitung Timur, Basuri Tjahaja Purnama. Basuri merupakan adik kandung Basuki. Kendati namanya belum sepopuler Basuki di dunia politik nasional, aksi Basuri tak kalah gesit dengan sang kakak yang terpaut usia 1,5 tahun ini.

Salah satu persamaan mencolok dari dua orang ini adalah sama-sama cerewet alias gemar untuk berbicara panjang lebar.

"Saya ini lebih cerewet daripada abang saya (Basuki). Lihat saja tahi lalat di bawah bibir saya ada dua, kalau abang cuma punya satu," kata Basuri saat berbincang dengan wartawan di Desa Gantong, Belitung Timur, Minggu (15/9/2013).

Basuri merupakan anak kedua dari pasangan Indra Tjahaja Purnama (Kon Nam) dan Buniarti Ningsih. Sejak kecil, dia dan abangnya, Basuki, lahir sebagai orang yang berkecukupan. Orangtua mereka adalah pengusaha pasir timah di Belitung Timur.

Namun, meski lahir dari keluarga berkecukupan, mereka tak menjadi manja. Didikan tegas dari sang ayah yang membawa keduanya maju sebagai pemimpin di Jakarta dan Belitung Timur.

Keduanya menghabiskan masa kecil hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Desa Gantong, Belitung Timur. Apabila Basuri menetap di Belitung Timur, sang kakak, Basuki pindah ke Jakarta sekitar tahun 1980-an untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas (SMA).

Apabila melihat Basuki dengan Basuri, perawakan mereka tampak berbeda. Basuri yang merupakan lulusan Harvard University jurusan Kedokteran itu memiliki postur tubuh yang lebih pendek dan gemuk daripada kakaknya. Basuri pun memiliki cerita tersendiri mengapa ia dengan Basuki tampak berbeda.

"Kenapa abang saya terlihat lebih muda dan gagah. Yah maklum, anak pertama, jadi orangtua kami masih semangat pas waktu "membuat" Ahok (sapaan Basuki). Pas kedua, mereka (orangtua) sudah tidak semangat lagi, hehehe," serunya seraya tertawa.

Kendati demikian, pengakuan berbeda justru disampaikan oleh Basuki. Saat masih muda, Basuri justru lebih populer daripada dirinya.

Selain itu, pria yang pernah berseteru dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana itu mengaku semasa hidupnya tidak pernah berselisih paham dengan Basuri. Mereka saling mendukung satu sama lain.

"Jarang sekali kami berselisih pendapat. Oh iya, waktu muda dulu, justru dia yang paling banyak pacarnya loh dibandingkan aku," kenang Basuki.

Hari Pelanggan Nasional, Presdir BCA Jumpai Nasabah

Katakepo.blogspot.com - Banyak cara untuk memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Dan salah satu cara yang sedang menjadi tren saat ini adalah pimpinan turun langsung untuk mendengar keluhan dan masukan dari masyarakat. Menurut William Band, seorang praktisi pelayanan pelanggan, layanan merupakan standar baru dan pelanggan menilai kinerja suatu perusahaan dari layanannya.
Pada tanggal 4 September 2013 lalu bertepatan dengan Hari Pelanggan, Jahja Setiaatmadja - Presiden Direktur BCA menyempatkan diri berkunjung ke BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Pondok Indah dan BCA KCU Wisma Asia. Pada kesempatan tersebut, Jahja berbincang-bincang dengan para karyawan BCA dengan menyambangi meja kerja mereka masing-masing. Beberapa saat kemudian Jahja turun untuk bertemu dengan nasabah prioritas maupun nasabah reguler.
Selain meminta masukan dari nasabah tentang BCA, Jahja juga membagikan suvenir, salah satunya berupa kartu Flazz, kepada setiap nasabah yang dijumpainya. Usai beramah-tamah dengan karyawan dan nasabah, Jahja Setiaatmadja juga mengajak foto bersama.
Jahja mengatakan, “Untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional, kami mengadakan serangkaian acara melalui seminar edukatif, parade, dan pemberian suvenir. Acara ini kami adakan untuk mempererat hubungan dengan nasabah kami.”
Sebelumnya dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, acara dimulai dengan seminar Edutainment bertema ‘Indonesia Melayani, Perusahaan Melayani Pelanggan’ yang didukung oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo pada 28 Agustus 2013.  Lalu dilanjutkan dengan Parade Simpatik Pelanggan di Bundaran HI pada 1 September lalu dengan membagikan cendera mata.
Selain BCA KCU Pondok Indah dan BCA KCU Wisma Asia, pimpinan kantor cabang BCA lainnya juga menjumpai para nasabahnya. Diantaranya, Pemimpin BCA KCU Wahid Hasyim Atja Mihardja Sadeli dan Kepala Pemasaran BCA KCU Wahid Hasyim Kristiana Ani Surya yang  berkunjung ke beberapa Kantor Cabang Pembantu (KCP) BCA di bawah koordinasi KCU Wahid Hasyim. Bahkan Pimpinan BCA KCU Wahid Hasyim ini juga mengajak beberapa nasabahnya untuk berkunjung dan mencoba layanan perbankan modern self service di Electronic Banking Center BCA di Gandaria City.
Pada hari yang sama di berbagai kantor cabang BCA juga tampak suasana yang berbeda memperingati hari Pelanggan Nasional. Nuansa tradisional Indonesia tampak kental di Banking Hall BCA KCU Wahid Hasyim. Nasabah pun dihibur dengan sajian live music Angklung dan mendapatkan suvenir menarik.  Sementara di area Banking Hall BCA KCU Daan Mogot tersedia aneka hidangan “sarapan pagi” bagi karyawan maupun nasabah yang berkunjung ke BCA KCU Daan Mogot. Uniknya pada acara yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB tersebut manajemen BCA KCU Daan Mogot beserta 12 KCP di bawah koordinasinya menjadi “pelayan” di  tiap stand dan petugas kebersihan.
“Selama satu tahun karyawan termasuk petugas keamanan dan petugas kebersihan telah membantu kita melayani nasabah. Kami ingin  menggunakan momen pada hari ini untuk berterima kasih sekaligus memberi contoh pelayanan yang ideal sesuai standar BCA yaitu senyum dan sapa. Selain itu momen ini menjadi salah satu wujud terima kasih kami kepada nasabah setia,” ujar Herman, Pemimpin BCA KCU Daan Mogot.  Sebelum beranjak meninggalkan BCA KCU Daan Mogot, nasabah pun diberi kesempatan berfoto di booth foto unik yang disediakan dan memperoleh kenang-kenangan foto dirinya tersebut serta membawa pulang suvenir cantik.
Ya, nasabah memang merupakan hal utama bagi BCA, sehingga seluruh jajaran BCA selalu berupaya memberikan layanan dan solusi terbaik bagi nasabah sesuai dengan produk maupun layanan perbankan yang dibutuhkan, sebagaimana slogan ‘Senantiasa di Sisi Anda’. Hingga Juni 2013, tercatat jumlah nasabah BCA mencapai lebih dari 12 juta dan jaringan kantor mencapai 1.028 tersebar di seluruh Indonesia dengan 12.429 unit ATM.
Informasi lebih lanjut, hubungi Halo BCA di 500888 atau di (021) 500888 via ponsel serta melalui akun Twitter di @HaloBCA, atau kunjungi www.bca.co.id.
BCA Senantiasa di Sisi Anda.

Sama-sama 8 MP, Kamera iPhone 5S Lebih Dahsyat

Katakepo.blogspot.com - Di tengah-tengah "perang megapiksel" antarprodusen smartphone, Apple mengambil langkah sedikit mengejutkan dengan tetap memasangkan kamera iSight 8 megapiksel untuk ponsel andalan barunya, iPhone 5S.

Angka tersebut sama dengan kamera yang sebelumnya telah dipakai dua generasi iPhone terdahulu, yaitu iPhone 4S dan iPhone 5, sehingga sedikit menghilangkan daya tarik iPhone 5S di mata pengguna awam.

Namun, apakah kamera iPhone 5S betul-betul sama dengan para pendahulunya? Ternyata tidak juga. Menurut Apple, sebenarnya serangkaian perbaikan telah diterapkan di balik angka "8 megapiksel" yang terkesan konservatif itu. Apa saja? Berikut penjabaran KompasTekno, sebagaimana disarikan dari TechCrunch.

Sensor lebih besar

Resolusi tinggi memang memiliki keuntungannya sendiri. Ambillah contoh Lumia 1020 dari Nokia dengan kamera 41 megapiksel-nya yang diklaim mampu menangkap foto begitu detail sehingga bisa melakukan digital zoom tanpa menurunkan kualitas.

Ketimbang memperbesar megapiksel, Apple memutuskan untuk mengambil langkah sebaliknya, yaitu mempertahankan resolusi 8 megapiksel, tetapi dengan meningkatkan ukuran sensor menjadi 15 persen lebih besar dibanding kamera di iPhone terdahulu.

Ukuran fotodioda (piksel) di sensor yang bertugas menangkap cahaya pun naik dari 1,4 mikron menjadi 1,5 mikron.

Langkah ini mirip dengan yang dilakukan oleh HTC melalui kamera Ultrapixel, di mana ukuran tiap-tiap piksel ditingkatkan menjadi 2 mikron. Akan tetapi, kamera pada HTC One memangkas resolusi menjadi hanya 4 megapiksel, sementara Apple tetap mempertahankan angka 8 megapiksel.

Lantas, apa pentingnya ukuran piksel yang lebih besar? Bayangkan piksel adalah sebuah ember dan cahaya adalah hujan yang turun dari langit. Semakin lebar ember, semakin banyak pula air yang bisa ditampung dalam periode waktu yang sama. Artinya, informasi cahaya yang bisa ditangkap lebih banyak.
HTC
Ukuran pixel pada kamera HTC One mampu menangkap lebih banyak cahaya dibandingkan sensor kamer smartphone lain pada umumnya
Ini berujung pada kualitas gambar yang—paling tidak secara teoretis—lebih bagus. Tone warna yang ditangkap lebih beragam dengan transisi yang lebih halus, tingkat noise (grain) yang muncul di foto pun bisa direduksi.

Untuk meningkatkan sensitivitas cahaya lebih lanjut, Apple turut melebarkan ukuran aperture pada kamera iPhone 5S menjadi f2.2 atau 1/4 stop lebih lebar dibandingkan bukaan f2.4 pada iPhone 5.
cameraimagesensor.com
Perbandingan ukuran sensor pada iPhone 5 (paling kiri), HTC One (kedua dari kiri), dan kamera saku serta DSLR
Apple mengklaim peningkatan ukuran sensor sebesar 15 persen turut meningkatkan sensitivitas cahaya sebanyak 33 persen. Akan tetapi, meski dengan perbesaran itu, sensor kamera iPhone 5S masih jauh lebih kecil dibandingkan milik kamera saku (Canon PowerShot G15) sekalipun, seperti bisa dilihat pada perbandingan di atas, apalagi jika dibandingkan kamera DSLR (Nikon D7000) yang kali-kali lipat lebih besar.

Kualitas hasil tangkapan gambar iPhone 5S belum bisa dinilai selagi perangkat itu masih absen di pasaran. Tetapi, contoh foto di bawah tampaknya cukup menjanjikan untuk ukuran sebuah kamera smartphone.
Cnet Contoh hasil foto iPhone 5S
Prosesor Apple A7

Bukan hanya sensor pada kamera saja yang diubah oleh Apple. Prosesor Apple A7 yang baru pun turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas hasil foto.

Prosesor ini memiliki Image Signal Processor (ISP) terintegrasi, atau yang biasa dikenal dengan istilah Digital Signal Processor di kamera digital. ISP secara khusus mengolah semua tugas yang berkaitan dengan pemrosesan gambar pada iPhone 5S, termasuk color correction, pengaturan white balance, konversi format, dan masih banyak lagi.

Nah, ISP pada iPhone 5S memiliki sejumlah kemampuan baru, seperti tone mapping yang disebut bisa meningkatkan cakupan tonal pada foto dan Autofocus matrix metering dengan 15 zona fokus.

Fitur yang disebut belakangan ini umum ditemukan pada kamera DSLR dan berguna untuk menghasilkan exposure yang lebih akurat dalam kondisi pencahayaan sulit, misalnya ketika pengguna berfoto di depan matahari terbenam.

Kecepatan prosesor A7 yang lebih tinggi juga memungkinkan iPhone 5S mengambil beberapa gambar sekaligus dalam sekali jepretan dan memilih yang paling bagus atau tajam. Hal ini bisa dilakukan baik dalam mode single shot maupun "burst mode" dengan kecepatan 10 FPS.
Apple
Kamera pada iPhone 5S mamu menangkap gambar dengan kecepatan 10 frame per detik
Untuk mode burst, iPhone 5S akan secara otomatis menyeleksi hasil foto berdasarkan sejumlah kriteria, yaitu akurasi exposure, ketajaman, deteksi wajah, serta apabila subyek orang dalam foto sedang tersenyum atau memejamkan mata. Analisis dilakukan secara realtime tanpa campur tangan pengguna.

Hasil seleksi yang terbaik kemudian diajukan pada pengguna untuk dipilih. Tujuan seleksi otomatis ini adalah mempermudah proses pemilihan foto burst yang jumlahnya bisa mencapai ratusan.

"Flash" dua warna

Perbedaan yang paling mencolok dari iPhone 5S dengan para pendahulunya adalah unit flash "True Tone" yang memiliki dua LED dengan warna berbeda, yaitu putih dan kuning.

Apa gunanya? Flash pada smartphone atau kamera digital memiliki temperatur warna yang diatur agar sama dengan cahaya matahari. Ketika digunakan dalam kondisi cahaya yang sama dengan temperatur warna flash (misalnya sebagai fill-light di siang hari), hasil gambar tampak memiliki warna seragam.
Apple
Kamera pada iPhone 5S dibekali flash dengan dua warna berbeda
Akan tetapi, saat pengguna mengambil foto dengan flash dalam kondisi cahaya berbeda dengan flash, misalnya di dalam ruangan dengan warna lampu kekuningan, maka subyek yang diterangi flash akan tampak berbeda dengan lingkungan sekitar. Yang umum terjadi adalah subyek berwarna "netral", sementara background berwarna terlalu kuning.

Masalah inilah yang hendak diatasi oleh flash True Tone milik iPhone 5S. Dengan adanya dua LED berbeda warna, flash tersebut mampu menghasilkan temperatur warna yang berbeda-beda pula untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.

Pada kamera DSLR, biasanya perbedaan temperatur warna ini diatasi dengan membuat keluaran cahaya flash menjadi berwarna sama dengan sekeliling. Caranya adalah dengan menempelkan filter berwarna (gel) di depan lampu flash.
photogels.com
Aplikasi
Apple mengklaim bahwa True Tone bisa menghasilkan 1.000 macam variasi warna flash untuk menyamakan dengan berbagai sumber cahaya, mulai nyala api lilin hingga matahari di siang bolong. Selain menyeimbangkan keluaran warna flash dengan lingkungan, True Tone juga disebut mampu menghasilkan skin tone subyek yang lebih natural.

Dua LED pada True Tone flash kemungkinan tak akan "menembak" dalam kekuatan penuh pada tiap jepretan karena iPhone 5 harus menyeimbangkan rasio output keduanya untuk menghasilkan kombinasi warna yang diperlukan.
Apple
Flash True Tone diklaim mampu menghasilkan skin tone lebih baik
Untuk kondisi cahaya yang tidak terlalu "kuning", misalnya, boleh jadi LED kuning hanya akan dinyalakan dengan intensitas rendah. Jadi, seharusnya keluaran power dari flash True Tone pun tak akan jauh berbeda dari generasi sebelumnya.

Selain itu, True Tone agaknya tak dapat berbuat banyak dalam kondisi di bawah lampu fluorescent yang warnanya lebih cenderung mengarah ke spektrum hijau, sementara flash ini hanya memiliki LED tambahan berwarna kuning.

Penstablil gambar

Mekanisme fitur anti-guncangan atau image stabilization pada iPhone 5S cukup menarik. Menurut penjelasan Apple, untuk mengurangi efek buram karena gerakan pengguna saat kondisi low-light, kamera iPhone 5S mengambil banyak foto lalu mengambil bagian-bagian yang paling tajam pada masing-masing foto tersebut untuk menghasilkan satu foto akhir yang paling optimal ketajamannya.
Apple
Fitur image stabilization pada iPhone 5S
Image Stabilization sejatinya hanya mengatasi masalah buram karena gerakan kamera, bukan gerakan subyek, seperti pada daun yang tertiup angin.

Namun, melalui kombinasi fitur anti-guncangan dan pengambilan banyak gambar sekaligus (multi-shot), iPhone 5S seharusnya bisa menangani masalah buram karena gerakan kamera dan subyek secara bersamaan.

Video "slow motion"

iPhone 5S disebut bisa merekam video HD 720p dalam frame rate 120 fps yang bisa diputar kembali dalam kecepatan 30 fps sehingga menampilkan gerak lambat (25 persen).

Menariknya, pengguna bisa memilih untuk menampilkan gerak lambat ini pada segmen-segmen tertentu saja di video, sementara selebihnya berjalan dengan kecepatan normal.

Panorama

Kemampuan merekam foto panorama dengan resolusi hingga 28 megapiksel sebenarnya sudah ada pada iPhone 5. Pada iPhone 5s, mode pengambilan foto ini ditingkatkan lebih jauh melalui fitur koreksi exposure secara otomatis untuk tiap frame yang digabungkan dalam panorama.

Alhasil, iPhone 5S disebut mampu menangkap foto pemandangan dengan exposure yang lebih konsisten antar-area yang berbeda dalam gambar, seperti dalam contoh di bawah.
Apple Pengaturan exposure otomatis pada mode panorama iPhone 5S
Ada pula fitur pengambilan gambar dalam aspect ratio persegi (1:1), seperti dalam Instagram. Yang satu ini adalah bawaan sistem operasi iOS 7. Baik mode slow motion, panorama, maupun square aspect ratio diakses melalui tampilan utama aplikasi kamera dan bisa dipilih hanya dengan menyapukan jari.

Mengajari iPhone

Peningkatan kamera iPhone 5S dari segi hardware dan software dimaksudkan agar smartphone tersebut bisa mengambil foto dengan lebih baik. Tujuan dari hal ini diterangkan secara singkat dalam penjelasan kamera ponsel yang bersangkutan di situs web Apple.

"Lebih masuk akal untuk 'mengajari' iPhone tentang cara mengambil foto yang bagus ketimbang melatih pengguna agar menjadi fotografer ahli," bunyi satu kalimat, seperti dikutip KompasTekno dari situs resmi Apple.

Pengguna yang tahu cara mengambil foto bagus dengan smartphone mungkin sedikit merasa tersinggung. Tentu, foto yang bagus lebih ditentukan oleh pengguna kamera/smartphone dibanding alat pengambil gambarnya sendiri.

Saat ini, entah disadari atau tidak, setiap pemakai smartphone sebenarnya adalah fotografer. Tetapi, mayoritas pengguna bukanlah "fotografer ahli". Dalam kebanyakan kasus, pengguna ingin mengambil foto sebagus mungkin, tapi tidak punya bekal pelatihan atau pengalaman untuk mengoptimalkan alat yang tersedia. iPhone 5S mencoba menghadirkan solusi untuk permasalahan tersebut.

Kemampuan iPhone 5S sendiri masih belum teruji. Namun, segala peningkatan atau otomatisasi pada perangkat fotografi berpotensi membebaskan pengguna untuk berkonsentrasi pada satu hal yang lebih penting ketimbang persoalan teknis, yaitu membidik dan mengabadikan foto.