Wednesday, September 18, 2013

Kentang 'berwajah' manusia, kreatif atau seram?

Katakepo.blogspot.com - Apa yang akan kalian bayangkan ketika melihat kentang? Mungkin kalian akan membayangkan kentang goreng, kentang rebus, atau makanan ringan yang berbahan kentang. Namun tidak demikian dengan seniman Ginou Choueiri.
Seniman ini berpikir bahwa kentang bisa menjadi tempat yang baik untuk melukis wajah. Melalui karyanya, Ginou telah menyulap banyak kentang menjadi kepala yang memiliki ekspresi yang berbeda-beda. Lantas, mengapa Ginou memilih kentang?
Menurutnya, tekstur dan warna kulit kentang hampir sama dengan warna kulit manusia. Selain itu, karena kentang memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam, Ginou berpendapat bahwa akan menyenangkan berkreasi dengan kentang.
Meski menarik dan kreatif, namun beberapa wajah yang digambar oleh Ginou pada kentang terlihat menakutkan. Menurut Ginou, gambar wajah kentang yang berbeda-beda ini juga menunjukkan bahwa semua orang unik dan tak sama, seperti dilansir oleh Planet Oddity.
Penasaran seperti apa karya seni Ginou yang berhasil menyulap kentang dengan wajah manusia? Simak gambarnya di bawah ini!
wajah kentang
wajah kentang
wajah kentang
wajah kentang
wajah kentang
wajah kentang

Hadapi persaingan MEA 2015, UMKM harus jual aspek lokalitas

Katakepo.blogspot.com - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan resmi beraktivitas dalam beberapa tahun ke depan. Hadirnya MEA diprediksi membuat tingkat persaingan antar pelaku industri semakin ketat lantaran tidak adanya hambatan dalam berusaha.
Persaingan itu akan dirasakan oleh semua pelaku industri termasuk Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM). Ditakutkan, para pelaku UMKM ini akan tergerus lantaran kalah bersaing dengan pelaku industri skala besar. Padahal, UMKM dinilai sebagai sektor ekonomi yang memiliki karakter yang khas karena mengandung unsur kreativitas, lokalitas, dan keberagaman.
Melihat hal itu, UMKM diminta untuk terus memperkuat daya saing, salah satunya dengan cara brand building agar dapat bersaing dengan produk-produk yang telah lebih dulu dikenal.
"Saat ini tantangan terbesar dari UMKM di Indonesia adalah meningkatkan daya saing mereka melalui proses brand building," ujar Pakar Marketing Yuswohadi dalam peluncuran Komunitas Memberi di Gedung PPM Managemen, Jakarta, Rabu (18/9).
Namun demikian, Yuswohadi mengeluhkan kondisi UMKM saat ini tidak seperti bayangan idealnya yang diharapkan mampu bersaing dengan produk multinasional. Untuk itu dia menyarankan agar UMKM membangun brandingnya dengan karakteristik lokal.
"Kebanyakan UMKM ini memiliki mimpi yang terlalu muluk, bisa menyaingi produk industri multinasional. Kita hanya bisa melawan dengan standar lokalitas. Indonesia punya potensi luar biasa di aspek lokalitas dan keberagaman," ungkap Yuswohadi.

Pemerintah kembangkan perkebunan energi terintegrasi untuk BBN

Katakepo.blogspot.com - Pemerintah tengah berupaya keras mengurangi kuota impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Cara yang ditempuh adalah memanfaatkan biodiesel dengan mencampurkan 10 persen bahan bakar nabati (BBN) pada BBM.
Pemerintah juga berencana menempuh cara lain dengan mengembangkan perkebunan energi teritegrasi, yang berisi tanaman bahan energi alternatif. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga agar produksi BBN dapat berjalan secara berkesinambungan.
"Perkebunan energi terintegrasi merupakan konsep yang menghubungkan perkebunan tanaman penghasil BBN dengan pengolahannya pada suatu wilayah agar terintegrasi dari hulu hingga hilir pada sebuah rantai nilai," ujar Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Rusman Heriawan, di Jakarta, Rabu (18/9).
Rusman mengatakan, pengembangan model kebun energi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2006 yang menunjuk Menteri Pertanian menyediakan tanaman untuk menunjang program pemanfaatan BBN.
"Penyediaan tanaman termasuk memfasilitasi penyediaan bibit dan benih, penyuluhan dan integrasi kegiatan pengembangan dan kegiatan pasca panen," ungkap dia.
Selanjutnya, Rusman menjelaskan, perkebunan energi ini akan dikelola dengan sekumpulan aktivitas dalam pengembangan BBN yang setiap tahapannya menambahkan nilai atau manfaat terhadap produk yang dihasilkan. Dia menambahkan, kumpulan aktivitas dalam perkebunan itu akan terintegrasi dalam sebuah sistem produksi.
Rusman berharap, keberadaan model perkebunan energi terintegrasi ini dapat mendorong terpenuhinya suplai BBN. "Perkebunan energi terintegrasi juga diharapkan akan mendorong terbangunnya fokus dan sinergi kebijakan antar pelaku lintas sektor," pungkas dia.
Sebelumnya, pemerintah disarankan untuk membangun kebun energi menyusul kebijakan yang mewajibkan pencampuran 10 persen Bahan Bakar Nabati (BBN) ke solar. Kebun energi tersebut berupa tanaman kelapa sawit yang khusus untuk memasok bahan baku BBN.
"Dengan begitu maka akan terjamin pasokan BBN sehingga membuat harga stabil. Pasokan yang stabil bisa direalisasikan dengan mengintegrasikan mata rantau bisnis dari hulu sampai hilir," ujar Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material Badan Pengkajian Penerapan Tehnologi (BPPT) Unggul Priyanto.
Menurutnya, kebun sawit khusus BBN ini tidak akan mencamplok pasar minyak sawit mentah atau CPO. Produksi CPO sendiri saat ini sudah kelebihan sekitar 25 juta per ton.
"Jadi untuk kebun energi, misalnya kelapa sawit maka harga bahan baku biodisel seperti CPO ini bisa dibuat stabil karena hanya akan dipakai untuk biodisel yang diproses di dalam kawasan kebun energi tersebut, dan tidak dipakai untuk kebutuhan lainnya seperti komoditas ekspor," jelasnya.

Bank Mutiara janji bayarkan Rp 41 M ganti rugi nasabah Antaboga?

Katakepo.blogspot.com - Setelah mendapat desakan dari Tim Pengawas (Timwas) Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Direksi Bank Mutiara akhirnya menyepakati dan berjanji akan membuat skema pembayaran dana nasabah eks Bank Century pada 20 Oktober 2013 mendatang.
Dalam situs resmi DPR, Timwas Century mengadakan rapat hari ini dengan Direksi Bank Mutiara guna menuntaskan sengketa berupa investasi bodong Antaboga yang melibatkan Bank Century (kini Bank Mutiara).
Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, dan dihadiri oleh Sekjen Kementerian Keuangan, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Direksi Bank Mutiara, dan Forum Nasabah Bank Century. Sudah hampir lima tahun, nasabah Bank Century menanti realisasi skema pembayaran atas investasi bodong yang dipasarkan di Bank Century.
Melalui rapat tersebut, Direktur Utama Bank Mutiara Sukoriyanto Saputro, berkomitmen untuk membayar ganti rugi nasabah Antaboga senilai Rp 41 miliar.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, pada 13 Desember 2010 mengabulkan gugatan perdata yang diajukan 27 nasabah reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas terhadap Bank Century (Bank Mutiara). Hakim menilai Bank Century melanggar UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Namun, pihak Bank Mutiara berpendapat bahwa pembayaran dana nasabah belum dapat dilakukan karena perseroan tengah mengajukan PK (Peninjauan Kembali) atas putusan tersebut. Terkait dengan hal ini, DPR berpendapat bahwa menurut Pasal 66 (2) UU No.3/2009 tentang MA menjelaskan bahwa upaya hukum PK tidak menghalangi eksekusi putusan kasasi MA.

Pemerintah Amerika sita gedung milik orang Iran di New York


Katakepo.blogspot.com - Pemerintah Amerika Serikat menyita sebuah gedung pencakar langit di wilayah Manhattan, Kota New York. Gedung itu ternyata secara diam-diam dimiliki oleh warga Iran.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Rabu (18/9), penyitaan gedung 36 lantai di jantung Kota New York di Fifth Avenue itu disebabkan kekhawatiran akan keterkaitan dengan terorisme.

Hakim federal menyatakan pemilik gedung itu telah melanggar sanksi Iran dan menyalahi aturan pencucian uang.

Jaksa Federal Manhattan Preet Bharara menuding uang sewa gedung itu dan pendapatan lainnya disalurkan ke perusahaan BUMN Iran, Bank Meli.

Gedung dibangun pada 1970 oleh Shah Iran yang dibiayai pinjaman dari Bank Meli itu disita oleh pemerintah Iran selepas revolusi pada 1979.

Departemen Perbendaharaan Amerika telah menjatuhi sanksi ketat kepada Iran dengan memasukkan sejumlah perusahaan dan organisasi Iran ke dalam daftar hitam. Mereka juga mengawasi ketat aliran dana di perusahaan-perusahaan itu karena khawatir digunakan untuk terorisme.