Tuesday, September 24, 2013

Klaim politisi atas sukses Timnas U-19

Katakepo.blogspot.com - Ya, inilah watak politisi kita: segera mengklaim atas keberhasilan, segera ingkar atas kegagalan. Boro-boro memberikan apresiasi kepada pelatih dan pemain yang merebut Piala AFF U-19, Ketua DPR Marzuki Alie, malah mengklaim, bahwa pihaknya punya andil besar dalam kemenangan ini. Juga Presiden SBY. Kok bisa?

"Rata-rata mereka yang masuk dalam U-19 tahun pernah main dalam LPI. LPI saya gagas tahun 2009 yang dibuka oleh SBY saat Pilpres 2009," kata Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu. LPI yang dimaksud Marzuki adalah Liga Pelajar Indonesia. Inilah kompetisi sepak bola antarpelajar SMP, SMA dan universitas, yang digelar sejak empat tahun lalu. "LPI ini organisasi nonprofit," tegas Marzuki.

Sampai di sini, kita memberi acungan jempol buat Marzuki. Gagasan nonprofitnya membuahkan hasil. Padahal, kalau mau jujur, pertandingan antarpelajar sesungguhnya, bukan soal baru. Sudah dipraktikkan bertahun-tahun. Tapi LPI memang menawarkan kompetisi teratur sehingga prestasi bisa diukur.

Tetapi ketika Marzuki mengatakan, kompetisi antarpelajar itu diselenggarakan atas kerja sama PSSI, Kemendiknas, dan Kemenpora, kita mulai mengerti situasi dan latar belakanya. "LPI satu-satunya lembaga pembibitan sepak bola yang diakui pemerintah," tegasnya. Coba bayangkan, kalau SBY bukan presiden, kalau Marzuki bukan ketua DPR, apa mungkin gagasan itu bisa terwujud?

Karena itu, bisa dipahami kalau LPI jadi wadah tunggal yang diakui pemerintah. Tentu saja ada implikasinya. "LPI hanya mengkoordinasikan ke tiga lembaga tersebut. Sifatnya hanya melaksanakan. Sedangkan biaya yang dikeluarkan dari APBN, dikeluarkan langsung oleh masing-masing kementerian," tutur Marzuki.

Pertanyaannya, sudah berapa banyak dana APBN yang dikeluarkan untuk LPI selama empat tahun? Lalu siapa saja yang terlibat dalam LPI? Mungkin benar LPI nonprofit, tetapi percayakah Anda, ada orang (politisi, birokrat, atau orang bola) yang tulus ikhlas begitu saja mau bercapek-capek mengurus sepak bola pelajar?

Jika Timnas U-19 diklaim sebagai keberhasilan LPI, bagaimana dengan Timnas U-16, yang gagal meraih sukses dalam AFF U-16, beberapa waktu lalu? Mengapa Marzuki diam saja, seakan tak ada hubungannya dengan dengan LPI?

Kita harus bangga dengan apa yang diraih oleh Timnas U-19. Karena tim inilah yang mempersembahkan gelar setelah 22 tahun bangsa besar ini kalah melulu di lapangan bola. Tapi kita juga tidak bisa menutup mata, tim ini menang juga faktor kebetulan. Vietnam tampil lebih baik; tak hanya tampak dalam permainan malam itu, tetapi juga pertandingan sebelumnya, yang berhasil menekuk timnas.

Tetapi di sini kita tidak sedang bicara soal permainan sepak bola, tetapi permainan politik yang memanfaatkan sepakbola sebagai olah raga paling populer di jagad Indonesia. Marzuki, bahkan SBY sekalipun boleh saja mengklaim, bahwa keberhasilan Timnas U-19 adalah atas gagasan dan jasanya. Namun percayalah, klaim itu tidak begitu saja mudah dipercaya banyak orang.

Bukti sederhananya adalah, berita tentang klaim Marzuki itu justru diragukan orang di dunia maya. Semua orang berkomentar negatif, bahkan cenderung melecehkan. Malah di antara mereka justru melihat, gagasan LPI tidak lain adalah upaya untuk memanfaatkan dana APBN untuk kepentingan lain.

Mungkin Marzuki tidak punya niat korupsi. Tetapi dana berlimpah di Kemendiknas dan Kemenpora, adalah lahan besar bagi para politisi untuk menangguk duit haram. Kasus Hambalang dan tender soal UN adalah petunjuk nyata soal itu.

Lagi pula, waktu 20 tahun terakhir ini sudah menunjukkan: jika sepak bola diurus oleh para politisi, hasilnya tidak akan pernah baik. Bukan hanya soal sepak bola bukan bidangnya, tetapi mengurus sepak bola perlu dedikasi, fokus. Jika diurus sambil lalu, timnas hanya jadi bulan-bulanan tim negara lain, seperti selama ini. Apalagi jika motifnya hanya mencari keuntungan: pencitraan atau pendapatan.

Politisi memang pekerjaan yang menuntut banyak bicara, banyak berdebat, dan banyak berdiskusi. Tetapi bicara asal-asalan, justru bisa jadi sasaran. Banyak politisi yang tidak percaya dengan kemampuan sosial media dalam merespons bicarannya. Mereka percaya duit bisa membeli suara rakyat. Silakan saja, pemilu nanti akan membuktikan.

5 Hal yang bikin pria sebal pada wanita

Katakepo.blogspot.com - Ada beberapa kebiasaan wanita yang membuat pria merasa sebal dan tidak nyaman pada wanita. Namun sayangnya, kebanyakan wanita terkadang tidak sadar ketika melakukannya pada pria. Penasaran? Kira-kira apa saja yang membuat pria kesal setengah mati pada sikap wanita? Berikut adalah lima hal yang bikin pria merasa sebal pada wanita. Yuk simak bersama!

1. Curhat masalah cinta pada orang lain

Pria paling tidak suka kalau wanita bermulut ember dan menceritakan masalah cinta mereka pada orang lain. Pria tidak suka privasi mereka diumbar kepada orang lain. Jadi, sebaiknya wanita tidak gampang berkeluh kesah tentang masalah cintanya pada orang lain.

2. Mengganggunya saat bermain game

Wanita sering mengomel ketika pria lebih fokus pada game yang mereka mainkan. Pria tidak suka kebiasaan wanita yang satu ini. Mereka merasa tidak nyaman dengan sikap itu.

3. Mengekangnya

Pria butuh ruang untuk berkarya dan melakukan apa yang disenanginya. Jadi, jangan batasi ruang mereka karena itu akan membuat mereka jengah dan jenuh pada Anda.

4. Tidak mengerti passion-nya

Pria ingin wanita mengerti passion yang mereka miliki. Namun, terkadang wanita tidak mengerti passion pasangan mereka dan malah mencemooh hal yang mereka sukai.

5. Mencoba mengubahnya

Pria benci ketika wanita mencoba mengubah kepribadian mereka. Apalagi jika caranya sangat dipaksakan. Pria suka sesuatu yang natural dan dilakukan secara perlahan, bukan karena paksaan semata.

Inilah lima hal yang sering bikin pria sebal pada wanita. Bagaimana menurut Anda?

Inilah 4 alasan KIA New Carens sebagai Car of The Year 2013

Katakepo.blogspot.com - Akhirnya, Dewan Juri yang beranggotakan 25 jurnalis yang bernaung dalam Forum Wartawan Otomotif (Forwot), berhasil menentukan peraih mahkota 'Forwot Car of The Year 2013', pada Senin (23/9) malam di JIExpo Kemayoran. Dan pemenangnya adalah All New KIA Carens.
All New Carens berhasil menyisihkan empat finalis terbaik lainnya, All New Toyota Vios, All New Mazda6, Chevrolet Spin, dan Honda Brio Satya, yang terseleksi dari 27 mobil baru yang dipasarkan di Indonesia.
Oleh para juri, All New Carens diganjar nilai 125 poin, atau terpaut 11 poin dari penghuni posisi kedua dan ketiga yang diisi New Toyota Vios dan New Mazda6 dengan nilai sama yaitu 114 poin. Sementara posisi keempat dan kelima juga dengan nilai sama, yaitu 111 poin, ditempati Chevrolet Spin dan Honda Brio Satya.
Forwot Car of The Year 2013
All New KIA Carens yang diluncurkan PT KIA Mobil Indonesia pada 4 Juni 2013 lalu, merupakan mobil keluarga keluarga dengan kapasitas 7 penumpang.
Ada empat alasan yang mendukung kesempurnaan All New Carens sebagai penyandang Forwot Car of Tue Year tahun ini, antara lain desain, mesin, teknologi dan harga.
Dengan tagline 'The Breakthrough Family Car', All New Carens merupakan terobosan baru Family car. Hadir dengan desain yang modern, fashionable, dan stylish.
All New KIA Carens dipersenjatai mesin NU 2.0L DOHC Dual CVVT yang Powerful namun hemat bahan bakar.
KIA Carens yang jadi juara
Mobil keluarga 7 penumpang ini juga dilengkapi dengan fitur dan teknologi terkini, seperti Flex Steer yang memungkinkan pengendara untuk menyesuaikan beban kemudi dengan kondisi kecepatan mobil saat berkendara melalui 3 pilihan steering mode (normal, comfort dan sporty).
Untuk pasar otomotif di Indonesia, family car asal Korea ini dibanderol Rp 268 juta untuk transmisi manual, dan Rp 286 juta untuk transmisi otomatis. Harga tersebut adalah harga on the road di Jakarta.

4 Orang ini bunuh diri gara-gara hal sepele

Kataekpo.blogspot.com - Banyak hal yang menyebabkan seseorang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Kebanyakan orang bunuh diri lantaran permasalahan yang pelik sehingga mereka tidak kuat menahan, hingga mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Namun tak sedikit juga orang melakukan bunuh diri lantaran hal sepele, dan kebanyakan dilakukan oleh orang-orang yang belum dewasa alias masih anak-anak. Padahal, masalah yang dihadapinya tidak terlalu rumit, sangat disayangkan mereka mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Berikut 4 peristiwa bunuh diri lantaran hal-hal sepele yang berhasil dihimpun merdeka.com, Selasa (24/9):

1. Tak dibelikan sepeda baru

Seorang bocah perempuan berinisial RR (11), memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumahnya, Jalan Kharuddin Nasution, RT01/RW03, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Provinsi Riau.

Ibu kandungnya, Murniati (40), seorang pembantu rumah tangga ini mengatakan, penyebab korban bunuh diri karena permintaannya untuk dibelikan sepeda baru tidak dipenuhi. Padahal, janda empat anak itu baru saja membelikan sepeda baru.

"Beberapa hari yang lalu. Dia (korban) minta dibelikan sepeda. Saya belikan sepeda bekas. Namun, tidak cocok karena ketinggian. Dia minta belikan yang baru. Saya belikan. Namun, belum saya bilang. Rencananya, hari ini saya mau kasih sepeda itu. Sudah saya pesan tadi saat saya mau pergi kerja. Tapi, dia sudah meninggal," ungkap Ibunda sembari menghapus air mata kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (23/9) kemarin.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh adik kandung korban sekitar pukul 10.00 WIB. Melihat hal itu, adik kandung korban lalu memberitahu kakak korban Vika. "Kemudian saya langsung ke rumah. Awalnya saya tak percaya, ternyata benar. Kemudian saya panggil pekerja bangunan. Sempat dilarikan ke RS Mesra," ujarnya.

2. Orang tua nikah lagi

DMS, siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara minum kopi yang telah dicampur racun potas. Setelah mengetahui ayahnya akan menikah dengan wanita lain.

"Dia sebelumnya mengirim SMS ingin mati menyusul ibu dan kakaknya. Hal itu ia lakukan karena ia menilai ayahnya sudah tidak sayang lagi dengan dirinya, dan mau menikah lagi," kata rekan korban, Siti Toyibah Kamis (15/11) tahun lalu.

Terpisah, Kepala Satuan Reskrim Polres Ngawi AKP Budi Santoso membenarkan kesaksian rekan korban tersebut. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan mulut yang mengeluarkan busa.

"Aksi bunuh diri oleh korban dilakukan pada Rabu (14/11) malam. Ia ditemukan neneknya sudah dalam keadaan membiru, dan mulutnya mengeluarkan busa di ruang tamu. Selama ini ia memang tinggal dengan neneknya," kata Budi.

Budi menceritakan, ketika sang nenek pertama kali mengetahui cucunya, segera meminta bantuan tetangga dan langsung membawa korban ke puskesmas setempat. Namun nyawa korban tidak terselamatkan, karena kondisinya sudah parah saat dibawa layanan kesehatan.

3. Gara-gara uang Rp 150 ribu

Subhan Fadilah mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tower BTS di Kebon Jeruk, Jakarta Barat rupanya karena masalah sepele. Pelajar SMP berusia 14 tahun itu bunuh diri karena kesal tidak diberi uang oleh ibunya.

"Sebelum naik tower, anak itu minta duit ke ibunya sekitar Rp 150 ribu untuk benerin motor tapi nggak dikasih," kata Matali Mursidi (70) saat ditemui di RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, Rabu (11/4). Matali adalah ketua RW di Jalan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, tempat Subhan tinggal.

Kesal permintaannya tidak dituruti, Subhan kemudian naik ke tower yang tak jauh dari kediamannya. Matali mengatakan, Subhan memanjat sampai puncak yang tertinggi.

"Kita semua teriak-teriak. Eh pas bapaknya baru nyusul 5 meter, anak itu udah terjun," tambahnya.

Subhan tak langsung tewas. Dia masih sempat dilarikan ke RS Medika Permata Hijau. Namun karena luka-lukanya parah, Subhan meninggal di rumah sakit.

"Kakinya patah dua-duanya. Tangan kirinya patah dan luka di wajah sebelah kiri," tandas Matali.

4. Minta motor Ninja

Seorang pemuda bernama Jamal, warga Kampung Nalagati RT 05/05, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang ditemukan tewas tergantung di plafon kamar mandi rumahnya, Selasa (20/8). Belum diketahui penyebabnya. Berdasarkan keterangan salah seorang keluarganya, pemuda yang bekerja sebagai petugas kebersihan tersebut sudah menghilang sejak Minggu (18/8) 2012 lalu.

Diding, warga setempat mengatakan, penemuan jasad Jamal sekitar pukul 10.30 WIB saat itu salah satu anggota keluarganya masuk kamar mandi dan menemukan korban sudah menggantung di plafon kamar mandi. Penemuan itu pun langsung heboh dan menyebar ke masyarakat hingga dilaporkan ke Polsek Panongan.

"Sebelumnya sih informasi warga dia sempat minta motor Ninja ke orangtuanya setelah motornya hilang dicuri saat bulan puasa kemarin, katanya.

Tidak lama petugas pun tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung melakukan pemeriksaan. Menurut Diding, korban dikenal baik dengan warga sekitar dan malam Minggu kemarin masih terlihat mengobrol dengan warga sekitar.

"Orangnya baik dan dia bekerja sebagai petugas kebersihan di Citra Raya. Jasad korban juga sudah dibawa keluarganya," katanya.

Tidur siang bikin otak anak lebih cemerlang

Katakepo.blogspot.com - Sudah sejak lama tidur siang dianggap sebagai hal yang baik untuk anak-anak, terutama pada anak yang belum bersekolah. Sekarang penelitian terbaru mengungkap manfaat di balik tidur siang bagi anak-anak.
Berdasarkan uji coba yang mereka lakukan, anak yang telah tidur siang diketahui memiliki ingatan yang baik dibandingkan ketika mereka tidak tidur siang. Efek tidur siang ini bahkan cukup lama hingga keesokan harinya. Penelitian mengungkap bahwa tidur siang bisa membantu meningkatkan kinerja otak anak, terutama dalam hal ingatan.
"Kami menemukan bukti pertama bahwa tidur siang penting untuk anak yang belum sekolah. Tidur siang membantu mereka mengingat lebih baik tentang apa yang mereka pelajari di tempat bermain," ungkap peneliti Rebecca Spencer dari University of Massachusets, seperti dilansir oleh Live Science (23/09).
Penelitian ini dilakukan pada 40 anak dari enam playgroup di Massachusets. Mereka diminta untuk mengerjakan tugas yang berkaitan dengan ingatan visual. Hasilnya anak-anak yang tidur siang diketahui bisa menjawab tes dengan lebih akurat dan benar dibandingkan dengan anak yang tidak tidur siang. Perbandingan tingkat akurasi adalah 75 persen dibanding 65 persen. Efek ini juga membuat mereka lebih akurat mengerjakan tes esok harinya.
Berdasarkan penelitian di atas, tampaknya keputusan para ibu untuk memaksa anaknya tidur siang adalah keputusan yang benar demi kecerdasan anak-anak mereka. Apakah anak Anda teratur tidur siang setiap hari?