Sunday, September 29, 2013

Video ABG mesum di warnet menjamur di Youtube

Katakepo.blogspot.com - Tak sulit mencari bukti perbuatan mesum di warung internet (warnet). Rekaman adegan tak senonoh itu begitu mudah didapat di Youtube.

Cukup ketikkan kata kunci "warnet" di kolom pencarian lalu enter, seabrek video berbau cabul bakal muncul. Sebagian di antaranya punya judul vulgar, seperti "ciuman di warnet", "mesum di warnet bulan puasa" dan masih banyak judul-judul "panas" lainnya.

Saat kata kunci "mesum di warnet" yang dicari, hasil teratas pada halaman pertama muncul video berjudul "Ketahuan niih yeee", "njati payak bergoyang", dan berbagai video dengan judul vulgar.

Hampir semua video itu menampilkan perbuatan mesum di warnet. Umumnya hasil intipan dari orang lain yang sedang ada di sana. Sebagian lain merupakan rekaman CCTV warnet.

Salah satu contohnya "ABG Jilbab xxxxxxx di warnet angle Medan". Video yang sudah tayang hingga 500 ribuan kali ini menampilkan sepasang muda-mudi di dalam bilik warnet. Aksi mesum keduanya direkam dari lubang kecil di dinding penyekat bilik. Meski kualitas gambarnya jelek, apa yang diperbuat sejoli itu tetap terlihat.

Entah tak dilapor atau memang sengaja tak dihapus, video berdurasi 7 menit 30 detik itu tetap nongkrong di Youtube sejak sebulan lalu. Video berisi adegan porno lainnya juga bertahan di sana, bahkan lebih lama lagi.

Bukan cuma video soal mesum di warnet, Youtube cukup banyak berisi konten cabul. Contohnya, ketikkan kata "sex", "porno", "18+", atau kata yang berkaitan dengan erotisme, sejumlah video atau film dewasa bakal muncul.

"Bahkan kalau lagi beruntung, sesekali video hardcore porno pun mejeng di sana. Biasanya nggak lama, dalam hitungan jam sudah dihapus. Tapi kalau yang semi-semi, banyak di sana sampai bertahun-tahun," ujar Alex, salah seorang pengunjung warnet di Medan.

Menurutnya, selain menjadi lokasi upload hasil rekaman perbuatan cabul, Youtube otomatis bisa memengaruhi orang untuk berbuat mesum di warnet. Diakuinya bukan cuma Youtube, terkadang ada warnet yang memang mendukung akses ke situs-situs dewasa. Bahkan, ada kalanya, warnet sengaja menyediakan konten porno di hard disknya.

Dilengkapi konten cabul, kondisi warnet yang berbilik-bilik dinilai sebagai faktor utama penyebab banyaknya aktivitas mesum di sana. Perbuatan tak senonoh ini pun gampang diabadikan karena lokasi itu sebenarnya tempat umum yang tidak begitu tertutup. Lubang kecil bekas paku di dindingnya pun bisa dimanfaatkan orang jahil yang tak kalah cabul untuk mengabadikan perbuatan mesum.

Bukan cuma perekaman secara sembunyi-sembunyi, kamera CCTV yang umumnya ada di warnet juga berperan. Sebagian di antara hasil rekaman itu juga tersedia Youtube. "Sebenarnya lebih banyak lagi yang bisa bisa diupload, cuma terkadang itu jadi koleksi pribadi," kata Jimmy, salah seorang pemilik warnet di Medan.

Untungnya, kata dia, sekarang tidak banyak lagi warnet berbilik, khususnya di Kota Medan. Bukan karena adanya Peraturan Wali Kota Medan mengenai perizinan warnet yang juga membatasi tinggi sekat bilik, tapi warnet berbilik memang sudah kalah bersaing dengan warnet game online. Jenis warnet ini tidak memiliki bilik-bilik.

"Kalau main game kadang kan harus interaksi dengan teman-temannya yang lain," jelas J Purba, pemilik warnet lainnya.

Biarpun kalah bersaing, warnet berbilik tetap ada. Pribadi atau pasanganmesum, umumnya dari kalangan remaja yang tak punya uang atau tak bisa masuk hotel, tetap bisa ke sana. Hanya, mereka terkadang tak sadar ada yang mengabadikan perbuatannya.

Razia kelab malam di Gajah Mada, empat wanita positif narkoba

Katakepo.blogspot.com - Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta menggelar razia ke kelab malam di sekitaran kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Pengunjung yang dicurigai, langsung dilakukan tes urine di mobil khusus milik petugas.

"18 Pengunjung terdiri dari empat wanita dan 14 pria urinenya positif gunakan narkoba. Mereka menggunakan narkoba jenis sabu, ganja dan ekstasi," ujar Kabid Pencegahan BNP DKI Jakarta, Safari di Jakarta, Minggu (29/8) dini hari.

Razia yang dibantu POM TNI dan Polri itu juga berhasil mengamankan seorang karyawan kelab malam. Karyawan tersebut tertangkap tangan saat akan menjual empat butir ekstasi.

"Sejumlah uang juga kita amankan dari karyawan tersebut," katanya.

Selanjutnya, belasan orang yang terjaring tersebut di bawa ke kantor BNP untuk pemeriksaan lebih lanjut. Safari berjanji pihaknya akan terus merazia di kelab malam yang rawan peredaran narkoba.

"Ini untuk menekan jumlah pengguna narkoba yang sering berkunjung ke tempat hiburan malam di Jakarta," tuturnya.

Siswi SMA di Gunung Kidul diperkosa berkali-kali hingga hamil

Katakepo.blogspot.com - Sungguh bejat perbuatan Anggita Permana. Warga Desa Semin, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tega memperkosa NF (17), siswi salah satu SMA di Gunung Kidul. Akibatnya, NF hamil tujuh bulan.

"Tersangka pernah berjanji akan menikahi korban, namun tiga bulan lalu tersangka malah menyuruh korban NF untuk menggugurkan kandungannya. Untuk itu NF melapor ke Polres, dan kami tindaklanjuti," kata Kasat Reskrim Polres Gunung Kidul AKP Suhadi di Gunung Kidul, Sabtu (28/9).

Polisi berhasil menangkap pelaku saat dalam perjalanan menuju rumahnya Sabtu siang. Kepada petugas, pelaku mengaku telah berhubungan badan selama beberapa kali dengan korban.

"Tersangka mengajak korban untuk berhubungan layaknya pasangan suami istri dan berjanji akan menikahi namun justru malah melarikan diri," kata dia, seperti dilansir Antara.

Korban sempat meminta pertanggungjawaban terhadap pelaku. Namun, pelaku justru menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya.

"NF jengkel dengan ulah Anggita, akhirnya melaporkan ke pihak Polres Gunung Kidul pada Senin, 23 September 2013," kata dia.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gunung Kidul Iptu Tri Markisna mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan korban.

"Kasus ini sudah dilaporkan korban, dan kami sudah menetapkan tersangkanya yakni Anggita Permana. Tersangka terancam dengan pasal 81 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara," kata dia.

Bilik warnet jadi langganan tempat mesum pelajar

Katakepo.blogspot.com - Keberadaan warung internet (warnet) kini memang banyak disalahgunakan. Rentetan pemberitaan, mesum di balik bilik warnet ramai diberitakan. Ironisnya tindakan amoral ini dilakukan anak sekolah. Berbagai macam alasan, mesum di warnet dilakukan. Para pelaku mengaku salah satunya karena sewa hotel yang mahal.

Di bilik warnet, fenomena menjalin asmara ini seolah menjadi tren. Di situ mereka bisa berjam-jam bebas bermesraan sambil menonton film porno. Bermodalkan uang jajan, lapak seadanya disulap menjadi tempat mesum.

Sudah urusan nafsu, kadang pengawasan di dalam warnet diabaikan. Masih ingat dengan tindakan mesum pelajar SMK asal Kulonprogo, Jawa Tengah, pada akhir 2012 lalu? Akibat nafsu sesaat siswi K (15) hamil gara-gara mesum di warnet.

Bukan sekali atau dua kali, tapi aksi tak senonoh ini dilakukan hingga 10 kali, di warnet langganannya, di kawasan Bendungan, Kecamatan Wates.

Sang pacar, AI (18) yang merupakan pengangguran ini kerap mengajak K untuk berbuat mesum. Lantaran dinding bilik yang tertutup pelaku pun merasa aman untuk berbuat mesum.

K bahkan mengaku keperawanannya juga direngut di bilik warnet itu. Pada aksi nekatnya yang ke-9 itu sebenarnya K sudah dalam kondisi hamil, namun AI lagi-lagi menyatakan bahwa dirinya akan bertanggung jawab.

Kasus itu telah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kulonprogo. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, AI dijerat pasa 81 dan 82 UU nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Beralih ke Kalijambe, Sragen. Baru-baru ini, Senin (9/9) seorang pelajar SMK Swasta MAG (17) juga kepergok telah masyuk dengan teman perempuan yang sama-sama pelajar FNA (16). Keduanya digerebek setelah diketahui dari CCTV warnet yang dipasang.

Mulanya, ABG kelas XI ini terlihat memulai dengan melihat foto-foto porno, di situ mereka ingin memerankan apa yang ada di dalam layar komputer.

Apes, CCTV yang mengintai, membuat kepolisian Sragen dengan mudah menangkapnya. Kebetulan razia, yang dilakukan petugas pun sedang gencar.

Pengakuan keduanya kepada Polres Sragen, aksi nekat itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Di Semarang, pada pekan lalu juga dikagetkan dengan adanya tindak amoral yang dilakukan sepasang mahasiswa. Di Balik bilik mereka hendak berbuat mesum.

Keduanya tampak akan melakukan apa yang telah dilihat di dalam layar. "Kalau saja kita telat 15 menit, mungkin kita menangkap mereka saat sedang mesum," ujar seorang polisi di lokasi saat merazia. Tapi kedua mahasiswa ini tidak ditahan. Mereka dikembalikan ke rumah masing-masing setelah orangtuanya datang ke Mapolrestabes Semarang.

Fenomena warnet jadi bilik asmara

Katakepo.blogspot.com - Baru-baru ini banyak sekali muncul kasus cabul yang terjadi di bilik warung internet (warnet). Salah satu contohnya kasus mesum yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah, Senin (23/9). Polisi yang sedianya menggelar razia pelajar di warnet, ternyata menemukan dua pasangan mahasiswa sedang asyik mesum di bilik warnet.

Berikutnya kasus indehoy dua siswa dan siswi SMK di Boyolali, Jawa Tengah, hingga si perempuan hamil. Keduanya juga mengaku pernah indehoy di dalam bilik warnet sebelum pacarnya hamil dan melahirkan bayi. Mereka kemudian membunuh bayi dan menguburkannya.

Sepertinya fenomena mesum di dalam warnet ini kerap terjadi, terutama di daerah-daerah di Indonesia. Pada 5 Mei 2013 lalu, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan sampai berencana membuat Peraturan Bupati (Perbup) tentang bilik warung internet.

Hal itu dilakukan karena tingginya kasus pencabulan yang terjadi di dalam bilik warnet. Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan, kasus pencabulan yang mayoritas melibatkan pelajar sangat memprihatinkan. Terakhir, kasus mesum di warnet terjadi di wilayah Kecamatan Playen dengan korban anak di bawah umur.

"Kasus tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah saja namun juga menjadi tanggung jawab keluarga, lingkungan dan pemerintah daerah," kata Badingah di Gunung Kidul, Jumat (3/5).

Fenomena ini itu juga terjadi di Magelang, Jawa Tengah. Anggota Komisi C DPRD setempat, Eddy Sutrisno menuntut Pemkot Magelang mengatur usaha warung internet (warnet) serta permainan (game) online. Bahkan DPRD mendesak Pemkot Magelang segera menyusun Perda yang mengatur kedua usaha tersebut.

"Saya melihat, selain bilik-bilik warnet di Kota Magelang seperti kamar-kamar yang tertutup, masih banyak juga warnet-warnet yang tidak memproteksi situs-situs porno. Situs ini kemudian banyak dibuka pengunjung. Termasuk pelajar yang dapat mendorong perbuatan mesum di dalam bilik itu," tegas Eddy.

Hal itu karena Eddy menanggapi kasus tertangkapnya dua pasang pelajar SMA yang berbuat mesum di bilik warnet oleh Satpol PP. Kepergoknya dua pelajar yang tengah mesum di bilik warnet itu, menurut Eddy mengisyaratkan bahwa keberadaan warnet-warnet itu tak hanya berdampak positif tapi juga dampak negatif.

"Dampak negatif yang harus segera dieliminir, salah satunya dengan membuat Perda. Perda ini harus tegas, mengatur dari jam operasi, tata ruang usaha, hingga tegas mengatur kalau pelajar berseragam sekolah tidak diperkenankan masuk. Tujuannya semata-mata untuk menyelamatkan generasi muda," pungkasnya.

Nah, hari ini merdeka.com bakal menurunkan ulasan tentang fenomena mesum di bilik warnet. Bagaimana fenomena terjadi, dan apa memang benar butuh aturan bilik warnet? Simak saja beberapa ulasan berikutnya.