Tuesday, October 15, 2013

Sate Buntel Khas Solo Hidangan Alternatif Saat Idul Adha

Katakepo.blogspot.com - Banyak kiriman daging kambing saat merayakan Idul Adha merupakan berkat tersendiri. Menu makanan berbahan daging kambing seperti tongseng dan sate kambing mungkin akan selalu menghiasi meja makan keluarga.

Bagi yang bosan dengan menu yang itu-itu saja di saat merayakan Idul Adha, jangan khawatir. Menu sate buntel khas Solo bisa menjadi alternatif memasak daging kambing di "banjir" daging kambing seperti saat ini.

Membuat sate buntel (bungkus) tidak begitu sulit untuk dilakukan. Kios sate kambing Manto di Pasar Kembang, Solo, membagi resep membuat sate buntel.

Pertama tama daging kambing dicincang hingga lembut. Lalu, siapkan tusuk sate secukupnya, daging yang sudah lembut dipadatkan lagi dan dilekatkan di tusuk sate. Agar tidak hancur saat dibakar, daging yang sudah digempalkan dibungkus dengan lemak dari lambung kambing.

Setelah daging sudah dibungkus atau dibuntel, maka daging siap dibakar. Teknik membakar sate buntel harus sabar dan hati hati. Setelah daging sudah mulai matang, celupkan ke dalam bumbu yang sudah disiapkan.

Sebelumya, sayatlah daging agar bumbu bisa meresap ke dalam daging dan menambah cita rasa. Bumbu yang digunakan adalah bawang merah, bawang putih dan ketumbar, garam secukupnya cabai rawit dan cabai merah jeruk dan kecap manis.

Setelah matang, jangan lupa juga siapkan bumbu kecap dan lalapan untuk menemani sate buntel. Tidak heran, Manto kebanjiran order sate buntel saat Idhul Adha setiap tahunnya.
Dengan harga Rp 30.000 satu posri dengan tiga tusuk sate, sate buntel menjadi kuliner lezat dengan harga terjangkau bagi warga Solo.

Salah satu pecinta sate buntel menuturkan saat bertemu Kompas.com, perbedaan sate buntel dengan sate biasa adalah bumbunya lebih terasa. Dan itu yang membuat konsumen ketagihan.

“Mungkinkarena sudah dicincang dagingnya, jadi bumbunya merasuk. Saat dimakan bumbunya terasa”kata Didik, seorang penikmat sate buntel.

Kadar Gas Berbahaya di Tangkuban Parahu Meningkat

Katakepo.blogspot.com - Meski aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu menurun dalam beberapa hari terakhir, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) justru mencatat ada peningkatan kadar gas berbahaya yang keluar dari kawah ratu di Jawa Barat itu. "Hasil pengukuran gas pagi tadi ternyata di atas ambang batas," kata Pejabat Pelaksana Bidang Penyelidikan dan Pengamatan Gunung Api dari PVMBG, Gede Suantika, di Bandung, Selasa (15/10/2013).

Gede menjelaskan, kadar sulfur dioksida (SO2) yang keluar dari dalam kawah ratu mencapai 14 ppm, padahal ambang batas SO2 hanya 2 ppm. Sementara hidrogen sulfide (H2S) mencapai 4 ppm. "Penyelidikan secara lebih intensif oleh tim ahli gunung api masih tetap dilaksanakan sampai hari ini," ujarnya.

PVMBG belum mencabut status waspada (level II) Gunung Tangkuban Parahu. Pasalnya, gunung api yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat tersebut masih menunjukkan gejala-gejala letusan berupa aktivitas getaran setiap hari.

Menurut Gede, aktivitas tremor tersebut terjadi hampir setiap hari dengan durasi enam menit. "Sejak tiga hari lalu terekam tremor dengan durasi enam menitan yang amplitudonya semakin hari semakin meningkat. Status Gunung Tangkuban Parahu tidak ada peningkatan dan masih tetap waspada," kata Gede saat dihubungi Kompas.com, Selasa.

Ia menjelaskan, aktivitas tremor merupakan cerminan adanya aliran fluida, gas, atau migrasi tekanan ke permukaan kawah ratu. Kendati demikian, aktivitas Gunung Tangkuban Parahu dapat dikatakan berkurang dan belum tentu aktivitas tremor harian tersebut menimbulkan letusan. "Secara visual tidak ada tanda peningkatan kegiatan di kawah ratu dan kawah-kawah lainnya, embusan uap air bercampur gas-gas vulkanik dominan berwarna putih tipis mengepul sedang," bebernya.

Ia menambahkan, saat ini rekomendasi tidak dibolehkannya kegiatan manusia dalam radius 1,5 kilometer dari pusat kawah ratu masih tetap diberlakukan.

6 Rahasia jadi wanita karir yang sukses

Katakepo.blogspot.com - Wanita kini lebih punya ruang untuk mengapresiasi kemampuan mereka di segala bidang. Tak jarang, kaum wanita pun berhasil menempati posisi teratas dalam karir dan pekerjaan yang mereka geluti. Ingin tahu rahasia menjadi wanita karir yang sukses dan disegani? Yuk simak enam tips dari Ehow berikut ini!

1. Percaya diri

Tidak peduli apa pekerjaan Anda. Anda harus memiliki kepercayaan diri yang besar dalam melakukan pekerjaan tersebut. Jika tidak, bagaimana mungkin orang lain akan percaya terhadap kinerja Anda. Selain itu, wanita yang percaya diri juga lebih disegani dan dianggap lebih tegas.

2. Mengontrol emosi

Jangan biarkan emosi menguasai Anda. Lakukan pekerjaan Anda dengan tenang dan secara profesional. Jika emosi Anda mulai terpancing, pergilah dan segera hindari situasi semacam itu. Ingat, Anda harus menghindari keributan yang dapat berdampak buruk pada karir Anda.

3. Kemampuan berkomunikasi

Kemampuan Anda dalam berkomunikasi sangat lah penting untuk karir Anda di masa depan. Kesuksesan Anda juga dipengaruhi oleh cara Anda dalam berkomunikasi dan membangun jaringan.

4. Temukan mentor dan bergaung di sebuah komunitas

Jadilah aktif dan bangun jaringan Anda seluas mungkin. Temukan mentor yang dapat membantu Anda untuk berkembang. Anda juga bisa ikut berpartisipasi dalam sebuah komunitas untuk memperluas jaringan sosial Anda.

5. Pisahkan antara karir dan masalah pribadi

Ini sangat penting karena akan sangat mempengaruhi pandangan orang lain tentang Anda. Jika Anda berhasil memisahkan antara karir dan masalah pribadi, masa depan karir Anda tentu akan gemilang. Anda akan dianggap sebagai seorang wanita karir yang profesional karena dapat memilah antara masalah pribadi dan kantor.

6. Tetap memperbarui informasi dan terkoneksi dengan jaringan

Anda harus tetap memperbarui informasi tentang bidang yang sedang Anda geluti dan terkoneksi dengan jaringan sosial yang telah Anda bentuk. Dengan demikian, Anda akan selalu memiliki peluang untuk memperluas dan mengembangkan karir Anda di masa depan.

Inilah enam rahasia menjadi wanita karir yang sukses dan juga disegani oleh rekan kerja. Selamat mencoba, ladies!

Lima hewan ini pernah ke luar angkasa

Katakepo.blogspot.com - Dunia mengenal nama kosmonot Soviet Yuri Gagarin yang menjadi manusia pertama berhasil ke luar angkasa pada 12 April 1961.

Namun umat manusia kebanyakan tidak mengetahui ternyata Gagarin bukan makhluk bumi pertama yang berhasil mengangkasa ke luar orbit bumi. Sejumlah hewan pernah lebih dulu ke luar angkasa sebagai bahan percobaan untuk mengetahui bagaimana reaksi tubuh hewan terhadap kondisi di luar angkasa.

Apa saja hewan yang pernah mengangkasa ke luar bumi? Simak ulasannya seperti dilansir dari listverse.com pekan lalu berikut ini.

1. Kucing

Kucing rumahan bisa dikatakan termasuk hewan yang terlambat ke luar angkasa dibanding hewan lain.

Pada 18 Oktober 1963 Prancis pertama kali mengirimkan kucing bernama Felix ke luar angkasa.

Lima puluh tahun kemudian Iran berencana mengirim kucing Persia ke luar bumi pada 2014 mendatang.

2. Tikus

Sejumlah hewan pengerat sudah beberapa kali dikirim ke luar angkasa. Beberapa percobaan telah dilakukan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Pada 2001 ahli biomedis Ted Bateman bekerja sama dengan NASA dan perusahaan bioteknologi Amgen mengirimkan tikus untuk melakukan test atas protein bernama osteoprotegerin.

Mereka meyakini protein itu bisa berguna untuk menghambat proses penuaan. Di luar angkasa proses penuaan bisa berlangsung lebih cepat dan menjadi tempat paling cocok untuk melakukan uji coba ini.

Percobaan itu berhasil membuktikan protein itu bisa menghambat penuaan.

3. Ikan

Merdeka.com - Pada tahun lalu pesawat luar angkasa Jepang HTV-3 memuat akuarium berisi ikan yang disebut medaka. Jepang mencoba sejumlah eksperimen pada ikan yang cepat berreproduksi. Para peneliti juga mengamati kondisi tulang dan otot ikan-ikan itu ketika di luar angkasa.

Meski berada di luar angkasa ikan-ikan yang hidup di air ini juga mengalami masa kehilangan gravitasi dan sempat berenang dalam gerak melingkar ketimbang lurus.

4. Monyet

Sejumlah monyet dari berbagai jenis sudah pernah mengangkasa ke luar bumi. Mereka berjasa dalam dunia medis dan kedokteran karena membantu penelitian.

Albert II menjadi monyet pertama yang dikirim ke luar angkasa setelah sebelumnya Albert gagal karena mati dalam perjalanan di pesawat luar angkasa. Albert IV juga kemudian mati dua jam setelah pesawatnya mendarat di bumi.

Sejumlah negara termasuk Argentina, Prancis, dan Rusia pernah mengirimkan monyet ke luar angkasa. Sayangnya banyak di antara mereka tidak berhasil selamat.

5. Anjing

Uni Sovyet pernah mengirim beberapa anjing ke luar angkasa. Yang paling terkenal adalah anjing bernama Laika. Laika ditemukan di jalanan Ibu Kota Moskow. Dia juga merupakan hewan pertama yang ke luar angkasa pada November 1957. Namun sayangnya Laika mati dan tidak berhasil selamat kembali ke bumi.

Pada 1960, dua anjing bernama Belka dan Strelka menjadi dua hewan pertama yang berhasil ke luar angkasa dan kembali dengan selamat ke bumi.





Mampukah perahu terbang jawab tantangan pemerataan pembangunan?

Katakepo.blogspot.com - Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi. Namun, bukan rahasia umum lagi, jika dampak dari pertumbuhan ini tidak banyak terasa di seluruh masyarakat. Penyebabnya tak lain ialah belum meratanya pertumbuhan.
Tidak meratanya pertumbuhan khususnya untuk daerah terpencil dan pedalaman dikarenakan belum didukung oleh sarana dan prasarana infrastruktur yang mumpuni. Pemerintah berkilah kurangnya pendanaan untuk sektor infrastruktur menjadi penyebabnya.
Atas masalah ini maka Indonesia Maritime Institute (IMI) meluncurkan karyanya yakni perahu terbang. Karya yang disebut-sebut pertama di Indonesia ini dipercaya menjadi jawaban atas masalah keterhubungan yang tidak bisa dilakukan oleh infrastruktur fisik di darat.
Direktur Jenderal KP3K Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengatakan kendaraan buatan anak negeri itu bisa digunakan sebagai alat transportasi antarpulau terpencil di Tanah Air. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian moda transportasi ini juga disebut lebih murah dibandingkan di negara lain.
"Kita harga Rp 1,5 miliar cukup terjangkau, padahal kapal seperti ini di Korea dijual Rp 15 miliar tapi dengan spek-spek berbeda," ujarnya.
Kapal ini, menurut Sudirman, sangat cocok untuk moda transportasi di Indonesia karena kondisi geografisnya yang kepulauan. Moda transportasi ini bisa menyatukan pulau-pulau terluar dan terpencil di seluruh Indonesia.
"Kapal ini bagus dan saya sangat terinspirasi. Kita harus mendukung pengembangan kelautan. Karya anak bangsa ini bisa penyokong pembangunan daerah terpencil karena kita tidak ingin pembangunan terjadi di darat saja," katanya.
Dewan Pakar IMI Erid Rizky mengatakan pihaknya tengah mengurus izin kendaraan yang bisa melayang setinggi 150 meter diatas permukaan laut itu di Kementerian Perhubungan.
Perahu terbang ini menggunakan teknologi ground effect vehicles OS, sehingga bisa terbang selama empat jam nonstop. "Ini harus dibuat prototipe dahulu, itu yang penting. Kemudian diuji dalam rentang 300 kilometer, selama 50 jam. Jadi dengan ini bisa sampai ke Singapura," kata Erid.
Moda transportasi ini mampu mengangkut bobot penuh hingga 950 kilogram atau setara empat orang. Daya jelajah kendaraan ini mencapai 300 Km dengan kecepatan 800 mil per jam. Sementara bahan bakarnya bisa menggunakan bio ethanol, premium dan pertamax.
Kehadiran perahu terbang ini juga memiliki keuntungan lain. Sudirman mengatakan bahwa perahu terbang ini akan menjadi moda transportasi produksi anak bangsa untuk jenis ini.
"Malaysia saja mereka punya Proton. Proton ini dipakai mulai dari pejabatnya sampai ke masyarakat. Walaupun mereka tidak produksi 100 persen tapi mereka mampu mengeluarkan merek sendiri," kata Sudirman.
Perahu terbang ini meski disebut karya anak bangsa dan menjadi produk nasional namun komponennya sebagian besar sekitar 65 persen masih bergantung pada impor.
Jika pemerintah terkendala biaya untuk membangun infrastruktur fisik, lalu apakah dengan perahu terbang ini akan lain cerita? Apakah penantian masyarakat pedalaman akan datangnya pembangunan berakhir?