Tuesday, October 22, 2013

Pemerintah buang uang negara Rp 32 triliun buat jalan-jalan PNS

Katakepo.blogspot.com - Besarnya alokasi perjalanan dinas di lingkungan pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, masih menjadi sorotan tajam banyak pihak. Selain karena terlalu besar uang rakyat yang digunakan untuk pelesir birokrat, penggunaannya pun kerap menyimpang.
Hal ini dibuktikan dengan laporan hasil pemeriksaan keuangan pemerintah tahun lalu di mana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyimpangan perjalanan dinas sebesar Rp 30,4 miliar di 36 kementerian/lembaga. Setelah disentil dengan temuan BPK, pemerintah merespon dengan menerbitkan surat edaran Menteri Keuangan untuk melakukan penghematan anggaran hingga 15 persen.
Namun pada kenyataannya, alokasi uang negara untuk pelesir birokrat masih sangat besar. Pemerintah tidak konsisten dengan komitmennya menekan anggaran perjalanan dinas. Sebab, pada kenyataannya anggaran perjalanan dinas tahun depan justru naik 41 persen dari Rp 23 triliun melonjak menjadi Rp 32,8 triliun.
Alokasi yang sangat besar ini mengundang reaksi DPR. Pemerintah diminta memangkas alokasi anggaran perjalanan dinas. Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengakui anggaran tersebut terlalu besar dan pemerintah siap memangkasnya. Besaran pemangkasan anggaran perjalanan dinas diserahkan pembahasannya ke masing-masing kementerian/lembaga dan mitra kerjanya di DPR.
"Dari Rp 32 triliun dipotong jadi berapa lupa saya angkanya. Prinsipnya sih kalau bisa diefisiensiin kenapa harus dibiarin," kata Chatib Basri di Jakarta, kemarin.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melarang pejabat, termasuk menteri, menggunakan layanan penerbangan dengan kategori first class. "Yang pasti tahun depan, tidak ada lagi yang boleh naik first class," tegasnya.
Dengan demikian, lanjut Chatib, para pejabat negara hanya boleh memanfaatkan fasilitas layanan kelas bisnis atau business class. Agar aturan ini berjalan sebaik mungkin, Chatib mengaku sedang memikirkan cara yang efektif agar upaya penghematan tersebut dapat dijalankan sebaik mungkin.
"Jadi nanti pejabat dan PNS itu naik business class saja," imbuhnya.

Orang Indonesia belum mampu atur keuangan untuk wisata

Katakepo.blogspot.com - Perusahaan teknologi pembayaran global, Visa meluncurkan aplikasi mobile smartphone untuk membantu konsumen di Indonesia merencanakan sekaligus memantau anggaran perjalanan wisata.
Aplikasi ini diluncurkan Visa dan didesain khusus untuk pasar Indonesia. President Direktur PT Visa Worlwide Indonesia, Ellyana Fuad menjelaskan, aplikasi ini akan memperbaiki tingkat melek keuangan dalam mengatur keuangan masyarakat.
"Aplikasi ini membantu mereka mengontrol pengeluaran selama berwisata dengan budget health agar pengeluaran tetap terkontrol," ujarnya melalui siaran pers yang diterima merdeka.com di Jakarta, Selasa (22/10).
Peluncuran ini menyikapi Visa Global Travel Intentsius Study 2013 di mana banyak orang Indonesia yang belum memperhatikan kebutuhan anggaran saat bepergian.
Survei tahun 2013 menunjukkan, konsumen Indonesia menduduki peringkat ke 27 dari 28 negara dalam hal melek keuangan. Hanya satu tingkat di atas Pakistan. Survei ini juga menemukan, kurang lebih 1 dari 3 responden di Indonesia tidak memiliki anggaran pribadi untuk mengontrol pemasukan dan pengeluaran mereka.
Selain sebagai alat menghitung anggaran, aplikasi anggaran wisata visa ini juga memberikan berbagai tips dalam menghemat pengeluaran, seperti informasi perbandingan transportasi, berbagai saran dalam memilih akomodasi dan rencana makan yang ramah kantong dan dapat digunakan tanpa terkoneksi internet.

Ini alasan Ahok ngotot ubah Transjakarta jadi BUMD

Katakepo.blogspot.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) tengah merancang perubahan angkutan massal Transjakarta dari unit pengelola menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

Namun, usulan tersebut belum dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) karena masih digodok Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

"Enggak tahu. Makanya tadi rapat kalau Perda enggak mau keluarin kita jalan saja. Kita cari saja PNS yang lebih baik. Kita sudah usahain jadi PT, tergantung DPRD yang bahas Perda, kan mereka yang keluarin," ujar dia yang ditemui di Balai Kota, Jakarta, Selasa (22/10).

Ahok menegaskan tidak mengetahui alasan DPRD belum membuat Perda terkait perubahan manajemen tersebut. Menurut Ahok, apabila jadi PT maka akan lebih leluasa untuk mengubah manajemen yang ada saat ini.

"BUMD lebih leluasa aja, minimal kita bisa masukin orang di luar PNS kan boleh, bajak CEO sopir taksi yang hebat kan bisa. Sekarang harus PNS, itu kelemahannya. Jadi enggak bisa rombak manajemen, itu yang enggak bisa kita lakukan, enggak bisa pinjem bank juga, bisnis juga," pungkas dia.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berniat mengubah manajemen angkutan umum massal Transjakarta dari unit pengelola (UP) menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). Usulan itu disambut positif DPRD DKI.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pihaknya memang tengah merancang peraturan daerah (Raperda) tentang Perubahan Badan Hukum dari UP Transjakarta menjadi PT Transjakarta.

"Saat ini, kami sedang menyiapkan Raperda untuk membentuk PT Transjakarta. Namun keputusan pembentukan PT Transjakarta berada dalam tangan DPRD. Ya semuanya tergantung anggota dewan lah," ujar Ahok.

Nagih pakai kekerasan, 5 orang debt collector ditahan polisi

Katakepo.blogspot.com - Sebanyak lima orang penagih hutang alias debt collector ditangkap Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat. Kelimanya ditangkap di Duta Mas, Tambora, Jakarta Barat.

"Kelimanya ditangkap karena menagih hutang dengan menggunakan kekerasan," kata Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi, Selasa (22/10).

Hengki menjelaskan, kelima debt collector yang ditangkap pada Senin (21/10), sekitar pukul 18.00 WIB itu adalah SY alias DN, ALS alias A, GB alias ET, AM alias TL dan FTR. Sementara itu, kelima tersangka sudah dijebloskan ke tahanan Polrestro Jakarta Barat.

Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, dengan meminta keterangan, siapa orang yang menggunakan jasa mereka.

"Saat ini masih kami dalami," jelas Hengki.

Ahok tetap ngotot ingin kuasai PT Aetra

Katakepo.blogspot.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) memahami dan tidak bisa memaksa PT Aetra Air Jakarta bersama pemegang saham terbesarnya Acuatico Pte Ltd jika tidak mau menjual perusahaan air minum. Padahal, kata Ahok, pihaknya memiliki keinginan kuat agar seluruh bisnis pengelolaan air minum dikelola oleh Pemprov DKI melalui BUMD DKI.

"Ya kita hanya ngomong ingin kan. Kalau dia (Aetra) tidak mau jual, yah itu haknya dia," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (22/10).

Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak bisa memaksakan kehendak atas hak PT Aetra yang tidak mau menjual sahamnya. Hanya saja, lanjut Ahok, jika niat menjual saham itu ada, Pemprov DKI siap membeli perusahaan air minum itu.

"Kalau mereka mau jual ya itu juga hak dia. Yah tunggu aja dia sampai mau jual," tegasnya.

Ahok yakin dan optimis jika suatu saat Pemprov DKI bisa menguasai PT Aetra.

"Kalau orang dagang kalau dirayu terus dan dikasih harga bagus masa nggak mau jual. Kan kita B to B, supaya kita bisa kuasai," kata Ahok.

"Jujur saja, Aetra sih oke. Kita punya kontrak dia ikutin semua kok," tandasnya.