Tuesday, October 22, 2013

Dokter Melki korban UKDI

Katakepo.blogspot.com - Melki Temanjang sudah putus asa. Mimpinya menjadi dokter memang tercapai, namun cita-citanya meningkatkan kesehatan warga di kampung halamannya, Timika, Papua, harus sirna.

Saya sudah 12 kali mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI). Butuh kerja keras setiap mengikuti ujian," kata Melki saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya Jumat pekan lalu. Paling dekat saya harus mengikuti di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Jawa Timur.

Lelaki yang sembilan tahun kuliah kedokteran ini mengaku kesulitan untuk mengikuti ujian itu. Buat sekadar mendaftar melalui Internet, dia harus menempuh 75 kilometer untuk mendapatkan koneksi. Biaya dipersiapkan sampai puluhan juta. Apalagi, keterbatasan transportasi dan cuaca memaksa dia beberapa kali mengurungkan niatnya pergi ke Surabaya.

Melki menjelaskan dia mesti naik pesawat dua kali buat sampai ke tanah Jawa. Penerbangan dari Timika ke Jayapura menumpang pesawat merpati kecil dengan dua baling-baling sekali jalan Rp 2,5 juta. "Lalu bayar ujian Rp 600 ribu. Kadang saya ikut bimbingan Rp 450 ribu dan penginapan sampai Rp 1,5 juta. Itu belum termasuk biaya sehari-hari, keluhnya.

Mengikuti UKDI sejak 2010 sampai saat ini, Melki bisa menghabiskan Rp 10 juta tiap sekali mengikuti ujian di Surabaya. Padahal untuk menyiasati kebutuhan hidup keluarganya, bapak satu anak itu pernah dua tahun menjadi dokter bantu di Rumah Sakit Bergerak Mindiptana, Boven Digoel, Papua, berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Dia memperoleh bayaran saban tiga bulan. "Rumah sakitnya seperti kontainer dipasang landasan berbentuk rumah, bangunan dibuat sendiri kerjakan oleh Dinas kesehatan. Dokternya hanya dua, saya dan direktur rumah sakit," tutur Melki.

Sekarang agak lebih baik. Hampir setahun terakhir, dia bekerja di Rumah Sakit Yayasan Caritas, Timika, Papua. Karena belum mempunyai Surat Tanda Register (STR), dia hanya bisa memberikan konsultasi soal penyakit pasien. Awalnya, Melki dijanjikan kontrak setelah tiga bulan pertama, namun rumah sakit malah menggantung nasibnya. Memang disini gaji mencukupi tapi tanpa sertifikat kompetensi nasib kerja saya juga terkatung-katung, katanya.

Melki menganggap UKDI membunuh semangat dan cita-citanya untuk mengerek tingkat kesehatan warga di kampung halamannya. Lantaran tidak bisa membuka praktik, dia mencoba mendaftar menjadi pegawai negeri. Padahal, fasilitas medis di tanah kelahirannya masih bisa dihitung dengan jari.

Sekarang modal untuk mengikuti ujian saja harus mencari utang atau membuat permohonan bantuan dana ke bupati atau dinas kesehatan dengan proses lama," ujarnya. Jika menjadi dokter, saya hanya bisa menjadi penonton di rumah sendiri."

Gereja Katolik di Inggris terjual pada komunitas muslim

Katakepo.blogspot.com - Sebuah gereja Katolik di wilayah Stoke-on-Trent, Kota Cobridge, dijual setelah mengalami penurunan umat yang datang ke tempat itu. Pembelinya komunitas muslim.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (21/10), Gereja St. Petrus telah ditutup setelah laku. Identitas pembeli yakni komunitas muslim belum dapat diungkapkan. "Kami belum bisa membicarakan siapa pembelinya, tapi uang dari hasil penjualan tetap digunakan untuk kepentingan jemaat," ujar juru bicara gereja enggan menyebutkan namanya.
Gereja ini masuk dalam keuskupan agung Birmingham. Lebih dari 200 gereja paroki terdaftar. Setiap keputusan soal gereja termasuk penjualan selalu dikonsultasikan dengan pimpinan tertinggi gereja.
Paroki Cobridge memiliki sejarah panjang namun dalam dua tahun terakhir jumlah umat Katolik menyusut hingga menghadiri misa hanya tinggal segelintir orang. Bahkan mereka tidak mampu lagi membangun gereja itu dengan lebih baik.
Gereja itu segera dijual terbuka. Sejumlah penawaran telah diterima namun pengurus gereja mengatakan komunitas muslim lokal wilayah itu membuat penawaran terbaik. Setelah berkonsultasi dengan paroki lainnya, akhirnya gereja itu resmi terjual pada mereka.

Ibu di Amerika bakar kelamin dan dada anaknya

Katakepo.blogspot.com - Seorang ibu di Amerika Serikat dipenjara 30 tahun sebab membakar penis dan dada anaknya dengan korek gas sebab tidak lagi menerima dana pemerintah lantaran anaknya malas sekolah. Pemuda usia 19 tahun ini membacakan kesaksiannya di pengadilan Negara Bagian New Hampshire.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (21/10), perempuan bernama Christine Gelineau ini hanya menangis saat anaknya membacakan surat berisi hal-hal telah dialaminya. Selain dibakar penis dan dadanya, pemuda itu juga mendapat kekerasan fisik lain dari sang ibu. "Kini saya tahu kau hanya seorang penjahat menginginkan kematianku," ujar pemuda itu.
Gelineau mengaku bersalah atas serangan tingkat pertama. Asisten jaksa george Waldron mengatakan pemuda tidak dilansir namanya itu mengalami kerusakan saraf permanen pada kelaminnya.
Awalnya perempuan itu berkilah sang anak hendak memperkosa dia namun hal itu terbukti bohong. Bukti lain mengatakan sebelum membakar penis sang anak, pemuda itu dipaksa makan kotoran manusia dan dia mengancam hendak membakar kelamin anaknya jika tidak mau.
Selain Gelineau, ada dua tersangka lain yakni Daniel Cantrell dan Amy Neson tak lain sepupu pemuda itu. Ketiganya menyiksa dia dengan pelbagai benda tajam seperti ujung pena, bahkan mematahkan pergelangan kakinya.

Produser film hina Nabi Muhammad naik haji

Katakepo.blogspot.com - Produser film menghina Nabi Muhammad dan pegiat anti-Islam Arnoud Van Doorn justru menjadi muslim aal tahun ini dan dia pertama kali melakukan ibadah haji kemarin. Dia mengatakan mendapat ketenangan setelah menjadi muslim.

Situs irib.ir melaporkan, Senin (21/10), mantan politisi Partai Kebebasan Wilders pimpinan orang anti-Islam terbesar sejagat Greet Wilders mengatakan sangat menyesal telah menghina Islam. "Semoga penyesalan, pertobatan, dan air mata saya dapat mencuci seluruh dosa saya," ujarnya.

Doorn menjadi mengenal Islam justru di saat mencari kelemahannya. Dia pernah menjadi produser film Fitnah bercerita mengenai Islam dan Al-Quran mengajarkan kekerasan.

Namun setelah banyaknya protes tentang film itu, Doorn makin ingin mendalami Al-Quran dan akhirnya dia menemukan kebenaran pada agama dibawa oleh Nabi Muhammad itu. Dia pun memeluk Islam.

Doorn mengatakan sejak naik haji dan datang ke tanah suci merupakan hal terbaik dalam hidupnya. Dia mengaku merasa malu saat berada depan makam Muhammad. "Saya benar-benar berharap Allah mengampuni saya. Saya mempunyai salah besar telah menjelekkan Muhammad," kata Doorn.

Doorn menjadi salah satu dari 15 ribu mualaf Belanda tahun ini. Jumlah itu meningkat dari tahun lalu hanya Jumlah mualaf Belanda telah meningkat dari 12 ribu orang.

Muslim ekstremis tumbuh subur di penjara Inggris

 Katakepo.blogspot.com - Tahanan muslim di penjara Inggris membentuk kelompok atau geng radikal memaksa para narapidana lain masuk Islam. Hal ini diklaim Asosiasi Petugas untuk Napi.
Situs metro.co.uk melaporkan, Senin (21/10), geng muslim ini pengaruhnya semakin terasa di dalam penjara. Dikhawatirkan mereka yang lemah rentan jadi korban dan bisa berubah ekstremis.
Seorang perempuan enggan menyebutkan namanya mengatakan pada surat kabar Sky News, kakaknya ditahan 10 tahun dan dia nampak depresi setelah ditodong pisau dan dipaksa masuk Islam oleh beberapa tahanan muslim radikan. "Dia tidak mau. Dia tidak mau pindah agama sebab siapa pun," ujarnya.
Menurut perempuan itu, saudaranya hanya menghabiskan waktu di sel dan tidak bergabung dengan tahanan lain. Saat ini kakak lelakinya itu masih ada sisa lima tahun penjara namun sudah tidak mampu bertahan sebab perlakuan itu.
Mantan sipir Joe Chapman mengatakan dia mengabdi selama 50 tahun di penjara dan dia bilang masalah itu bisa menjadi besar.
Tak hanya non muslim menjadi target kelompok ini, namun juga tahanan muslim dipaksakan menerima ajaran-ajaran ekstrem dipaksakan oleh geng itu. Ini bisa menjadi lahan subur radikalisasi dan parahnya justru napi sering dikucilkan membutuhkan perlindungan dari kelompok.
Diperkirakan 11 ribu tahanan muslim berada di penjara Inggris dan wilayah Wales.