Friday, November 8, 2013

Pemanasan Global Bisa Bikin Ular Tumbuh Sebesar Bus

Katakepo.blogspot.com - Pada masa di mana Bumi mengalami pemanasan global di masa lalu, reptil adalah makhluk raksasa sementara mamalia makhluk kerdil. Perbandingannya, jika ular sebesar kuda, maka kuda hanya sebesar kucing.

Dalam konferensi ScienceWriter 2013 di Gainesville, Jonathan Bloch, paleontolog dari Florida Museum of natural History mengungkapkan bahwa jika emisi karbon terus bertambah dan Bumi makin panas, di masa depan, ular bisa menjelma jadi makhluk raksasa lagi, tumbuh sampai sebesar bus.

Bloch menilik kembali periode yang disebut dengan Paleocene-Eocene Thermal Maximum, sekitar 55 juta tahun lalu. Pada periode itu, Bumi mengalami pemanasan, temperatur global meningkat 6 derajat celsius dalam jangka waktu 200.000 tahun.

Pada masa itu hidup kura-kura spesies Carbonemys cofrinii. Analisis fosil mengungkap, kura-kura itu sangat besar, tengkoraknya mencapai 24 cm dan cangkangnya 172 cm. Selain itu, kura-kura itu juga punya rahang kuat, sanggup memakan buaya.

Pada lima juta tahun setelah punahnya dinosaurus, 60 juta tahun lalu, ada pula ular yang ukurannya sampai sebesar bus, bernama Titanoboa. Berat ular yang pada masa lalu hidup di Amerika Selatan itu mencapai 1,25 ton.

Sementara pada periode itu reptil meraksasa, pada periode pemanasan lain yang terjadi 53 juta tahun lalu, mamalia mengerdil. Hal itu dikatakan oleh paleontolog dari University of Michigan, Philip Gingerich.

"Fakta bahwa itu terjadi dua kali meningkatkan kepercayaan diri kita bahwa kita melihat sebab akibat, bahwa satu respons menarik dari pemanasan global adalah pengerdilan ukuran tubuh jenis mamalia," kata Gingerich seperti dikutip Daily Mail, Selasa (5/11/2013).

Gingerich mengatakan, mengecilnya ukuran tubuh merupakan respons alami mamalia pada peningkatan suhu. Peningkatan suhu menyulitkan mamalia mempertahankan suhu tubuh dan semakin sulit mencari makanan. Efek pemanasan global saat ini bagi mamalia di masa depan sebenarnya bisa ditebak.

Studi mengungkap, pada periode yang disebut Eocene Thermal Maximum 2 (53,7 juta tahun lalu) yang berlangsung selama 80.000 hingga 100.000, kuda mengerdil hingga hanya berukuran sebesar kucing.

Menurut Bloch, jika level karbon dioksida di Bumi terus bertambah, apa yang terjadi di masa lalu bisa terulang. Spesies ular super mungkin akan muncul. Entah apa yang akan terjadi pada manusia.

Bloch akan terus menggali beragam fosil untuk mengetahui bangkitnya spesies mamalia di masa lalu. Menurutnya, pemahaman tentang apa yang terjadi di masa lalu menjadi kunci persiapan menghadapi masa depan.

Bloch, seperti diberitakan NBC News, Selasa, mengungkapkan bahwa Bumi memang akan secara alami punya mekanisme untuk mengurangi karbon dioksida. Namun, akan lebih baik jika manusia juga bisa berperan.

Menurut Bloch, bila manusia mampu berperan, maka yang pasti manusia takkan merugi akibat pemanasan global. Peristiwa yang terjadi pada pemanasan global di masa lalu akan menjadi semacam panduan bagi manusia.

Nikon Df, Kamera Full-frame Bertampang Retro

Katakepo.blogspot.com - Nikon memperkenalkan sebuah DSLR baru yang bentuknya mengingkatkan pada kamera-kamera Nikon F dari era film. Namanya, Nikon Df. Kamera ini memadukan teknologi sensor digital full-frame (FX) dalam bodi berbentuk "klasik" dengan balutan material bertekstur kulit dan bahan logam berwarna silver.

Sebagaimana dilansir oleh The Verge, Nikon Df pun mengusung serangkaian kenop dan tombol kontrol mekanik ala kamera tempo dulu.

Kecepatan rana, misalnya, ditentukan lewat kenop di bagian atas kamera, begitu pula dengan tingkat ISO dan exposure compensation. Tak ketinggalan tombol shutter yang bisa dipasangi sekrup mechanical release.
Nikon Tampak depan kamera Nikon Df
Bukan hanya tampangnya saja yang lawas, Nikon Df pun sepenuhnya mendukung semua lensa SLR yang pernah dibuat Nikon, mulai seri AF-S yang terkini hingga lensa non-Ai buatan tahun 1959, ketika Nikon pertama kali memperkenalkan SLR "F-Series".

Nikon Df sanggup melakukan metering otomatis dengan lensa-lensa lawas tersebut tanpa harus melakukan indexing manual terlebih dahulu.

Adapun jeroan Nikon Df sepenuhnya menggunakan teknologi modern. Sensor FX 16 megapixel di kamera ini serupa dengan milik DSLR high-end seri D4 dari perusahaan yang sama. Rentang sensitivitasnya mulai dari ISO 100 hingga 12800.

Nikon Df menggunakan image processor EXPEED 3. Fitur lain termasuk layar LCD 921k, sistem AF 39-titik, metering 3D Matrik 2.016 pixel, kecepatan rana maksimum 1/4000 detik, dan burst rate 5,5 FPS.
Nikon
Tampak belakang dan atas kamera Nikon Df
Satu hal yang tak dimiliki Nikon Df adalah kemampuan merekam video. Kamera ini hanya sanggup mengambil gambar diam, mungkin karena alasan teknis atau memang menekankan fungsi fotografinya.

Tampang "jadul" Nikon Df harus ditebus dengan harga mahal. Df akan dijual seharga 2.999 dollar AS atau sekitar 34 juta rupiah untuk versi kit dengan lensa 50mm f/1.8G yang baru, dan 2.750 dollar AS atau sekitar 31,5 juta rupiah untuk versi body-only. Kamera ini rencananya bakal mulai tersedia pada akhir November 2013.
Sumber: The Verge

Ponsel "Mengaburkan" 50 Sapi

Katakepo.blogspot.com - Satu lagi contoh bahwa menggunakan ponsel saat berkendara bisa menimbulkan petaka. Seorang pengemudi wanita bernama Daisy Cowit menabrak kawanan sapi yang sedang menyeberangi jalan di wilayah Orange County, Amerika Serikat.

Saksi mata melaporkan bahwa Cowit terlihat sedang sibuk mengetik di ponsel sebelum jip yang dikendarainya menghantam enam dari 50 sapi perah yang  "numpang lewat" tersebut.

Dikutip dari Cnet, Cowit sendiri mengaku ketika itu tak sedang mengetik pesan singkat atau SMS, tetapi hanya memeriksa panggilan masuk di ponselnya. Apa boleh buat, kecelakaan sudah terjadi. Tiga sapi menjadi korban, terluka parah dan terpaksa dioperasi.

Saking kerasnya tabrakan, salah satu sapi yang beratnya bisa mencapai 600 kg itu sempat terpental ke udara setelah dihantam mobil Cowit.

Mike Hosking, peternak yang nyaris turut menjadi korban dalam kejadian itu, mengaku tak habis pikir mengapa seorang pengemudi tak bisa melihat kawanan sapi miliknya sedang melintasi jalan.

"Kalau Anda tak menyadari ada 50 sapi di jalan, berarti Anda sedang melakukan sesuatu (yang tak seharusnya dilakukan)," kata Hosking. Dia mengaku bahwa sapi-sapi tersebut sangat penting untuk kelangsungan hidup peternakannya. Tiap sapi penghasil susu itu dihargai hingga 3.000 dollar AS.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, termasuk dari kawanan sapi. Kendati demikian, Cowit tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Wanita 21 tahun ini dijadwalkan masuk pengadilan pada 21 November untuk menghadapi beberapa tuduhan terkait pelanggaran lalu lintas. Sumber: CNET

Ilmuwan Temukan Bagian Tubuh Baru Manusia, Apakah Itu?

Katakepo.blogspot.com - Dua dokter bedah menemukan bagian tubuh manusia baru. Bagian tubuh itu adalah sebuah ligamen yang dinamai ligamen anterolateral.

Ligamen adalah bagian tubuh yang mempertemukan dua ujung tulang dan berfungsi mempertahankan stabilitas. Ligamen anterolateral sendiri sangat berperan dalam kejadian anterior cruciate ligament (ACL), cedera lutut yang banyak dialami olahragawan.

Ligamen anterolateral ditemukan dengan cara penyayatan saat dokter bedah Steven Claes dan rekannya dari University Hospitals Leuven ingin mengetahui penyebab komplikasi setelah rehabilitasi ACL.

Adanya ligamen anterolateral pernah dideskripsikan dalam sebuah makalah yang terbit pada tahun 1879. Namun, baru kali ini kebenaran dugaan itu dibuktikan.

Claes dan rekannya menemukan organ tersebut beserta lokasinya. Mereka juga mengklaim bahwa bagian tubuh itu bisa ditemukan pada 97 persen pasien yang ditangani. Riset selanjutnya mengungkap bahwa pergeseran poros, komplikasi umum pada rehabilitasi ACL, terjadi karena koyaknya ligamen anterolateral.

Dikutip situs web I Fucking Love Science, Rabu (6/11/2013), bagian tubuh baru manusia terakhir ditemukan pada Juni 2013. Bagian tubuh itu berupa lapisan kornea yang sangat tipis. Meskipun sangat kecil, penemuannya sangat membantu tindakan operasi mata.

Temuan ini menunjukkan bahwa manusia ternyata belum tahu segala hal tentang dirinya sendiri. Masih banyak yang harus dipelajari.

Benarkah Manusia Diciptakan dari Tanah Liat?

Katakepo.blogspot.com - Benarkah manusia diciptakan dari tanah liat seperti tertulis dalam ajaran beberapa agama?

Bila yang dimaksud adalah benar-benar dibuat dari tanah liat, secara ilmiah, jelas tidak. Namun, berdasarkan eksperimen, ilmuwan menyatakan bahwa tanah liat memang berperan dalam evolusi molekul dan terciptanya makhluk hidup, termasuk manusia.

Riset yang menyatakan peran tanah liat dalam evolusi molekul dan terciptanya kehidupan itu dipublikasikan di jurnal Scientific Report, Kamis (7/11/2013).

"Kami mengajukan gagasan bahwa dalam awal sejarah geologi, hidrogel tanah liat berperan sebagai kurungan bagi molekul kehidupan dan reaksi biokimia," kata Dan luo, profesor biologi dan rekayasa lingkungan, anggota Kavli Institute di Cornell for Nanoscale Science.

Lou melakukan eksperimen. Awalnya, menggunakan hirogel sintetik, ia memasukkan DNA dan materi yang diperlukan untuk sintesis protein ke dalamnya. Ternyata, protein memang bisa terbentuk. padahal, biasanya protein terbentuk di sel yang dilindungi membran sel.

Untuk menghasilkan protein dalam jumlah besar, diperlukan hidrogel yang banyak. Lou kemudian memakai tanah liat sebagai alternatif. Hasilnya, bukan hanya protein bisa dihasilkan, tanah liat ternyata juga membuat pembentukan protein lebih efektif.

Diberitakan Science Daily, Selasa (5/11/2013), dari eksperimen itu, Lou menyadari bahwa tanah liat mungkin menjadi solusi dalam permasalahan tentang evolusi biomolekul.

Penelitian terdahulu mengungkap bahwa asam amino dan molekul kehidupan bisa terbentuk di laut purba, memanfaatkan energi dari aktivitas vulkanik dan petir. Namun, ada pertanyaan, bagaimana mungkin molekul dan struktur kompleks terbentuk di lingkungan yang ekstrem saat itu?

Ilmuwan mengajukan gagasan akan adanya gelembung yang memungkinkan reaksi kimia untuk membentuk biomolekul dan struktur kompleks itu.

Dalam hal ini, Lou mengajukan gagasan bahwa mungkin saja gelembung pelindung itu adalah tanah liat. Karena ada tanah liat, biomolekul bisa tercipta, membran sel bisa terbentuk, dan sel hidup eksis.

Dalam proses evolusi, terciptalah kemudian makhluk hidup bersel banyak, mulai dari tumbuhan, jamur, hewan, hingga akhirnya spesies cerdas seperti manusia.

Jadi, memang manusia tidak tercipta dari tanah liat. Namun, tanah liat berperan dalam evolusi biomolekul yang kemudian memungkinkan terciptanya sel, menjadi awal dari sejarah kehidupan di Bumi.

Sejarah menunjukkan kecocokan peristiwa geologi dan biologi, yang semakin mendukung peran tanah liat dalam terciptanya kehidupan. Tanah liat pertama muncul sebagai silikat dari batuan pada masa biomolekul mulai membentuk sel purba, menyerupai sel tetapi belum lengkap.