Saturday, March 28, 2015

Demam Tinggi Saat Hamil, Jangan Panik

Katakepo.blogspot.com - Suhu tubuh wanita hamil memang cenderung lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak sedang hamil. Ketika Anda hamil, hormon Anda akan terus naik dan turun.

Bagi kebanyakan wanita, lonjakan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan berkeringat dan merasa kepanasan sepanjang waktu. Kadang-kadang, perempuan hamil merespons hal tersebut kebalikan dari gejala yaitu merasa kedinginan dan mengigil. Meskipun hal tersebut mungkin normal, namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Kadang-kadang ada masalah pada tiroid yang didiagnosis untuk pertama kalinya selama kehamilan. Masalah tiroid adalah sesuatu yang harus Anda periksa melalui tes darah sederhana. Juga, menggigil dapat menyertai infeksi tertentu selama kehamilan, seperti infeksi ginjal. Biasanya jika ada infeksi, kemungkinan ada gejala lain yang juga terjadi seperti demam, mual, muntah, dan lainnya

Anda disebut demam ketika suhu sudah mencapai 38 derajat atau lebih, dan harus segera dibawa ke dokter, kata Dr. Ovy, sapaan Dr. Dwiana Ocviyanti, spesialis obstetri dan ginekologi RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Demam adalah pertanda adanya infeksi maka dokter perlu mencari tahu penyebab demam. Ada infeksi tertentu yang memengaruhi perkembangan janin sehingga tindakan pencegahan, yaitu dengan memeriksakan diri ke dokterm enjadi sangat penting.

"Jangan sembarangan meminum obat bebas atau obat herbal. Sebaiknya obat didapat dari resep dokter. Hal yang bisa Anda lakukan sendiri adalah banyak minum dan beristirahat cukup," kata Dr. Ovy dikutip dari www.parentsindonesia.com.

Sebuah penelitian dari University of California, Davis, menemukan hubungan demam saat hamil dengan autisme dan penundaan perkembangan pada bayi, tapi para calon ibu yang menurunkan demamnya dengan obat, seperti Tylenol, tidak menemui peningkatan risiko. "Banyak orang berusaha untuk menunggu demamnya sembuh," ungkap penulis Ousenny Zerbo, PhD. Jangan menunggu! Segera temui dokter kandungan Anda.

2015, Apple Kenalkan Tiga iPhone Terbaru

Katakepo.blogspot.com - Cupertino,
Apple dilaporkan berencana mengungkapkan tiga model berbeda dari lini iPhone di Q2 2015. Jajaran iPhone itu antara lain iPhone 6s, iPhone 6S Plus, dan iPhone 6C.
Semua handset akan dilengkapi dengan panel LTPS dan pasokan untuk iPhone 6S dan iPhone 6C akan dikirim dari Japan Display, Sharp, dan LG Display. Sedangkan untuk iPhone 6S datang dari Japan Display dan LG.
Dilansir Digitimes, Jumat (27/3/2015), tak hanya itu, semua handset perusahaan asal Cupertino tersebut akan dilengkapi Corning Gorilla Glass sebagai perlindungan layar handset. Laporan menyebutkan iPhone 6S akan menggunakan chip A9 dan iPhone 6C menggunakan chip A8.
Semua handset itu dilaporkan dilengkapi dengan fitur NFC dan teknologi pemindai fingerprint. Di samping itu, iPhone 6C yang diduga sebagai handset entry-level Apple itu diperkirakan akan dibuat oleh Wistron, sementara iPhone 6S akan dirakit oleh Foxconn Electronics dan Pegatron.
Sebagai tambahan informasi, Wistron sempat menangani vendor pada generasi iPhone sebelumnya.

Usia Berapa Anak Siap untuk Sekolah?

Katakepo.blogspot.com - Jakarta, Para orang tua biasanya berharap bisa menyekolahkan anaknya sedini mungkin untuk mempercepat proses perkembangan kognitifnya. Karena itu, tak jarang kita menemukan anak-anak usia dini (3-5 tahun) yang sudah cukup mahir membaca dan berhitung. Namun, usia berapa sebaiknya anak-anak kita siap untuk disekolahkan?

Menurut psikolog Universitas Pancasila, Aully Grashinta, usia bukanlah faktor utama dalam memutuskan untuk menyekolahkan anak di usia dini. Sebab, usia 3-5 tahun merupakan masa bermain anak, di mana mereka sebenarnya berada dalam tahap perkembangan psikomotorik kasar yang melatih keseimbangan, konsentrasi, serta koordinasi tubuhnya.

Selain itu, pola pikir anak usia dini belum dalam tahapan menginginkan sekolah. “Mungkin anak-anak usia dini akan berkata, ‘Ma, aku ingin sekolah’, tapi sebenarnya mereka hanya sekadar mengatakan dan belum memahami apa itu sekolah,” ujar Shinta, Kamis (26/3).

Karena itu, Shinta mengatakan bahwa tidak ada ciri-ciri yang pasti untuk melihat bahwa anak kita sudah perlu untuk disekolahkan. “Bukan tergantung usia anak, tapi tergantung kita sebagai orang tua ingin mempersiapkan anak kita seperti apa,” lanjutnya.

Menurut Shinta, bisa jadi ayah dan ibu menyekolahkan anak di usia dini karena ingin melatih kedisiplinannya untuk bangun pagi atau melatihnya bersosialisasi dengan teman sebaya, sebelum ia cukup usia untuk masuk TK. “Kembali lagi, tergantung tujuan orang tua,” jelasnya.

Media Jepang Samakan Jokowi dengan Steve Jobs

Katakepo.blogspot.com - Mendiang Steve Jobs, salah satu pendiri Apple, dikenal ahli dalam presentasi. Publik dunia selalu menunggu aksi Jobs tiap kali Apple akan meluncurkan produk baru.
Gaya Jobs yag khas disebut-sebut sebagai salah satu faktor sukses Apple dalam memasarkan produk-produk mereka. Tak heran jika cara presentasi Jobs kini banyak ditiru. Termasuk Presiden Joko Widodo?
Paling tidak itu yang disebut media Jepang, Nikkei. Dalam sebuah pemberitaannya, Nikkei menulis gaya santai tapi serius Jokowi mirip dengan yang dilakukan Jobs.
Berbicara di depan 1200 sosok pimpinan industri di Jepang pertengahan pekan ini, Jokowi menjelaskan rencana dalam membangun infrastruktur di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Jokowi berbicara santai, bahkan meninggalkan podium tempat pidato. Sang Presiden berbicara santai sembari jalan seputaran panggung, seperti Jobs.
"Cara beliau menjelaskan segala hal dengan menggunakan slide, mikrofon di tangan, ini adalah sebuah terobosan," ujar Akio Mimura, pimpinan Kamar Dagang dan Industri Jepang yang terkesan dengan presentasi Jokowi. (Nikkei)

Berikut Manfaat Sehat Konsumsi Jeroan

Katakepo.blogspot.com - Bagi sejumlah orang mengonsumsi organ hewan atau jeroan mungkin tidak sehat bagi tubuh karena khawatir akan kandungan lemaknya. Sayangnya tidak banyak orang yang tahu bahwa jeroan juga kaya akan vitamin dan mineral.
Hati sapi misalnya, ini sangat kaya akan protein, vitamin A, vitamin B12, asam folat, zat besi, zink, dan Kromium. Berikut adalah penjelasan lain mengenai manfaat dari kandungan jeroan yang mungkin tubuh Anda butuhkan, seperti dilansir dari Boldsky, Sabtu (28/3/2015).
Hati
Ini adalah organ paling bernutrisi dan sehat dari daging. Seperti disebutkan di atas, kandungan dari hati bagus salah satunya untuk meningkatkan kadar hemoglobin sehingga dapat mengatasi anemia.
Ginjal
Bagian ini juga kaya akan protein. Ginjal sapi atau kambing mengandung asam lemak omega 3 dan memiliki kandungan anti peradangan yang baik untuk jantung.
Pankreas dan limpa
Organ ini kaya akan zink dan selenium yang dibutuhkan untuk fungsi hormonal dan imunitas. Mereka juga kaya omega 3 dan protein.
Otak
Otak adalah bagian yang menjadi sumber omega 3 tertinggi. Otak juga mengandung nutrisi kuat seperti fosfatidilkolin dan fosfatidilserin yang baik untuk saraf. Bagian ini juga kaya dengan kandungan antioksidan yang mampu melindungi otak dan sistem tulang belakang dari kerusakan.
Jantung
Jantung kaya akan folat, zat besi, zink, selenium, vitamin B2, B6, dan B12. Jantung hewan membantu produksi energi di tubuh karena ini adalah sumber CoQ10 terbaik bagi tubuh Anda.
Lidah
Bagian ini 70 persennya mengandung asam lemak dan kalori, serta sejumlah nutrisi seperti jeroan lainnya. Lidah sapi misalnya baik untuk penyembuhan setelah sakit dan wanita mengandung.
Babat dan usus
Babat berarti lapisan perut baik kambing, domba, dan sapi. Bagian ini kaya gelatin dan probiotik yang baik untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Usus adalah sumber yang kaya gelatin dan glutamin yang digunakan untuk mencegah dan mengobati diare dan perforasi (lubang) usus.