Friday, August 30, 2013

Kota di Indonesia ini Masuk ke Daftar Kota Paling Ramah di Dunia!

Katakepo.blogspot.com - “Orang Indonesia itu ramah-ramah.”Pendapat dari turis asing ini mungkin sudah sangat sering kita dengar. Nah, baru-baru ini, salah satu kota di Indonesia berhasil masuk 10 besar kategori Kota Paling Ramah di Dunia. Kota manakah itu?
Memperoleh nilai 89,1, kota Ubud di Bali berhasil menarik hati para responden dalam survey mengenai Kota Paling Ramah di Dunia yang diadakan oleh majalah Conde Nast Traveler.
Dalam majalah tersebut disebutkan bahwa Ubud terkenal dengan terasering sawahnya yang cantik yang berhasil menarik perhatian banyak turis internasional. Selain itu, kota yang terletak di barat daya Bali ini dipilih karena memiliki banyak akomodasi mewah namun tetap dekat dengan alam.
Faktor lain yang membuat Ubud banyak dipilih menjadi yang paling ramah adalah masyarakat Ubud yang terbuka dan baik kepada para pengunjungnya. Semua ini makin disempurnakan dengan suasana yang tenang dan juga penuh dengan aura positif.
Ubud memang terbukti berhasil mencuri perhatian turis internasional. Bahkan Julia Roberts pun pernah datang ke Ubud untuk syuting film Eat, Pray, Love.
Sementara itu, baru-baru ini musim ke-20 ajang pencarian model America’s Next Top Model mampir ke Pulau Dewata dan melakukan pemotretan di Ubud.
Ubud berhasil menduduki peringkat ke-9 dalam survey ini. Peringkat ke-9 juga dihuni oleh kota Kilkenny, Irlandia yang memperoleh nilai sama dengan Ubud.
Berikut ini adalah daftar 10 kota paling ramah di dunia menurut majalah Conde Nast Traveler:
1. Florianopolis, Brazil
2. Hobart, Tasmania
3. Thimpu, Bhutan
4. Queenstown, Selandia Baru
5. Charleston, South Carolina
6. Paro, Bhutan
6. Margaret River, Australia
8. Mandalay, Myanmar
9. Kilkenny, Irlandia
9. Ubud, Indonesia
10. Chiang Mai, Thailand


Thursday, August 29, 2013

Ketika Pesan Singkat Jadi Sumber Konflik Cinta

Katakepo.blogspot.com - Hampir semua pasangan kini berkomunikasi melalui antara lain berkirim pesan — SMS, BlackBerry Messenger, WhatsApp dan sebagainya. Tetapi di samping membuat hubungan lebih mesra, pesan singkat juga bisa jadi sumber konflik percintaan.

Penggunaan yang salah akan membuat teknologi yang bermanfaat ini malah membawa bencana. Hati-hati!

Detektif dadakan
Ponsel pasangan yang tergeletak sering menggoda untuk diselidiki. Sasarannya, melihat SMS, aktivitas BBM, dan berbagai pesan masuk lainnya. Biasanya ini dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik.

Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, konflik pun tak terhindarkan. Anda curiga dengan aktivitas pasangan, sementara pasangan pun tak kalah emosi karena ponselnya diperiksa tanpa izin. Sungguh sangat tidak perlu.

Daripada terus saling curiga, sebaiknya bangun komunikasi yang baik dengan pasangan. Ketika bertemu, tinggalkan ponsel masing-masing dan saling bertukar cerita tentang apa yang dilakukan hari ini. Membangun kepercayaan dengan dasar komunikasi yang sehat lebih baik daripada terus menggerogoti hubungan dengan rasa curiga dan cemburu yang berlebihan.

Emosi dan ekspresi
Salah paham karena hilangnya elemen ekspresi atau emosi sering timbul. Emoticon atau beberapa kata yang menandakan Anda bercanda atau serius bisa membantu mengurangi masalah ini. Tak ada salahnya menambahkan emoticon senyum atau sedih untuk menegaskan maksud dari ucapan Anda agar salah paham bisa terhindarkan.

Begitu juga dengan kata-kata. Usahakan untuk tidak terlalu sering menggunakan singkatan jika tidak perlu. Tidak semua orang mengerti kalau 'X' merupakan pengganti 'nya' atau 'W' merupakan pengganti dari 'gue'. Begitu juga dengan singkatan seperti BRB, LOL, dan lainnya. Kenali siapa lawan bicara Anda sebelum mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak umum. Jangan sampai terjadi salah pengertian hanya karena Anda cuek menggunakan bahasa singkat atau lupa menggunakan emoticon untuk menegaskan maksud pesan.

Si penggoda
Ponsel dan Internet memudahkan kita berhubungan dengan banyak orang. Mulai dari teman lama ketika SD sampai teman baru yang dikenal hanya dari jejaring sosial. Terkadang komunikasi yang dilakukan lewat medium digital ini sering dianggap lebih santai. Saling menggoda atau flirting dianggap hal yang sah karena hanya dilakukan di dunia maya saja.

Namun pasangan Anda belum tentu sependapat. Perilaku Anda yang mudah menggoda teman di BBM atau jejaring sosial bisa jadi menimbulkan konflik baru. Tak ada salahnya membicarakan masalah ini dengan pasangan. Ketahui perasaannya dan usahakan untuk tidak menyakiti hatinya. Jangan hanya karena godaan sesaat Anda berisiko kehilangan hubungan yang telah dibangun dengan baik selama ini. Pilih baik-baik prioritas Anda.

Pemeran pengganti

Ponsel merupakan alat komunikasi, bukan pengganti Anda dalam komunikasi yang seharusnya dilakukan secara langsung. Pembicaraan untuk memutuskan hubungan cinta atau bahkan bercerai sebaiknya tidak dilakukan melalui pesan singkat. Label pengecut dan negatif sudah pasti menempel, jika Anda melakukan hal tersebut lewat SMS atau pesan singkat lainnya.

Hubungan cinta ada manis dan pahit. Jangan hanya senang menikmati manisnya dan menghindari pahitnya. Selesaikan baik-baik hubungan Anda lewat pembicaraan yang baik. Pasangan Anda juga berhak menerima penjelasan dan bertanya tentang keputusan Anda. Bagaimanapun Anda pernah melewati masa indah dengannya, sebaiknya akhiri juga hubungan Anda dengan baik.

Si responsif
Terlalu cepat merespon pesan-pesan singkat di ponsel bisa jadi tidak baik untuk Anda. Pertama, kebiasaan tersebut akan sangat menggangu konsentrasi bekerja. Kedua, jika Anda dalam fase pendekatan, sebaiknya jangan terlalu mudah memberikan respon. Aturan lama dalam pendekatan tetap berlaku. Terlalu cepat merespon apa saja yang dia kirim membuat Anda terkesan hanya memikirkan dia dan tidak ada kehidupan lain. Buat pria, kadang-kadang hal tersebut membuat mereka kurang merasa tertantang.

Untuk hal-hal penting memang tak ada salahnya merespon dengan cepat. Tapi kalau Anda terus terfokus pada ponsel, pekerjaan yang lain bisa jadi terbengkalai. Jika sudah sampai di rumah, usahakan sempatkan waktu untuk berinteraksi dengan pasangan tanpa gangguan ponsel. Saat makan malam romantis atau momen khusus Anda berdua, sebaiknya lupakan sejenak ponsel agar ia tak merasa dinomorduakan. Kebiasaan cepat merespon pesan singkat tanpa memperhatikan waktu bisa menjadi sumber konflik potensial dalam hubungan.  Anda yang memiliki kontrol terhadap ponsel Anda, bukan sebaliknya.

Hati-hati Percintaan Bubar Karena Teknologi

Katakepo.blogspot.com - Selalu ada sisi positif dan negatif dari semua hal, termasuk teknologi. Jika tidak hati-hati, perkembangan teknologi yang harusnya memudahkan, justru bisa menganggu kisah cinta Anda.

Ada orang yang mendapatkan kekasih lewat Internet, tetapi ada juga yang dicampakkan pujaan hati lewat SMS. Kehadiran teknologi dalam dunia percintaan memang kini semakin maju. Bukan hanya sekadar alat penghubung tapi juga bisa berfungsi sebagai detektif sampai “satpam”. Nah, jika tidak hati-hati, kecanggihan teknologi yang baik malah bisa berbalik merugikan kehidupan cinta Anda. Waspadalah!

Sibuk sendiri
Ketak-ketik di BlackBerry atau telepon selular cerdas Anda hampir tak bisa berhenti bahkan sampai detik terakhir sebelum tidur. Sering kali Anda lebih fokus pada ponsel, ketimbang pasangan yang duduk manis di sebelah. Saat liburan, interaksi Anda berdua juga kerap kurang maksimal karena kehadiran gangguan yang masuk melalui gadget Anda.

Jangan biarkan gadget atau alat komunikasi lainnya mengurangi kualitas hubungan Anda dengan orang terdekat. Usahakan sebisa mungkin melupakan gadget Anda dan berbincang dengan kekasih, teman makan malam. Bagaimanapun sentuhan personal dan interaksi saat tatap muka penting untuk meningkatkan kualitas hubungan walau Anda sudah saling berkabar seharian lewat pesan singkat.

Prioritas pertama

Apa yang Anda lakukan ketika baru bangun tidur? Memeluk pasangan, mencium si buah hati, atau memeriksa pesan di ponsel Anda? Jawaban yang terakhir mungkin lebih banyak dipilih saat ini.

Sadarkah Anda bahwa saat ini si gadget andalan sudah berubah jadi prioritas ketimbang orang tersayang? Berapa kali Anda harus melepaskan genggaman saat menonton bioskop dengan kekasih karena harus memeriksa pesan? Kerap juga pembicaraan penting dengan pasangan terganggu karena ada tanda pesan masuk di ponsel.

Jangan membiarkan diri Anda “dijajah” gadget. Selalu tetapkan batasan kapan Anda bisa terus memeriksa pesan di ponsel dan kapan Anda bisa benar-benar fokus untuk berinteraksi dengan kekasih. Orang tersayang Anda pasti kecewa jika ia dinomorduakan, meski oleh benda elektronik.

Eksistensi
Semakin berkembang, Internet menjadi tempat untuk berbagai macam hal, termasuk tempat menunjukkan eksistensi. "Kok status Facebook kamu masih single, kan kita sudah jadian?"

"Pasang foto sama aku dong di avatar Twitter?"

Nah, hal kecil seperti ini sering jadi pemicu konflik. Kata sayang atau komitmen kini tak cukup lagi hanya ditunjukkan secara tatap muka langsung. Status di Internet pun penting untuk mengukuhkan sebuah hubungan. Jika kekasih keberatan, maka potensi konflik bisa terjadi.

Dianggap masih ingin cari pacar, tidak mau menunjukkan sudah punya istri, atau bahkan dituduh tidak sayang jika tidak mau memajang eksistensi orang tersayang di situs jejaring sosial! Padahal setiap orang punya alasan dan preferensinya masing-masing.

Bisa saja sang kekasih menolak mengungkap terlalu banyak kisah pribadi atau kehidupan cintanya di jejaring sosial karena lebih banyak menggunakannya untuk urusan pekerjaan. Bicarakan hal ini baik-baik dan jangan jadikan sebagai tuntutan.

Jika ia memang siap membuka kehidupan pribadinya ke publik, tanpa diminta pun ia akan senang hati memasang status in a relationship atau married di profil jejaring sosialnya.

Mata-mata

Penguntit atau stalker era masa kini memang berbeda dengan jaman Alfred Hitchcock. Sekarang, tak lagi perlu keluar rumah untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan kekasih, di mana ia berada, hingga dengan siapa ia pergi. Cukup intip-intip status jejaring sosialnya atau bahkan lengkapi ponselnya dengan aplikasi berbasis GPS sehingga mudah melacak keberadaannya.

Ini juga menjadi potensi konflik karena tak sedikit pasangan yang cemburu buta. Kekasih dan mantannya sama-sama 'check-in' foursquare di mal tertentu dan bukan berarti mereka sedang bersama. Bisa saja kebetulan.

Atau kasus lain, jika pasangan Anda terlalu sering mention seseorang di Twitter, maka Anda secara otomatis membuka profil orang tersebut: Siapa dia dan apa hubungannya dengan kekasih Anda.

Apakah dalam konfrontasi Anda lebih percaya Internet ketimbang ucapan pasangan? Apalagi jika pasangan saling tahu password. Secara berkala pasti akan ada aktivitas saling memeriksa inbox atau aktivitas dan pertemanannya di situs tersebut secara diam-diam.

Huft! Melelahkan sekali ya jadi kekasih zaman sekarang. Mungkin banyak yang sudah lupa pada yang namanya kepercayaan dalam suatu hubungan. Karena itu jangan lupakan komunikasi tatap muka langsung agar hubungan tetap kuat tanpa perlu sibuk menjadi penguntit di dunia maya.

Tuntutan baru
Sudah dibaca (“R”) kenapa belum dibalas? Kenapa dia nggak mau memberi tahu password Facebook? Tak sedikit juga pasangan yang meminta kekasihnya mengirim bukti foto tempat ia berada karena tidak percaya pada ucapan kekasih. Banyak tuntutan baru muncul dengan adanya perkembangan teknologi. Tuntutan ini seringkali menjadi sumber konflik jika pasangan belum memiliki dasar hubungan yang kuat.

Mudah menilai
"Pacar baru kamu narsisistik ya, lihat saja Facebooknya."

"Kayaknya teman baru kamu orangnya aneh deh kalau aku lihat Twitternya."

Ketika bertemu atau mendengar nama orang baru, tak jarang yang dilakukan adalah mencari akun jejaring sosialnya atau menelusuri namanya di mesin pencari. Hasil pencarian akun jejaring sosialnya pun bermacam-macam. Ada yang positif, ada yang negatif. Tapi sering hasil pencarian itu dijadikan bahan untuk menilai orang tersebut. Bisa jadi Anda membatalkan kencan hanya karena melihat “keanehan” pada akun jejaring sosialnya.

Seperti halnya jangan menilai buku hanya dari sampulnya, jangan pula menilai seseorang hanya dari akun jejaring sosialnya. Memang akun jejaring sosialnya bisa memberikan gambaran tentang orang tersebut, tapi tak ada salahnya bertemu langsung dan siapa tahu ia tak seperti yang Anda duga.

Selingkuh
Ini yang paling berpotensi menimbulkan konflik. Beberapa studi mengatakan aktivitas yang tinggi pada situs jejaring sosial bisa membuka potensi selingkuh. Kemudahan untuk menggoda dan berhubungan dengan teman lama bisa membuka pintu baru untuk main api. Sekadar berteman atau sudah masuk ke kategori selingkuh? Batasan flirting pun kini semakin abu-abu dengan adanya fitur-fitur di jejaring sosial.

Jangan biarkan hal ini terjadi pada hubungan Anda. Kuncinya, tetap pertahankan kualitas komunikasi dan kepercayaan dalam hubungan. Kuatkan hubungan Anda lewat interaksi secara langsung dan tetap saling berkabar lewat gadget andalan.

Jangan biarkan Internet dan gadget merusak hubungan cinta Anda yang begitu berharga.

3 Kesalahan Berdandan di Pagi Hari

Katakepo.blogspot.com - Bersiap-siap di pagi hari adalah sesuatu yang bisa mengacaukan hari kita sepenuhnya karena kesalahan-kesalahan yang bisa saja kita lakukan. Bangun tidur, dan harus terburu-buru karena dikejar waktu, dibayang-bayangi macet dan berbagai macam hal lain yang bisa membuat kita tidak terkontrol. Alhasil terkadang kita berdandan asal-asalan dan tidak melakukannya dengan benar, dan hasilnya akan ada beberapa komentar tidak enak mengenai wajah kita dari teman atau orang-orang sekitar. Nah, beauty lovers, hindarilah 3 kesalahan makeup dipagi hari yang sering kali tidak kita perhatikan.
  1. Berdandan Dibawah Cahaya yang Salah.
Cahaya didalam kamar bisa saja membuat wajah Anda terlihat cantik, namun ketika Anda keluar kamar, Anda menyadari bahwa makeup Anda terlihat seperti badut. Tidak ada yang lebih menyebalkan dan membuang waktu daripada harus mengulangi makeup Anda dari awal padahal waktu Anda tidak cukup karena harus buru-buru ke kantor. Berdandan di dalam kamar dengan cahaya yang salah dapat membuat kesalahan terhadap hasil makeup Anda. Solusinya adalah pakailah makeup di luar ruangan, dengan cahaya matahari  atau di tempat yang sangat terang hingga Anda bisa melihat dengan jelas hasil polesan wajah Anda.
  1. Pemakaian Foundation yang Berlebihan
Ingin terlihat natural tanpa makeup justru terkadang menjebak Anda dan akhirnya Anda menghabiskan banyak waktu untuk membuat wajah Anda terlihat natural. Hasilnya, justru Anda akan terlihat memakai foundation dan warna kulit jadi terlihat berlapis. Solusinya, pakailah foundation di tempat yang diperlukan saja daripada terobsesi untuk menutup semua wajah Anda. Jika pemilihan foundation Anda sudah benar dan sesuai dengan kulit, maka akan mudah bagi Anda untuk menyesuaikan dengan warna kulit Anda tanpa perlu memakainya secara berlebihan.
  1. Menghabiskan Waktu Merias Mata
Kebanyakan wanita melakukan hal ini karena ingin matanya cantik, hidup, lentik, dan bermacam-macam alasan lainnya. Ada juga yang ingin menyesuaikan warna eyeshadow dengan baju hari itu atau memakai bulu mata palsu agar lentik. Solusinya, keep it simple. Pakailah eyeliner dan 1 warna eyeshadow. Pilih warna yang netral agar terlihat natural.
Keep it simple and natural. Jangan buang-buang waktu Anda di depan cermin untuk memoles wajah Anda secara berlebihan. Waktu yang terbatas juga harus diatur dengan baik. Bangunlah lebih awal agar tidak terburu-buru sehingga Anda memiliki cukup waktu untuk mempercantik diri Anda. (ICH)

Riset Buktikan Ringtone Ponsel Rusak Konsentrasi

Katakepo.blogspot.com - Pastikan selalu untuk mengubah ringtone ponsel Anda menjadi mode diam (silent). Penelitian terbaru menemukan bahwa ringtone ponsel merusak konsentrasi saat seseorang sedang memecahkan masalah dalam pekerjaan, maupun saat ujian di sekolah/kuliah.
Para peneliti di Washington University di St Louis menyatakan bahwa ringtone ponsel telah mempengaruhi kinerja fungsi kognitif seseorang terutama saat ringtone ponsel berbunyi dengan lagu-lagu populer.
"Banyak yang menganggap ringtone ponsel di tempat umum menjadi gangguan yang menjengkelkan, namun studi ini menegaskan bahwa suara-suara gangguan tersebut berdampak pada kehidupan nyata," papar Jill Shelton, dilansir melalui Dailymail, Jumat (17/2).
Untuk membuktikannya, peneliti melakukan penelitian dengan meminta mahasiswa untuk duduk di tengah keramaian kelas dan membiarkan ponsel di tangannya terus berdering keras selama 30 detik.
Hasilnya, mahasiswa yang terpapar ringtone ponsel sebelum ujian mendapat nilai 25% lebih buruk dari yang tidak. Hasil nilai ujian buruk lebih dirasakan si pemiliki ponsel, karena kepanikan mereka untuk mencari tas dan berusaha untuk mematikan ponselnya.
Namun, yang paling mengejutkan, temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Psychology ini juga menemukan mereka yang terpapar ringtone ponsel dengan lagu-lagu populer dan menyukai lagu tersebut lebih berimbas memiliki nilai lebih buruk.
"Tergantung seberapa populer orang dengan lagu yang dijadikan ringtone ponsel, maka akan semakin buruk bagi fungsi kognitif mereka," tambah Shelton.