Friday, September 13, 2013

Titi Kamal Anti-Ciuman demi Keluarga

Katakepo.blogspot.com - BAGI Titi Kamal, dunia akting bukan hanya ladang untuk mengumpulkan pundi-pundi materi. Istri Christian Sugiono itu menjadikannya sebagai wadah untuk mengembangkan diri. Karenanya, setelah lulus kuliah dari London School of Public Relations jurusan Marketing, dia tidak lantas mengubah haluan menjadi pekerja kantoran.

Memulai karir keartisan dengan menjadi model majalah pada 1997, Titi terus mematangkan aktingnya lewat berbagai peran dalam film layar lebar, sinetron, dan film televisi. Bahkan, dia pun mengasahnya dengan menjadi model video klip sederet musisi tanah air. Mulai Marcell Siahaan, Iwan Fals, Slank, hingga almarhum Chrisye.

”Akting sudah menjadi bagian hidup aku. Akting memberikan aku kesempatan untuk bertemu banyak orang dan berkunjung ke banyak tempat,” ungkap putri bungsu pasangan Kamal Badri dan Elly Rosniati itu. Belakangan, Titi memang terjun ke dunia tarik suara.

Berawal dari menyanyikan soundtrack film Mendadak Dangdut yang dibintanginya, dia merilis album perdana Lebih Baik Sendiri pada 2009. Titi sangat menikmati saat-saat beraksi di panggung musik, tetapi akting tetap menjadi prioritas utama perempuan kelahiran Jakarta, 7 Desember 1981 itu. ”Coba nyanyi, karena aku memang suka nyanyi. Buat lucu-lucuan saja,” katanya.

Dalam berakting, Titi mengaku punya batasan. Dia tidak mau sembarangan memilih peran, apalagi sekadar mengejar bayaran tinggi. Pantangannya adalah beradegan ciuman dengan lawan main. ”Itu memang sudah menjadi komitmen aku dari dulu. Aku nggak akan ambil tawaran kalau ada adegan ciumannya,” tegas Titi.

Selain ciuman, pemilik nama lengkap Kurniaty Kamalia itu enggan melakoni adegan seksi lainnya, terlebih adegan ranjang. Dia yakin itu akan merusak imejnya, dan mempengaruhi kondisi psikologis keluarganya. ”Keluarga jadi pertimbangan. Peran-peran yang selama ini aku peranin, berpengaruh ke nama baik keluarga juga,” terangnya.

Sepanjang karirnya, Titi sudah membintangi sebelas film. Mulai drama percintaan, hingga komedi. Bahkan lewat film Mendadak Dangdut yang dirilis pada 2006, akhirnya dia bersentuhan dengan dunia tarik suara dan akhirnya jatuh cinta. Sejauh ini dia punya dua album, OST Mendadak Dangdut dan Lebih Baik Sendiri (2009). (jpnn)

Kuota 50 CPNS Cilegon Hanya untuk Guru

Katakepo.blogspot.com - CILEGON, Kuota 50 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diberikan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk Pemkot Cilegon, ternyata dikhususkan untuk guru. Pemkot pun meminta Kemenpan RB untuk fleksibel menyerahkan penentuan formasi itu kepada pemerintah daerah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Setda Pemkot Cilegon Mahmudin mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kepada Kemenpan RB untuk mengubah kebijakan soal formasi CPNS. “Pada Rabu (24/7) lalu, kami kembali mendatangi Kemenpan RB untuk mempertanyakan masalah formasi ini, jawabannya belum ada,” kata Mahmudin, Kamis (25/7).
Menurutnya, Pemkot Cilegon bukan berarti tidak membutuhkan CPNS guru namun sebaiknya seluruh kuota tidak diberikan untuk guru melainkan dibagi dengan kebutuhan pegawai lain. “Kami juga kan masih membutuhkan tenaga teknis, tenaga medis, serta tenaga ahli lainnya. Kalau guru semua nanti yang lain kurang dong,” ungkapnya.
Anggota Komisi I DPRD Cilegon Rosyid Haerudin mendukung sikap BKD yang meminta Kemenpan RB bersikap fleksibel terhadap formasi CPNS. “Harus diakui, yang tahu persis kebutuhan pegawai di daerah adalah pemerintah daerah setempat. Kalau ditentukan untuk guru semua, jangan-jangan jumlah guru kita sudah lebih banyak,” kata politisi PKS Ini.
Menurutnya, kalau Kemenpan RB memaksakan kuota CPNS di Cilegon untuk guru, Komisi I meminta Pemkot memilah kembali guru apa saja yang paling dibutuhkan. “Menurut kami justru Pemkot sekarang butuh tenaga ahli tertentu seperti akuntan dan ahli perpajakan sebab selama ini masih banyak potensi pajak yang belum optimal karena kita kekurangah ahli di bidang itu,” jelasnya.(IBNU MARHAS)

Banyak Jabatan Kosong, Pemkab Serang akan Mutasi Pegawai

Katakepo.blogspot.com - SERANG, Dalam waktu dekat ini Pemerintah Kabupaten Serang akan melakukan mutasi pegawai besar-besaran. Mutasi itu dilakukan karena banyak jabatan yang kosong di Pemkab Serang akibat ditinggal pensiun atau meninggal oleh pejabat sebelumnya.

Saat ini Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Serang tengah menggodok pejabat-pejabat yang akan ditempatkan pada sejumlah jabatan. “Ya sedang digodok-godok,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Serang yang juga Ketua Baperjakat Kabupaten Serang Lalu Atharussalam Rais, seusai membuka acara Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (12/9).

Mutasi itu, kata Lalu, selain untuk mengisi jabatan kosong akibat ditinggal pensiun atau meninggal pejabat sebelumnya, juga untuk menyegarkan pejabat-pejabat yang sudah menjabat lebih dari lima tahun pada jabatan sama. “Sekarang ini lagi diinventarisasi jabatan yang kosong-kosong dan jabatan yang sudah diisi oleh pejabat yang di atas lima tahun,” katanya.

Ditanya soal jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang yang saat ini pejabatnya sakit dan terbaring di rumah sakit, Lalu mengatakan, akan menjadi pertimbangan juga. “Sekretarisnya yang pensiun kita isi, kepala dinasnya di-plt-kan. Sambil dilihat sejauhmana kesembuhannya,” katanya. (SUTANTO)****
Tags: Pemkab Serang

Thursday, September 12, 2013

Tipe Pria yang Tak Usah Diberikan Kencan Kedua

Katakepo.blogspot.com - Sebaiknya Anda memang memberi kesempatan kepada si dia untuk mengenal lebih dekat bila Anda merasa dia memberikan impresi yang baik. Tapi kalau di kencan pertama saja si dia sudah menunjukkan sikap yang membuat Anda merasa tak nyaman, untuk apa memberikan kesempatan kencan kedua.

Kira-kira pria seperti apa yang sebaiknya dilewatkan untuk kencan kedua? Berikut cirinya:

1. Si narsis.

Saling menceritakan tentang diri masing-masing saat kencan pertama memang perlu untuk lebih saling mengenal. Namun, menceritakan tentang dirinya selama dua jam kencan tanpa ingin tahu lebih banyak tentang Anda, tentu si dia bukanlah pria pilihan yang baik.

Fokus perhatiannya hanya pada dirinya. Ini berarti ia takkan mencintai Anda sebesar ia mencintai dirinya sendiri. Pria seperti ini cenderung mendominasi dan sulit berkompromi. Ia akan selalu merasa benar, kepentingannya adalah yang utama dan ia takkan pernah meminta persetujuan Anda.

2. Si sibuk.
Mengajak Anda pergi kencan, tapi sepanjang waktu ia sibuk memainkan ponselnya. Meski Anda yang berada di depannya, namun ia lebih intens mengobrol dengan teman-temannya di seberang. Dia juga tidak menunjukkan perhatian layaknya seseorang yang ingin menjalin hubungan. Misalnya, dia tidak mengingat apa yang Anda bicarakan, sehingga Anda perlu beberapa kali mengulang perkataan yang sama. Dia juga tidak tertarik melindungi Anda saat menyeberang jalan atau membukakan pintu resto misalnya untuk mempersilahkan Anda masuk lebih dulu.

Yang menyebalkan, sesekali Anda justru "menangkapnya" sedang mencuri pandang ke perempuan lain. Pria seperti ini mungkin menganggap kencan sebagai acara pengisi waktu luang.

Jika si dia benar-benar tulus dan serius mendekati kita, ia tentu akan selalu menunjukkan perhatian lebih dan berusaha membuat kencan pertama ini berkesan untuk Anda berdua. Nah, kalau dia saja tidak menunjukkan minatnya, mengapa Anda mesti memaksa mengajaknya kencan kedua?

3. Si molor.
Saat kencan pertama biasanya orang akan berusaha memberikan kesan terbaiknya. Salah satunya, datang ke tempat kencan lebih awal agar tidak mengecewakan.

Bila yang terjadi sebaliknya, Anda yang menunggu dirinya, ini perlu mendapat catatan. Terlambat 5-15 menit boleh dimaafkan, apalagi dengan kondisi jalan macet. Namun jika telat melebihi batas toleransi, lebih dari 30 menit bahkan satu jam tanpa kabar, sebaiknya pikir dua kali untuk memberinya kesempatan kedua. Sebab hal ini menandakan si dia tidak terlalu bersemangat berkencan.

4. Si perhitungan.
Meski Anda mampu membayar sendiri biaya kencan, tapi akan lebih menyenangkan bila si dia yang membayar. Si dia meminta Anda membayar sendiri semua pengeluaran saat kencan, begitu pun dirinya. Atau dia hanya membayar apa yang dia makan saat di restoran misalnya. Kalau ini yang terjadi, ini petanda dia akan merepotkan dompet Anda nantinya. Baru kencan pertama saja si dia sudah berhitungan.

Kalau alasannya karena dia tidak punya uang, semestinya ia tak berani mengajak kencan. Dengan pria seperti ini sebaiknya Anda berpikir ulang untuk mengajaknya kencan kedua.

Pria yang baik akan menghargai Anda, salah satu indikatornya memperlakukan Anda secara istimewa. Tanpa perlu diminta ia akan menyiapkan segalanya sebaik mungkin, mulai penampilan, tempat kencan, hingga anggarannya.

5. Si berantakan.
Biasanya ada persiapan berbeda untuk kencan pertama. Anda akan lebih mempersiapkan diri untuk tampil cantik di depan si dia. Anda sudah cantik, tapi ternyata si dia berantakan, datang dengan baju seadanya, penampilan pun tak karuan.

Dengan penampilan seperti itu, jelas si dia tidak mempersiapkan diri. Tidak ada usahanya untuk tampil istimewa saat bersama Anda. Nah, kalau saat kencan pertama saja si dia sudah mengecewakan, bagaimana jika si dia menjadi pasangan Anda nantinya.

Selain itu, pria yang tak menjaga kebersihan dan kerapihan penampilannya tandanya ia tidak sayang pada dirinya dan menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab.

Perempuan Lebih Sering Menyalahkan Pasangannya

Katakepo.blogspot.com - Hubungan percintaan memang tak selalu dalam kondisi rukun, aman dan tentram. Sesekali terjadi pertengkaran karena beragam alasan memang wajar terjadi. Siapa yang harus disalahkan ketika hubungan percintaan ini akhirnya kandas?
Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of Texas, termyata perempuan lebih sering menyalahkan pasangan mereka atas pertengkaran dan kegagalan hubungan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan melalui survei terhadap 71 pasangan muda yang belum menikah di Texas, Amerika. Semua responden yang ikut dalam penelitian ini sudah menjalin hubungan percintaan selama tiga tahun.

Para responden diminta untuk berkomunikasi dengan pasangannya yang berada di ruang terpisah, melalui chatting. Mereka diharuskan berkomunikasi tentang konflik-konflik yang mereka hadapi. Topik konflik yang dibahas adalah frekuensi waktu yang dihabiskan bersama-sama, uang yang dihabiskan, hubungan kencan terakhir, konsumsi alkohol, juga teman-teman dan kerabat yang tak setuju dengan hubungan mereka.

Para peneliti memberi waktu 10 menit untuk para pasangan membahas topik ini dan mendapatkan solusinya. Kemudian, mereka diharuskan untuk mengutarakan isi hati mereka kepada peneliti. Sebelum penelitian, mereka juga diharuskan untuk mengisi kuesioner tentang kepuasan hubungan mereka.

Dari situ terlihat bahwa perempuan adalah sosok orang yang kerap melemparkan kesalahan kepada pasangan ketika menghadapi konflik. Dan masalah terbesarnya adalah tentang uang dan hubungan masa lalu pasangannya. "Hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan kognitif antara laki-laki dan perempuan saat adu argumen," ungkap pemimpin penelitian sekaligus profesor komunikasi di University of Texas, Dr Anita Vangesti.

Perilaku dan sikap menyalahkan pasangan seperti ini bisa menjadi indikasi apakah seorang perempuan merasa cukup bahagia dengan hubungannya atau tidak. Dia menambahkan bahwa pikiran, dan ketidakpuasan hubungan akan memengaruhi perilaku seseorang. Manusia sering menyuarakan pikiran mereka terhadap pasangan melalui pesan non verbal, padahal berspekulasi seperti ini dapat memengaruhi kepuasan hubungan.

Dr Vangesti mengungkapkan bahwa ketika seseorang merasa tidak bahagia dengan hubungannya, mereka akan bereaksi dengan berbagai cara. Misalnya, membahas topik konflik ini, marah, dan sering mengubah pembicaraan, atau malah menghindari konflik.
Ketika salah satu pasangan melakukan kesalahan, dan pasangan lainnya mulai mengungkitnya berulang-ulang, kedua belah pihak berpotensi untuk tidak bahagia dalam hubungannya. Ketika berada dalam hubungan yang tidak memuaskan, mereka cenderung berpikir siapa yang lebih kuat dalam hubungan tersebut. Akibatnya mereka sering mengeluh dan "berebut kekuasaan tertinggi" dalam hubungan.

Sebaliknya, orang yang bahagia dengan pasangannya tidak akan menghindari konflik. "Di antara pasangan bahagia, ketika salah satu pasangan melakukan kesalahan, marah, atau tidak setuju dengan yang dilakukan pasangannya, maka pasangan yang lain akan berpikir bagaimana memahami pasangannya dan mencari cara untuk menyelesaikan konflik tersebut," tambahnya.