Sunday, September 15, 2013

Polisi Sukabumi tangkap pelajar pelaku pembacokan


Katakepo.blogspot.com - Jajaran Polsek Cisaat, Kabupaten Sukabumi berhasil menangkap seorang pelajar SMK Dwi Darma yang melakukan pembacokan kepada dua pelajar SMK lainnya di lokasi berbeda tetapi di hari yang sama.

"Dari hasil pengembangan dan laporan yang masuk ke kami pelaku pembacokan terhadap pelajar SMK di daerah Cibaraja, Kecamatan Cisaat pada 2 September lalu akhirnya kami berhasil menangkap tersangka berinisial Ir yang berusia 17 tahun merupakan pelajar kelas XII SMK Dwi Darma Parungkuda," kata Kapolsek Cisaat, Kompol Sumarta Setiadi kepada Antara, Sabtu (14/9).
Seperti diberitakan Antara, menurut Sumarta, tersangka yang merupakan warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit berhasil ditangkap tidak jauh rumahnya. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan kepada tersangka, ternyata Ir dalam satu hari tersebut telah membacok dua pelajar SMK lainnya yang salah satunya adalah pelajar SMK Lodaya, Kabupaten Sukabumi.

Lebih lanjut Ir juga mengakui, setelah membacok pelajar yang dianggap musuh di daerah Cibaraja, kemudian melanjutkan aksinya di Kecamatan Cicurug saat tawuran antara pelajar SMK Dwi Darma dengan SMK Lodaya.

Pada kejadian tersebut diduga tersangka membacok Arif Sugilar (17) pelajar kelas 1 SMK Lodaya yang mengalami luka bacokan pada kepala, paha, dan pinggang yang menyebabkan pelajar tersebut harus mengalami beberapa kali operasi di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi karena luka yang cukup parah.
"Pelaku saat ini sudah mendekam di ruang tahanan Polsek Cisaat, tetapi karena tersangka dalam melakukan pembacokan tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda dan berbeda wilayah hukum maka pihak Polsek Cicurug pun berkoordinasi dengan kami untuk bersama-sama mengembangkan kasus ini," tambahnya.

Dikatakan Sumarta, tersangka dikenakan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Saturday, September 14, 2013

Pacha, hidangan kepala kambing rebus ala Timur Tengah

Katakepo.blogspot.com - Pacha adalah masakan tradisional di wilayah Timur Tengah termasuk negara-negara Arab seperti Irak, Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan lainnya. Biasanya masakan ala Timur Tengah selalu menggoda selera dengan rempah dan bumbu yang berbeda serta daging panggang lezat.
Namun pacha bisa jadi membuat orang-orang di luar Timur Tengah terkaget-kaget. Pasalnya, pacha dibuat menggunakan kepala kambing utuh yang direbus. Jika biasanya kalian lebih suka menikmati daging kambing bagian paha, perut, dan lainnya, pacha menyajikan bagian tubuh kambing yang berbeda.
Uniknya lagi, kepala kambing yang direbus ini juga disajikan dengan perut kambing yang sudah diisi nasi dan berbagai makanan lain, kemudian disiram dengan kaldu. Tentunya tak semua orang akan menyukainya.
Untuk membuat pacha, yang dibutuhkan adalah kepala kambing, bagian perut yang sudah dibersihkan, daging domba, nasi, bawang merah, tomat, air, dan roti. Sebelumnya, kepala kambing direbus terlebih dahulu dalam air untuk melunakkan daging dan membuat kaldu.
Setelah itu, perut kambing dibersihkan dan mulai diisi dengan nasi, daging kambing, serta bumbu-bumbu lain. Setelah selesai, perut kambing ditutup dan dijahit kembali untuk disajikan bersama kepala kambing rebus yang utuh dan kaldu.
Hmmm... jika kalian tak masalah dengan kepala kambing utuh yang tersedia di meja makan, pacha tentu bisa jadi pilihan santapan ala Timur Tengah yang lezat.

Pastor dan suster boleh saja menikah

Katakepo.blogspot.com - Uskup Agung Pistro Parolin, tangan kanan pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus, melontarkan wacana mengejutkan. Dia bilang pastor dan suster boleh saja menikah.

Sebab kata dia, selibat (hidup tanpa menikah) adalah sebuah tradisi bukan aturan. "Selibat bukan sebuah aturan dan kalian bisa membahas masalah ini karena kalian bilang ini bukan dogma gereja," kata Parolin kepada surat kabar terbitan Venezuela El Universal, seperti dilansir koran the Daily Mail, Jumat (13/9).

Mempertanyakan selibat bukan isu baru. Sebelum terpilih memimpin umat Katolik sejagat, Paus Fransiskus mengakui dia bakal mempertahankan selibat meski ada pro dan kontra. "Itu hanya soal disiplin, bukan kepercayaan. Itu bisa berubah," ujarnya. "Secara pribadi menikah tidak pernah bertentangan dengan pikiran saya."
Pada 1970, sembilan ahli teologi asal Jerman, termasuk Joseph Ratzinger (kemudian menjadi Paus Benediktus XVI dan kini digantikan oleh Puas Franciskus), meneken sebuah surat menyerukan masalah selibat dibahas lagi oleh kalangan gereja Katolik.

Ratusan ahli teologi dari Jerman, Austria, dan Swiss pada 2011 menandatangani surat berisi seruan supaya pastor dan suster boleh menikah.

Waria bunuh pria langganan karena bercinta dengan temannya

Katakepo.blogspot.com - Tidak terima pria langganan bercinta dengan temannya, seorang waria berinisial ST alias Amel (24) menganiaya seorang pria bernama Franky Bolang (36). ST ditangkap polisi saat sedang mangkal di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (13/9) dini hari.

Kapolsek Metro Tanjung Duren Kompol Firman Andreanto mengatakan, penangkapan Amel bermula saat polisi menemukan tubuh korban terkapar penuh luka di Jalan Kiai Tapa, depan Universitas Trisakti, Jakarta Barat pada Rabu (11/9) malam.
Setelah mendapat perawatan selama sehari di Rumah Sakit Sumber Waras, korban yang merupakan warga Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat meninggal pada Kamis (12/9).

"Dari pemeriksaan, tersangka ini mengaku sakit hati karena korban 'main' sama teman tersangka. Karena kesal, dia lalu menganiaya korban hingga terluka," jelas Firman saat dihubungi, Jumat (13/9).

Polisi yang melakukan penyelidikan mendapatkan keterangan bahwa korban dianiaya oleh waria yang biasa mangkal di daerah Grogol Petamburan. Setelah merazia 25 waria, polisi kemudian mendapati bahwa tersangka Amel yang melakukan penganiayaan.
Waria yang hanya tamatan SD ini ditangkap ketika sedang mangkal menjajakan diri di samping Kanal Banjir Barat, dekat Season City. Saat dilakukan penangkapan, dari tas tersangka polisi mendapatkan sebuah senjata tajam.

"Tersangka kita kenakan pasal berlapis, UU Darurat, Pasal 170, dan Pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 20 tahun," jelas Firman.

Amerika dan Rusia setuju atas penghancuran senjata kimia Suriah

Katakepo.blogspot.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry hari ini mengatakan Amerika dan Rusia telah menyetujui sebuah kesepakatan untuk menghilangkan senjata kimia Suriah, setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
"Kami telah mencapai sebuah penilaian bersama dari jumlah dan jenis senjata kimia yang dimiliki oleh rezim Assad. Dan kami berkomitmen agar senjata itu cepat di bawah kontrol masyarakat internasional," kata Kerry kepada wartawan saat melakukan jumpa pers bersama dengan Lavrov, setelah tiga hari melakukan negosiasi di Jenewa, seperti dilansir situs asiaone.com, Sabtu (14/9).
Kerry mengatakan bahwa kesepakatan itu menyerukan penghancuran dengan cepat serta verifikasi persenjataan kimia Suriah, dan mengharuskan Damaskus agar dengan segera dan tanpa pengekangan memberikan akses ke lokasi persenjataan mereka.
Kerry juga menyatakan bahwa Suriah harus menyerahkan persediaan senjata kimia mereka dalam satu pekan, dan tim investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus berada di Suriah pada November mendatang, dengan tujuan untuk menghilangkan persenjataan Suriah pada pertengahan tahun 2014.
"Salah satu alasan yang kami percaya ini dapat dicapai karena rezim Assad telah mengambil cara yang luar biasa untuk menjaga kontrol dari senjata-senjata ini," ucap Kerry. Dia menegaskan bahwa senjata kimia yang utama di daerah itu berada di bawah kendali Damaskus.
"Jadi itulah lapisan peraknya," ujar Kerry. "Kita seharusnya tidak memiliki masalah untuk mendapat akses ke lokasi senjata mereka dan yang akan segera ditempatkan untuk diuji."
Kerry menggarisbawahi bahwa Washington dan Moskow juga sepakat bahwa resolusi PBB di Suriah harus memiliki ancaman keras sebagai bagian dari masalah ketidakpatuhan.
"Kerangka kerja ini sepenuhnya dapat dilaksanakan agar dapat mengakhiri ancaman yang timbul dari senjata-senjata ini, yang tidak hanya mengancam rakyat Suriah tetapi juga terhadap negara tetangga mereka. Karena dengan ancaman pembatasan senjata dari kerangka kerja ini, maka dapat memberikan perlindungan dan keamanan yang lebih besar bagi dunia," ucap Kerry.
"Dunia sekarang berharap bahwa rezim Assad dapat memenuhi komitmen mereka. Tidak boleh ada ruang untuk permainan," lanjut dia.