Sunday, September 15, 2013

Perempuan di China digigit ular yang sudah diawetkan tiga bulan

Katakepo.blogspot.com - Seorang perempuan di China, yang hanya diketahui bernama Liu, harus dilarikan ke sebuah rumah sakit setelah digigit seekor ular yang diawetkan di dalam sebuah botol anggur selama tiga bulan.
Serangan mendadak itu terjadi setelah Liu, dari Kota Shuangcheng, Provinsi Heilongjiang, membuka botol anggur itu untuk menambahkan lebih banyak alkohol ke dalam minumannya, seperti dilansir situs orange.co.uk, Jumat (13/9), mengutip laporan surat kabar the Global Times.
Namun, ular itu secara tiba-tiba melompat keluar dan menggigit tangan Liu. Alhasil, insiden itu membuat dia harus dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani pengobatan dan melakukan pemulihan total.
Liu sebelumnya membeli ular hidup pada Juni lalu dan memasukkannya ke dalam botol anggur. Hal ini dia lakukan untuk mengobati penyakit rematiknya.
Alkohol yang berisi ular telah diawetkan sebagai obat memang sudah umum di Negeri Tirai Bambu itu.

Polisi Sukabumi tangkap pelajar pelaku pembacokan


Katakepo.blogspot.com - Jajaran Polsek Cisaat, Kabupaten Sukabumi berhasil menangkap seorang pelajar SMK Dwi Darma yang melakukan pembacokan kepada dua pelajar SMK lainnya di lokasi berbeda tetapi di hari yang sama.

"Dari hasil pengembangan dan laporan yang masuk ke kami pelaku pembacokan terhadap pelajar SMK di daerah Cibaraja, Kecamatan Cisaat pada 2 September lalu akhirnya kami berhasil menangkap tersangka berinisial Ir yang berusia 17 tahun merupakan pelajar kelas XII SMK Dwi Darma Parungkuda," kata Kapolsek Cisaat, Kompol Sumarta Setiadi kepada Antara, Sabtu (14/9).
Seperti diberitakan Antara, menurut Sumarta, tersangka yang merupakan warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit berhasil ditangkap tidak jauh rumahnya. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan kepada tersangka, ternyata Ir dalam satu hari tersebut telah membacok dua pelajar SMK lainnya yang salah satunya adalah pelajar SMK Lodaya, Kabupaten Sukabumi.

Lebih lanjut Ir juga mengakui, setelah membacok pelajar yang dianggap musuh di daerah Cibaraja, kemudian melanjutkan aksinya di Kecamatan Cicurug saat tawuran antara pelajar SMK Dwi Darma dengan SMK Lodaya.

Pada kejadian tersebut diduga tersangka membacok Arif Sugilar (17) pelajar kelas 1 SMK Lodaya yang mengalami luka bacokan pada kepala, paha, dan pinggang yang menyebabkan pelajar tersebut harus mengalami beberapa kali operasi di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi karena luka yang cukup parah.
"Pelaku saat ini sudah mendekam di ruang tahanan Polsek Cisaat, tetapi karena tersangka dalam melakukan pembacokan tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda dan berbeda wilayah hukum maka pihak Polsek Cicurug pun berkoordinasi dengan kami untuk bersama-sama mengembangkan kasus ini," tambahnya.

Dikatakan Sumarta, tersangka dikenakan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Saturday, September 14, 2013

Pacha, hidangan kepala kambing rebus ala Timur Tengah

Katakepo.blogspot.com - Pacha adalah masakan tradisional di wilayah Timur Tengah termasuk negara-negara Arab seperti Irak, Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan lainnya. Biasanya masakan ala Timur Tengah selalu menggoda selera dengan rempah dan bumbu yang berbeda serta daging panggang lezat.
Namun pacha bisa jadi membuat orang-orang di luar Timur Tengah terkaget-kaget. Pasalnya, pacha dibuat menggunakan kepala kambing utuh yang direbus. Jika biasanya kalian lebih suka menikmati daging kambing bagian paha, perut, dan lainnya, pacha menyajikan bagian tubuh kambing yang berbeda.
Uniknya lagi, kepala kambing yang direbus ini juga disajikan dengan perut kambing yang sudah diisi nasi dan berbagai makanan lain, kemudian disiram dengan kaldu. Tentunya tak semua orang akan menyukainya.
Untuk membuat pacha, yang dibutuhkan adalah kepala kambing, bagian perut yang sudah dibersihkan, daging domba, nasi, bawang merah, tomat, air, dan roti. Sebelumnya, kepala kambing direbus terlebih dahulu dalam air untuk melunakkan daging dan membuat kaldu.
Setelah itu, perut kambing dibersihkan dan mulai diisi dengan nasi, daging kambing, serta bumbu-bumbu lain. Setelah selesai, perut kambing ditutup dan dijahit kembali untuk disajikan bersama kepala kambing rebus yang utuh dan kaldu.
Hmmm... jika kalian tak masalah dengan kepala kambing utuh yang tersedia di meja makan, pacha tentu bisa jadi pilihan santapan ala Timur Tengah yang lezat.

Pastor dan suster boleh saja menikah

Katakepo.blogspot.com - Uskup Agung Pistro Parolin, tangan kanan pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus, melontarkan wacana mengejutkan. Dia bilang pastor dan suster boleh saja menikah.

Sebab kata dia, selibat (hidup tanpa menikah) adalah sebuah tradisi bukan aturan. "Selibat bukan sebuah aturan dan kalian bisa membahas masalah ini karena kalian bilang ini bukan dogma gereja," kata Parolin kepada surat kabar terbitan Venezuela El Universal, seperti dilansir koran the Daily Mail, Jumat (13/9).

Mempertanyakan selibat bukan isu baru. Sebelum terpilih memimpin umat Katolik sejagat, Paus Fransiskus mengakui dia bakal mempertahankan selibat meski ada pro dan kontra. "Itu hanya soal disiplin, bukan kepercayaan. Itu bisa berubah," ujarnya. "Secara pribadi menikah tidak pernah bertentangan dengan pikiran saya."
Pada 1970, sembilan ahli teologi asal Jerman, termasuk Joseph Ratzinger (kemudian menjadi Paus Benediktus XVI dan kini digantikan oleh Puas Franciskus), meneken sebuah surat menyerukan masalah selibat dibahas lagi oleh kalangan gereja Katolik.

Ratusan ahli teologi dari Jerman, Austria, dan Swiss pada 2011 menandatangani surat berisi seruan supaya pastor dan suster boleh menikah.

Waria bunuh pria langganan karena bercinta dengan temannya

Katakepo.blogspot.com - Tidak terima pria langganan bercinta dengan temannya, seorang waria berinisial ST alias Amel (24) menganiaya seorang pria bernama Franky Bolang (36). ST ditangkap polisi saat sedang mangkal di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (13/9) dini hari.

Kapolsek Metro Tanjung Duren Kompol Firman Andreanto mengatakan, penangkapan Amel bermula saat polisi menemukan tubuh korban terkapar penuh luka di Jalan Kiai Tapa, depan Universitas Trisakti, Jakarta Barat pada Rabu (11/9) malam.
Setelah mendapat perawatan selama sehari di Rumah Sakit Sumber Waras, korban yang merupakan warga Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat meninggal pada Kamis (12/9).

"Dari pemeriksaan, tersangka ini mengaku sakit hati karena korban 'main' sama teman tersangka. Karena kesal, dia lalu menganiaya korban hingga terluka," jelas Firman saat dihubungi, Jumat (13/9).

Polisi yang melakukan penyelidikan mendapatkan keterangan bahwa korban dianiaya oleh waria yang biasa mangkal di daerah Grogol Petamburan. Setelah merazia 25 waria, polisi kemudian mendapati bahwa tersangka Amel yang melakukan penganiayaan.
Waria yang hanya tamatan SD ini ditangkap ketika sedang mangkal menjajakan diri di samping Kanal Banjir Barat, dekat Season City. Saat dilakukan penangkapan, dari tas tersangka polisi mendapatkan sebuah senjata tajam.

"Tersangka kita kenakan pasal berlapis, UU Darurat, Pasal 170, dan Pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 20 tahun," jelas Firman.