Wednesday, September 25, 2013

Teguran Tuhan di Balochistan

Katakepo.blogspot.com - Jam kerja belum usai di seantero Pakistan. Namun, lindu mengguncang Provinsi Balochistan, barat daya Pakistan, pada pukul 4.29 memaksa para pekerja pulang lebih cepat.

Gempa berkekuatan 7,7 Richter ini berpusat di 69 kilometer dari Distrik Arawan dengan kedalaman 23 kilometer. Gempa sekitar dua menit ini juga menggoyang Karachi, Hyderabad, Larkana, dan kota-kota lain di Provinsi Sindh. Getaran juga dirasakan warga Lahore, Rawalpindi, dan Ibu Kota Islamabad.

Hingga berita ini dilansir sudah 208 orang meninggal dan paling tidak 340 lainnya cedera. "Rumah-rumah dan toko roboh, korban bakal bertambah banyak," kata Ghulam Baloch, pejabat pemerintah dari Distrik Khuzdar, seperti dilansir stasiun televisi CBS kemarin.

Perkiraan ini diperkuat oleh keterangan Abdul Rasyid Baruch, pejabat dari Distrik Arawan. Dia mengungkapkan 90 persen rumah di wilayahnya hancur. "Kami cemas akan mengevakuasi lebih banyak mayat lagi dari reruntuhan bangunan," ujarnya, seperti dikutip dari BBC.

Bencana alam ini muncul dua hari setelah Gereja All Saints di Peshawar, kota bergolak di sepanjang perbatasan Afghanistan, dibom. Dua serangan bunuh diri saat bubaran misa pagi itu membunuh 81 orang dan melukai lebih dari 140 jemaat lainnya.

"Negara dan intelijen kami lemah sehingga tiap orang bisa membunuh siapa saja dan kapan saja. itu memalukan," tutur Ketua Aliansi Minoritas Pakistan Paul Bhatti. Kakaknya menjabat menteri tewas ditembak mati kelompok militan dua tahun lalu.

Sekitar 96 persen dari 180 juta penduduk Pakistan beragama Islam. Kelompok minoritas, termasuk orang Nasrani kerap mendapat perlakuan berbeda. Mereka juga sulit mendapat pendidikan dan pekerjaan. Kebanyakan menjadi pemulung atau penyapu jalan buat mencari nafkah.

Kelompok Taliban mengaku bertanggung jawab atas kejadian itu. Mereka mengancam bakal terus menyasar kalangan non-muslim jika Amerika Serikat tidak menyetop gempuran terhadap Taliban lewat pesawat pengebom tanpa awak.

Bagi kalangan beriman, mereka bakal berpikir musibah di Balochistan itu bukan sebuah kebetulan. Seperti hadis Nabi Muhammad: Siapa tidak menyayangi manusia, tidak akan disayangi Allah. Konteks sabda Rasulullah ini adalah manusia tanpa membedakan etnis, agama, dan budaya.


Warga Lenteng cari-cari kesalahan Lurah Susan soal bendera

Katakepo.blogspot.com - Warga Lenteng Agung kembali berdemonstrasi penolakan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menempatkan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung.

Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli dinilai tidak nasional dan menghargai para leluhur bangsa Indonesia. Alasannya, pada 17 Agustus lalu, Lurah Susan tidak memasang bendera merah putih di depan Kelurahan Lenteng Agung.

"Pada tanggal 17 Agustus, itu hari Kemerdekaan bangsa kita. Dan untuk menghormati para leluhur, kita harus memasang bendera merah putih tetapi Lurah Susan tidak memasang bendera merah putih di Kelurahan Lenteng Agung. Banyak warga dan tokoh masyarakat yang mengadu," ujar Tokoh masyarakat Lenteng Agung, KH. Sholihin Ilyas dalam aksi damai di Depan Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (25/9).

Dengan begitu, lanjut dia, Lurah Susan tidak menghormati perjuangan para leluhur bangsa Indonesia termasuk Presiden Soekarno .

"Ini sama saja lurah Susan tidak menghormati perjuangan para leluhur kita. Karena mereka telah berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia termasuk Presiden Soekarno ," tegas dia.

Namun rupanya para pendemo itu tidak mendapatkan data yang valid. Sebabnya, bendera di depan kelurahan selalu berkibar setiap hari. Jangankan ada hari besar atau perayaan, hari biasa pihak kelurahan mengibarkan bendera.

"Setiap hari selalu pasang bendera merah putih. Walaupun, ada aksi ataupun tidak kami tetap pasang," kata Debby, seorang staf kelurahan Lenteng Agung.

Dahlan pecat dirut pelindo IV karena kinerja buruk

Katakepo.blogspot.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali memecat petinggi BUMN karena alasan kinerja buruk. Kali ini, sosok yang diberhentikan adalah Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV atau Pelindo IV Harry Sutanto.
Dia dinilai Dahlan gagal menciptakan efisiensi operasional di pelabuhan yang menjadi wewenang Pelindo IV. Sebagai gantinya, Dahlan mengangkat Mulyono yang sebelumnya merupakan direktur keuangan Pelindo II.
"Saya minta Mulyono untuk mengefisienkan operasional. Misalnya apakah di satu pelabuhan lingkungan pelindo IV kurang efisien menanggapi apa betul kurang dermaga apa manajemen operasional yang kurang baik," kata Dahlan, di Jakarta, Rabu (25/9).
Dahlan menyakini, peningkatan kualitas pelayanan pelabuhan tidak harus dilakukan dengan cara penambahan fasilitas. Justru, cara itu bisa menimbulkan inefisiensi.
"Betul-betul harus baik. Jangan mudah menerima bahwa harus bangun, jangan gampang terima begitu saja. Apa betul operasional sudah efisien? dirut kemarin kinerja kurang memuaskan."

Masih ada diskriminasi dalam layanan perbankan

Katakepo.blogspot.com - Kesetaraan akses keuangan perbankan ternyata tidak hanya sulit didapat oleh masyarakat Indonesia yang berdomisili di pelosok-pelosok daerah tapi juga masyarakat yang memiliki disabilitas atau keterbatasan dalam hal kemampuan fisik. Mereka mengeluh masih ada perlakuan tidak adil dibandingkan dengan masyarakat normal dalam hal mendapatkan akses perbankan.
Sekjen Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Rina Prasarani mengeluhkan terbatasnya akses perbankan yang dialami oleh anggota Pertuni yang jumlahnya kini mencapai 25.000 orang di seluruh Indonesia.
"Untuk jadi nasabah saja dipersulit, jadi harus atas nama orang lain atau join account atau melalui notaris," ungkap Rina di Kantor YLBHI, Jakarta, Rabu (25/9).
Rina mengungkapkan, beberapa bank besar memiliki standar operasional (SOP) yang sangat sulit ditembus oleh nasabah penyandang cacat. Terutama tunanetra.
"Yang saya tahu SOP-nya keras begitu kan BCA dan Danamon dan saya tidak mau anggota yang kena kasus itu diam saja. BNI, BRI, Mandiri tidak pernah ada masalah, tapi di daerah itu juga macam-macam penerapannya. Banyak yang di daerah mendapat perlakuan yang sama, mereka ditolak," ungkap Rina.
Pihaknya ngotot akan memperjuangkan akses layanan perbankan yang setara bagi para disabilitas hingga ke level yang lebih tinggi. "Muaranya sebenarnya bukan aturannya, artinya kita perlu ke tingkat yang lebih tinggi lagi, BI atau Kementerian Keuangan," tegas Rani.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis berjanji akan menelusuri aturan perbankan terkait dengan akses bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, apabila aturan mengenai akses perbankan bagi para penyandang disabilitas sudah jelas tertera dalam Undang-Undang, maka bank yang melanggar aturan tersebut dapat dikenai sanksi maksimal, yakni pencabutan izin usaha.
"Saya akan tanya ke BI bagaimana itu aturannya, dan itu tidak ada diskriminasi dari institusi perbankan. Jadi kalau tidak ada, berarti BI selama ini lalai. Menurut saya. Saya akan cek bagaimana jenis pola regulasinya yang harus diikuti oleh perbankan. Kalau ada bank yang ternyata sudah ada regulasinya seperti itu ternyata tidak melaksanakan, sanksi paling akhir adalah dicabut izinnya," ucap Harry.

Keluyuran pada 19.00-21.00 WIB, pelajar DKI bakal didenda jutaan

Katakepo.blogspot.com - Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan aturan jam malam kepada para pelajar yang masih di bawah umur. Jika melanggar, para pelajar tersebut akan dikenakan sanksi uang jutaan rupiah.

"Mana sih Perda DKI yang ada sanksi? Ngerokok, injak taman, mana ada sanksi. Sekarang kita mau tegakkan. Kerjasama dengan polisi, pengadilan. Kita gak ingin lagi kalau denda itu hanya Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Kita mau yang maksimum Rp 50 juta. Intinya mau buat orang kapok," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/9).

Ahok mengatakan, aturan jam malam akan berlaku selama beberapa jam saja. Jam malam kepada para pelajar berlaku mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB. Sementara, di atas jam 21.00 WIB, akan dibahas kembali dengan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau gitu keluarnya jam 21.00 WIB ke atas ya. Kadang-kadang kalau sudah kayak gini, kita musti jawab wallahualam deh. Nanti aku lapor ke Pak Gubenur saja deh," katanya sembari tertawa.

Pihaknya mengaku tidak dapat melarang para pelajar untuk tidak keluyuran pada malam hari. Pihaknya juga tidak akan memaksa tempat hiburan malam untuk diperketat.

"Kita tidak bisa paksakan hiburan malam, tetap kalau terbukti tanggung jawab polisi," katanya.