Friday, October 11, 2013

Wanita yang Periang Lebih Seksi di Mata Pria

Katakepo.blogspot.com - Jika bicara mengenai wanita seksi, kaum pria biasanya langsung menilai secara fisik. Pendapat itu tidak sepenuhnya benar karena wanita yang terlihat bahagia, banyak senyum, dan ramah, dinilai lebih seksi.

Energi yang kita keluarkan adalah energi yang akan kita terima kembali. Orang-orang dengan pembawaan ceria pada umumnya akan lebih dinilai menarik.

"Jika Anda tampak seperti orang yang baik dan bahagia, itu bisa membuat orang lain betah berdekatan dengan Anda. Keseksian yang sebenarnya jauh lebih dari sekedar kecantikan fisik," kata Tina Tessina, psikoterapis yang banyak menulis buku mengenai hubungan dan perkawinan ini.

Para pria juga menganggap wanita yang mudah tertawa dan humoris lebih menggoda. Di lain pihak, wanita juga menilai pria humoris sebagai pria yang cerdas dan lebih menarik untuk dikenal lebih dekat.

"Pada dasarnya semua adalah tentang bagaimana menampilkan energi yang positif kepada orang di sekitar," kata Jeffrey A.Hall, konsultan perkawinan.

Mengapa kita lebih tertarik pada orang yang positif, ternyata berkaitan dengan teori evolusi. "Manusia berevolusi untuk menarik pasangan dengan tujuan untuk meningkatkan kelangsungan hidupnya," kata Dr.David Sack.

Kecenderungan manusia tersebut juga disebabkan karena orang yang bahagia adalah orang yang secara umum lebih sehat, baik mental atau fisiknya.

Seperti diketahui terlalu banyak stres bisa membuat proses penuaan lebih cepat, yang ditandai dengan penurunan ketahanan fisik. Kebahagiaan, di lain pihak, adalah indikator dari kondisi emosional yang sehat, yang jelas akan terpancar dari penampilan.

Memang, fisik yang menarik adalah daya tarik utama seseorang, tapi faktor itu tidak berdiri sendiri. Orang yang secara fisik cantik tapi ia tampak murung dan cemberut, tentu mengurangi kadar kecantikannya.

Orang yang bahagia juga cenderung lebih terbuka pada hubungan pertemanan dari orang sekitarnya. Kebahagiaan itu juga tampak dari senyuman dan bahasa tubuh yang tanpa disadari membuat orang lain tertarik untuk mendekat dan kemudian merasa nyaman.

Sudah Pakai Pelembab, Mengapa Kulit Masih Kering?

Katakepo.blogspot.com - Sudah pakai pelembab, tapi kok kulit masih saja kering ya? Jangan buru-buru ganti pelembab kulit, karena mungkin saja Anda tak memperhitungkan faktor luar lainnya yang dialami sehari-hari.

"Melindungi kulit dari kekeringan tak cukup hanya dengan pelembab atau losion tubuh. Anda juga harus melakukan berbagai perawatan intensif sesuai dengan aktivitas dan juga hal-hal yang dialami lainnya setiap hari," ungkap dr Eddy Karta, SpKK, saat peluncuran Vaseline Body Serum di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Faktor apa saja yang bisa membuat kulit lebih cepat kering?

1. Udara dingin
Udara dingin bukan hanya dirasakan saat Anda ada di pegunungan atau salju. Berada di ruangan ber-AC berjam-jam akan membuat kulit Anda jadi kering. Eddy mengungkapkan ketika berada di ruangan dingin, kulit mengirimkan sinyal ke otak untuk mengurangi produksi minyak (sebum) dan keringat.

Lama-kelamaan produksi sebum akan sangat sedikit di kulit dan mengurangi juga produksi Natural Moisturizer Factor (NMF) sebagai pelembab alami kulit. Akibatnya kulit jadi kering. "Jika berada di ruangan dingin dalam waktu yang lama, sebaiknya oleskan pelembab tambahan ke kulit tiap dua jam sekali," sarannya.

2. Sinar matahari
Kalau yang satu ini Anda pasti sudah tak asing lagi. Sinar matahari dengan kandungan sinar UV A dan UV B akan merusak kulit. Pancaran sinar matahari akan mempercepat turn over rate kulit. Akibatnya bukan hanya kulit epidermis atas saja yang akan kering, tapi juga calon kulit baru juga akan berkurang kelembabannya.

3. Mandi
Kalau cuaca sedang panas, pasti Anda merasa kegerahan dan rasanya ingin mandi. Eits jangan buru-buru mandi. Mandi juga ada jadwal dan aturannya. Keseringan mandi justru akan membuat kulit jadi kering. "Mandi berlebihan akan membilas dan menghilangkan barrier sebum atau  penghambat penguapan sebum sehingga jadi lebih kering," katanya. Selain itu, mandi berlebihan juga akan memperkecil lipid antarsel.
Baca juga : Mandi Air Panas Tanpa Buat Kulit Jadi Kering

4. Gaya hidup
Beberapa gaya hidup modern sering kali tak disadari bisa membuat kulit jadi lebih kering. Gaya hidup tak sehat untuk kulit ini antara lain merokok, diet dan terlalu sering stres.

Mengapa Duda Lebih Sering Sakit-sakitan ?

Katakepo.blogspot.com - Setelah bercerai, perempuan disinyalir lebih bahagia, sedangkan pria cenderung sakit-sakitan dan tidak panjang umur. Mengapa demikian?
Perceraian adalah proses yang melelahkan, secara fisik dan terlebih secara emosi. Namun, menurut penelitian yang dilakukan oleh Centre for Research in Employment, Skills and Society, Sekolah Bisnis yang berlokasi  Kingston, Inggris,  kepada 10.000 peserta mengatakan, bahwa setelah bercerai pria cenderung ‘menyakiti’ diri sendiri, stres berkepanjangan dan mengonsumsi alkolhol secara berlebihan. Sedangkan perempuan, mereka lebih bahagia, menikmati hidup dan cepat beradaptasi pada perubahan dalam hidup mereka.
Seperti yang diungkapkan oleh Chris McIntosh, Director of Divorce Easily and HuffPost UK, “Penelitian ini mengindikasikan bahwa kesulitan mengutarakan perasaan yang dialami pria, sama sekali tidak membantu mereka. Perceraian adalah kenyataan hidup yang tragis dan melelahkan, mengalihkan kekecewaan pada alkohol sangat berbahaya. Apabila pria tidak merasa nyaman melontarkan rasa sedih, kecewa dan lukanya pada kerabat, disarankan mereka meminta rujukan untuk berkonsultansi kepada pakar. Di mana mereka akan memberikan bimbingan, juga panduan untuk membantu mereka menemukan kebahagiaan baru.”
Pada laman The Guardian, Luisa Dillner menyoroti pada fakta bahwa  setelah proses perceraian berselang, pria kerap menghadapi masalah kesehatan yang serius.
“Duda memiliki peluang meninggal lebih cepat” tulis Dillner, “Mereka melampiaskan stres pada minuman beralkohol, kecanduan narkoba dan potensi bunuh diri 39 persen lebih tinggi dibandingkan pria menikah.”
Mengingat sepertiga dari pernikahan di Inggris berakhir dengan perceraian, maka melihat duda depresi yang hipertensi, bukanlah kenyataan yang menyenangkan.
Kondisi perempuan yang lebih leluasa dalam ‘menumpahkan’ perasaannya dengan kerabat, dinilai sebagai ‘pelindung’ mereka dari benturan emosi dengan risiko mental yang tidak stabil.
Dan Liz Copeland pun mengamini fakta tersebut, “Perempuan dan pria mengatasi stres dengan cara yang tidak sama. Mungkin terasa lebih mudah bagi perempuan, karena mereka terbiasa berbagi suka duka bersama keluarga dan sahabat. Dan itu adalah bagian dari terapi mengeluarkan segala kecewa, luka dan rasa lega secara verbal. Cara ini sangat efektif untuk melalui fase transisi’’
Mengatasi luka setelah perceraian memang tidak semudah mengatakannya, meskipun begitu cara yang disarankan oleh Copeland berikut,  mungkin saja bisa membantu pria dalam meredakan rasa sakit hati

Jangan malu untuk membicarakan perasaan Anda kepada kerabat atau keluarga. Tetapi, pilihlah seseorang yang memiliki pikiran terbuka, tidak menghakimi dan pendengar yang baik. Dengan begitu, rasa sesak dalam dada akan terasa lebih longgar dan pikiran menjadi lebih ringan.
Stres adalah sinyal bagi Anda untuk melakukan perubahan. Seorang terapis profesional memahami apa yang Anda butuhkan, teori apa yang harus diterapkan, inilah cara yang mereka gunakan untuk mendukung Anda meraih kebahagiaan dan tahap hidup yang baru.
Sayangilah diri Anda. Bebaskan diri  dari ‘kepungan’ depresi, tidak ada yang bisa menolong   sebaik Anda sendiri yang melakukannya.
Fakta bahwa pria lebih rapuh menghadapi kekecewaan emosi, menurut Profesor Ridwan Shabsingh, Cornel University, dan Presiden dari Society of Men’s Health, seperti yang dilaporkan oleh The Daily Mail, “Persepsi yang beredar di lingkungan sosial, mencitrakan pria sebagai sosok yang tangguh dan kuat dibandingkan perempuan, menyulitkan pria untuk melontarkan apa yang mereka rasakan dalam hati. Padahal, faktanya pria juga memiliki hati yang bisa terluka, patah dan terpuruk”.

Mengapa Balita Rewel dan Mengamuk?

Katakepo.blogspot.com - Tantrum alias mengamuk kerap dialami balita. Kondisi ini bisa membuat repot orangtua, terutama jika terjadi di tempat umum. Bagaimana menyiasatinya?

Salah satu penyebab tantrum adalah anak merasa frustasi karena keinginannya tidak dipenuhi atau ditolak dan ia tidak bisa mengungkapkannya. Ditambah lagi jika si kecil sedang bosan, lapar, atau capek.

Penyebab lain trantrum adalah pola asuh yang tidak konsisten. Kemarin melarang-larang, sekarang diperbolehkan, sehingga anak bingung dan frustasi. Begitu juga orangtua yang terlalu otoriter, suka mengkritik, dan pola asuh kurang tepat lainnya yang memicu rasa frustasi anak.

Menurut Simone Cave, penulis buku Baby to Toddler Month by Month, untuk mencegah anak rewel dan mengamuk antisipasi dengan mengetahui apa yang ia inginkan. Sampaikan dengan jelas apa yang boleh dan yang tidak boleh.

Jika anak sering tantrum karena ia bosan atau lapar, maka penuhilah kebutuhannya. Misalnya dengan selalu makan tepat waktu atau membawa mainan kesayangannya saat mengajaknya bepergian.

Bagaimana bila terus-terusan merengek? Jangan marahi atau membentaknya. Peluk dan diamkan beberapa menit. Usahakan tidak berkomunikasi sampai anak sudah tenang. Anak juga ingin dipahami dan butuh waktu untuk melepaskan rasa frustasinya. Membentak atau ikut berteriak supaya dia diam hanya akan memperburuk suasana.

Cara lain adalah membawa anak ke kamar atau ke tempat sepi (jika sedang ada di tempat umum) agar anak tenang.  Tantrum adalah sebuah pertunjukan dan pertunjukan membutuhkan penonton. Ketika penonton tidak ada, maka petunjukan menjadi tidak ada artinya, sehingga ia akan diam.

Smartphone yang anda tunggu, LG G2 It's all possible

Katakepo.blogspot.com - Apa sebenarnya yang Anda cari dari perangkat smartphone atau ponsel pintar? Layar yang jernih? Prosesor yang mumpuni atau mungkin bentuk yang slim dan sophisticated? Nah, jika Anda merasa jenuh dengan smartphone yang spesifikasi dan bentuknya itu-itu saja, itu mungkin karena Anda belum merasakan LG G2 di tangan Anda.
HP yang mendapatkan urutan pertama di polling Phonearena.com dengan 2237 suara ini memang bukan sekadar smartphone biasa. LG G2 ini menjadikan segalanya memungkinan, it’s all possible. Tapi apa yang membedakan LG G2 dengan smartphone lain di kelasnya? Tak ada lagi gerakan tangan untuk membuka lockscreen, cukup dengan double tap di layar saja. Simpel!
Nah, HP Anda pasti sering dipegang atau digunakan oleh orang lain. Entah itu dimainkan oleh anak Anda atau teman. Tak perlu khawatir karena sudah ada Guest Mode. Dengan mode ini, Anda bisa mempersonalisasikan apa saja yang ada di dalam ‘mode’ ini..
LG G2 dilengkapi dengan layar 5,2 inchi Full HD beresolusi 1920x1080 piksel dan teknologi IPS (In-Plane Switching). Begitu jernih, 423 ppi (pixel per inch) penuh detil sehingga apa yang Anda lihat mulai dari gambar, foto, film, video, akan terlihat begitu nyata.
Rasakan LG G2 di ruas-ruas jari Anda. Desainnya yang elegan dan tipis, hanya 9,1 mm dan layar hampir memenuhi tampilan muka. Tersemat kamera 13 MP dengan teknologi OIS (Optical Image Stabilizer) yang akan menstabilkan fokus saat memegang kamera. Sementara, di muka terdapat kamera 2,1 MP.
1,5 Ghz? Itu sudah biasa. LG G2 terdepan di kelasnya dengan prosesor 2,26 Ghz Quad Core Snapdragon 800 serta RAM 2GB. Semua proses multi-tasking menjadi lancar dan 50% mempercepat performa grafis. Anda bisa menonton video sambil buka file presentasi serta bermain game favorit pada saat bersamaan.
Takut layar tergores? Santai saja karena LG G2 dibekali Corning Gorilla Glass 3. Rasakan juga OS terbaru Jelly Bean 4.2 dengan berbagai aplikasi untuk kebutuhan Anda.
Kalau suka merekam video, 1080p video recording dengan 60fps otofokus dan suara stereo. Memori internal sebesar 32GB dan dilengkapi dengan port microUSB, USB host support, USB on-the-go, SlimPort TV-out, Bluetooth v4.0, serta NFC (Near Field Communication). Tidak lupa juga dengan kemampuan baterai 3000mAh Li-Po yang tahan lama.
Jadi lupakanlah smartphone lainnya dan beralih ke LG G2 di mana segalanya menjadi memungkinkan.